icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: aceh


Pengembalian TKD Sumut Terbesar dari Aceh dan Sumbar, Ini Alasannya

LensaDaily - Sumatera Utara (Sumut) menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar dibandingkan dua provinsi lain Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana banjir dan longsor pada November 2025. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari keputusan pengembalian TKD 2026 bagi daerah terdampak bencana.Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian menjelaskan, besaran pengembalian dana disesuaikan dengan jumlah pemotongan TKD yang sebelumnya diberlakukan pada masing-masing daerah.Saat kebijakan penyesuaian TKD 2026 diterapkan, Sumut mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp6 triliun. Sementara itu, Aceh dipotong Rp1,6 triliun dan Sumatera Barat Rp2,6 triliun.“Anggaran yang dipotong dikembalikan lagi. Sumut yang paling besar dipotongnya pada saat itu, makanya saat pengembalian Sumut yang paling besar,” kata Tito Karnavian usai rapat bersama kepala daerah terdampak bencana yang dihadiri Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di Jakarta, Senin 25 Mei 2026. Meski menerima pengembalian TKD terbesar, Sumut juga tercatat sebagai provinsi dengan hibah terbesar untuk daerah terdampak banjir dan longsor. Total dana hibah yang disalurkan mencapai Rp260 miliar kepada pemerintah daerah yang masih mengalami keterbatasan anggaran.“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Sumut yang menghibahkan Rp260 miliar ke pemda yang daerahnya sangat terdampak. Sumbar Rp24 miliar, total masih ada 11 kabupaten yang masih perlu atensi khusus,” ujar Tito.Selain itu, Tito menyampaikan sebanyak 3.084 sekolah akan segera direhabilitasi dari total 4.992 sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Sisanya akan ditangani pada tahap berikutnya.“3.084 itu sudah ada Perjanjian Kerja Samanya dengan Kemdikdasmen. Sisanya yang sekitar 1.000 bukan didiamkan, tetapi akan ada PKS berikutnya,” katanya.Terkait pembangunan hunian tetap (huntap), Tito menjelaskan BNPB telah mulai mengerjakan huntap yang berdiri di atas lahan milik masyarakat sendiri. Sedangkan pembangunan huntap komunal di sejumlah daerah masih terkendala proses penyediaan lahan.“Sementara untuk huntap, kalau yang di tanahnya sendiri sudah dikerjakan BNPB. Yang komunal, ada beberapa daerah yang lahannya masih perlu proses lagi karena harus jauh dari daerah bencana. Kementerian ATR/BPN dan Lingkungan Hidup juga harus menyiapkan lahannya,” terang Tito Karnavian.Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno beserta jajaran kementerian terkait.

26 Mei 2026

Sosok 'Mak-mak Aceh' Jully Yandi Saputra Buktikan Sukses Konten Kreator Kini Jadi Bos UMKM

LensaDaily - Pengguna media sosial Instagram  dan TikTok khususnya warga Aceh pasti tak asing dengan sosok 'Mak-Mak Aceh' yang cerewet, lucu, dan sangat identik dengan kearifan lokal kerap mengundang tawa. Namun, siapa sangka di balik daster dan gaya ikonik tersebut, terdapat sosok pemuda tampan nan maskulin bernama Jully Yandi Saputra.Pemuda kelahiran 3 Juli 1996 asal Desa Leupung, Aceh Besar ini, kini telah bertransformasi menjadi salah satu selebgram paling berpengaruh di Banda Aceh.Langkah pemilik akun Instagram @jullyyandi dan TikTok @Jullyyandi di dunia konten kreatif dimulai pada tahun 2021, saat pandemi Covid-19 melanda. Mengisi waktu di tengah pembatasan aktivitas, ia mulai bereksperimen dengan konten parodi."Semasa covid pada tahun 2021 saya memulai ide saya ini menjadi konten kreator. Karena pada saat itu aktivitas saya sangat terbatas, makanya saya mencoba untuk memulai membuat konten parodi di handphone," ucap Jully, Jumat 15 Mei 2026.Kemampuannya menirukan berbagai bahasa daerah dan memparodikan karakter ibu-ibu (Mak-Mak) khas Aceh dengan sangat akurat membuat namanya cepat meroket. Hingga saat ini, Jully telah berhasil menghimpun komunitas pengikut yang masif, yakni 150 ribu pengikut di Instagram dan 165 ribu pengikut di TikTok.Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah perbedaan drastis antara persona konten dengan kehidupan aslinya. Jika dalam video ia tampak lincah memerankan karakter ibu-ibu, dalam kesehariannya Jully dikenal sebagai pria yang tampan dan bergaya hidup 'macho'. Kontras ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya berbeda dari selebgram Aceh kebanyakan.Jully tidak hanya puas dengan popularitas di media sosial. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun kerajaan bisnis dari titik nol. Kini, ia sukses mengelola beberapa lini usaha yang viral di Tanah Rencong mulai dari kuliner hingga parfum."Saya membuka Peyek Guzel pada tahun 2020 yaitu camilan UMKM yang sempat viral dan menjadi buruan masyarakat di Aceh. Saya juga meluncurkan brand lip serum bernama Julsecret pada tahun 2025 yang menyasar pasar perawatan wajah serta memiliki brand parfum sendiri dengan label Jyyso," jelasnya.Perjalanan Jully dari sebuah desa di Aceh Besar hingga menjadi ikon kreatif di Banda Aceh membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batasan geografis. Dengan kemampuan multi-talentanya, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor UMKM.Kini, sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Aceh bahwa menjadi konten kreator bukan sekadar mencari popularitas, melainkan jembatan untuk membangun kemandirian ekonomi dan brand yang kuat.

15 Mei 2026

4 Pembunuh Wanita Lansia di Pekanbaru Ditangkap di Sumut dan Aceh

LensaDaily - Pembunuhan terhadap seorang wanita lansia di Kota Pekanbaru, Riau, diungkap Polda Riau. Perburuan pelaku pembunuhan terhadap seorang korban bernama Dumaris Boru Sitio (60) itu hingga ke Sumatera Utara dan Aceh."Begitu melakukan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke wilayah di luar wilayah hukum provinsi Polda Riau, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan sudah sampai ke provinsi Aceh," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra mengutip keterangannya Senin 4 Mei 2026.Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku datang menggunakan mobil hitam.Seorang wanita berkaus hitam yang diduga merupakan menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah, disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie berwarna biru. Tak lama kemudian, dua pria menyusul keduanya.Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu untuk menyambut tamu tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.Belum diketahui apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal. Hingga kemudian seorang pria datang sambil membawa kayu balok. Seketika, ia melakukan penganiayaan dengan memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terluka.

04 Mei 2026

Perkuat Komitmen Lingkungan di Hari Bumi, PalmCo Targetkan Tanam 50.000 Pohon

LensaDaily - Peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo untuk mempertegas komitmen lingkungan melalui gerakan penanaman pohon bertajuk “One Man One Tree”. Perusahaan menargetkan penanaman 50.000 pohon sepanjang tahun ini yang tersebar di berbagai wilayah operasional, dari Aceh hingga Kalimantan.Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa program ini dirancang tidak sekadar simbolik, melainkan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh karyawan hingga ke tingkat unit terkecil.“Program ‘One Man One Tree’ ini adalah langkah nyata untuk memastikan bumi tetap menjadi penopang kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan keberlanjutan di masa depan,” ujar Jatmiko di Medan, Senin 27 April 2026.Target 50.000 pohon pada 2026 mencerminkan keberlanjutan dan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, PalmCo mencatat penanaman 8.750 pohon, lalu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Sehingga total hingga tahun ini Perusahaan menyasar lebih dari 76 ribu pohon telah ditanam di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.Menurut Jatmiko, peningkatan tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus eskalasi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem. Ia menambahkan, kehadiran jajaran direksi dan seluruh manajemen regional di lapangan bertujuan memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.Selain aspek lingkungan, program ini juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kinerja ESG PalmCo di tingkat global. Saat ini, perusahaan disebut berada di peringkat kedua dunia untuk kategori agrikultur.“Fokus kami adalah menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) serta area kritis lainnya agar tetap terkelola dengan baik,” kata Jatmiko.Fokus Beragam di DaerahImplementasi program penanaman pohon dilakukan secara serentak di tujuh region operasional PalmCo, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi ekologis masing-masing wilayah.Di Kalimantan Barat, misalnya, penanaman difokuskan pada area yang rentan mengalami degradasi lahan. Ike Septiani, karyawan PTPN IV Regional V, mengatakan bahwa keterlibatan langsung karyawan memberikan rasa tanggung jawab personal terhadap lingkungan.“Di Kalimantan, vegetasi yang kuat diperlukan untuk menjaga struktur tanah agar tidak mudah rusak. Ini penting agar operasional perkebunan tetap selaras dengan kondisi alam,” ujarnya.Sementara itu, di Riau, upaya konservasi diarahkan pada perlindungan ekosistem perairan. Candra Syahroni dari PTPN IV Regional III menyebutkan bahwa penanaman dilakukan di sempadan sungai guna mencegah erosi dan menjaga kualitas air.“Penanaman di sepanjang aliran sungai menjadi prioritas. Kami berharap langkah ini juga menggerakkan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga lingkungan,” kata Candra.Melalui gerakan yang melibatkan ribuan karyawan ini, PalmCo berupaya menempatkan isu keberlanjutan sebagai bagian integral dari operasional perusahaan. Peringatan Hari Bumi pun tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memperluas dampak nyata bagi lingkungan.

28 April 2026

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Aceh, CIMB Niaga Syariah Resmikan Digital Branch Bireuen

LensaDaily - Wujud komitmen berkelanjutan dalam memperluas layanan perbankan syariah yang modern, inklusif, dan selaras dengan nilai-nilai Islam, Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) meresmikan Syariah Digital Branch Bireuen.Kehadiran kantor cabang syariah Jalan Teuku Nyak Arief/Mawar No. 20–22, Kabupaten Bireuen berkonsep hybrid pertama di Aceh ini merupakan bagian dari transformasi layanan CIMB Niaga Syariah yang menggabungkan kenyamanan kantor cabang dengan kecepatan layanan digital.Melalui Syariah Digital Branch, nasabah dapat menikmati berbagai layanan perbankan inovatif secara mandiri dan efisien, dengan tetap mempertahankan keramahan layanan khas kantor cabang CIMB Niaga Syariah.Layanan tersebut antara lain Self Service Banking (SSB) melalui SSB Tablet dan SSB Kiosk yang memungkinkan nasabah membuka rekening, mengganti kartu, serta memperbarui data pribadi (Customer Information File/CIF) secara mandiri hanya dalam waktu sekitar lima menit, tanpa antre panjang maupun formulir manual.Selain itu, kantor cabang ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Customer Relationship Management (CRM) berdesain future branch, Digital Kurs Realtime, Digital Hub by Super CS, serta fasilitas interaktif lainnya.Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih cepat, praktis, dan nyaman, tanpa meninggalkan nilai humanis yang menjadi karakter layanan perbankan syariah.Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Bung Aldilla mengatakan, pembukaan Syariah Digital Branch Bireuen merupakan langkah strategis Perseroan dalam memperkuat kehadiran perbankan syariah di Aceh. Provinsi ini dinilai memiliki posisi khusus dalam pengembangan perbankan syariah nasional, karena didukung regulasi daerah serta aspirasi sosial masyarakat yang menempatkan prinsip syariah sebagai dasar aktivitas ekonomi.“Bireuen kami pilih karena memiliki potensi pasar syariah yang kuat dan berkelanjutan. Secara geografis, daerah ini berada di jalur strategis lintas Aceh-Medan yang menjadi pusat transit dan aktivitas ekonomi, serta dikenal sebagai Kota Juang dan Kota Santri dengan ratusan dayah (pesantren) dan lebih dari 47 ribu santri," kata Bung Aldilla dalam grand opening Syariah Digital Branch Bireuen, Rabu 11 Februari 2026.Katanya, dukungan budaya religius, kebijakan daerah, serta potensi ekonomi halal dari sektor pendidikan pesantren, pariwisata religi, pertanian, hingga bahari menjadikan Bireuen relevan bagi pengembangan perbankan syariah."Melalui cabang digital ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi halal yang berkelanjutan di Bireuen dan sekitarnya,” sebut Bung Aldilla.Dengan dibukanya cabang digital ini, secara nasional CIMB Niaga Syariah kini telah mengoperasikan 24 Kantor Cabang Syariah (KCS), 5 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 14 Kantor Fungsional Syariah (KFS). Sebelum Bireuen, Syariah Digital Branch telah dibuka di Makassar, Medan Ring Road, dan Serpong. Kehadiran cabang digital di Bireuen tersebut semakin memperluas jangkauan layanan, khususnya di Aceh sebagai wilayah pengembangan strategis perbankan syariah.Dalam rangkaian acara peresmian ini, CIMB Niaga Syariah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama produk dan layanan perbankan dengan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Rahmania Dana Sejahtera dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) di Bireuen. Selain itu, CIMB Niaga Syariah juga melakukan penyerahan beasiswa kepada mahasiswa UMMAH dan pemberian santunan kepada anak yatim di lingkungan wilayah kerja Syariah Digital Branch CIMB Niaga Bireuen.Sebagai bagian dari komitmen sosial, CIMB Niaga Syariah menyalurkan Dana Kebajikan sebesar Rp100 juta bagi masyarakat terdampak banjir di Bireuen. Bantuan tersebut melengkapi donasi kemanusiaan yang telah disalurkan sebelumnya bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total lebih dari Rp900 juta. “Melalui kehadiran di Bireuen, kami berharap dapat memberikan nilai tambah yang nyata bagi nasabah serta masyarakat Bireuen dan sekitarnya. Kami senantiasa berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang relevan, inovatif, dan berlandaskan prinsip syariah, sejalan dengan brand value CIMB Niaga Syariah untuk terus #MelangkahSesuaiKaidah dan purpose CIMB Niaga Advancing Customers and Society dalam mendampingi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh,” kata Bung Aldilla.

12 Februari 2026