icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Lainnya

Pasha Ungu Harap Polemik Royalti Musik Berakhir: Sosialisasi Tidak Maksimal

LensaDaily - Polemik royalti musik yang belakangan menjadi sorotan dan terjadinya pro-kontra diharapkan segera diselesaikan. Sedangkan royalti musik adalah kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta dan bukan merupakan pajak atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).Anggota DPR RI Sigit Purnomo Said atau yang biasa disebut Pasha Ungu memberikan tanggapannya terkait hal tersebut. Sigit menilai awal permasalahan royalti musik ini adalah karena kendala sosialisasi yang tidak maksimal.β€œSaya memandang akar permasalahannya adalah sosialisasi yang tidak maksimal karena saya sebagai musisi merasa baru sekarang-sekarang ini isunya agak masif dan saya sebagai musisi dulu jujur agak kurang peka soal aturan ini,” ujar Sigit mengutip dpr.go.id, Minggu 17 Agustus 2025.Sigit menjelaskan bahwa masih banyak musisi yang belum tersampaikan terkait aturan royalti lagu ini. Ia menilai ada beberapa pihak yang belum efektif dalam melakukan sosialisasi terhadap pengumpulan royalti musik. "(Sosialisasi) Sudah dimulai sejak 2014 cuman memang masih banyak musisi yang belum tersampaikan atas sosialisasi soal aturan ini, pihak pihak yang harusnya  melakukan sosialisasi mungkin kurang berjalan efektif,” ujar Politisi Fraksi PAN ini.Sigit pun berharap polemik ini bisa diselesaikan sesegera mungkin terlebih polemik ini sudah cukup lama terjadi."Harapan tentu segera selesai supaya tidak bertele-tele menjadi polemik yang semakin besar kan banyak keluarga yang bergantung pada industri ini. Mudah-mudahan di ulang tahun Indonesia ke-80 ini menjadi hadiah untuk industri musik. Insyaallah periode ini bisa selesai,” pungkas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

17 Agustus 2025

Diduga Terafiliasi Pendukung LGBT, MUI Medan Tolak Tour Konser Honne

LensaDaily - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menolak keras tour konser duo musisi elektronik asal Inggris 'Honne' yang diduga akanmenadi panggung  menyuarakan dukungan terhadap LGBT di Kota Medan. Honne akan menggelar tour konser disejumlah daerah di Indonesia dan Kota Medan sebagai tempat pertama penampilan Honne dengan duo personilnya, Andy Clutterbuck dan James Hatcher.Berdasarkan informasi dikutip dari instagram @hellohonne, rencana konser Honne akan digelar pada Kamis 31 Juli 2025. Kota Medan sebagai konser pertama, dalam tour di Indonesia. Konser tersebut, informasi beredar akan berlangsung di Hotel Santika, Kota Medan. Selanjutnya, di Jakarta 2 Agustus 2025. Surabaya 3 Agustus 2025. Lalu, Bandung 6 Agustus 2025, Makassar 8 Agustus 2025 dan Pekan Baru 10 Agustus 2025.Alasan penolakan pertunjukan musik ini, karena MUI Kota Medan menilai James Hatcher dan Andy Clutterbuck, yang merupakan personel Honne akan membawa pesan dukungan terhadap perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).Penolakan konser Honne di Kota Medan, disampaikan langsung oleh Ketua MUI Kota Medan, H. Hasan Matsum, MAg, Sabtu 19 Juli 2025. Ia mengatakan bahwa pihaknya, menolak segala bentukan promosi dukungan terhadap LGBT."MUI Kota Medan menolak segala bentuk aktivitas publik termasuk konser, pertunjukan, kampanye sosial, hingga konten digital, baik secara langsung maupun tidak langsung membawa pesan dukungan terhadap perilaku LGBT," sebut Hasan.Hasan menjelaskan MUI Kota Medan tidak melarang pertunjukan musik atau konser digelar di ibu kota Provinsi Sumut ini. Tapi, ia menyoroti pesan disampaikan dalam konser tersebut, diduga kuat menjadi ajang promosi LGBT.Atas hal itu, Hasan mengatakan MUI berkewajiban menolak segala kegiatan yang bertentangan, dengan ajaran agama dan nilai-nilai masyarakat. "Ini bukan soal pribadi atau kelompok. Tapi menjaga ruang publik kita, agar tidak dijadikan tempat kampanye nilai-nilai yang merusak moral dan tatanan sosial,” jelas Hasan.Hasan mengimbau Pemerintah daerah, untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan konser tersebut. Termasuk, pemerintah daerah dan penyelenggara acara, lebih selektif dalam memberikan izin terhadap kegiatan publik. Terutama melibatkan tokoh atau musisi yang pernah menyatakan dukungan terhadap LGBT diberbagai platform."Kita harus waspada. Jangan beri ruang kepada bentuk-bentuk penyusupan nilai yang bertentangan dengan agama dan norma masyarakat. Generasi muda kita harus dilindungi dari normalisasi penyimpangan, dalam bentuk apa pun,” kata Hasan.Hasan mewakili MUI jmenekankan bahwa penolakan ini, tidak bermaksud mencederai siapapun secara pribadi, tetapi merupakan bentuk tanggungjawab moral dan sosial untuk menjaga nilai-nilai yang hidup dan dipegang oleh masyarakat secara luas.β€œKami tidak dalam posisi memusuhi siapapun. Tapi kami punya kewajiban untuk menyuarakan penolakan terhadap hal-hal yang merusak moral dan tidak sesuai dengan prinsip hidup masyarakat kita,” jelas Hasan Matsum.

19 Juli 2025

Kahiyang Ayu Kenalkan Warisan Budaya Sumut di Ajang Indonesia Fashion Week 2025

LensaDaily - Indonesia Fashion Week 2025 diharapkan dapat menjadi ajang memperkenalkan Warisan Budaya Sumatera Utara (Sumut) ke Dunia. Hal ini dikemukakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut Kahiyang Ayu Bobby Nasution, usai menghadiri acara Indonesia Fashion Week (IFW) ke-12 Tahun 2025. Kegiatan yang bertajuk β€˜Nirmana’ ini, mengangkat hasil budaya dan kearifan lokal Sumut, yang mempersembahkan kreativitas dari tenun ulos menjadi busana yang modern dan elegan. Dibuat oleh desainer muda asal Sumut seperti Irma Siregar, Khairunnisa Harahap, Rani Revi dan Zul Said. "Melalui Indonesia Fashion Week kita dapat memperkenalkan warisan budaya Sumut kepada seluruh masyarakat, baik masyarakat Indonesia maupun mancanegara," kata Kahiyang Ayu, pada acara tersebut yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center, (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (1/6). Menurut Kahiyang, event ini merupakan wadah fashion di Indonesia yang memberikan ruang kepada para pelaku sektor industri mode tanah air. Sekaligus mengajak para desainer, pemilik brand, pemilik rumah mode, pengrajin karya mode dan kriya, hingga pelaku UMKM turut  mengambil peran. Sebagai informasi, Indonesia Fashion Week 2025 berlangsung dari 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kegiatan yang bertema Ronakultura Jakarta diikuti lebih dari 200 desainer dan 200 tenant dari seluruh Indonesia, dengan program mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, dan sajian kuliner dirancang untuk membangun ekosistem fashion nan kompetitif, inklusif dan berkelanjutan. Sebelumnya Kahiyang Ayu juga mengunjungi booth Dekranasda Provinsi Sumut di Main Lobby JCC. Turut hadir Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Dina Budi Arie, Wakil Ketua Dekranasda Sumut Titiek Sugiharti Surya,  Ketua DWP Provinsi Sumut Yulia Effendy Pohan, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sumut, serta pengurus Dekranasda dan anggota DWP Provinsi Sumut. (Jakarta)

02 Juni 2025

Keindahan Masjid Azizi Tanjung Pura Langkat Ornamen dan Sejarahnya

Di jantung Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, berdiri megah sebuah masjid yang menjadi saksi bisu sejarah dan keindahan arsitektur Islam, yaitu Masjid Azizi. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, namun juga cerminan perpaduan budaya dan seni yang memukau.dibangun pada tahun 1899 oleh Sultan Abdul Aziz dari Kesultanan Langkat. Nama "Azizi" sendiri diambil dari nama sang sultan. Masjid ini menjadi simbol kemegahan dan kemakmuran Kesultanan Langkat pada masanya. Arsitektur masjid ini dipengaruhi oleh gaya arsitektur Melayu dengan sentuhan arsitektur Indo-Saracenic, menciptakan harmoni yang indah antara tradisi lokal dan pengaruh Timur Tengah.Salah satu daya tarik utama Masjid Azizi adalah keindahan ornamennya. Dinding-dinding masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah, ukiran kayu yang rumit, dan motif-motif geometris yang khas. Warna-warna cerah seperti kuning dan hijau mendominasi bangunan ini, menambah kesan hidup dan ceria.Ornamen-ornamen di Masjid Azizi tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga mengandung makna simbolis yang mendalam. Kaligrafi, misalnya, berisi ayat-ayat suci Al-Quran yang mengingatkan umat Muslim akan kebesaran Allah SWT. Ukiran dan motif geometris juga memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan keislaman dan budaya Melayu.Selain ornamen, arsitektur Masjid Azizi juga patut diacungi jempol. Bangunan ini memiliki kubah yang megah, menara yang menjulang tinggi, dan halaman yang luas. Tata letak masjid yang simetris dan proporsional menciptakan kesan harmonis dan seimbang.Masjid Azizi juga memiliki berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan ibadah dan sosial, seperti ruang shalat yang luas, perpustakaan, dan tempat wudhu. Keberadaan fasilitas ini menjadikan Masjid Azizi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat Muslim di Tanjung Pura.Masjid Azizi bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga warisan budaya yang tak ternilai harganya. Masjid ini menjadi simbol identitas masyarakat Tanjung Pura dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Langkat. Keberadaannya mengingatkan kita akan sejarah gemilang Kesultanan Langkat dan kontribusinya dalam mengembangkan peradaban Islam di Sumatera Utara.Jika Anda berkunjung ke Tanjung Pura, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Masjid Azizi. Kagumi keindahan ornamennya, arsitekturnya yang megah, dan sejarahnya yang kaya. Rasakan kedamaian dan ketenangan di dalam masjid ini, dan biarkan diri Anda terpesona oleh warisan budaya yang tak ternilai harganya.

08 Februari 2025