icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: acehbarat


Paskabanjir, Warga Aceh Temukan Emas dalam Tanah yang Menimbun Rumah

LensaDaily - Tumpukan tanah tebal yang menimbun rumah warga yang terbawa air banjir dan banjir bandang ternyata mengandung butiran emas, yang terjadi di Gampong Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. Butiran emas ini pun dianggap sebagai berkah dibalik musibah.Kondisi Gampong Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat termasuk arah yang dilanda banjir dan banjir bandang. Daerah tersebut dilanda banjir bandang yang membawa material tanah berlumpur, yang kini menyisakan ketebalan di rumah warga. Namun, ketebalan tanah tersebut ternyata terdapat butiran emas yang kini menjadi kisah baru bagi para penyintas.Dalam video yang dibagikan di akun Instagram @medanpunya cerita, nampak butiran-butiran emas menyatu dengan sisa lumpur banjir bandang akhir November lalu. Seorang pria yang merekam video tersebut mengaku butiran emas tersebut menjadi berkah tersendiri baginya dan keluarga di lingkungan tersebut. ”Bencana membawa berkah, bencana membawa berkah,” kata dia dikutip Senin 22 Desember 2025.Pria tersebut kemudian kembali menunjukkan tumpukan lumpur yang memadat di sana. Lumpur tersebut kemudian dibongkarnya dan ditemukan banyaknya butiran emas. Disebut pria tersebut, emas tersebut merupakan emas murni, dia pun terdengar begitu antusias dalam menunjukkan temuannya itu. ”Bencana membawa berkah dalam lumpur banjir bandang, ah. Murni,” kata dia lebih lanjut.Sementara itu, dalam akun Instagram @paps.aceh pascabanjir, warga bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Perhatian mereka teralihkan oleh kilauan kecil di depan salah satu rumah warga.Butiran emas terlihat berserakan di tanah dan memicu rasa penasaran warga lainnya. Sejumlah warga kemudian mencoba mencari emas secara tradisional dengan menggunakan alat sederhana seperti wajan penggorengan berbahan besi cor sebagai alat bantu pencarian.”Inilah penampakan butiran emas yang sangat banyak sekali. Bisa kita liat bersama-sama ini masih proses pemisahan antara butiran emas dan pasir hitam. Ini sampai lembur, dari pagi sampai malam karena banyaknya emas yang didapatkan,” kata seorang pria yang merekam video tersebut.Menyusul dengan penemuan butiran emas di kawasan Gampong Seuradeuk pasca banjir bandang viode tersebut langsung ramai dikomentari pengguna media sosial. Tidak sedikit dari masyarakat yang meminta agar pemilik akun segera menghapus video tersebut.Alasanya mereka takut butiran emas  yang ditemukan warga di sana akan diambil oleh pemerintah. ”take down videonya nanti pejabat pada tau,” sindir netizen. “Tolonglah… stop posting tentang ini. Tau kan pemerintah kita kaya apa...,” sindir lainnya.Namun di satu sisi pengguna media sosial juga mengungkap betapa besar kuasa Sang Pencipta. Di balik musibah yang terjadi, Sang Pencipta masih memberikan berkah untuk korban bencana.”3 minggu sudah bencana banjir bandang menerjang Sumatera dan negara slow reson. Di situlah tangan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya,” komentar lainnya. ”SubhanAllah langsung diganti tunai sama Allah,” ujar netizen lain.

22 Desember 2025

Hashim Djojohadikusumo Resmikan Pabrik Karet Remah di Aceh Barat

LensaDaily - Pabrik karet remah milik PT Potensi Bumi Sakti yang berlokasi di Gampong Glee Siblah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat mulai resmi beroperasi hari ini. Peresmian dilakukan langsung oleh Hashim Djojohadikusumo, tokoh nasional dan pendiri ARSARI Group, induk usaha dari PT Potensi Bumi Sakti. Pabrik ini bergerak di bidang pengolahan karet remah (crumb rubber), yang berasal mayoritas dari karet rakyat (Bahan Olah Karet Rakyat/BOKAR). Karet remah merupakan bahan baku utama industri ban, di mana secara global sekitar 75% produksi karet remah diserap oleh industri ban.Kehadiran pabrik ini di Aceh Barat diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, antara lain: mendorong peningkatan nilai tambah komoditas karet rakyat lokal, menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, meningkatkan pendapatan petani karet.Juga mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan barat Aceh, memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa melalui ekspor, dan mendorong terbangunnya ekosistem industri hilir karet di Aceh.Acara peresmian dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh, termasuk di antaranya Muzakir Manaf, Gubernur Aceh.Dari asosiasi industri, hadir Ketua Umum GAPKINDO, Alex Kurniawan Edy, bersama Ketua GAPKINDO Sumatera Utara, Ishak Leono, dan Sekretaris Eksekutif GAPKINDO Sumatera Utara, Edy Irwansyah."Pada tahap awal operasional, pabrik menargetkan produksi sebesar 30.000 ton karet remah per tahun, menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Pada tahun-tahun mendatang produksi akan ditingkatkan sehingga tenaga kerja yang diserap lebih banyak," ujar Hashim Djojohadikusumo.Sedangkan Gubernur Aceh menegaskan bahwa penurunan angka pengangguran merupakan salah satu visi dan misi utamanya. "Kehadiran PT Potensi Bumi Sakti disambut baik karena perusahaan ini dinilai telah berkontribusi aktif dalam upaya pencapaian target tersebut, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja di wilayah Aceh," jelasnya.Ketua Umum GAPKINDO Alex Kurniawan Edy, menyambut positif kehadiran PT Potensi Bumi Sakti di Aceh Barat. Keberadaan pabrik baru ini patut disyukuri dan menjadi angin segar, terutama mengingat dalam sepuluh tahun terakhir puluhan pabrik se-Indonesia telah tutup. Terlebih lagi, pabrik ini merupakan satu-satunya industri pengolahan karet remah di Provinsi Aceh.Pabrik ini diharapkan menjadi pionir industri hilir karet di Aceh, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir karet alam terkemuka di dunia.

08 Juli 2025