LensaDaily - Laga kandang terakhir PSMS Medan kompetisi Pegadaian Championship musim 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara berakhir sudah yang diraih tanpa kemenangan, setelah hasil seri dengan Adhyaksa, Sabtu 25 April 2026 malam. Meski gagal menang, hasil seri bagi PSMS tiket selamat dari jerat degradasi, sedangkan bagi Adhyaksa hasil ini gagal puncaki klasemen Grup A.Laga yang digelar dihadiri ribuan suporter fanatik ini langsung tersulut sejak menit awal. Tim tamu datang ke Stadion Utama Sumut dengan peta mengintai. Namun, skema mereka hampir berbuah petaka saat lini belakang PSMS lengah di menit ke-5. Sebuah blunder membiarkan bola liar jatuh ke kaki Adilson, bomber asing haus gol Adhyaksa.Refleks super cepat kiper PSMS, Reky Rahayu, menjadi penyelamat. Ia berani keluar dari sarangnya hingga benturan keras tak terhindarkan. Hasilnya? Kartu kuning untuk Adilson. Peringatan dini untuk tuan rumah.Memasuki menit ke-25, laga menjadi adu taktik. PSMS mulai menekan, tetapi pertahanan rapat Adhyaksa bagaikan tembok beton. Tendangan jarak jauh selalu kandas. Sebaliknya, Adhyaksa justru berbahaya lewat serangan balik. Namun, kedua tim terlalu berhati-hati. Skor 0-0 bertahan hingga menit ke-35.Hingga akhirnya, petasan suporter meledak di menit ke-43. Bukan gol, melainkan nyaris! Adilson lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi barisan belakang PSMS. Tepat sebelum turun minum, drama sesungguhnya dimulai. Menit ke-45, Arif Setiawan memecah kebuntuan! Sepakan terukurnya merobek jala Adhyaksa. Stadion bergemuruh. PSMS unggul 1-0. Wasit Lawita memberikan 4 menit injury time, tetapi skor bertahan hingga babak pertama usai.Babak kedua adalah babak yang berbeda. Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, gerak cepat. Dua pemain ditarik masuk, energi baru untuk menggempur pertahanan PSMS. Namun, petaka menghampiri tuan rumah di menit ke-50.Reky Rahayu kembali melakukan penyelamatan heroik dengan mengadang Adilson. Wasit awalnya ragu, tetapi setelah cek VAR selama hampir 3 menit, keputusan keluar: Kartu Merah untuk Reky Rahayu. PSMS harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50. Eko Purdjianto, pelatih PSMS, langsung menarik Clayton dan memasukkan Gundandi. Semua orang menyangka Adhyaksa akan mencetak gol.Tapi sepakbola itu tak pernah linear. Di menit ke-65, giliran pemain Adhyaksa, Razan Akbar, yang harus mandi lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua. Jumlah pemain berimbang lagi: 10 lawan 10. Stadion seketika berubah jadi teater tragedi dan komedi.Gol Penyelamat dan Pukulan Telak AdhyaksaTekanan demi tekanan dibangun Adhyaksa. Barulah di menit ke-76, wasit Lawita menunjuk titik putih. Penalti untuk Adhyaksa FC. Adilson si algojo sukses menjalankan tugas. Skor 1-1 dan 15 menit tersisa plus 8 menit injury time yang dramatis—total 23 menit waktu tersisa untuk menentukan nasib.Adhyaksa menggebu. Mereka mengurung pertahanan PSMS yang tinggal 10 orang. Namun, semangat “Ayam Kinantan” tak padam. Tendangan demi tendangan digagalkan barisan belakang PSMS yang bertahan mati-matian.Hingga peluit panjang berbunyi. Skor 1-1. Ambisi Adhyaksa FC untuk menduduki puncak klasemen gagal total. Mereka bukan hanya gagal curi poin, tetapi juga kehilangan singgasana.Hasil ini adalah pukulan knockout secara psikologis. Adhyaksa FC (48 poin) kini tergeser ke peringkat 2 Grup 1. Mereka harus puas melewati jalur playoff untuk promosi. Sementara rival abadinya, Garudayaksa FC (49 poin), naik ke puncak setelah menang atas Sriwijaya FC. Selisih dua poin menjadi jarak yang teramat berharga dengan dua laga tersisa.Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. "Babak pertama kami terlalu defensif. Perubahan di babak kedua membuahkan gol, tapi itu tidak cukup. Kami harus menang di laga terakhir lawan Sriwijaya. Jika tidak, playoff sudah di depan mata," katanya.Soal kepemimpinan wasit, Suhendra memilih tutup mulut. "Saya tidak mau menjudge wasit. Saya merasa dirugikan, tapi secara teknis, kami gagal mencuri poin," tegasnya diplomatis.Di sisi lain, Pelatih PSMS Eko Purdjianto yang ditemani pemain belakang Erwin Gutawa justru lega. "Anak-anak sudah bermain maksimal. Sayangnya, kami tak bisa mempersembahkan kemenangan di momen HUT PSMS. Tapi saya apresiasi perjuangan mereka. Reky Rahayu pasti absen lawan Persiraja nanti, tapi Gunadi tampil cukup memuaskan. Kita evaluasi untuk laga tandang terakhir," pungkas Eko.Laga ini bukan sekadar tentang satu poin. Ini tentang mental baja PSMS yang selamat dari jurang degradasi, sekaligus peringatan keras bagi Adhyaksa bahwa jalan langsung ke Liga 1 masih terjal dan berliku.
26 April 2026Tag: Adhyaksafc
LensaDaily - PSMS Medan akan melakoni laga terakhirnya Pegadaian Championship musim 2025/2026 di kandang Stadion Utama Sumatera Utara melawan Adhyaksa FC, Sabtu 25 April 2026. Laga ini menjadi unik bagi PSMS, karena penentu nasib Adhyaksa dan tim lain yang masih berjuang menuju Liga 1, sedangkan Ayam Kinantan dipastikan tetap bertahan di Liga 2 musim depan.Setelah selamat, kini bermain lepas. Kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu, meski harus bermain dengan 10 orang sejak awal, membuat PSMS resmi aman dari degradasi. Gol cepat Felipe Cadenazzi di menit ke-4 (assist Clayton Da Silva) menjadi penyelamat sekaligus pelepas beban. Suporter tetap kecewa target promosi gagal bahkan Gubernur Sumut sempat menyatakan siap mengambil alih klub jika PSMS tidak naik kasta. Namun kini, tekanan itu sirna. Yang tersisa: harga diri, keangkeran kandang, dan peran sebagai “kuda hitam” yang bisa menggagalkan ambisi tim lain.Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah (menang 1-0 dan imbang). Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100% fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak: Brian harus absen karena akumulasi kartu.Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers Jumat (24/4) di Stadion Utama Sumut, menyatakan semua pemain siap all-out."Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal," katanya.Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang.Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa "menghancurkan" mimpi Adhyaksa. Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikak suporter Medan dipastikan memenuhi stadion untuk arak-arakan "juru selamat".Jadi, siapkan pop corn. Stadion Utama Sumut besok malam bukan sekadar pertandingan, tapi panggung balas dendam kehormatan. Ayam Kinantan sudah lepas jerat, dan mereka haus darah.Kalau PSMS menang? Bukan sekadar tiga poin – tapi mereka resmi menjadi "raja kegagalan" bagi perjuangan orang lain. Naskah dramatis Liga 2 sedang ditulis. Jangan lewatkan.
24 April 2026LensaDaily - PSMS Medan berhasil meraih poin penuh usai menang dengan skor tipis 1-0 dari Adhyaksa FC pada pekan ke-15 Pegadaian Championship musim 2025-2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu, 11 Januari 2026. Gol tunggal dicetak Ari Maring pada menit ke-8 ini menjadi kemenangan perdana bagi pelatih anyar PSMS, Eko Purdjianto.Jalannya laga, nermain di hadapan para pendukung fanatiknya, PSMS yang kini ditangani juru taktik baru, Eko Purdjianto yang menggantikan Kas Hartadi, tim berjuluk The Killer menekan sejak awal laga. Mengandalkan 5 pemain baru yang didatangkan pada bursa transfer pemain di awal Januari kemarin, permainan PSMS Medan terlihat lebih hidup di sisi sayap.Terus menekan, PSMS akhirnya bisa menciptakan gol cepat pada menit ke-8 melalui, Ari Maring. Menerima umpan tarik matang dari Rudiyana, Maring sukses mencetak gol melalui tendangan terukur yang menembus sisi kanan gawang Adhyaksa FC yang dikawal, Jefri Wibowo.Tersentak dengan gol cepat PSMS Medan, Adhyaksa FC memberikan respon dengan menggedor pertahanan anak-anak Medan dan nyaris membobol gawang Reky Rahayu yang sempat salah mengantisipasi umpang lambung pemain Adhyaksa.Jual beli serangan terus terjadi disisa laga babak pertama, dan PSMS kembali nyaris membobol gawang Adhyaksa melalui sepakan jarak jauh Adlin Cahaya yang membuat Jefri Wibowo jatuh bangun mengamankan gawangnya.Jelang penghujung laga babak pertama, nyaris terjadi tragedi saat pemain PSMS Medan, Sadam Hi Tenang bertabrakan dengan Galuh Aryanata. Tim medis langsung sigap turun ke lapangan bahkan ambulance yang disiagakan juga sempat masuk ke lapangan. Beruntung tidak ada cedera serius yang dialami kedua pemain.Memasuki babak kedua, Adhyaksa FC yang tertinggal satu gol langsung mengambil inisiatif dengan mengurung pertahanan PSMS Medan. Lini tengah Adhyaksa yang dikoordinir Makan Konate berkali-kali menyulitkan lini pertahanan PSMS Medan. Beruntung Reky Rahayu yang sempat melakukan blunder di babak pertama, bermain cemerlang di babak kedua.Tensi permaian sendiri sempat memanas di beberapa waktu, saat para pemain kedua tim sempat bersitegang di lapangan. Namun hal tersebut tidak membesar dan dapat diredakan wasit dan staf ofisial kedua tim.Coba keluar dari tekanan, PSMS lantas melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Rifal Lastori untuk menambah daya gedor, namun hal ini sendiri tidak begitu banyak membantu. Hingga wasit Yoko Suprianto meniupkan peluit tanda berakhir pertandingan, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan PSMS.Seusai laga, Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra mengaku kecewa karena nak asuhnya gagal meraih poin dalam lawatannya ke kandang PSMS Medan."Adaptasi kita di awal laga memang kurang baik, hingga akhirnya kecolongan gol cepat," katanya.Selain itu, Ade Suhendra juga memberikan apresiasi kepada PSMS Medan yang mampu memenangkan pertandingan meski di sepanjang laga babak kedua terus ditekan.Sementara itu, Pelatih anyar PSMS Medan, Eko Purdjianto kepada wartawan menjelaskan pihaknya bersyukur bisa mempersembahkan 3 poin di laga kontra Adhyaksa FC."Alhamdulillah, ini merupakan laga yang berat dikarenakan kita wajib menang untuk memangkas poin dengan peringkat diatas kita," ujarnya.Selain itu, Eko juga memberi apresiasi tinggi kepada para pemain yang mampu menerapkan skema yang dirancangnya meski baru 3 kali menjalani latihan bersama.
11 Januari 2026LensaDaily - PSMS Medan akan menghadapi runner-up klasemen Grup A Wilayah Barat, Adhyaksa FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu 11 Januari 2026 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi panggung perdana bagi pelatih PSMS Eko Purdjianto yang menggantikan Kas Hartadi mengarsiteki skuad Ayam Kinantan.Laga pekan ke-15 ini, menjadi ujian penting bagi PSMS setelah menjalani tiga laga tandang beruntun tanpa kemenangan dan kalah 0–1 pada pertandingan terakhir, Ayam Kinantan menargetkan poin penuh di hadapan publik sendiri. Namun, misi PSMS untuk meraih poin penuh dipastikan tidak mudah. Adhyaksa FC datang ke Medan dengan status runner-up klasemen Grup A Wilayah Barat, mengoleksi 26 poin dan tampil konsisten sepanjang musim. Sementara itu, PSMS masih tertahan di posisi ke-7 dengan 17 poin dari 14 pertandingan, hanya berjarak tipis dari tim-tim papan bawah.Kondisi ini membuat laga tersebut krusial bagi kedua tim, dengan PSMS berjuang menjauh dari zona degradasi dan Adhyaksa berambisi memangkas jarak dengan pemuncak klasemen.Pertemuan pertama PSMS Medan dengan Adhyaksa FC.Asisten Pelatih PSMS Medan, Welliansyah, menegaskan timnya berada dalam kondisi mental yang sangat baik jelang laga.“Untuk menghadapi Adhyaksa, semua pemain punya motivasi yang sangat bagus. Gairah mereka luar biasa dalam beberapa hari latihan ini. Apalagi kita bermain di kandang, anak-anak bertekad memberikan yang terbaik,” ujarnya di hadapan awak media.Ia juga menekankan pentingnya sikap respek terhadap lawan.“Adhyaksa adalah tim yang bagus, kita harus respect. Tapi karena ini laga home, kita harus tampil maksimal,” tambahnya.Sementara itu, Kapten PSMS Kim Jeung-ho optimistis dengan perubahan yang terjadi di dalam tim. “Kami punya pelatih baru (Eko Purdjianto), mindset tim sudah berubah. Kita harus menang di pertandingan ini,” tegas Kim saat mendampingi Welliansyah.Ia pun berharap dukungan penuh dari suporter di Stadion Utama Sumut. “Saya berharap suporter datang berbondong-bondong ke stadion dan memberikan support agar PSMS bisa meraih tiga poin,” ucapnya.
10 Januari 2026LensaDaily - Kekalahan dialami PSMS Medan 1-0 dari Persikad Depok pada lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu 3 Januari 2026. Kemenangan ini tak hanya membalaskan kekalahan Persikad atas PSMS di pertemuan pertama, tapi juga mempertegas persaingan Grup A.Gol semata wayang Persikad dicetak oleh Nico Sitepu pada menit ke-59, memanfaatkan kelengahan lini belakang PSMS. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tim tuan rumah sekaligus mengamankan tiga poin penting dalam persaingan ketat Championship Round Grup A.Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Kedua tim tampil disiplin dan saling menekan di babak pertama tanpa gol. PSMS Medan bahkan sempat menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, efektivitas Persikad di babak kedua menjadi pembeda. Pelatih PSMS, Kas Hartadi, mengakui timnya kehilangan fokus sesaat yang berujung fatal. “Kami sebenarnya bermain bagus dan bisa menekan Persikad, tapi kami hilang fokus di menit ke-60. Kami terus menyerang, tapi belum bisa mencetak gol karena masih lemah di finishing,” ujar Kas Hartadi usai laga.Kekecewaan juga diungkapkan oleh salah satu pemain PSMS, Bhudiar, yang tetap memberikan apresiasi kepada lawan. “Sebelumnya saya ucapkan selamat buat Persikad yang mendapatkan tiga poin. Kami sebagai pemain sudah bekerja keras, tapi inilah sepak bola, mungkin belum rezeki. Ini jadi bahan evaluasi kami untuk laga berikutnya melawan Adhyaksa. Banyak peluang tercipta, tapi tidak ada gol sampai akhir pertandingan,” ujarnya. Hasil ini membuat Persikad semakin percaya diri menatap laga selanjutnya, sementara PSMS Medan harus segera berbenah, khususnya dalam penyelesaian akhir, mengingat lawan yang dihadapi berikutnya, Adhyaksa FC, merupakan tim kuat.
03 Januari 2026


