icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: ArtificialIntelligence


Kemendikdasmen Apresiasi Peran Masyarakat Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

LensaDaily - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mengambil peran aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin merata.Abdul Mu'ti mengatakan, pemerintah tidak bekerja sendiri mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Untuk itu, partisipasi masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan menjadi kekuatan penting dalam memperluas akses layanan pendidikan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan terjangkau bagi semua."Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pemerintah menyelenggarakan pendidikan. Ini adalah amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Bersama-sama kita memenuhi amanat konstitusi agar setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," ujar Mendikdasmen, mengutip kemendikdasmen.go.id, Senin 13 Juli 2026.Ia menegaskan, arah kebijakan pemerintah sejalan dengan komitmen Presiden untuk memastikan layanan pendidikan semakin accessible, sehingga mudah diakses oleh masyarakat, sekaligus affordable, agar biaya pendidikan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.Mendikdasmen juga mengajak seluruh satuan pendidikan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat, untuk terus meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.Menurutnya, pendidikan Indonesia perlu mempersiapkan peserta didik menjadi pribadi yang capable, yakni terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, Kemendikdasmen mulai memperkuat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) beserta dukungan sarana dan peningkatan kompetensi guru sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.Di sisi lain, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. "Anak-anak harus menguasai teknologi informasi, tetapi juga memiliki kesalehan digital dan digital civility. Kemajuan teknologi harus diiringi dengan adab, etika, dan tanggung jawab dalam ruang digital," tegasnya.Penguatan mutu pendidikan juga diwujudkan melalui kebijakan Pembelajaran Mendalam yang berlandaskan tiga prinsip, yaitu mindful, meaningful, dan joyful atau berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik didorong untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya sesuai fitrah dan bakat yang dimiliki."Anak-anak harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengaktualisasikan potensinya. Saya yakin, melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, kita dapat membangun generasi Indonesia Emas 2045 yang unggul, cakap, dan bermartabat," tutup Mendikdasmen.***

13 Juli 2026

Prabowo: Jangankan Usul Profesor, Usul dari Anak dari TikTok Saya Tindak Lanjut

LensaDaily -Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Menurut Presiden, pemanfaatan teknologi memungkinkan pemerintah menerima masukan masyarakat secara langsung sekaligus merespons berbagai persoalan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.“Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat tiktok saya segera tidak lanjut, Saudara-saudara. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” ujar Presiden dalam sambutannya pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu 28 Juni 2026.Tidak hanya itu, Presiden juga menjelaskan bahwa teknologi telah membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara masyarakat dan pemerintah. Bahkan, menurutnya, berbagai laporan dari masyarakat termasuk dari daerah terpencil dapat diterima secara langsung melalui berbagai platform digital.“Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” kata Presiden.Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga harus disikapi secara bijaksana. Presiden menuturkan sisi lain dari teknologi yang memiliki potensi untuk menimbulkan dampak yang sangat merusak apabila disalahgunakan.“Tapi kita tahu juga teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat, nuklir di suatu pihak luar biasa bisa membantu manusia. Energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, iya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung,” tuturnya.Presiden mengungkapkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk kemunculan agent AI, menjadi tantangan baru yang perlu dicermati secara serius. Oleh karena itu, Presiden mendorong para guru besar dan profesor untuk terus mendalami perkembangan teknologi tersebut.“Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin, juara catur. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini lah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tandasnya.***

29 Juni 2026

Fenomena Zero Click AI Ancaman Serius Jurnalisme

LensaDaily - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan ("Artificial Intelligence", AI), telah mengubah jurnalisme yang menimbulkan tantangan serius bagi profesi wartawan, di era transformasi digital. Pergeseran industri media dari tradisional menjadi digital juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi AI.Hal ini dikatakan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria saat "Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026", di Bogor, Jumat, 30 Januari 2026. Selain itu, muncul pula gelombang distribusi lainnya, akibat dominasi platform digital dan teknologi berbasis algoritma.Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut, menimbulkan fenomena 'zero click', terhadap karya jurnalistik. "Kita menghadapi fenomena zero click, di mana publik cukup membaca ringkasan berita dari AI tanpa mengunjungi sumber aslinya," katanya.Zero Click (pencarian tanpa klik) adalah fenomena di mana pembaca mendapatkan informasi langsung dari mesin pencari Google. Pengguna tadi tidak harus mengklik tautan apa pun untuk masuk ke situs web media pers/ berita.Ia mengatakan fenomena ini penyebabnya adalah adanya kecanggihan teknologi AI sendiri yang berkembang sangat pesat. Sedemikian canggihnya teknologi itu sehingga dapat memberikan berita kepada masyarakat, tanpa harus mengaksesnya melalui platform resmi.Menurut Wamenkomdigi, hal Ini berdampak langsung pada trafik media dan keberlanjutan industri pers. Dengan cara itu, distribusi berita tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kontrol redaksi media massa."Akses arus berita saat ini, tengah dikendalikan oleh platform yang bekerja dengan AI," jelasnya. Hal itu juga diperkuat dengan data riset yang dilakukan Reuters Institute dan University of Oxford.Dalam data riset itu diungkapkan Wamenkomdigi, menunjukkan penurunan optimisme para pelaku media, terhadap keberlanjutan masa depan jurnalisme. Bahkan trafik media digital dalam riset itu dikatakan mengalami penurunan hingga lebih dari 40 persen.Hal tersebut diakibatkan dengan seiringnya peningkatan konsumsi informasi, dari platform dan layanan AI. Layanan informasi tidak lagi melalui portal resmi media.

31 Januari 2026

Peringati HAB ke-80, Menag Ingatkan Tantangan AI - Dorong Warnai dengan Konten Keagamaan

LensaDaily - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama dan seluruh jajaran agar tidak hanya menjadi penonton dalam tantangan Artificial Intelligence (AI) di era perubahan yang berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian, tapi memberi warna substansi.“Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” pesan Menag saat menjadi inspektur Upacara Peringatan HAB ke-80 di halaman kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu 3 Januari 2026.Upacara diikuti pejabat Eselon I dan II, serta ASN kantor pusat Kementerian Agama. Ikut juga dalam upacara, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama.“Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” sambungnya.Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Menag minta setiap ASN Kementerian Agama mampu bertransformasi menjadi pribadi yang "agile", lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.“Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman,” sebutnya.Menurut Menag, sejarah mencatat bahwa nilai agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Baitul Hikmah pada abad pertengahan pernah menjadi pusat intelektual global; bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan.“Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini,” pesannya.HAB ke-80 Kementerian Agama mengangkat tema, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Menag mengajak jajaran Kementerian Agama untuk menyatukan tekad melanjutkan semangat Kemenag Berdampak dalam aksi nyata untuk kemajuan bangsa.“Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pesannya.“Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama. Teruslah mengabdi, teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” tandasnya.

04 Januari 2026