icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: atlet


Jelang PON 2028, DPR Sorot Persoalan Bonus Atlet, Mutasi hingga Dualisme Organisasi Olahraga

LensaDaily - Sejumlah persoalan disorot Komisi X DPR RI yang perlu mendapat perhatian pemerintah menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Persoalan tersebut harus tuntas karena akan mempengaruhi pembinaan dan prestasi olahraga nasional.Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI Once Mekel yang menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari pencairan bonus atlet, mutasi atlet antar daerah, hingga dualisme organisasi cabang olahraga. â€śAda harapan dari kita semua bahwa pelaksanaan PON bisa berhasil dari sisi penyelenggaraan, administrasi, keamanan, memberikan manfaat ekonomi, serta meningkatkan prestasi atlet-atlet daerah,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, mengutip dor.go.id, Rabu 3 Juni 2026.Menurutnya, PON harus menjadi ajang lahirnya talenta-talenta olahraga nasional yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional. Oleh karena itu, berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pembinaan atlet perlu diantisipasi sejak dini.Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterlambatan pencairan bonus bagi atlet berprestasi di sejumlah daerah. Once meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar tidak mengurangi motivasi para atlet. “Saya mendengar bahwa bonus-bonus atlet di daerah seringkali terlambat diberikan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.Tak hanya itu, Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga menyinggung masih terjadinya dualisme kepengurusan di sejumlah cabang olahraga yang hingga kini belum terselesaikan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses pembinaan dan pengembangan atlet.“Dualisme organisasi olahraga masih terjadi di beberapa cabang olahraga. Ini perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat pembinaan atlet dan perkembangan olahraga nasional,” ujar Legislator Dapil DKI Jakarta II ini.Pada kesempatan itu, Once turut mempertanyakan kebijakan pergantian pengurus di lingkungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tingkat daerah oleh pelaksana tugas (Plt) pengurus provinsi. Menurutnya, tata kelola organisasi olahraga yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan PON XXII 2028 dan peningkatan prestasi olahraga Indonesia ke depan. 

3 hari yang lalu

Bonus Cair, Siti Aisyah Peraih 2 Emas ASEAN Para Games Siapkan Beli Rumah hingga Umrahkan Orang Tua

LensaDaily - Peraih 2 medali emas cabang olahraga para renang atlet muda Indonesia dalam ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand, Siti Aisyah (15), tengah dirundung kebahagiaan dengan bonus yang telah diserahkan pemerintah. Meski masih sangat muda, Siti sudah memiliki rencana matang untuk masa depan dengan bonus yang dia terima tidak ingin dihamburkan.Dua medali emas yang dibawa pulang Siti berasal dari nomor pertandingan 100 meter backstroke S14 Women’s dan 200 meter backstroke S14 Women’s. Dibalik pencapaiannya ini, tersimpan kisah perjuangan, kejutan, dan mimpi sederhana yang menginspirasi.Siti mengaku tak menyangka bisa meraih hasil impresif di pesta olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara itu. Apalagi ditambah mendapatkan bonus yang besar dari pemerintah. â€śSebenarnya nggak nyangka, karena informasi bonusnya setelah Lebaran. Eh ternyata sudah cair sekarang. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo (Subianto),” ujarnya mengutip kemenpora.go.id, Selasa 24 Maret 2026.Debutnya di ASEAN Para Games pun menjadi momen tak terlupakan dalam perjalanan kariernya. Meski masih sangat muda, Siti sudah memiliki rencana matang untuk masa depan. Bonus yang dia terima tidak ingin dihamburkan. Perempuan asal Padang, Sumatera Barat tersebut berencana menabungnya, sekaligus mewujudkan impian besar membelikan rumah untuk keluarganya. Tak hanya itu, Situ juga ingin memberangkatkan orang tuanya untuk umrah sebagai bentuk bakti dan rasa terima kasih.“Saya mau tabung dulu. Rencananya mau buat investasi, mungkin usaha juga. Yang penting bisa bantu keluarga. Mau buat umrah orang tua,” katanya.Keputusan untuk berinvestasi, termasuk rencana membeli rumah, juga dilandasi kesadarannya akan masa depan sebagai seorang atlet. Siti memahami bahwa waktu pelatnas memiliki masanya, sehingga dia ingin lebih waspada dan menyiapkan kehidupan jangka panjang sejak dini. Dia sendiri baru kurang dari setahun bergabung dengan NPC.Ke depan, Siti menargetkan tampil di ajang Asian Para Games di Jepang. Dalam waktu dekat, dia juga dijadwalkan menjalani try out untuk mengumpulkan poin kualifikasi.“Tentu harapannya bisa punya karier panjang, lancar tanpa hambatan, dan bisa pecahkan rekor,” jelasnya.Di tengah kesibukannya sebagai atlet nasional, Siti tetap memperhatikan pendidikan. Kini dia mendapatkan dispensasi khusus untuk menyesuaikan dengan jadwal latihan dan kompetisi.Prestasi Siti Aisyah bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang ketekunan, rasa syukur, dan mimpi besar seorang remaja yang ingin membahagiakan orang tuanya. â€śSemoga aku bisa tampil lebih baik lagi, mohon doanya,” pungkas Siti.

24 Maret 2026

Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet SEA Games Rp465 Miliar

LensaDaily - Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand dengan tampil sebagai runner-up diganjar bonus dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menggelontorkan Rp465.250.000.000. Penghargaan dan apresiasi para atlet dan pelatih Indonesia ini diserahkan  langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.Penghargaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk pengakuan negara atas dedikasi, kerja keras, dan prestasi para atlet yang telah mengibarkan Merah Putih di kancah olahraga Asia Tenggara. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, serta ofisial yang telah berjuang membawa Indonesia meraih prestasi membanggakan. Kepala Negara menegaskan bahwa keberhasilan para atlet bukan hanya kemenangan di arena olahraga, tetapi juga simbol semangat juang, persatuan, dan ketekunan bangsa Indonesia.“Saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintah, dan sebagai pribadi menyampaikan terima kasih saya kepada saudara-saudara sekalian, atas keberhasilan saudara menjaga kehormatan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.Kepala Negara juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan olahraga nasional serta peningkatan kesejahteraan atlet agar Indonesia semakin berdaya saing di tingkat regional maupun internasional.“Saya bangga dengan kalian, saya hormat kalian dari hati saya yang paling dalam, atas nama seluruh rakyat Indonesia, kami beruntung punya putra-putri yang begitu semangat. Kita berharap muncul di Asian Games dengan terhormat, muncul di Olympic Games dengan terhormat. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara yang akan bangkit. Saudara-saudara lambang kebangkitan bangsa Indonesia,” imbuh Kepala Negara.Acara penghargaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh hadirin. Selanjutnya, Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan bonus dan apresiasi kepada perwakilan atlet dan pelatih sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih pada SEA Games ke-33 Thailand.Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan mengenai capaian kontingen Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand. Erick melaporkan bahwa para atlet Indonesia berhasil menunjukkan performa terbaik dengan meraih 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu di berbagai cabang olahraga. Erick menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan federasi cabang olahraga atas kerja keras dan kolaborasi yang solid.“Total dananya 465.250.000.000, Pak. Ini angka yang luar biasa. Terima kasih, Bapak, perhatiannya. Tentu ini terdiri dari medali emas tunggal sebesar 1 miliar (rupiah), ini terbesar sebanyak sejarah juga karena Bapak. Terima kasih. Lalu untuk tunggal, medali perak 315 (juta rupiah) dan medali perunggu tunggal 157 (juta rupiah) nanti juga ada perhitungan tersendiri untuk beregunya, Bapak, termasuk pelatih juga mendapatkan bonus,” ujar Erick.

09 Januari 2026

Runner-up SEA Games 2025, Raihan 91 Emas Kontingen Indonesia Lampaui Target

LensaDaily - Kontingen Indonesia menuntaskan perjuangannya SEA Games 2025 Thailand dengan catatan gemilang setelah berhasil mengunci posisi peringkat kedua pada klasemen akhir perolehan medali, yang resmi berakhir pada Sabtu 20 Desember 2025.Indonesia menutup kompetisi dengan total 333 medali, yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Torehan emas ini secara resmi melampaui target yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).Presiden Prabowo Subianto menyatakan mengapresiasi kerja keras tim Indonesia yang telah membawa pulang 91 medali emas atau melebihi target 80 medali emas."Selamat dengan 91 emas. Terima kasih, di satu pihak saya tersenyum meraih 91 emas. Di lain pihak bonusnya besar juga ternyata sekarang," ujar Prabowo dalam video yang dibagi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.Klasemen Akhir SEA Games 20251. Thailand: 233 emas, 154 perak, 108 perunggu2. Indonesia: 91 emas, 111 perak, 131 perunggu3. Vietnam: 87 emas, 81 perak, 110 perunggu4. Malaysia: 57 emas, 57 perak, 117 perunggu5. Singapura: 52 emas, 61 perak, 87 perunggu6. Filipina: 50 emas, 73 perak, 153 perunggu7. Myanmar: 3 emas, 21 perak, 46 perunggu8. Laos: 2 emas, 9 perak, 27 perunggu9. Brunei Darussalam: 1 emas, 3 perak, 5 perunggu10. Timor Leste: 0 emas, 1 perak, 7 perunggu

21 Desember 2025

Indonesia Kirim 996 Atlet ke SEA Games 2025-Target 3 Besar, Tolak Ukur Olimpiade 2028

LensaDaily - Indonesia akan mengirimkan 996 atlet untuk mengikuti ajang olahraga Asia Tenggara, SEA Games ke-33 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Thailand. SEAG Thailand akan menjadi tolak ukur cabor menuju Olimpiade 2028 di Amerika Serikat."Keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2025 Thailand ini akan menjadi dasar kami di Kemenpora sebagai bahan evaluasi. Kita akan mendorong roadmap menuju Olimpiade 2028," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir saat jumpa pers di Media Center Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta 21 November 2025.Menurutnya, SEA Games akan menjadi tolak ukur kesiapan atlet nasional bersaing di tingkat dunia. Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games Thailand ini juga menjadi bahan evaluasi dan sasaran antara menuju Asian Games 2026, SEA Games 2027 hingga Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat."Saya harap kita benar-benar serius dalam memperjuangkan martabat bangsa. Saya meminta seluruh cabor yang berpartisipasi itu memberikan kontribusi medali," tegas Menpora Erick.Dari 51 cabang olahraga yang dipertandingkan, Indonesia akan mengikuti 48 cabor. Kemenpora bersama KONI, NOC serta CdM menargetkan posisi 3 besar klasemen akhir dengan menetapkan target 80 medali emas."Dari hasil paparan cabor emasnya di angka 120 ya alhamdulillah. Tapi, hasil evaluasi kami baru di 80an. Artinya, kalau emas di 80an sama targetnya seperti sebelum-sebelumnya di ranking 3," paparnya.Indonesia mengirimkan sejumlah 996 kontingen. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kontingen terbesar ke-4, setelah tuan rumah Thailand 1.800an atlet, Filipina 1.200an atlet, dan Malaysia 1.100an atlet. "Kami sangat serius mendukung. Kita sisir anggaran yang awalnya pendanaan Rp 10 miliar, alhamdulillah hari ini kita bisa lebih percaya diri naik dari 10-50-60 miliar. Terima kasih kepada rekan-rekan Kemenpora yang mengikuti pemikiran dan misi yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden sehingga anggaran ini tembus di Rp 66 miliar," ujarnya.Setiap cabor lanjut Menpora Erick, harus serius dan dapat memberikan kontribusi medali di SEA Games Thailand, jika hal itu tidak terpenuhi maka Kemenpora akan memberikan sistem promosi degradasi kepada cabor peserta. "Dengan anggaran yang meningkat kita bisa mengirimkan sesuai permintaan cabor-cabor yaitu sejumlah 996 atlet. Jadi, saya minta semua cabor membawa medali. Nantinya akan ada promosi degradasi (di DBON). Jika cabor tidak sesuai target ya nanti silakan masuk ke mandiri. Ini sejalan dengan fokus 17 cabor strategis yang diarahkan Bapak Presiden," pesan Menpora Erick.Pemerintah, melalui Kemenpora terus memperkuat tata kelola dan sistem pembinaan atlet usia dini hingga elite. Pemerintah hadir mendukung persiapan kontingen melalui fasilitasi pemusatan latihan, pengiriman try out/try in, serta dukungan logistik dan kebutuhan teknis lainnya."Semua atlet yang dikirim adalah bukan atlet coba-coba dan saya tidak memandang bulu umur. Banyak atlet muda juga berprestasi ketimbang seniornya, yang seniornya harus tetap ngotot yang muda membalap. Tidak ada atlet dan pelatih titipan, kita target oriented dengan pendanaan seefisien mungkin," pungkas Menpora Erick.SEA Games Thailand 2025 yang diselenggarakan pada 9-20 Desember menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembinaan prestasi menuju puncak pretasi menuju Olimpiade 2028.Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025, Bayu Priawan Djokosoetono menyampaikan, pihaknya telah mengunjungi lebih dari setengah jumlah cabor yang mengikuti SEA Games Thailand."Kita berikan semangat dan menampung aspirasi mereka saat kami kunjungi. Para atlet memiliki semangat juang luar biasa. Mereka yakin untuk memberikan prestasi yang terbaik untuk bangsa. Kita cukup yakin paling tidak peringkat yang sama bisa diraih di Desember nanti," ucapnya.Turut mengikuti jumpa pers ini, Wamenpora Taufik Hidayat, Ketua KONI Marciano Norman, Sekjen NOC Wijaya Noeradi dan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Surono.

22 November 2025