LensaDaily - Siap-siap bagi para pelaku balap liar akan kehilangan sepeda motor kesayangannya yang akan disita oleh petugas kepolisian. Penyitaan kendaraan menjadi langkah penegakan hukum terakhir yang dilakukan petugas di lapangan dalam operasi penanganan balap liar.“Dalam situasi tertentu, penyitaan kendaraan dapat dilakukan sebagai langkah terakhir apabila kendaraan digunakan untuk kegiatan berisiko tinggi atau tidak memenuhi spesifikasi teknis,” ungkap Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, Senin 3 November 2025.Kakorlantas menerangkan, dalam operasi “Patroli Presisi Berperisai Cahaya” yang dikhususkan untuk menertibkan balap liar, ia telah menginstruksikan polisi lalu lintas (Polantas) di tingkat Polda hingga Polres untuk meningkatkan patroli di jam-jam rawan.“Kehadiran polantas di jalan diharapkan mampu mencegah munculnya niat melakukan pelanggaran serta menegaskan kehadiran negara dalam menjaga ketertiban,” katanya.Akan tetapi, apabila pencegahan belum efektif, ia memerintahkan petugas untuk melakukan pembubaran dengan cara yang aman, diikuti pembinaan sosial bagi para pelaku, terutama remaja.Adapun dari sisi penegakan hukum, Kakorlantas mengatakan bahwa 95 persen pelanggaran lalu lintas akan ditindak melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile, sementara 5 persen sisanya dilakukan dengan tilang manual, terutama terhadap kasus yang membutuhkan tindakan langsung seperti balap liar.Ia menegaskan bahwa penyitaan kendaraan merupakan langkah hukum terakhir yang dilakukan petugas di lapangan.Menurutnya, ukuran keberhasilan operasi bukan pada banyaknya jumlah tilang, melainkan pada menurunnya angka pelanggaran dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.“Korlantas Polri berkomitmen untuk memperkuat kehadiran polantas sebagai pelindung dan pelayan masyarakat,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa operasi penanganan balap liar harus dilakukan secara humanis, profesional, dan berintegritas tinggi.Kakorlantas meminta seluruh personel polantas bersikap tegas, tetapi tetap memberikan rasa hormat serta aman bagi masyarakat.“Setiap personel di lapangan diharapkan dapat menjadi teladan dalam disiplin, profesionalitas, dan kepedulian terhadap keselamatan publik. Kehadiran polantas di jalan merupakan wujud nyata peran negara dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh pengguna jalan,” jelas Kakorlantas.
03 November 2025Tag: balapliar
LensaDaily - Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar untuk pelaksanaan berbagai event internasional dan upaya pengembangan Sport Tourism di Sumut yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan perjalanan wisata. Hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sangat mendukung pelaksanaan berbagai event internasional dan upaya pengembangan Sport Tourism di Sumut.Hal itu disampaikan Sekretaris Daeah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong saat penutupan Sumut Rally FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) 3rd dan IMI National Rally Championship 3rd 2025, yang berlangsung di PTPN IV Maujana Nagori Sarimatin, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Minggu 10 Agustus 2025.“Pemprov Sumut sangat berkomitmen mendukung segala event internasional berlangsung di Sumut, terutama balapan reli WRC 2027 nantinya,” ucap Sekdaprov Togap Simangunsong.Komitmen Pemprov Sumut itu di antaranya mendorong pembinaan pembalap berprestasi untuk bersaing di level lebih tinggi, meningkatkan kualitas SDM olahraga mulai dari pelatih, wasit, juri hingga mekanik. Serta terus memperkuat infrastruktur dan fasilitias olahraga otomotif.“Selain itu mengembangkan balap mobil sebagai sport industry dan sport tourism, serta menjadikan ajang seperti ini sebagai media edukasi, khususnya bagi generasi muda agar menjauhi narkoba dan mengembangkan potensi positif,” katanya.Diketahui, Sumut memiliki potensi besar untuk pengembangan sport tourism. Daerah ini menawarkan beragam lokasi dengan potensi olahraga yang menarik, seperti Danau Toba yang cocok untuk kegiatan air dan reli, Bukit Lawang untuk mountain bike dan lari, serta Nias untuk surfing.Senada, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih juga menyampaikan apresiasi pada seluruh pantia dan juga sponsor yang telah menyelenggaran event reli ini di Kabupaten Simalungun.“Dengan kedatangan para peserta dari luar negeri, tentunya dapat mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Simalungun. Kami juga berharap kedepan kegiatan dunia lainnya dapat dilaksanakan disini,” katanya.Sementara itu, Ketua IMI Sumut Harun Mustafa Nasution juga menyampaikan apresiasi pada Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Untuk WRC 2027 juga telah mendapat restu dari Presiden RI Prabowo Subianto.“Kita juga sudah mendapatkan kabar bahwa Presiden Prabowo setuju kita akan melaksanakan kejuaran dunia 2027 pada reli ini nantinya,” katanya.Diakuinya, pada APRC kali ini memiliki lintasan yang cukup keras dan sulit untuk dilalui para pereli. Event yang berlangsung tiga hari ini banyak menyisakan pereli yang gagal melewati garis finish.“Yang sudah berhasil kami ucapakan selamat dan yang belum berhasil dapat kita coba pada kejuaraan yang berikutnya,” katanya.Hadir pada penutupan kegiatan ini, Forkopimda Kabupaten Simalungun, OPD Pemprov Sumut, perwakilan sponsor, official pembalap domestik dan luar negeri, serta dihadiri ribuan masyarakat yang melihat penutupan tersebut.
11 Agustus 2025


