icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: bandaaceh


Laga Terakhir PSMS, Derbi Sumatera Hadapi Persiraja di Banda Aceh

LensaDaily - Laga terakhir akan dilakoni PSMS Medan pada kompetisi Pegadaian Championship musim 2026/2027, bertandang ke Stadion H. Dimurthala, Lampineung, menghadapi Persiraja Banda Aceh, Sabtu 2 Mei 2026 pukul 16.15 WIB, yang dimajukan dari jadwal semula malam. Derbi Sumatera ini dipastikan berlangsung sengit, mengingat rivalitas panjang kedua tim.PSMS Medan datang ke Banda Aceh dengan kepercayaan diri tinggi. Ayam Kinantan membawa misi tegas: menutup musim dengan kemenangan di tanah rival. Dua kemenangan sebelumnya atas Persiraja, termasuk kemenangan 2-1 di putaran kedua di stadion yang sama, menjadi modal kuat untuk kembali mencuri hasil positif. Meski tampil tanpa beberapa pemain akibat akumulasi kartu, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, menegaskan timnya tetap dalam kondisi siap tempur. Ia membawa total 22 pemain ke Aceh dan optimistis anak asuhnya mampu tampil maksimal.“Kami datang ke Banda Aceh membawa 22 pemain, memang ada beberapa yang absen karena akumulasi. Tapi untuk menghadapi pertandingan besok, pemain siap. Kami tahu Persiraja tim yang bagus, sekarang di peringkat lima besar. Tapi kami akan menampilkan permainan terbaik dan insya Allah bisa ambil poin di kandang mereka,” ujar Eko, saat sesi konferensi pers, Jumat 1 Mei 2026.Ia juga menyoroti perubahan jadwal kickoff yang dimajukan ke sore hari. Menurutnya, kondisi pertandingan tanpa kehadiran suporter justru bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi timnya.“Main sore pukul 16.15, nanti sore kami latihan. Tanpa suporter juga menguntungkan kami. Tapi yang jelas, ada atau tidak ada suporter, kami tetap fight dan siap. Di putaran sebelumnya mereka ambil pemain baru, tapi kami berhasil ambil poin di sini. Itu jadi motivasi kami untuk kembali melakukan hal yang sama,” lanjutnya.Tak hanya fokus pada kekuatan Persiraja, Eko menegaskan bahwa PSMS selalu berusaha tampil maksimal melawan siapa pun."Tidak hanya melawan Persiraja, tapi siapa pun di grup ini kami berusaha memainkan yang terbaik. Sama dengan besok, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya.Sementara itu, perwakilan pemain PSMS, Arianto Maring, memastikan kesiapan tim setelah menjalani persiapan intensif selama sepekan terakhir.“Dari kami para pemain, sudah latihan selama satu minggu untuk persiapan melawan Persiraja ini. Kami ingin menyelesaikan Liga 2 dengan hasil terbaik. Kami datang ke Aceh ingin membawa kemenangan seperti yang sebelumnya sudah kami lakukan di sini. Insya Allah kami siap memberikan yang terbaik dan ambil poin di sini,” ungkapnya penuh keyakinan.

02 Mei 2026

Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh, Rico Waas: Kita Harus Menjadi Kota Tangguh

LensaDaily - Pentingnya penguatan fiskal dan kolaborasi antar daerah menjadi fokus Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu 19 April 2026. Rakerwil ini diharapkan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk saling belajar dan berbagi solusi menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.Hal tersebut dikatakan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) I APEKSI dalam sambutannya. Raker Komwil I APEKSI ini diikuti 24 pemerintah kota.“Kita harus menetapkan diri menjadi kota-kota yang tangguh untuk mendukung Indonesia yang kuat. Strategi fiskal yang tepat sangat krusial, karena dampaknya baru terasa dua hingga tiga tahun ke depan,” kata Rico Waas.Rico Waas menyoroti pentingnya membangun “kota tangguh”, terutama setelah sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda bencana alam. Menurutnya, kesiapan fiskal dan sistem tata kelola yang adaptif menjadi kunci agar pemerintah kota tidak gagap menghadapi krisis.Disampaikan Rico Waas dihadapan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam dan Kepala Daerah lainnya, kekuatan fiskal daerah harus dikelola secara kreatif dan berkelanjutan agar mampu menopang pembangunan jangka panjang sekaligus respons cepat terhadap kondisi darurat.Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga mengingatkan para wali kota untuk membuka diri dan tidak ragu belajar dari daerah lain. Ia mencontohkan bagaimana Kota Medan mengadopsi praktik baik dari kota lain, termasuk dalam penataan trotoar dan pengelolaan ruang hijau. Menurutnya, semangat berbagi (sharing) menjadi esensi utama Apeksi.“Kita tidak perlu malu bertanya. Justru dari situ kita bisa menemukan solusi yang mungkin belum ada di kota kita sendiri,” Jelas Rico Waas.Selain isu fiskal, Rico Waas turut menekankan pentingnya pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan. Ia menyebut pendidikan harus inklusif dan berbasis teknologi, termasuk melalui pengembangan smart class di sekolah negeri.Di sektor kesehatan, Rico Waas menyampaikan keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di Medan, di mana masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mengakses layanan kesehatan.“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama. Kita tidak ingin ada ketimpangan layanan antar kota,” ucap Rico Waas.Rakerwil I Apeksi 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat” dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi yang direncanakan berlangsung di Kota Medan dengan tema besar “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”. Rangkaian kegiatan Rakerwil turut diisi dengan aksi sosial dan lingkungan, seperti penanaman pohon, bantuan bagi korban banjir, serta pameran produk ekspor daerah. Dengan semangat kolaborasi yang ditekankan dalam forum ini, Rico Waas optimistis kota-kota di Indonesia dapat tumbuh lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika pembangunan nasional.Rakerwil Komwil I Apeksi berlangsung pada 19-22 April 2026. Kegiatan ini juga dirangkai dengan perayaan hari jadi ke-821 Kota Banda Aceh dan dihadiri puluhan wali kota dari berbagai daerah yang tergabung dalam organisasi tersebut.

20 April 2026