LensaDaily - Penyedia layanan ground handling terpercaya di Indonesia, PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) menjadi bagian penting mendukung inagurasi penerbangan perdana Etihad Airways dari Zayed International Airport, Abu Dhabi (AUH) menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan (KNO).Pesawat Airbus A321 LR dengan nomor penerbangan EY 480 membawa penumpang dari berbagai kelas kabin, dan disambut dengan meriah melalui selebrasi water salute di Bandara Kualanamu, Jumat 3 Oktober 2025 pada pukul 07.37 WIB.Sebagai mitra resmi Etihad Airways, JAS Airport Services memastikan seluruh rangkaian operasional penerbangan perdana ini berjalan aman, lancar, dan efisien melalui layanan menyeluruh, mencakup:Passenger Services: proses check-in, boarding, hingga pelayanan penumpang di terminal. Ramp Handling: penanganan bagasi, kargo, dan koordinasi peralatan darat. Aviation Security: pengawasan keamanan sesuai dengan standar internasional.General Manager West PT Jasa Angkasa Semesta, Patria Bayuaji menyampaikan rasa bangga dapat mendukung Etihad Airways pada penerbangan perdana mereka di Medan. Katanya, JAS berkomitmen memberikan layanan ground handling terbaik sesuai standar internasional, sehingga setiap penerbangan dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan pengalaman positif bagi penumpang."Kehadiran Etihad Airways di Kualanamu menjadi bukti kepercayaan maskapai internasional terhadap profesionalisme dan kapabilitas JAS di Indonesia," kata Patria Bayuaji.Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di industri ground handling, JAS Airport Services terus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya maskapai internasional. Dukungan pada penerbangan perdana Etihad Airways ini juga menegaskan peran JAS dalam mendorong konektivitas global dan mendukung pertumbuhan pariwisata serta perekonomian nasional.PT Jasa Angkasa Semesta (PT JAS) didirikan pada tahun 1984 dan telah menyediakan layanan ground handling bagi maskapai penerbangan internasional ternama selama lebih dari 40 tahun. PT JAS berkomitmen untuk memberikan solusi layanan bandara terbaik dengan menghadirkan berbagai layanan berkualitas yang optimal bagi pelanggan.Perusahaan memahami bahwa kepuasan pelanggan yang maksimal hanya dapat dicapai melalui peningkatan berkelanjutan dalam kompetensi staf, produktivitas operasional, dan pengembangan sistem.Saat ini, PT JAS melayani lebih dari 56 maskapai penerbangan internasional dan domestik, serta berbagai mitra di industri perjalanan udara, kargo, dan pelayanan pelanggan, dengan cakupan operasional di 9 bandara utama di Indonesia.
03 Oktober 2025Tag: bandarakualanamu
LensaDaily - Seorang pria penumpang pesawat Lion Air mengamuk dan mengatakan ada bom dalam pesawat yang akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Udara Internasional Kualanamu. Akibatnya, pesawat yang akan terbang terpaksa menunda keberangkatan dan mengamankan pria tersebut.Kejadian tersebut viral di media sosial yang direkam oleh penumpang lain yang duduk di belakang pria tersebut. Terlihat pria tersebut dengan lantangnya menyebut ada bom. "Yang merasa petugas, turun. Mau polisi, mau tentara, mau apa itu, turun, ada bom. Nggak nyaman, turun," ucap H dalam video viral tersebut.Meski petugas mencoba menenangkannya, namun pria yang belakangan diketahui berinisial H itu terus mengamuk. Saat itu, pesawat JT-308 saat persiapan penerbangan atau selesai proses push back dengan mundur dari posisi parkir dan bersiap menuju taxiway atau landas hubung."Saat posisi pesawat sudah push back, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin," ucap Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan persnya, Minggu 3 Agustus 2025.Atas kejadian tersebut, terpaksa pilot meminta izin kepada pihak Bandara untuk balik arah apron, untuk memastikan keamanan penerbangan dan mengamankan penumpang mengaku bawa bom tersebut. "Sesuai prosedur keselamatan penerbangan, awak kabin mengkonfirmasi ulang, dan penumpang tetap menyampaikan hal yang sama. Informasi segera dilaporkan kepada kapten pilot dan petugas layanan darat," kata Danang.Danang mengungkapkan langkah dilakukan pilot Lion Air, yakni pesawat diarahkan kembali ke apron (RTA). Penumpang H diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yaitu petugas keamanan bandar udara Aviation Security, Otoritas Bandar Udara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Meskipun pernyataan awal pelanggan diduga sebagai candaan, Lion Air bersama pihak berwenang mengambil langkah tegas dan preventif, dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman (bomb threat)."Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam menjalankan standar keselamatan serta keamanan penerbangan yang berlaku," ucap Danang.Lalu, seluruh pelanggan atau penumpang diturunkan, bagasi dan barang bawaan diperiksa ulang oleh petugas keamanan dan pihak terkait."Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan benda mencurigakan atau berbahaya. Lanjutan penerbangan," sebut Danang.Danang mengungkapkan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan, Lion Air menyiapkan pesawat pengganti Boeing 737-900ER registrasi PK-LSW dan berangkat menuju Bandara Kualanamu."Penerbangan JT-308 kemudian diberangkatkan kembali pada hari yang sama dan telah mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu," ungkap Danang.Lion Air menegaskan agar seluruh pelanggan tidak menyampaikan pernyataan atau informasi palsu yang dapat mengganggu keamanan penerbangan, candaan maupun ancaman. "Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 437, informasi palsu atau ancaman yang mengganggu keamanan penerbangan dapat dikenakan sanksi hukum pidana dan penanganan tegas dari aparat," kata Danang.
03 Agustus 2025LensaDaily - Pesawat Saudi Airlines yang mengangkut sejumlah penumpang dengan tujuan Jeddah-Jakarta dilaporkan diduga diteror bom, Selasa (17/6/25) sekira pukul 11.00 WIB. Akibatnya, pesawat komersil tersebut melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu. Hal ini membuat suasana Bandara Kualanamu, Deliserdang, menjadi heboh.Informasi yang diterima menyebutkan bahwa insiden ini telah menyebabkan penghentian sementara seluruh jadwal penerbangan di Bandara Kualanamu.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan bahwa saat ini seluruh penumpang sudah dievakuasi dari pesawat."Seluruh penumpang sudah dievakuasi di bandara dan sudah pengecekkan," kata Kabid Humas.Situasi terkini di lapangan menunjukkan bahwa Bandara Kualanamu berada dalam pengamanan ketat oleh personel TNI, Polri, dan petugas keamanan lainnya.Belum ada keterangan resmi mengenai detail ancaman atau langkah-langkah penanganan yang telah diambil. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi lanjutan dari otoritas terkait.(Deliserdang)
17 Juni 2025


