LensaDaily - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengunjungi Kompleks Pergudangan BULOG Pulo Brayan Darat I, Medan, Sumatera Utara. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG sebagai instrumen strategis dalam menjaga ketahanan pangan serta stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, para Deputi, serta Staf Khusus Menko Polkam. Rombongan diterima dan didampingi oleh Wakil Direktur Utama Perum BULOG Marga Taufiq beserta Pemimpin Wilayah BULOG Sumut serta jajaran manajemen BULOG untuk meninjau secara langsung kondisi penyimpanan komoditas pangan di Kompleks Pergudangan BULOG Pulo Brayan Darat I.Rangkaian kegiatan diisi dengan peninjauan area penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah, dilanjutkan dialog singkat mengenai pengelolaan stok pangan, sistem pergudangan, serta pelaksanaan penugasan pemerintah yang diemban BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Di Kompleks Pergudangan BULOG Pulo Brayan Darat I, saat ini tersimpan 7.529 ton beras dan 54.000 liter minyak goreng yang dikelola BULOG sebagai bagian dari persediaan komoditas pangan.Peninjauan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pengelolaan stok pangan nasional berjalan secara optimal, aman, dan siap mendukung berbagai penugasan pemerintah.Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Menurutnya, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan didukung sinergi yang kuat antar kementerian dan lembaga."Ketersediaan pangan yang terjaga akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas nasional. Saya mengapresiasi kesiapan BULOG dalam mengelola Cadangan Beras Pemerintah. Sinergi yang telah terbangun harus terus diperkuat agar pemerintah selalu memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai dinamika pangan," ujar Djamari Chaniago.Wakil Direktur Utama Perum BULOG Marga Taufiq menyampaikan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mendapat penugasan pemerintah di bidang pangan, BULOG terus memastikan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dilakukan sesuai standar operasional guna menjaga kualitas, kuantitas, dan kesiapan stok untuk mendukung berbagai program pemerintah."Kunjungan kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional. BULOG berkomitmen menjalankan setiap penugasan pemerintah dengan memastikan ketersediaan, kualitas, dan keamanan Cadangan Beras Pemerintah, sehingga masyarakat dapat memperoleh kepastian atas ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia," kata Marga Taufiq.Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto menegaskan bahwa stok beras di Sumut dalam kondisi aman dan tersebar merata di seluruh gudang yang ada. "Stok beras di Sumut 44.780 ton, dan itu cukup untuk kebutuhan 7 bulan ke depan, masyarakat tidak perlu khawatir" tegas Budi.Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dengan Perum BULOG semakin erat dalam mendukung pelaksanaan penugasan pemerintah di bidang pangan. BULOG akan terus memperkuat tata kelola pergudangan, menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah, serta memastikan stok pangan nasional senantiasa tersedia guna mendukung stabilitas pangan dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.***
03 Juli 2026Tag: beras
LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional. Hal ini usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, usai menyampaikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia pada Sabtu 18 April 2026.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan beras di daerah. “Bapak Presiden tadi mendadak menanyakan ingin melihat gudang bulog di Magelang atau di Yogyakarta sekembalinya dari acara pimpinan DPRD," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya."Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” lanjutnya.Kompleks Gudang Bulog Danurejo ini terdiri dari 2 unit bangunan dengan total kapasitas 7.000 ton, dan saat ini terisi penuh. Ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan di Kota dan Kabupaten Magelang.“Bapak Presiden juga menekankan bahwa selain ketersediaan, kualitas beras harus terus dijaga, serta distribusinya harus tepat waktu dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Seskab.Inspeksi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat,” tutup Seskab.
19 April 2026LensaDaily - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian.Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui bahwa pengalaman yang dimiliki dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya menjadikan pemerintah siap menghadapi potensi El Nino saat ini.“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan mengutip pertanian.go.id, Senin 6 April 2026.Mentan menekankan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta (ton). Insyaallah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta (ton),” ujarnya.Selain stok di gudang pemerintah, Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.“Yang ada di horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” ungkapnya.Dengan total ketersediaan tersebut, Mentan memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujarnya.
06 April 2026LensaDaily - Stok beras di tengah dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan, kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data per Maret 2026, ketersediaan pangan khususnya beras sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengutip dari setneg.go.id, Senin 9 Maret 2026.Amran mengungkapkan, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.Di samping itu, produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang sangat positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton, dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton atau melampaui konsumsi rata-rata nasional yang sekitar 2,59 juta ton per bulan."Tiap bulan kita produksi 2,6-5,7 juta ton, sedangkan kebutuhan kita adalah 2,59 juta ton per bulan, jadi pangan aman," ujar Mentan.Seiring dengan peningkatan produksi, stok beras pemerintah yang dikelola oleh BULOG juga terus meningkat. Stok BULOG yang saat ini mencapai 3,7 juta ton diperkirakan dalam dua bulan ke depan akan menembus 5 juta ton, seiring dengan masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” ujar Mentan.Antisipasi Potensi KekeringanDalam pernyataannya, Mentan juga menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program pompanisasi yang telah dilakukan untuk 1,2 juta hektare lahan dan akan ditambah untuk 1 juta hektare lahan lainnya.“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ujarnya.Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk dalam kondisi aman, dengan harga yang tercatat mengalami penurunan.“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” kata Mentan.Amran menambahkan, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga produksi saat musim kering. Lahan-lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk tetap menghasilkan produksi padi meskipun pasokan air di daerah lain terbatas.“Insyaallah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.
09 Maret 2026LensaDaily - Ketersediaan stok beras nasional dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali seiring meningkatnya serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada awal tahun 2026. Data saat ini menunjukkan serapan beras oleh Perum Bulog mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan bahwa peningkatan serapan ini merupakan hasil dari kebijakan penyerapan gabah dan beras petani secara konsisten di berbagai daerah sentra produksi, terutama di Pulau Jawa dan Sulawesi."Serapan bulan ini, kami terima kasih kepada Dirut Bulog dan seluruh Direksi, serapan awal tahun ini meningkat pesat. Tahun lalu itu 14 ribu ton satu bulan. Tahun ini 112 ribu ton. Laporan harian kami terima dan ini naik 700 persen di Januari (2026)," ujar Kepala Bapanas dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, Rabu 4 Februari 2026.Pemerintah menegaskan bahwa penguatan stok beras menjadi salah satu prioritas utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama menghadapi potensi tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan dunia, serta gangguan rantai pasok internasional.Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus melakukan pemantauan harga di tingkat produsen dan konsumen agar tetap stabil. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.Dengan kondisi cadangan yang terjaga, pemerintah optimistis kebutuhan beras nasional dapat terpenuhi hingga beberapa bulan ke depan, termasuk menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
05 Februari 2026


