LensaDaily - Tingginya jumlah jemaah lanjut usia pada musim haji 1447 H/2026 M menjadi perhatian serius Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI. Di tengah suhu ekstrem dan padatnya mobilitas jemaah menuju Armuzna, kesiapan layanan kesehatan dinilai menjadi faktor paling krusial pada puncak ibadah haji tahun ini.Anggota Timwas Haji 2026 Saan Mustopa mengatakan lonjakan jemaah sakit harus mulai diantisipasi sejak awal pergerakan menuju Arafah.“Tim kesehatan harus bener-bener siap siaga ya, dari sisi medisnya maupun juga dari sisi obat-obatnya. Itu harus dipastikan siap siaga,” kata Saan saat berada di Maktab 51 Arafah, Makkah, Selasa 26 Mei 2026.Menurut dia, tingginya proporsi jemaah lansia membuat potensi gangguan kesehatan meningkat, terutama saat fase Armuzna yang menuntut daya tahan fisik tinggi di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.“Pada saat puncaknya ya kita harus sudah mulai antisipasi terkait dengan lonjakan mereka yang sakit,” ujar Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini.Saan menilai kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, hingga fasilitas pendukung medis harus menjadi prioritas utama penyelenggara haji. Sebab, puncak ibadah haji merupakan fase paling padat sekaligus paling menguras energi jemaah.Selain faktor kesehatan, ia juga menekankan pentingnya memastikan kenyamanan jemaah di tenda-tenda Arafah, termasuk distribusi konsumsi dan kelancaran transportasi.“Karena ini puncak atau inti dari ibadah haji, maka kita harus memastikan semua kebutuhan para jemaah benar-benar dipastikan siap,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem ini.Ia menjelaskan pelayanan terhadap lansia sejauh ini menunjukkan perbaikan dibanding musim-musim sebelumnya. Namun menurutnya, pelayanan ramah lansia harus terus ditingkatkan agar tidak berhenti sebagai program simbolik.“Ini membutuhkan komitmen, keberpihakan, dan kemauan untuk terus berusaha memberi pelayanan maksimal terhadap para lansia,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.Di tengah kondisi cuaca panas Arafah yang bahkan membuat telepon genggam mengalami overheat, Timwas meminta seluruh petugas tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih besar pada jemaah. Diketahui, pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arab Saudi diwarnai cuaca ekstrem dengan suhu yang sangat panas. Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, berikut adalah rangkuman kondisi terkini terkait cuaca ekstrem tersebut.Dari sisi prediksi suhu, suhu di Makkah dan wilayah kawasan suci lainnya (Armuzna) diperkirakan mencapai kisaran 44 hingga 47 derajat Celsius selama puncak ibadah haji. Karena itu, Kementerian Haji Arab Saudi dan otoritas terkait mengimbau jemaah untuk tidak beraktivitas atau keluar dari tenda pada siang hari antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat. Adapun secara bahaya fisik, dengan adanya paparan langsung terik matahari dengan tingkat kelembapan ekstrem dapat memicu risiko dehidrasi berat dan heatstroke.
27 Mei 2026Tag: cuacaekstrem
LensaDaily - Pemadaman listrik akibat gangguan sistem kelistrikan atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera yang terjadi pada Jumat 22 Mei 2026 hingga Sabtu 23 Mei 2026 tengah diselidiki Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero). Hasil penyelidikan sementara, blackout terjadi dipastikan tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan.Sementara itu, Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menjelaskan bahwa pada Minggu (24/5/2026), tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, Puslabfor Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta PT PLN telah melakukan investigasi lapangan di lokasi tower transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.Berdasarkan hasil identifikasi awal, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi yang diduga dipicu cuaca buruk. Gangguan tersebut mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera dan memicu ketidakstabilan frekuensi serta tegangan listrik.Akibatnya, sejumlah pembangkit mengalami trip secara berantai hingga menyebabkan blackout massal di beberapa wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai diduga dipicu faktor cuaca buruk yang mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” kata Irjen Pol Nunung.Tim gabungan di lapangan juga menemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus di sekitar tower transmisi. Namun, kondisi struktur tower secara umum masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.Menurut Irjen Pol Nunung, dugaan sementara penyebab putusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanis akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan loncatan listrik, hingga faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.“Sampai dengan saat ini dapat kami pastikan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem,” tegasnya.Ia juga menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan pola kerusakan kabel berbentuk serabut terurai dan tidak menunjukkan pola potongan rapi yang mengarah pada tindakan sabotase. Saat ini bagian kabel yang putus telah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik oleh Puslabfor Polri untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan secara ilmiah.Di kesempatan yang sama, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumatera memiliki dua jalur utama transmisi yang menyalurkan daya dari wilayah selatan menuju utara, yakni koridor timur 500 kV dan koridor barat 275 kV.Pada saat gangguan terjadi, jalur transmisi mengalami trip akibat cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan aliran daya berbalik dan memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian, yakni wilayah selatan yang mengalami kelebihan daya pembangkit dan wilayah utara yang kekurangan daya pembangkit. Kondisi di wilayah utara menyebabkan sejumlah pembangkit mengalami trip secara berantai atau domino effect hingga mengakibatkan pemadaman di berbagai wilayah terdampak.PLN kemudian melakukan proses pemulihan secara bertahap melalui mekanisme black start menggunakan pembangkit diesel dan gas, dilanjutkan pengoperasian PLTGU dan PLTU hingga seluruh sistem kembali normal.“Seluruh sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal 100 persen dan saat ini beroperasi dengan aman dan stabil,” ujar Edwin.PLN juga memastikan bahwa pada Senin (25/5/2026), sejumlah pembangkit besar telah kembali masuk ke sistem sehingga pasokan listrik dipastikan aman dan stabil di seluruh wilayah Sumatera.
25 Mei 2026LensaDaily - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026 Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti persoalan distribusi obat sekaligus pentingnya penguatan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia saat melakukan peninjauan di Snood Mawteen Hotel Sektor 8, Makkah, Arab Saudi, Kamis 21 Mei 2026.Hotel tersebut ditempati sekitar 2.099 jemaah asal Cirebon, Bekasi, Tasikmalaya, Palembang, Bandung, dan Magelang. Dalam kunjungan itu, Timwas Haji DPR RI meninjau langsung pelayanan kesehatan di sektor pemondokan jemaah yang menjadi salah satu titik krusial menjelang puncak ibadah haji.Memimpin agenda, Cucun mengatakan, di tengah ketatnya regulasi Pemerintah Arab Saudi terkait layanan kesehatan haji, Indonesia masih dapat membuka satelit kesehatan di setiap pemondokan jemaah. Dalam satu sektor, terdapat hingga empat satelit kesehatan yang berfungsi sebagai fasilitas penanganan awal sebelum jemaah dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah.“Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa membuka satelit-satelit kesehatan di setiap pemondokan. Ini menjadi penanganan awal kegawatdaruratan sebelum jemaah dibawa ke KKHI,” ujar Cucun mengutip dpr.go.id, Jumat 22 Mei 2026.Lebih lanjut, imbuhnya, layanan kesehatan haji tahun ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Arab Saudi, termasuk Saudi German Hospital serta beberapa rumah sakit lain di wilayah Makkah dan Madinah. Menurutnya, pola layanan tersebut membantu mempercepat penanganan jemaah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium maupun rontgen.Meski demikian, Timwas Haji DPR menemukan adanya kendala distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Persoalan itu dinilai muncul lantaran pengelolaan Pusat Kesehatan Haji saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan sehingga proses distribusi logistik kesehatan belum sepenuhnya optimal.“Masih ada sedikit kendala terkait ketersediaan obat dan distribusinya ke setiap sektor maupun satelit kesehatan,” paparnya.Apalagi, jelas Cucun, sebagian tenaga medis yang bertugas di satelit kesehatan berasal dari dokter kloter daerah yang hanya membawa persediaan obat terbatas untuk kebutuhan kelompok terbang masing-masing. Akibatnya, kebutuhan obat tambahan di sektor tertentu kerap mengalami keterlambatan distribusi.“Dokter-dokter kloter ini kan melekat dengan jamaah dari daerahnya. Mereka tidak membawa stok obat dalam jumlah besar, hanya untuk kebutuhan kloternya,” ujarnya.Temuan tersebut, katanya, akan menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, terutama setelah pengelolaan kesehatan haji direncanakan berpindah ke Kementerian Haji. Sebab itu, pihaknya mendorong agar sistem distribusi obat dan penataan tenaga kesehatan dapat lebih terintegrasi sehingga pelayanan kesehatan jamaah menjadi lebih maksimal.Pada kesempatan yang sama, Cucun mengapresiasi meningkatnya kesadaran jemaah terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut jamaah kini lebih rutin memeriksakan tekanan darah dan kondisi fisik di satelit kesehatan sektor.“Jemaah yang terindikasi berisiko tinggi sekarang mulai menurun. Kesadaran untuk memeriksa kesehatan setiap hari juga semakin baik,” katanya.Baginya, kondisi tersebut tidak lepas dari peran tenaga kesehatan yang siaga selama 24 jam mendampingi jamaah di pemondokan. Tim medis sektor, tegasnya, dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah kondisi kesehatan jamaah memburuk, khususnya menjelang fase Armuzna yang identik dengan kepadatan aktivitas dan cuaca ekstrem.Menutup pernyataan, Cucun menegaskan, penguatan layanan kesehatan akan menjadi fokus utama pengawasan DPR RI pada penyelenggaraan ibadah haji mendatang. Sebab, pungkasnya, pelayanan kesehatan yang cepat dan merata dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan jamaah, terutama lanjut usia dan jamaah dengan penyakit penyerta.
22 Mei 2026LensaDaily - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian.Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui bahwa pengalaman yang dimiliki dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya menjadikan pemerintah siap menghadapi potensi El Nino saat ini.“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan mengutip pertanian.go.id, Senin 6 April 2026.Mentan menekankan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta (ton). Insyaallah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta (ton),” ujarnya.Selain stok di gudang pemerintah, Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.“Yang ada di horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” ungkapnya.Dengan total ketersediaan tersebut, Mentan memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujarnya.
06 April 2026LensaDaily - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan sepekan kedepan atau hingga akhir Januari sejumlah daerah di Indonesia diprediksi dilanda cuaca ekstrem kondisi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang. Cuaca ekstrem ini disebabkan beberapa dinamika atmosfer, terlebih munculnya Bibit Siklon Tropis 91S dan 92 P."Bibit Siklon Tropis 91S dan 92 P terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria yang membentuk serta memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian Selatan hingga Papua Selatan bagian Selatan," mengutip keterangan BMKG melalui bmkg.go.id, Sabtu 24 Januari 2026.Selain itu aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut China Selatan, bergerak ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata.Fenomena tersebut diperkuat dengan adanya seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia hingga melewati ekuator mencapai Pulau Jawa yang diindikasikan dengan signifikannya indeks surge, dan indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) beberapa hari belakangan ini."Aliran monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan," ucap BMKG.Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.Awas (Hujan sangat lebat – hujan ekstrem): Banten, dan DK Jakarta.Angin Kencang: Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.Periode 26 – 29 Januari 2026Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Bengkulu, Lampung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah dan Papua.Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Pegunungan.Angin Kencang: Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, dan aktivitas wisata.
24 Januari 2026


