LensaDaily - Kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-01) dilepas Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, Selasa 21 April 2026. Keberangkatan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang melayani 221.000 jemaah dari 14 embarkasi.“Hari ini kita menyaksikan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan. Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Menhaj.Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 menjalani prosedur awal memasuki asrama haji dan secara bertahap diberangkatkan menuju Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.Mereka kemudian diterbangkan melalui Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta menuju Madina pada Rabu dini hari (22/04/2026) sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.Menhaj menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, terutama kepemilikan visa haji resmi.“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.Menhaj juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kursi kosong akibat pembatalan.“Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jemaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” ujarnya.Lebih lanjut, Menhaj berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi prima.“Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jemaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk. Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” imbuhnya.Menhaj juga melaporkan bahwa seluruh unsur terkait, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, hingga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), telah melakukan koordinasi intensif guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan serta mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan. Pemantauan keberangkatan akan terus dilakukan hingga seluruh jemaah tiba di bandara dan diberangkatkan ke Arab Saudi.Di sisi lain, tim PPIH di Madinah telah disiagakan untuk memastikan kesiapan operasional dalam menyambut kedatangan rombongan jemaah gelombang pertama.Menutup pernyataannya, Menhaj mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.“Saya mengimbau kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” pungkasnya.
22 April 2026Tag: embarkasi
LensaDaily - Keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Indonesia direncanakan mulai Rabu 22 April 2026 dan pemerintah memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Haji Tahun 2026. Tahun ini, total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap hingga Mei 2026.“Penyelenggaraan angkutan haji ini bukan operasi biasa. Kita memindahkan lebih dari 221 ribu jemaah dari 14 embarkasi melalui 525 kloter. Karena itu, aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi usai meninjau langsung kesiapan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mengutip setneg.go.id, Selasa 21 April 2026.Menhub menambahkan, kesiapan penyelenggaraan Angkutan Haji tersebut utamanya mencakup aspek sarana dan prasarana transportasi udara untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan perjalanan jemaah.“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek operasional telah siap sebelum pemberangkatan kloter pertama,” kata Menhub.Terminal 2F sendiri akan melayani sekitar 35.000 calon haji yang berasal dari 84 kloter embarkasi Jakarta (Pondok Gede, Cipondoh, dan Bekasi).“Terminal 2F ini disiapkan secara khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah, sehingga seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” ujar Dudy.Lebih lanjut, Menhub pun memastikan kesiapan operasional penerbangan haji, yang didukung oleh dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, dengan total puluhan armada pesawat untuk melayani ratusan kloter penerbangan.Selain itu, Menhub juga menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan keselamatan melalui ramp check pesawat, kesiapan 14 bandara embarkasi, serta koordinasi internasional untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mempengaruhi penerbangan haji.“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya.Berikut rencana perjalanan haji 2026 mulai dari keberangkatan, puncak haji, dan kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M: 21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H) – Jemaah mulai masuk asrama haji. 22 April – 6 Mei 2026 (5 – 19 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari tanah air ke Madina. 1 – 15 Mei 2026 (14 – 28 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Madinah ke Makkah. 7 – 21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah – 4 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari tanah air ke Jeddah. 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah. 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H) – Wukuf di Arafah. 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H) – Iduladha 1447 H. 28 – 30 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H) – Hari Tasyrik I, Tasyrik II (Nafar Awal), Tasyrik III (Nafar Tsani). 1 – 15 Juni 2026 (15–29 Dzulhijjah 1447 H) – Pemulangan jemaah gelombang 1 dari Makkah ke tanah air melalui Jeddah. 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H) – Awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di tanah air. 7 – 21 Juni 2026 (21 Dzulhijjah 1447 H – 6 Muharram 1448 H) - Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Makkah ke Madinah. 16 - 30 Juni 2026 (1 - 15 Muharram 1448 H) – Pemulangan jemaah haji gelombang 2 dari Madinah ke tanah air. 16 Juni – 1 Juli 2026 (1 – 16 Muharram 1448 H) – Kedatangan jemaah haji gelombang 2 ke tananah air.
21 April 2026LensaDaily - Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni menyampaikan meminta pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk melakukan pencarian menyeluruh dan intensif terhadap 3 jemaah haji asal Indonesia masih dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi.Tiga jemaah haji asal Indonesia masih dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, hingga Jumat 11 Juli 2025. Mereka adalah Nurimah Mentajim (80) dari Kloter PLM 19 (Palembang), Sukardi bin Jakim (67) dari Kloter SUB 79 (Surabaya), dan Hasbullah Ikhsan (73) dari Kloter BDJ 07 (Banjarmasin). Ketiganya diketahui memiliki riwayat demensia dan hilang dalam waktu serta lokasi berbeda sejak akhir Mei dan pertengahan Juni 2025.“Ya, ini memang masih ada tiga orang yang belum kita ketemukan. Ini adalah warga negara Indonesia, dan kita wajib untuk terus mencarinya,” ujar M. Husni kepada Parlementaria di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII ke Kulon Progo, DIY, mengutip dpr.go.id, Senin 14 Juli 2025.Menurutnya, seharusnya dengan sistem teknologi seperti kartu Nusuk yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, pelacakan jemaah yang tersesat bisa dilakukan secara cepat. Sistem tersebut memungkinkan petugas untuk langsung mengetahui lokasi hotel, embarkasi, dan nomor kloter seorang jemaah hanya melalui data kartu.“Namun, sebagian besar jemaah kita, terutama lansia dan ibu rumah tangga, belum terbiasa menggunakan sistem itu. Di sinilah pentingnya edukasi sejak di tanah air,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.Ia mendorong agar pelatihan teknologi menjadi bagian wajib dalam manasik haji tahun-tahun mendatang. “Untuk haji 2026, kita harus ingatkan dan ajarkan sejak awal fungsi teknologi ini. Minimal mereka tahu bagaimana menggunakan kartu Nusuk dan apa yang harus dilakukan jika tersesat,” tambahnya.Hingga saat ini, tim PPIH Arab Saudi terus melakukan pencarian dengan menyisir berbagai lokasi strategis seperti rumah sakit, hotel, dan sekitar Masjidil Haram, serta berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Bila pencarian masih belum membuahkan hasil hingga 12 Juli 2025, proses selanjutnya akan diambil alih oleh pihak KJRI.Sebelumnya, Kepala Bidang Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Kolonel Harun Al Rasyid, menjelaskan bahwa dua dari tiga jemaah yang hilang dilaporkan menghilang sebelum puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Untuk itu, proses badal haji (penggantian ibadah) sudah dijalankan oleh pemerintah.Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi penting dalam penyelenggaraan haji tahun depan. Menurut M. Husni, selain penguatan pelayanan dan pendampingan bagi lansia, kolaborasi antara Kementerian Agama, Kemenkes, dan otoritas Arab Saudi harus diperkuat, termasuk dalam penggunaan teknologi berbasis sistem pelacakan.
14 Juli 2025


