LensaDaily - Timnas Putri Indonesia tak mampu menahan dominasi Republik Demokratik Kongo setelah kalah dengan skor 1-7 dalam lanjutan ajang FIFA Women’s Series yang berlangsung di Stadion Ratchaburi, Thailand, Minggu 12 April 2026. Sejak awal laga, RD Kongo tampil dominan dan terus menekan lini pertahanan Indonesia.Pada babak pertama, Garuda Pertiwi sudah tertinggal tiga gol. RD Kongo membuka keunggulan melalui Marveille Kanjinga pada menit ke-23, diikuti Flavine Mawete enam menit berselang, serta tambahan gol dari Yav Kasaj pada masa injury time.Timnas Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Claudia Scheunemann melalui titik penalti, setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang.Situasi semakin sulit bagi Indonesia setelah harus bermain dengan 10 orang. Kapten tim, Safira Ika, menerima kartu merah menjelang akhir babak pertama.Memasuki paruh kedua, RD Kongo tetap menunjukkan kontrol permainan. Tekanan demi tekanan membuat lini belakang Indonesia bekerja keras, sementara penjaga gawang Iris de Rouw beberapa kali melakukan penyelamatan penting.RD Kongo menambah keunggulan melalui gol Olga Massombo di awal babak kedua. Serangan cepat dari sisi sayap tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Indonesia.Marveille Kanjinga kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-59, disusul gol kedua Flavine Mawete pada menit ke-74 yang semakin memperlebar selisih gol.Dengan hasil ini, Timnas Putri Indonesia akan melakoni pertandingan berikutnya melawan tim yang kalah pada laga antara Thailand dan Kaledonia Baru. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian turnamen.
13 April 2026Tag: fifa
LensaDaily - Jelang laga final FIFA Series 2026 menghadapi Bulgaria, skuad Timnas Indonesia melakukan perombakan dengan masuknya Jens Raven menggantikan Mauro Zijlstra yang mengalami cedera akibat benturan saat melawan Saint Kitts and Nevis.Pergantian ini telah disetujui oleh FIFA karena Raven tercatat dalam 41 pemain yang didaftarkan sebelumnya. Jens Raven pun langsung bergabung dalam sesi latihan tim pada Minggu 29 Maret 2026. Penyerang berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk Bali United tersebut dipastikan tersedia untuk pertandingan final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, yang akan digelar pada Senin 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kesempatan ini juga membuka peluang bagi Raven untuk mencatatkan debut bersama Timnas senior.Sebelumnya, Mauro Zijlstra turut berkontribusi dalam kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada Jumat 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, dengan mencetak gol penutup pada menit ke-74.
29 Maret 2026LensaDaily - Kemenangan meyakinkan ditorehkan Timnas Indonesia dari Saint Kitts and Nevis empat gol tanpa balas pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Jumat 27 Maret 2026 malam. Empat gol kemenangan Indonesia masing-masing dicetak oleh Beckham Putra Nugraha (15’, 25’), Ole Romeny (53’), dan Mauro Zijlstra (74’).Sejak awal pertandingan, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Lima menit pertama, Jay Idzes dan kawan-kawan mendominasi penguasaan bola dan memaksa tim tamu bermain lebih dalam. Permainan sabar dari kaki ke kaki menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat Saint Kitts and Nevis.Peluang pertama hadir pada menit ke-8 melalui situasi sepak pojok. Dony Tri Pamungkas mengirimkan bola yang disambut sundulan Jordi Amat, namun masih melambung di atas mistar. Lima menit berselang, Beckham Putra Nugraha mengirimkan umpan terobosan dari sisi kanan yang disambar Kevin Diks dengan sepakan first time, tetapi bola hanya mengenai sisi luar jaring.Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15. Umpan terobosan akurat dari Ole Romeny sukses membebaskan Beckham Putra dari jebakan offside. Dengan tenang, Beckham melakukan solo run, mengecoh kiper, dan menceploskan bola ke gawang.Kombinasi keduanya kembali membuahkan hasil di menit ke-25. Lagi-lagi melalui umpan terobosan Romeny, Beckham berhasil menuntaskannya dengan sepakan kaki kanan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.Sepanjang sisa babak pertama, Indonesia terus menekan. Saint Kitts and Nevis kesulitan keluar dari tekanan dan hanya mengandalkan umpan-umpan panjang yang dengan mudah dipatahkan lini belakang Indonesia yang dikomandoi Jay Idzes. Menjelang turun minum, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas setelah Ramadhan Sananta dilanggar di area berbahaya pada menit ke-44. Kevin Diks yang maju sebagai eksekutor masih belum mampu mengarahkan bola tepat sasaran. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.Memasuki babak kedua, tim asuhan John Herdman tetap tampil agresif. Pada menit ke-51, Dony Tri kembali membangun serangan lewat kombinasi dengan Beckham, namun upaya placing Beckham masih bisa ditepis kiper lawan.Dua menit kemudian, Indonesia menambah keunggulan. Berawal dari sepak pojok yang berujung kemelut di kotak penalti, bola jatuh di kaki Ole Romeny yang langsung melepaskan tendangan mendatar untuk mengubah skor menjadi 3-0.Herdman kemudian melakukan sejumlah rotasi pada menit ke-58 dengan memasukkan Yakob Sayuri, Sandy Walsh, Ivar Jenner, dan Joey Pelupessy, menggantikan Jay Idzes, Kevin Diks, Jordi Amat, serta Calvin Verdonk. Pergantian kembali dilakukan pada menit ke-65 dengan masuknya Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, dan Eliano Reijnders menggantikan Elkan Baggott, Beckham Putra, dan Ole Romeny. Sementara itu, Mauro Zijlstra masuk pada menit ke-71 menggantikan Ramadhan Sananta.Indonesia semakin menjauh pada menit ke-74. Umpan terobosan dari Joey Pelupessy membebaskan Mauro Zijlstra dari jebakan offside. Dalam situasi satu lawan satu, Mauro dengan tenang menaklukkan kiper untuk mencetak gol keempat.Saint Kitts and Nevis sempat mendapat peluang terbaiknya pada menit ke-84 ketika sepakan pemain depan mereka membentur tiang gawang yang dikawal Maarten Paes. Indonesia sendiri hampir menambah gol di menit ke-88 lewat Yakob Sayuri, namun dianulir karena offside.Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol. Indonesia menutup laga dengan kemenangan 4-0.Hasil ini menjadi awal positif bagi John Herdman dalam pertandingan perdananya bersama Timnas Indonesia. Dengan kemenangan tersebut, Indonesia melaju ke final dan akan menghadapi Bulgaria yang sebelumnya menang 10-2 atas Kepulauan Solomon. Laga final dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 30 Maret 2026.
28 Maret 2026LensaDaily - Jelang turnamen FIFA Series 2026, Timnas Indonesia mendapat suntikan kekuatan dengan kembalinya bek Elkan Baggott ke dalam skuad. Baggott terakhir kali membela Timnas Indonesia pada babak 16 besar Piala Asia 2023 di Qatar melawan Australia, 28 Januari 2024 lalu.Pemain milik Ipswich Town itu kembali dipanggil setelah absen cukup lama dan berpeluang tampil saat Indonesia menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB.Kini ia pun mengaku antusias bisa kembali mengenakan seragam Merah Putih, terlebih dengan atmosfer baru yang dibawa pelatih anyar, John Herdman.“Saya sangat senang bisa kembali membela negara saya. Pelatih John Herdman membawa energi baru dan semangat tim yang kuat. Kami sangat antusias untuk bermain di depan para suporter besok,” ujar Baggott dalam sesi jumpa pers jelang laga, Kamis, 26 Maret 2026. Baggott juga menilai ada perubahan signifikan dalam skuad Timnas Indonesia dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, peningkatan kualitas pemain menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan tim.“Perbedaan terbesar dibanding dua tahun lalu adalah standard dan kualitas pemain. Sekarang lebih banyak pemain yang bermain di Eropa, di klub dan liga top,” katanya.Ia menambahkan, kehadiran pemain-pemain dengan pengalaman di level tinggi turut meningkatkan atmosfer kompetitif di dalam tim, sekaligus memperkuat kebersamaan.“Mereka membawa standar tinggi, dan saya juga melihat kebersamaan serta semangat tim jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ditambah dengan energi dan mentalitas baru yang dibawa pelatih,” lanjutnya.Terkait absennya dalam periode sebelumnya, Baggott memilih tidak menjelaskan secara rinci. Namun ia menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim ke depannya.“Yang jelas, saya sangat senang bisa kembali. Ini adalah negara saya, dan saya ingin memberikan yang terbaik serta membuat keluarga dan masyarakat Indonesia bangga,” sambungnya.Dalam proses kembali ke tim, Baggott juga menyoroti adanya kombinasi pemain lama dan baru yang membuat dinamika skuad semakin kompetitif. Meski begitu, ia merasa proses adaptasi berjalan lancar.“Mungkin setengah tim masih sama dan setengahnya pemain baru, jadi tentu ada proses adaptasi. Namun para pemain baru sangat menyambut dengan baik, itu membuat segalanya lebih mudah,” ujarnya.“Persaingan juga jauh lebih tinggi sekarang. Untuk mencapai target besar, kami memang membutuhkan kualitas pemain yang lebih tinggi,” kata Baggott.Di akhir sesi, pria berdarah Indonesia-Inggris ini mengaku optimistis dengan kualitas tim yang semakin merata di berbagai lini.“Bersaing dengan pemain yang bermain di liga top Eropa akan membantu saya dan pemain lain untuk terus berkembang, meningkatkan performa, dan membantu Indonesia naik di ranking FIFA serta, semoga, lolos ke Piala Dunia,” tutupnya.
27 Maret 2026LensaDaily - Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pembuka FIFA Series 2026. Pertandingan tersebut menjadi debut bagi pelatih kepala John Herdman, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB.Dalam konferensi pers jelang laga, pelatih asal Inggris tersebut menilai ajang FIFA Series 2026 sebagai momentum penting untuk menguji kemampuan tim menghadapi lawan dari konfederasi berbeda. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen ini.“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Erik Thohir, PSSI, PT GSI, serta FIFA atas terselenggaranya event luar biasa ini. Turnamen ini menghadirkan tim-tim dari berbagai konfederasi dan dimainkan di Stadion GBK. Ini sangat fantastis,” ujar Herdman, Kamis, 26 Maret 2026. Selama empat hari terakhir, skuad Garuda telah menjalani pemusatan latihan dengan intensitas tinggi. Herdman melihat adanya perkembangan positif, terutama dari sisi energi dan kesiapan pemain menyambut pertandingan di kandang sendiri.“Kami sudah berlatih bersama selama empat hari dengan sesi yang bagus dan intensitas tinggi. Para pemain datang dengan semangat yang sangat positif. Besok, kita akan melihat level baru dari semangat tim dan energi di lapangan,” kata pelatih Timnas Indonesia itu.Herdman juga menegaskan akan melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh pelatih sebelumnya, sembari menyempurnakan identitas permainan tim. Ia juga membawa standard tinggi dari pengalaman melatih di level elite internasional.“Tugas saya adalah membawa semuanya ke level berikutnya. Hal utama yang ingin kami bangun adalah semangat tim, tim yang bisa ‘melengkung tapi tidak patah’ dalam pertandingan,” ucap Herdman.Di sisi lain, Herdman juga menanggapi situasi skuad, termasuk absennya Dean James di laga besok. Meski demikian, ia menegaskan fokus tetap pada pemain yang tersedia dan siap tampil.“Penting untuk selalu mendengarkan pemain. Fokus saya adalah pada grup ini. Dean James adalah pemain yang fantastis, bagian penting dari tim ini sekarang dan ke depan. Dia punya alasan sendiri atas keputusannya, tapi fokus kami tetap pada tim ini,” jelasnya.Herdman menambahkan bahwa seluruh pemain yang ada saat ini dalam kondisi siap, dan ia merasa cukup percaya diri dengan kedalaman skuad yang dimiliki.“Untuk soal pemain pengganti, saya cukup nyaman dengan skuad yang ada. Semua pemain sudah hadir dan dalam kondisi sehat. Kami memiliki apa yang dibutuhkan untuk meraih hasil maksimal,” lanjutnya.Selain target jangka pendek di FIFA Series, Herdman juga menekankan pentingnya membangun budaya tim dalam proyek jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.“Sepak bola internasional adalah proses bertahap. Target besar kami adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Setiap langkah dalam tiga tahun ke depan adalah bagian dari perjalanan itu,” tuturnya.Meski membawa visi besar, Herdman memastikan fokus utama tim saat ini tetap pada laga terdekat.“Namun sekarang fokus kami adalah Saint Kitts & Nevis, satu langkah pada satu waktu,” tegasnya.
27 Maret 2026


