icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: generasimuda


Pembatasan Penggunaan AI Instan dan Medsos Langkah Progresif Lindungi Generasi Muda

LensaDaily - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya, menilai pemerintah baru saja mengambil langkah progresif untuk memastikan teknologi dimanfaatkan secara sehat dan bertanggung jawab oleh generasi muda. Hal ini melindungi generasi muda di era digital melalui dua kebijakan penting.Pertama, penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan. Kedua, implementasi Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (TUNAS).“Teknologi digital dan kecerdasan buatan adalah keniscayaan zaman. Namun, kita tidak boleh membiarkan anak-anak mengaksesnya tanpa batas dan tanpa pendampingan. Regulasi ini merupakan upaya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perlindungan tumbuh kembang anak,” ujar Atalia dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu 15 Maret 2026.Dalam SKB tersebut, pemerintah menegaskan pembatasan penggunaan AI generatif instan seperti ChatGPT, Gemini, maupun Claude bagi siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan ini bertujuan mencegah dampak negatif terhadap perkembangan kognitif anak, termasuk fenomena brain rot (penurunan kemampuan berpikir kritis akibat konsumsi konten digital pasif) dan cognitive debt (ketergantungan pada teknologi sehingga melemahkan proses berpikir mandiri).Menurut Atalia, anak-anak perlu belajar proses berpikir, bukan sekadar menerima jawaban instan dari mesin. Jika proses berpikir itu dilewati, maka berisiko menciptakan generasi yang cepat mendapatkan jawaban, tetapi lemah dalam memahami persoalan.Sementara itu, terkait kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagaimana diatur dalam Permenkomdigi No. 9 Tahun 2026. Pemerintah akan melakukan penertiban akun anak-anak pada berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (Twitter), Bigo Live, hingga Roblox, yang akan mulai dilakukan secara bertahap pada 28 Maret 2026.Langkah ini sejalan dengan tren kebijakan global. Beberapa negara seperti Prancis, Australia, dan Amerika Serikat mulai memperketat akses media sosial bagi anak-anak demi melindungi kesehatan mental dan keamanan digital mereka.Data UNICEF menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen anak usia sekolah saat ini telah terpapar internet sejak usia dini. Sementara itu, riset Common Sense Media mencatat rata-rata anak usia 8–12 tahun menghabiskan waktu sekitar 5 jam per hari di depan layar digital.Menurut Politisi Fraksi Partai Golkar itu, larangan penggunaan media sosial bagi anak usia dini bertujuan untuk melindungi generasi emas dari ancaman digital.  “Paparan digital yang terlalu dini dapat berdampak pada kesehatan mental, pola tidur, kemampuan konsentrasi, bahkan relasi sosial anak. Karena itu negara perlu hadir untuk memastikan ruang digital tetap aman bagi mereka,” kata Atalia. Menurut Atalia, regulasi saja tidak cukup tanpa dukungan dari keluarga dan lembaga pendidikan. Orang tua dan guru tetap memegang peran utama dalam mendampingi anak-anak menghadapi dunia digital.Ia menegaskan bahwa pendidikan literasi digital harus diperkuat sejak dini agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak ketika mereka sudah cukup umur.“Tujuan dari kebijakan ini bukan melarang teknologi, tetapi memastikan anak-anak kita siap secara mental, intelektual, dan sosial sebelum benar-benar terjun ke dunia digital yang kompleks,” ujarnya.Sebagai langkah lanjutan, Atalia mendorong beberapa strategi agar kebijakan ini berjalan efektif, yaitu dengan penguatan literasi digital nasional bagi orang tua, guru, dan siswa agar mampu memahami risiko dan manfaat teknologi. Selain itu, juga perlu ada pengembangan kurikulum AI yang bertahap, sehingga pelajar dapat mengenal teknologi kecerdasan buatan secara edukatif dan bertanggung jawab pada usia yang tepat. Menurut wakil rakyat dari Dapil Jabar 1 itu upaya lain yang perlu dilakukan adalah pemerintah perlu menyediakan platform edukasi digital ramah anak yang mendukung pembelajaran kreatif tanpa mendorong ketergantungan teknologi.Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan platform digital untuk memastikan keamanan data serta perlindungan anak di ruang digital.Atalia juga menekankan bahwa Indonesia harus mampu memanfaatkan teknologi AI untuk kemajuan pendidikan, tetapi tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan perlindungan anak.“Teknologi harus memperkuat kecerdasan manusia, bukan menggantikannya. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter, bukan sekadar generasi yang bergantung pada teknologi,” tutup Atalia.

16 Maret 2026

Garuda Calling, Pendaftaran Kids Escort di FIFA Series 2026 Dibuka - Ini Syaratnya

LensaDaily - Rangkaian FIFA Series 2026 turut memberikan kesempatan bagi putra-putri Indonesia untuk merasakan pengalaman berada di lapangan bersama pemain Timnas Indonesia kembali hadir. Pada edisi kali ini, program pendamping Garuda menjadi bagian dari rangkaian FIFA Series 2026, yang akan berlangsung pada 27 dan 30 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.Program ini ditujukan bagi putra-putri Indonesia berusia 5 hingga 10 tahun. Selain batasan usia, panitia pelaksana juga menetapkan tinggi badan maksimal 130 sentimeter. Peserta yang terpilih nantinya akan menjalankan peran sebagai Kids Escort dalam dua pertandingan, sekaligus hadir langsung di stadion sesuai jadwal kegiatan.Pendaftaran berlangsung hingga 8 Maret 2026, dengan proses registrasi yang dapat dilakukan oleh orangtua atau wali melalui tautan s.id/pendampinggarudafifaseries2026.Dalam proses seleksi, peserta diminta mengunggah video berdurasi maksimal dua menit. Video diawali dengan perkenalan singkat yang mencakup nama, usia, dan domisili. Pada bagian inti, peserta dapat menampilkan cuplikan aktivitas bermain sepak bola beserta prestasi secara ringkas atau menunjukkan talenta unik selama 30-60 detik. Peserta juga dapat menceritakan alasan menyukai sepak bola, termasuk pemain favorit Timnas Indonesia atau momen berkesan saat menyaksikan pertandingan.Konten ditutup dengan penyampaian harapan untuk Timnas Indonesia dan seluruh isi video harus diunggah ke Instagram dengan akun terbuka untuk publik. Jangan lupa, caption wajib memuat nama lengkap anak, usia, domisili, serta ringkasan isi video. Pastikan juga peserta menyertakan tagar #PendampingGaruda dan menandai akun @timnasindonesia serta @kitagaruda.Sebagai informasi, program ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Kehadiran pendamping Garuda diharapkan menjadi ruang interaksi positif antara sepak bola nasional dan generasi muda, sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak.Adapun rangkaian FIFA Series 2026 di Indonesia akan berlangsung selama dua hari pertandingan. Pada Jumat, 27 Maret 2026, laga Indonesia melawan Saint Kitts dan Nevis digelar pukul 20.00 WIB, didahului pertandingan Bulgaria versus Kepulauan Solomon pukul 15.30 WIB. Sementara pada Senin, 30 Maret 2026, perebutan tempat ketiga dijadwalkan pukul 15.30 WIB, sebelum final yang berlangsung pukul 20.00 WIB.Dengan dibukanya pendaftaran ini, orangtua yang berminat dapat segera mempersiapkan materi video putra-putrinya sesuai ketentuan yang berlaku.

25 Februari 2026

BNPT Telusuri Perekrutan Jaringan Terorisme dari Game Online

LensaDaily - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menindaklanjuti perekrutan jaringan terorisme melalui permainan daring atau game online. Hal ini menelusuri adanya tren radikalisasi yang semakin masif melalui platform digital dan permainan daring.“Kami mencatat adanya pola di mana beberapa jaringan terorisme di Indonesia merekrut anak-anak muda lewat media sosial, termasuk game online dan telah kami tindaklanjuti” ujar Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono, Jumat 14 November 2025.Ia mengungkapkan BNPT memiliki program Duta Damai yang melibatkan generasi muda untuk mengisi ruang digital dengan narasi perdamaian dalam memperkuat strategi kontra radikalisasi.Selaras dengan Kepala BNPT RI, Chairman of the International Steering Board of Hedayah Ali Rashid Alnuaimi juga menyoroti evolusi ancaman tersebut dan menjelaskan penyebab kerentanan anak."Masalah terorisme adalah masalah global, ancaman global. Kelompok - kelompok ideologi kekerasan dulu merekrut dengan berkomunikasi langsung atau ber-media sosial, sekarang kelompok teroris merekrut kombatan dengan game online” ujar Chairman Ali.Menurutnya, anak-anak lebih mudah direkrut melalui permainan daring karena mereka hanya berpikir bahwa sedang bermain, padahal ada agenda tersendiri yang disiapkan berbagai kelompok penganut ideologi kekerasan.Untuk itu, Chairman Ali turut menegaskan kembali peran BNPT RI sebagai garda terdepan keamanan Indonesia, karena tidak akan ada pariwisata, pertumbuhan ekonomi, serta keamanan, apabila ada ancaman.

14 November 2025

Presiden Prabowo Peran dan Tanggungjawab Generasi Muda dalam Kehidupan Berbangsa

LensaDaily - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan agar generasi muda mampu mengenali posisi dan tanggung jawabnya dengan baik yang disampaikan pada orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Sarjana dan Magister Tahun Ajaran 2025/2026, serta Wisuda Sarjana sekaligus Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Tahun 2025.Mengawali orasinya, Presiden memberikan penghargaan atas kepemimpinan Rektor UKRI, Sufmi Dasco Ahmad yang dinilai berhasil mengembangkan universitas secara berkelanjutan. â€śKarena itu harus saya memberi penghargaan kepada kepemimpinan Profesor Sufmi Dasco Ahmad, beliau berhasil memimpin pengembangan universitas ini dengan baik,” kata Presiden di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu 18 Oktober 2025.Dalam orasinya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat tiga peran utama yang menentukan jalannya kegiatan dan organisasi, yakni pemimpin, pengikut, dan mereka yang belum memahami perannya. Kepala Negara mengingatkan agar generasi muda mampu mengenali posisi dan tanggung jawabnya dengan baik.“Saudara harus berani jadi pemimpin yang baik atau pengikut yang baik. Tapi jangan tidak mengerti peran saudara dan kadang-kadang peran itu berbeda pada saat yang beda. Ada saatnya menjadi pemimpin, ada saatnya pemimpin itu menjadi pengikut yang setia. Jadi setiap kegiatan manusia itu keberhasilan dan kegagalan ditentukan juga oleh pemimpin,” ucapnya. Presiden kemudian menjelaskan bahwa kunci dari kepemimpinan yang efektif dan mampu mengatasi kesulitan masyarakat terletak pada empat prinsip dasar. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi yang harus dipegang teguh oleh setiap pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.“Yang utama adalah menggunakan akal sehat, itu yang pertama. Kedua, bertindak atas perhitungan yang teliti. Ketiga, perhitungan yang teliti harus didasarkan atas kebenaran. Kalau ini ditaati, tinggal yang terakhir adalah kepribadian akhlak,” ujar Presiden. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan capaian pemerintahannya selama hampir satu tahun memimpin Republik Indonesia sejak dilantik pada 20 Oktober tahun lalu.“Saya berani berdiri di hadapan seluruh rakyat Indonesia dengan percaya diri karena kita telah buktikan kepada seluruh bangsa dan seluruh dunia bahwa kita dapat menghasilkan apa yang kita janjikan kepada rakyat,” katanya.Kepada para wisudawan/wisudawati UKRI, Presiden berpesan agar mereka tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian akademik yang telah diraih. Kepala Negara mengingatkan bahwa setiap kesulitan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang akan memperkuat kemampuan generasi muda dalam menghadapi masa depan.“Perjalanan perjuangan hidupmu baru mulai, baru mulai. Tadi saya senang pemberi pidato menyampaikan bahwa kalian sebagai anak muda harus berani menatap masa depan dengan tantangannya bahwa hidup tidak gampang, hidup penuh perjuangan, penuh tantangan, penuh kesulitan,” pesannya.

19 Oktober 2025

Mahasiswa MMTC Gelar GameTech Expo, Menkomdigi Dorong Industri Gim Lokal Tumbuh

LensaDaily - Kementerian Komdigi terus mendukung ekosistem gim nasional melalui program Indonesian Game Developer Exchange (IGDX) yang menjadi wadah kolaborasi antara pengembang lokal, industri, dan pasar global. Hal ini ditunjukkan dengan apresiasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Indonesia bisa menjadi penggerak utama industri gim lokal.Melalui GameTech Exhibition yang mereka selenggarakan, berbagai karya gim, animasi, dan produk hiburan digital dipamerkan untuk memperlihatkan potensi generasi muda dalam membangun ekosistem gim tanah air.Pameran ini menjadi ruang pembuktian bahwa mahasiswa tak hanya berkarya untuk kampus, tetapi juga mampu menoreh prestasi internasional. Beberapa gim karya mahasiswa MMTC, seperti animasi Jumbo dan Ikan Mas, telah mendapatkan apresiasi publik ASEAN dan dunia.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang hadir dalam kegiatan ini menilai kreativitas mahasiswa sebagai modal penting bagi transformasi digital Indonesia.“Gim di Indonesia ini adalah sesuatu yang kita lihat punya potensi untuk dikembangkan menjadi prioritas utama,” ujar Meutya saat meninjau pameran, Sabtu 20 September 2025.Ia mengapresiasi langsung karya mahasiswa yang dinilainya penuh daya saing.“Saya bangga sekali karena karya-karyanya luar biasa. Saya sempat coba beberapa gim, seru banget. Dan kita harus bangga serta confident, yakin, bahwa industri gim di tanah air insya Allah akan tumbuh terus,” kata Meutya.Mahasiswa MMTC juga berhasil menghadirkan gim yang sarat nilai budaya lokal. Salah satunya animasi Ikan Mas, yang mengangkat cerita Bali tentang kekeluargaan dan kearifan tradisi.Bagi Meutya, karya ini membuktikan bahwa gim bukan hanya hiburan, tetapi juga wahana pelestarian budaya.“Kita harus kuatkan industri gim tanah air supaya tidak hanya jadi konsumen produk asing. Justru lewat karya mahasiswa seperti ini, budaya Indonesia bisa mendunia,” ujar Meutya.Dengan semangat mahasiswa yang berani berinovasi, GameTech Exhibition menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia siap mendorong gim lokal ke panggung dunia.

21 September 2025