icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: hoax


Manajemen PSMS Bantah Gelar Seleksi, Kiper Muda Asal Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja

LensaDaily - Manajemen PSMS Medan membantah kiper muda asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah (18), mengikuti seleksi masuk skuad Ayam Kinantan untuk kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Rizki Nur Fadhilah kini dikabarkan berada di Kamboja dan menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, membantah keras pihaknya tidak pernah membuka seleksi pemain yang disebut-sebut sebagai pintu masuk modus penipuan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Fendi menegaskan bahwa informasi mengenai seleksi yang beredar di media sosial adalah tidak benar."Saya pastikan PSMS tidak pernah membuka seleksi pemain. Kabar yang beredar di media sosial bahwa kita membuka seleksi adalah HOAX," tegas Fendi, mencoba meluruskan narasi yang menyeret nama klubnya, Rabu 19 November 2025.Disamping membantah keterlibatan, Fendi menyampaikan rasa prihatin, keresahan dan kesedihan yang mendalam yang turut dirasakan jajaran manajemen PSMS.“Kami pun berharap oknum yang mengatasnamakan psms medan tersebut dapat segera tertangkap dan mengungkapkan fakta yang sebenar2nya sehingga Rizki dapat segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan sehat," harapnya."Kami turut  prihatin atas musibah yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. Semoga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya seperti sedia kala," ujarnya.Kisah pilu Rizki berawal dari sebuah tawaran yang menggiurkan di media sosial. Menurut keterangan keluarga (disadur dari berbagai sumber), Rizki dihubungi oleh seorang kenalan di Facebook yang mengaku sebagai perwakilan manajemen klub Medan.Awal mulanya, pelaku menyebutkan ada kontrak main bola di Medan selama satu tahun. Tanggal 26 Oktober dia berangkat, dijemput pakai travel, terus dibawa ke Jakarta. Dari Jakarta ke Medan pakai pesawat.Namun, mimpi indah itu berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih menjalani seleksi di Medan, Rizki justru dibawa secara paksa ke Malaysia, dan akhirnya sampai di Kamboja.

19 November 2025

Prajurit TNI Dituduh Provokator Unjuk Rasa, Mabes TNI Ungkap Fakta dan Tegaskan Ini

LensaDaily - Mabes TNI klarifikasi sejumlah berita dan konten hoax yang menuding prajurit TNI sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa. Klarifikasi ini menjawab sejumlah berita dan informasi saat aksi unjuk rasa yang dengan cepat menyebar di berbagai kanal media sosial dan memunculkan persepsi negatif di masyarakat.Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat 5 September 2025. Berita framing menyesatkan yang menyebut personel Bais TNI ditangkap saat aksi unjuk rasa di Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025, menjadi salah satu isu hoax yang sengaja digoreng untuk menyudutkan institusi TNI.Selain itu, turut beredar video viral Pratu Handika Novaldo, prajurit TNI yang diamankan Brimob Polda Sumsel saat kerusuhan di DPRD Sumsel (31/8/2025), kabar bohong pria di Sumut yang mengaku sebagai anggota TNI dan dituding provokator demo, pemberitaan palsu di Ternate mengenai pemuda yang ditangkap dengan tuduhan sebagai prajurit TNI penghasut kerusuhan, hingga video seorang pria yang mengaku diperintah anak anggota TNI untuk menyerang Markas Brimob Cikeas.Menanggapi berbagai isu itu, Kapuspen TNI dengan tegas menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut hanyalah kabar bohong yang digiring dengan narasi menyesatkan, sehingga perlu diluruskan kepada publik. “Karena berkaitan dengan beredarnya foto, video maupun konten-konten yang bernarasi negatif, kemudian framing-framing yang menyesatkan, yang sebenarnya sudah saya sampaikan 5 hari yang lalu, bahwa itu hoax, tidak benar,” tegasnya.Kapuspen TNI juga menekankan bahwa TNI sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk meredam potensi dampak buruk dari hoax tersebut. Menurutnya, isu semacam ini sengaja digiring untuk memecah belah soliditas aparat maupun relasi dengan masyarakat.“Sejak bergulirnya kejadian-kejadian ini, TNI intens melakukan koordinasi terkait dengan permasalahan ini. Ini penting karena seperti saya sampaikan tadi bahwa potensi untuk membentur-benturkan antara TNI-Polri kemudian aparat dengan masyarakat itu begitu besar, dan itu otomatis akan memecah-belah persatuan-kesatuan bangsa,” ungkap Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.Menutup keterangannya, Kapuspen TNI memastikan hubungan TNI-Polri tetap solid dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional. “Jadi, saya perlu sampaikan di sini bahwa sampai dengan saat ini, TNI-Polri itu solid dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, serta akan terus bersinergi untuk menciptakan rasa aman tertib dan kondusif,” pungkasnya.

06 September 2025