LensaDaily - Penanganan kasus migas sepanjang Januari-Juni 2026 yang ditangani Polri telah menyelamatkan kerugian keuangan negara senilai Rp756 miliar. Penindakan ini dilakukan terhadap 464 kasus pidana pada sektor energi.Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan dari ratusan kasus itu, ujar Kapolri, Polri telah menetapkan 594 tersangka. Polri juga turut menyita berbagai barang bukti seperti 669.000 liter solar, 80.000 liter pertalite, hingga 30.000 unit LPG berbagai ukuran."Dengan estimasi penyelamatan kerugian keuangan negara lebih dari Rp756 miliar," ujar Kapolri di HUT Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor, Rabu 1 Juli 2026.Dijelaskan Kapolri, kasus yang menonjol sepanjang enam bulan awal pada 2026 itu berkaitan dengan penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter bio solar bersubsidi. Dari kasus tersebut, Polri telah menyita barang bukti berupa satu kapal tanker, dua kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB) dan tujuh truk transporter."Salah satu kasus menonjol yang berhasil kami ungkap yaitu penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter bio solar bersubsidi dengan barang bukti berupa 1 kapal tanker, 2 unit kapal SPOB, dan 7 truk transporter," ungkapnya.***
4 jam yang laluTag: HUTbhayangkara
LensaDaily - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung berbagai agenda strategis nasional. Hal ini ditegaskan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu 1 Juli 2026.“Polri hadir untuk rakyat. Polri bekerja untuk rakyat. Polri harus melindungi rakyat. Polri mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden.Presiden Prabowo menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini berada pada momentum transformasi besar di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian. Transformasi tersebut dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara modern, makmur, dan berkeadilan.“Kita sedang melakukan transformasi ekonomi, transformasi birokrasi, transformasi pendidikan, transformasi pangan, transformasi energi. Transformasi kita adalah agar Indonesia menjadi negara yang modern, negara yang makmur dalam keadilan. Negara yang berdiri di atas kedaulatan rakyat,” ucap Presiden.Kepala Negara menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan nasional. Oleh karena itu, Presiden menyebut peran Polri sangat strategis dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi, kepastian hukum, serta kesejahteraan masyarakat.“Tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat. Karena itu peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan,” tegas Presiden.Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan penghargaan kepada seluruh anggota Polri yang terus menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurut Presiden, Polri bersama institusi pemerintah lainnya terus bertransformasi dan memperbaiki diri untuk membangun kepolisian yang semakin dipercaya rakyat.“Saya juga melihat sendiri bagaimana Polri beserta institusi-institusi pemerintah Republik Indonesia lainnya terus bertransformasi, terus memperbaiki diri, terus bekerja keras membangun kepolisian yang unggul, yang didambakan oleh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.Presiden Prabowo menyebut Polri memiliki karakter yang khas karena lahir dari sejarah perjuangan kemerdekaan. Oleh karena itu, Polri diharapkan selalu berada di tengah masyarakat dan hadir dalam berbagai persoalan rakyat.“Dalam perang kemerdekaan kita, kepolisian ikut aktif, ikut dalam pertempuran. Karena itu, Kepolisian Republik Indonesia memiliki sifat selalu di tengah-tengah rakyat, dan harus selalu membela rakyat, merasakan penderitaan rakyat,” kata Presiden.Dalam amanatnya, Presiden turut mengapresiasi keterlibatan Polri dalam berbagai program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, penanganan bencana, menjaga stabilitas harga, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Polri hadir di desa-desa, polri hadir di perbatasan. Saya melihat sendiri bagaimana program ketahanan pangan Polri sangat membantu ketahanan pangan nasional, khususnya di bidang produksi jagung. Saya melihat sendiri, Polri membangun gudang-gudang pangan yang sangat dibutuhkan,” pungkas Presiden.Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan dicintai rakyat, sekaligus memperkokoh sinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional dan mengawal terwujudnya Indonesia Maju.***
13 jam yang lalu


