LensaDaily - Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial LCS yang masuk dalam daftar buronan internasional (Red Notice) Interpol ditangkap tim gabungan Polri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu 3 Mei 2026. LCS termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.LCS sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan online lintas negara yang melibatkan jaringan internasional yang beroperasi di Kamboja. Kasus ini tercatat memiliki sedikitnya 23 Laporan Polisi (LP) dari berbagai wilayah di Indonesia.Seluruh laporan tersebut kini telah ditarik dan ditangani terpusat oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri guna mempermudah proses penyidikan serta pemberkasan perkara.Berdasarkan hasil penyidikan, LCS diduga berperan sebagai operator dalam menjalankan aksi penipuan online dengan menggunakan platform bernama “abbishopee”.Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas kejahatan siber lintas negara.“Penangkapan terhadap tersangka LCS ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi lintas negara serta bentuk keseriusan kami dalam menindak pelaku kejahatan siber, khususnya penipuan online yang merugikan masyarakat luas,” ujar Himawan mengutip keterangannya, Selasa 5 Mei 2026.Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan internasional yang terlibat, serta menelusuri aliran dana hasil kejahatan guna pemulihan kerugian para korban,” lanjutnya.Saat ini, tersangka LCS telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Bareskrim Polri.Sebelumnya, Dittipidsiber Bareskrim Polri juga telah menangkap tiga tersangka lain yang terkait dengan jaringan LCS. Ketiganya telah diproses hukum hingga memperoleh putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
05 Mei 2026Tag: kamboja
LensaDaily - Timnas Putri Indonesia memastikan langkah ke semifinal SEA Games 2025 meski sempat memulai turnamen dengan hasil kurang memuaskan, yang kalah telak pada laga perdana atas tuan rumah Thailand dengan skor 8-0. Babak semifinal, Timnas Putri Indonesia menunggu juara Grup B.Langkah awal Timnas Putri Indonesia keok 0-8 dari tuan rumah Thailand pada laga perdana di Stadion Chonburi, 4 Desember 2025. Namun Garuda Pertiwi mampu bangkit pada pertandingan kedua dengan kemenangan 3-1 atas Singapura, 7 Desember 2025.Kepastian lolos ke empat besar datang setelah Singapura kembali takluk 0-2 dari Thailand pada 10 Desember 2025. Hasil tersebut mengunci Indonesia sebagai runner-up Grup A dan memastikan satu tiket ke semifinal.Zahra Muzdalifah, bek sayap Timnas Putri Indonesia, menegaskan target yang kini dibawa tim jauh lebih tinggi dibanding edisi-edisi terdahulu. Ia menilai SEA Games kali ini menjadi momentum untuk pulang dengan raihan medali.“SEA Games tahun ini terasa berbeda dari edisi sebelumnya. Kalau dulu, jujur saja, target pribadi saya hanya ingin bisa lolos dari fase grup. Namun kali ini targetnya lebih tinggi, saya ingin pulang membawa medali,” ungkapnya, Rabu 10 Desember.Ia mengaku yakin jalan bagi Indonesia meraih medali cukup terbuka, terlebih setelah perubahan format grup yang terjadi usai Kamboja menarik diri, membuat Indonesia hanya berhadapan dengan Thailand dan Singapura.“Saya merasa untuk SEA Games kali ini, entah mengapa, saya yakin Tuhan akan membantu kami. Apalagi dengan situasi grup yang tiba-tiba berubah setelah Kamboja mengundurkan diri. Hal seperti ini mengingatkan saya pada momen di Piala Asia, dan sekarang kami hanya harus menghadapi Thailand serta Singapura,” jelasnya. “Saya tidak ingin menyia-nyiakannya, karena rasanya kesempatan seperti ini selalu datang dan saya harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Minimal targetnya jelas, bawa pulang medali,” tandas pemain berusia 24 tahun tersebut. Selanjutnya, Garuda Pertiwi akan menghadapi juara Grup B pada babak semifinal yang digelar Minggu, 15 Desember 2025 mendatang. Kemungkinan Indonesia akan menghadapi antara Filipina, Malaysia, Vietnam dan Myanmar
11 Desember 2025LensaDaily - Manajemen PSMS Medan membantah kiper muda asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah (18), mengikuti seleksi masuk skuad Ayam Kinantan untuk kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Rizki Nur Fadhilah kini dikabarkan berada di Kamboja dan menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, membantah keras pihaknya tidak pernah membuka seleksi pemain yang disebut-sebut sebagai pintu masuk modus penipuan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Fendi menegaskan bahwa informasi mengenai seleksi yang beredar di media sosial adalah tidak benar."Saya pastikan PSMS tidak pernah membuka seleksi pemain. Kabar yang beredar di media sosial bahwa kita membuka seleksi adalah HOAX," tegas Fendi, mencoba meluruskan narasi yang menyeret nama klubnya, Rabu 19 November 2025.Disamping membantah keterlibatan, Fendi menyampaikan rasa prihatin, keresahan dan kesedihan yang mendalam yang turut dirasakan jajaran manajemen PSMS.“Kami pun berharap oknum yang mengatasnamakan psms medan tersebut dapat segera tertangkap dan mengungkapkan fakta yang sebenar2nya sehingga Rizki dapat segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan sehat," harapnya."Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. Semoga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya seperti sedia kala," ujarnya.Kisah pilu Rizki berawal dari sebuah tawaran yang menggiurkan di media sosial. Menurut keterangan keluarga (disadur dari berbagai sumber), Rizki dihubungi oleh seorang kenalan di Facebook yang mengaku sebagai perwakilan manajemen klub Medan.Awal mulanya, pelaku menyebutkan ada kontrak main bola di Medan selama satu tahun. Tanggal 26 Oktober dia berangkat, dijemput pakai travel, terus dibawa ke Jakarta. Dari Jakarta ke Medan pakai pesawat.Namun, mimpi indah itu berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih menjalani seleksi di Medan, Rizki justru dibawa secara paksa ke Malaysia, dan akhirnya sampai di Kamboja.
19 November 2025LensaDaily - Indra Sjafri kembali menukangi Timnas Indonesia U-23, yang ditunjuk PSSI membawa skuad Garuda Muda untuk berlaga di SEA Games 2025 Desember mendatang yang digelar di Thailand. Ajang yang sama, SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja, Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas.Hal ini diumumkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali yang didampingi Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Jakarta pada Senin 29 September 2025."PSSI sudah siap menjadi bagian dari kontingen Indonesia cabor sepak bola yang akan berlaga di SEA Games 2025. Akhirnya diputuskan yang akan memimpin timnas Indonesia di SEA Games 2025 adalah pelatih kepala, Indra Sjafri," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, mengutip pssi.org, Selasa 30 September 2025.Amali menambahkan bahwa salah satu dasar penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja."Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan timnas di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, nuansa dan atmosfernya. Dan publik sangat berharap betul, tentang kembalinya medali emas SEA Games," tambahnya.Sementara itu, Indra Sjafri menyambut dengan semangat soal penunjukkan ini. Dia mengakusiap menjawab penunjukkan ini dengan sebuah prestasi untuk Timnas U-23.“Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan yang maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentu kami membangun rangka pertama,” kata Indra Sjafri.“Kemarin siang saya membaca semua regulasi tentang SEA Games, handbook SEA Games. Bahwasanya nanti mulai dari jumlah pemain seperti yang sampaikan tadi, dan sistem kompetisinya dan juga kapan kami harus datang ke sana.”“Terus respons kami setelah diumumkan ini adalah berdiskusi dengan kesekjenan PSSI nanti untuk menutup team behind the team para asisten pelatih dan ofisial yang nanti akan membantu kami dan Insya Allah nanti dalam waktu dekat kami akan umumkan siapa-siapa saja yang akan kami rekrut untuk membantu kami.”Rencananya pada pekan ini juga, timnas U-23 sudah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.
30 September 2025LensaDaily - Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim sebagai sosok dibalik gencatan senjata konflik antara Thailand - Kamboja. Hal tersebut Prabowo sampaikan langsung kepada Anwar Ibrahim saat kunjungan ke Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 Juli 2025.Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan peran ASEAN hingga kerja sama bilateral. Presiden Prabowo mengawali pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kepemimpinan PM Anwar dalam memimpin ASEAN, khususnya keberhasilan Malaysia dalam melakukan mediasi terhadap konflik di kawasan.“Pertama saya ingin mengucapkan selamat, tahniah atas kepemimpinan leadership daripada Dato’ Seri memimpin ASEAN. Bapak berhasil dalam mediasi, berhasil mencapai gencatan senjata dalam konflik antara Thailand sama Kamboja. Ini suatu yang patut kita syukuri,” ujar Presiden Prabowo.Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia siap memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil Malaysia sebagai Ketua ASEAN. Menurutnya, capaian tersebut merupakan terobosan penting untuk menjaga stabilitas kawasan.“Terima kasih, kami siap membantu, di manapun, bagaimanapun kami siap Dato’ Seri Anwar Ibrahim sebagai tidak hanya Perdana Menteri Malaysia, tapi sebagai Ketua ASEAN saat ini. Terima kasih ini suatu breakthrough terobosan yang sangat penting. Kita ingin ASEAN selalu menyelesaikan konflik dengan damai, dengan konsultasi, musyawarah, negosiasi,” tegas Presiden Prabowo.PM Anwar Ibrahim pun menyoroti pentingnya kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam menjaga keamanan regional. Menurutnya, stabilitas kawasan adalah tanggung jawab bersama.“Dan sekarang ini dalam memonitoring keamanan ini, negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, dan Filipina, itu akan bertanggungjawab dalam memonitoring peace process ini” ungkap PM Anwar.Selain membahas isu kawasan, kedua pemimpin juga menekankan komitmen untuk melanjutkan penyelesaian berbagai persoalan bilateral, dengan tetap mengedepankan prinsip musyawarah.“Intinya kita ingin menyelesaikan selalu dengan konsultasi, negosiasi, musyawarah. Saya kira itu prinsip kita. Apalagi kita negara, latar belakang sama, budaya, agama, satu rumpun, satu budaya,” tutur Presiden Prabowo.Pertemuan tête-à -tête ini menjadi penegasan komitmen Indonesia dan Malaysia untuk terus menjaga solidaritas, memperkuat peran ASEAN, serta menjadikan musyawarah dan negosiasi sebagai fondasi utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.
29 Juli 2025


