icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: kkb


Terlibat Bunuh 7 Orang, Buronan KKB Pelaku Penembakan Tito Karnavian Ditangkap

LensaDaily - Pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XII Lanny Jaya, di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Pulan Wonda alias Kamenak, buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) paling dicari ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Pulau Wonda terlibat dalam kematian 7 orang, yang sebagian besar aparat juga penembakan Tito Karnavian saat menjabat Kapolda Papua.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026) siang mengatakan, Pulan Wonda alias Kamenak merupakan anggota aktif kelompok bersenjata KKB Kodap XII Lanny Jaya, yang diketahui memiliki mobilitas tinggi dan terlibat dalam berbagai aksi penyerangan terhadap aparat keamanan maupun masyarakat sipil di wilayah Puncak Jaya dan Lanny Jaya.Pelaku diduga diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata, termasuk keterlibatannya dalam penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua saat itu, Jenderal Tito Karnavian, pada 28 November 2012 di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya."Dimana penangkapan dilakukan pada Kamis 2 April 2026, sekitar pukul 12.27 WIT, tim melaksanakan pemantauan di wilayah Kota Mulia Kab. Puncak dan mendeteksi keberadaan pelaku di sebuah bengkel motor," ucap Yusuf, dalam keterangannya.Katanya, Tim kemudian melakukan penyekatan. Saat pelaku melintas menggunakan sepeda motor, yang bersangkutan menabrak kendaraan petugas dan berupaya melarikan diri. Aparat telah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tidak diindahkan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan.Kombes Pol Yusuf menambahkan, sejumlah rekam jejak kejahatan Pulan Wonda alias Kamenak yang di duga kuat terlibat aksi kekerasan diantaranya :1. Tahun 2010 – Kampung Wandenggobak, Distrik Mulia (warga sipil)Korban: Lince Telenggen (luka), Yainal (MD), Ahmad Solehan (MD), Yokilekwo (luka)2. Tahun 2010 – Kampung Lumbuk Tingginambut (aparat Polri)Korban: Bripka Kamarul Huda (luka), Brigadir Adam Anoh (luka), Brigadir Hairudin Hamid (luka)3. Tahun 2010 – Kampung Sanoba (aparat Polda Papua)Korban: Bripda (Anm) Ahmad Mualam (MD), Bripda Yadi Prayitno (luka), Brigadir Dwi Haryono (luka)4. 5 Januari 2012 – Kampung Wuyukwi, Distrik MuliaKontak senjata antara kelompok bersenjata dan aparat5. 28 Januari 2012 – Kampung WandenggobakKorban: Briptu (Anm) Sukarno (MD)6. 27 November 2012 – Mapolsek Pirime, Kab. Lanny JayaKorban: Ipda (Anm) Rolfi Takubessy (Kapolsek) (MD), Brigpol (Anm) Jefry Rumkorem (MD), Briptu (Anm) Daniel Makuker (MD)Keterangan: Perampasan senjata api dan pembakaran kantor7. 28 November 2012 – Desa Nambume, Distrik Pirime, Kab. Lanny JayaTarget: Rombongan Kapolda Papua saat itu, Jenderal Tito Karnavian8. 3 Desember 2012 – Tiom, Kab. Lanny Jaya (warga sipil)Korban: Ferdy Turuallo (MD)9. Tahun 2014 – Distrik Pirime (aparat TNI/Polri)Korban: Anggota TNI (luka), Brigpol Rusdi (luka tembak pinggang)"Pelaku dijerat dengan tindak Pidana Pembunuhan, Pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang dan Tindak Pidana Pembakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana; dan Pasal 479 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 308 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun," tambahnya.Aparat masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jaringan kelompok pelaku.Seiring dengan hal tersebut, dikuatkan oleh pernyataan salah tokoh masyarakat yang menegaskan bahwa Pulan Wonda diketahui merupakan bagian dari kelompok KKB. Ia menjelaskan bahwa selama ini yang bersangkutan tinggal di wilayah Mulia dan keberadaannya telah diketahui oleh masyarakat setempat."Dia memang benar anggota OPM, dan punya keluarga itu sampai 5 tahun masyarakat sama-sama. Tapi saat ini, untuk dia punya anak, pihak orang tua mau bawa," ucapnya.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan penegakan hukum ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. Kami memastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.“Kami juga terus mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terlibat dalam jaringan kekerasan. Keamanan yang kondusif hanya dapat terwujud melalui kerja sama semua pihak,” ungkap Kaops Damai Cartenz.Tindakan tegas dilakukan secara terukur, dan penanganan medis terhadap pelaku tetap menjadi prioritas. Saat ini, Pulan Wonda tengah menjalani perawatan medis dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Papua yang aman dan damai.

04 April 2026

Jaringan Pemasok Senjata Api dan Amunisi ke KKB di Yalimo dan Yahukimo Ditangkap

LensaDaily - Jaringan pemasok senjata api dan amunisi yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo diungkap Satgas Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua. Pengungkapan tersebut, 8 orang diamankan beserta sejumlah barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, magazen, serta beberapa barang lain yang berkaitan dengan aktivitas para pelaku.Dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ini merupakan hasil penyelidikan intensif aparat keamanan terhadap peredaran senjata api ilegal yang diduga akan disalurkan kepada kelompok bersenjata di wilayah Pegunungan Papua. Dari delapan orang yang diamankan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026.Kelima tersangka tersebut yakni SP (38) yang berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi. Kemudian OB (22) alias Bakuru yang diketahui sebagai penyumbang dana untuk pembelian senjata rakitan dan amunisi dengan nilai sekitar Rp122 juta rupiah.Selain itu, YP (35) berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sekitar Rp13 juta rupiah. Sementara M-K-M (39) berperan sebagai turut serta membantu mengantarkan dan mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan, dan DK (35) bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.Adapun tiga orang lainnya yang sebelumnya diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi karena perannya masih didalami oleh penyidik.Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen senjata, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi tersebut diduga akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo guna memperkuat persenjataan mereka.Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengutus beberapa orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan atau pihak yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi. Dana kemudian dikumpulkan secara bersama-sama untuk membeli persenjataan yang nantinya akan dibawa kembali ke wilayah operasi kelompok tersebut.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke wilayah Papua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata,” ujar Kombes Pol. Yusuf kepada Wartawan, Sabtu 14 Maret 2026.Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat membahayakan keamanan.“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan senjata api dan amunisi karena hal tersebut dapat berdampak serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Brigjen Pol. Faizal.Di sisi lain, Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat keamanan dalam mencegah peredaran senjata ilegal.“Kami juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata ilegal,” ujar Kombes Pol. Adarma.Saat ini, tim Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Aparat juga tengah memburu pihak lain yang diduga sebagai penyedia atau pemasok senjata, salah satu orang yang sudah diketahui identitasnya diduga memiliki peran penting dalam jaringan tersebut.

15 Maret 2026

Satgas Damai Cartenz Amankan 28 Orang di Yahukimo, 9 Pentolan KKB Tersangka

LensaDaily - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan total 28 orang dalam rangkaian operasi penegakan hukum yang ditingkatkan di Kabupaten Yahukimo dalam rentang waktu 10 hingga 21 Februari 2026. Penindakan ini dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil patroli dan identifikasi lapangan.“Sejak tanggal 10 sampai 21 Februari, sampai dengan hari ini, kita telah berhasil mengamankan sejumlah 28 orang,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, 21 Februari 2026.Ia merinci, pada 10 Februari pukul 07.30 WIT diamankan dua orang. Kemudian pada 15 Februari pukul 22.20 WIT kembali dua orang diamankan. Pada 16 Februari pukul 07.30 WIT, dua orang kembali ditangkap.“Selanjutnya pada Jumat, 20 Februari pukul 07.30 kami mengamankan delapan orang. Masih di hari yang sama, pukul 11.00 dua orang diamankan, dan pukul 13.25 satu orang kembali kami amankan,” jelasnya.“Dan pada hari ini, pukul 07.00 pagi, kami berhasil mengamankan 11 orang. Jadi total keseluruhan 28 orang telah berhasil kita amankan,” tambahnya.Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses penyelidikan dan investigasi.“Dari 28 orang tersebut, sembilan orang telah kita tetapkan sebagai tersangka melalui proses penyelidikan, mitigasi, dan investigasi di lapangan,” tegas Kombes Yusuf.Dua tersangka, Atius Sobolim dan Elipianus Esema, terkait kasus pembakaran Ruko Blok B pada 14 Februari 2026. Tiga tersangka lainnya, Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.Selain itu, penyidik juga mengungkap keterlibatan Homi Heluka alias Serius Kobak dalam beberapa kasus seperti penembakan anggota Brimob tahun 2022, pembakaran mobil Satbinmas tahun 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti dan pengrusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.Simak Kipka alias Aibon Kipka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada tanggal 12 Februari 2026.Sementara itu, Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026 yang sempat viral karena rekaman CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025.“Untuk yang lainnya masih kita dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum sempat kita data,” ujar Kasatgas Humas.Dari penggerebekan di enam lokasi, aparat mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang tertentu, serta telepon genggam. Senjata api belum ditemukan.“Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda Papua,” jelasnya.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas kelompok bersenjata tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025.“Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo,” tegasnya.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa sembilan tersangka yang telah ditetapkan merupakan bagian dari jaringan KKB.“Upaya pencegahan kami lakukan dengan menambah jumlah pasukan dari Satgas Damai Cartenz dan Sat Brimob Polda Papua, serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan. Patroli dilakukan terus-menerus,” ujarnya.Satgas Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan di Kabupaten Yahukimo melalui patroli intensif dan penegakan hukum yang terukur guna menjaga stabilitas wilayah dan melindungi masyarakat.

22 Februari 2026

KKB Penembakan Pesawat Smart Air Tewaskan Pilot dan Co-pilot Teridentifikasi

LensaDaily - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pelaku penembakan Smart Air yang menewaskan pilot dan co-pilot pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu 11 Februari 2026 diidentifikasi Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan awak pesawat Smart Air pada 11 Februari 2026, dua orang telah diidentifikasi.Peristiwa penembakan Smart Air ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo.“Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Senin 16 Februari 2026.Ia menerangkan, untuk jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi. Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, pun menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” ujarnya.Dalam dua hari terakhir, ujarnya, aparat telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.Ditambahkan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Kombes Pol. Adarma.Ia juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi orientasi utama setiap tindakan di lapangan. Operasi ini mengedepankan perlindungan masyarakat.“Setiap langkah dilakukan secara terukur dan profesional, sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi,” jelasnya.

16 Februari 2026

KKB Tembak Pesawat Smart Air, Pilot dan Co-pilot Tewas

LensaDaily - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menembak Pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR sesaat mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu 11 Februari 2026. Kejadian tersebut menewaskan pilot dan co-pilot, sedangkan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menerangkan bahwa letak geografis memang menjadi salah satu tantangan untuk menjangkau lokasi kejadian.“Polda Papua dan pers Ops Damai Cartenz 2026 sedang Konsolidasi untuk merespon peristiwa tersebut. Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” jelas Kadiv Humas, Rabu 11 Februari 2026.Irjen Pol. Jhony menerangkan, dari peristiwa penembakan ini terdapat dua korban jiwa yang merupakan pilot pesawat. Sedangkan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.“Informasi lapangan, kedua pilot meninggal dunia. Sedangkan, semua penumpang dalam keadaan selamat, 13 penumpang termasuk 1 balita,” ujar Kadiv Humas.Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyatakan pesawat Smart Air lepas landas dari Tanah Merah pukul 10.35 WIT dan mendarat sekitar pukul 11.05 WIT. Kemudian, tembakan dari orang tak dikenal (OTK) tiba-tiba datang dari arah hutan hingga membuat langsung kacau.Pilot, co-pilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri. Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan.Informasi adanya korban jiwa kemudian diperkuat oleh video yang beredar dari lokasi kejadian. Koordinasi cepat dilakukan antara pihak bandara, TNI, dan Polri untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area.Sore ini, pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Sementara itu, besok pagi tambahan pasukan yang dipimpin langsung Kaops Damai Cartenz akan menyusul guna memperkuat proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama.“Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum,” jelas Brigjen Pol. Faizal, Rabu 11 Februari 2026.Ia memastikan, kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat di wilayah terpencil yang bergantung pada transportasi udara. Senada dengan itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga menyampaikan bahwa pengamanan jalur penerbangan sipil di pedalaman akan diperketat.“Pesawat perintis adalah urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Papua. Kami tidak akan membiarkan aksi teror seperti ini mengganggu akses logistik, kesehatan, dan mobilitas warga. Langkah penindakan dan pengejaran pelaku sedang berjalan,” ujarnya.Peristiwa ini menjadi pengingat betapa vital dan rentannya transportasi udara di wilayah pedalaman Papua. Di tengah duka yang mendalam, aparat keamanan kini berpacu dengan waktu dan bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar langit Papua kembali aman dilintasi.

11 Februari 2026