icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: lebanon


3 Prajurit UNIFIL Gugur, Indonesia Dorong PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia

LensaDaily - Pemerintah Indonesia mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah penugasan, khususnya dalam misi UNIFIL di Lebanon. Dorongan ini usai gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.Ketiga personel tersebut yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. â€śKita semua mengucapkan dukacita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Berharap dan berdoa semoga para kusuma bangsa ini arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Mahakuasa, dan keluarganya diberi kesehatan, kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam keterangannya mengutip setneg.go.id Senin 6 April 2026.Selain tiga personel gugur, Menlu juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga personel lainnya yang mengalami luka-luka.“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” ucapnya. Atas insiden tersebut, pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York telah mengambil langkah diplomatik dengan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggelar rapat. Menurut Menlu, permintaan tersebut telah disetujui oleh Prancis selaku penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB.“Rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL. Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” jelasnya.Dalam keterangannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Menlu pun menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi para personel penjaga perdamaian. â€śThey are peacekeeping, not peacemaking. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peacemaking. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga, dan ini juga merupakan mandat dari PBB peacekeeping ini,” kata Menlu.  Lebih lanjut, Indonesia mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah penugasan, khususnya dalam misi UNIFIL di Lebanon. â€śKita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi, agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka,” tandasnya.

06 April 2026

1 Prajurit TNI Gugur Terkena Serangan Israel, DPR Desak Pemerintah Tarik Pasukan di Wilayah Risiko Tinggi

LensaDaily - Seorang prajurit TNI pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) gugur dalam serangan Israel di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu 29 Maret 2026 malam. UNIFIL menyampaikan prajurit tersebut meninggal dunia akibat terkena ledakan proyektil, yang juga melukai 3 prajurit lainnya.Komisi I DPR RI mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penugasan prajurit TNI dalam misi internasional, termasuk mengkaji kemungkinan penyesuaian hingga penarikan pasukan dari wilayah dengan tingkat risiko tinggi.Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno, menilai bahwa gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi momentum penting untuk meninjau kembali aspek keamanan dan kesiapan penugasan di kawasan konflik.“Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita perlu melihat kembali apakah penugasan di wilayah tersebut masih sesuai dengan tingkat risiko yang ada,” ujar Dave saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 30 Maret 2026.Ia menekankan bahwa setiap penugasan prajurit di luar negeri harus mempertimbangkan secara matang kondisi keamanan di lapangan, termasuk dinamika konflik yang dapat berubah secara cepat.Menurut Dave, evaluasi tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga harus mencakup penilaian strategis terhadap keberlanjutan misi, termasuk kemungkinan melakukan penyesuaian jumlah personel atau bahkan penarikan sementara jika situasi dinilai tidak kondusif.“Kita harus realistis melihat kondisi di lapangan. Jika tingkat ancaman meningkat, maka opsi penyesuaian hingga penarikan pasukan perlu dipertimbangkan secara serius,” tegas Legislator Fraksi Partai Golkar dapil Jawa Barat VIII itu.Ia menambahkan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penugasan, tanpa mengabaikan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia.Komisi I DPR RI, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pemerintah melakukan evaluasi secara komprehensif, termasuk memperkuat sistem mitigasi risiko dalam setiap penugasan internasional.“Kita tetap mendukung peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian, tetapi keselamatan prajurit tidak boleh dikompromikan,” pungkasnya.Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah ke depan, baik dalam bentuk penguatan sistem pengamanan maupun penyesuaian kebijakan penugasan prajurit TNI di wilayah konflik. 

30 Maret 2026

Suporter Timnas Indonesia Meninggal Dunia Saat Nonton Lawan Lebanon

LensaDaily - Salah seorang suporter Ultras Garuda dari Lamongan, Jatim, Djalu Ariel Fristianto, (25) meninggal dunia saat pertandingan FIFA MatchDay antara Timnas Indonesia dengan Lebanon  di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 8 September 2025 malam. Korban mengalami kondisi kesehatan yang drop dan dilarikan ke rumah sakit, namun tak tertolong.Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama Pemprov Jawa Timur dan juga Pemkot Surabaya hadir langsung ke rumah sakit usai pertandingan untuk bertemu keluarga almarhum dan menyampaikan tanda simpati serta belasungkawa secara langsung."Saya haturkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum yang pasti sangat kehilangan. Saya hadir di sini bertemu keluarga almarhum bersama Pemprov Jawa Timur dan juga Pemkot Surabaya. PSSI berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan ketabahan," ujar Erick, Senin (8/9) malam.Dalam kesempatan itu, PSSI juga mengimbau seluruh pecinta sepak bola Indonesia agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan pribadi sebelum menghadiri pertandingan di stadion.Penonton dengan penyakit bawaan atau riwayat medis tertentu disarankan untuk tidak memaksakan diri hadir langsung di stadion, dan tetap dapat memberikan dukungan kepada tim nasional melalui siaran televisi maupun platform digital resmi. Penonton dengan kondisi kesehatan khusus dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas kesehatan sebelum menghadiri kegiatan yang melibatkan kerumunan besar.Sebagai bagian dari prosedur penyelenggaraan pertandingan, PSSI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya yang menyiapkan posko keselamatan di delapan titik stadion beserta tim medis untuk memastikan penanganan darurat berjalan sesuai standar.Selain itu, seluruh pembeli tiket pertandingan tim nasional juga secara otomatis terlindungi oleh asuransi jiwa dari Mandiri In Health (MIH) selaku Official Insurance Partner PSSI, sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman dan perlindungan lebih bagi penonton. Hal itu juga akan diperoleh keluarga almarhum Djalu.Keselamatan dan kesehatan penonton akan senantiasa menjadi prioritas utama PSSI dalam setiap penyelenggaraan pertandingan.

09 September 2025

Meski Imbang 0-0 Lawan Lebanon, Kualitas Timnas Indonesia Meningkat-Modal Kualifikasi Piala Dunia Putaran 4

LensaDaily - Laga Timnas Indonesia dengan Lebanon menunjukkan kualitas pasukan Garuda meski pertandingan berakhir imbang tanpa gol yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 8 September 2025 malam. Peningkatan kualitas ini sangat penting sebagai modal Timna Indonesia melakoni kualifikasi Piala Dunia 2025 Zona Asia putaran keempat bulan depan.Hal tersebut dikatakan Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menegaskan bahwa laga uji coba internasional bertajuk FIFA Matchday itu bukan sekadar formalitas bagi skuat Garuda.“Kami benar-benar sedang mempersiapkan diri untuk bulan depan, dan menurut saya dua laga ini (Tionghoa Taipei dan Lebanon) sangat bagus untuk kami, terutama pertandingan terakhir malam ini. Itu menjadi latihan yang baik untuk menghadapi bulan depan,” ujar Idzes dalam konferensi pers usai laga.Idzes menambahkan, seluruh pemain mulai memiliki mentalitas untuk menang, baik di latihan maupun pertandingan.“Pertandingan ini bukan sekadar uji coba. Kami ingin menang di setiap laga, kami ingin terus mendominasi. Semangat itu sudah kami tanamkan bahkan sejak latihan kecil, entah main tiga lawan tiga atau empat lawan empat, kami ingin menang,” tegasnya.Meski hasil imbang terasa kurang memuaskan, Idzes menilai pentingnya menjaga konsistensi dan visi permainan. â€śMemang masih banyak yang harus dipelajari dan diperbaiki karena kami adalah tim muda, dengan beberapa pemain baru. Tapi kami punya rencana, punya visi, dan ingin menang di setiap pertandingan,” tambah pemain asal klub US Sassuolo tersebut.

09 September 2025

Menang Telak dari China Taipei, Patrick Kluivert Soroti Ini Persiapan Lawan Lebanon

LensaDaily - Permainan dominan Timnas Indonesia saat menghadapi China Taipei yang berakhir dengan kemenangan telak 6-0 diharapkan dijaga saat pertandingan kedua bertajuk FIFA Match Day melawan Lebanon. Ajang ini menjadi persiapan penting menjelang babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Keempat di Arab Saudi pada Oktober mendatang.Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, mengaku puas dengan kemenangan telak 6-0 atas Tionghoa Taipei dalam laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat 5 September. Namun, ia menegaskan hasil tersebut bukan alasan untuk cepat berpuas diri.Menurut Kluivert, para pemain menjalankan rencana permainan dengan baik sejak menit awal. “Mentalitas mereka luar biasa. Tidak peduli melawan tim mana pun, yang penting bagaimana kita menghormati game plan, dan itu yang kami lakukan,” ungkap Kluivert mengutip kitagaruda.id, Sabtu 6 September 2025.Meski mengakui lawan berada di peringkat lebih rendah, Kluivert menilai fokus utama tetap pada cara tim mengeksekusi permainan. Ia menyebut kemenangan besar ini penting untuk kepercayaan diri, tapi tetap harus dianggap sebagai langkah awal. “Saya sangat bangga, tapi ini baru permulaan. Kami belum memenangkan apa pun,” katanya.Kluivert juga menyoroti pentingnya rotasi dan kesempatan untuk pemain baru. Ia menilai debut Miliano Jonathans dan Mario Zijlstra bersama Garuda malam itu merupakan sinyal positif bagi regenerasi. â€śHari ini kita semua bisa lihat kualitasnya. Tapi yang terpenting, ini adalah kerja sama seluruh tim. Kita menang bersama, kalah pun bersama,” tutur eks striker Barcelona itu.Menghadapi laga berikutnya melawan Lebanon, Kluivert memastikan tidak akan mengubah sistem permainan yang sudah dijalani. Baginya, yang terpenting adalah konsistensi permainan dan mentalitas.

06 September 2025