icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: masjidistiqlal


Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter untuk Lembaga Islam di Bundaran Hi

LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto akan menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan strategis Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat untuk pembangunan gedung terpadu berbagai badan umat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat Istighasah Kubra dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Istiqlal, Sabtu, 7 Februari 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut usulan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mendorong adanya perhatian lebih bagi institusi Islam agar memiliki fasilitas yang representatif di pusat ibu kota sebagai simbol kehadiran negara bagi umat. "Ini adalah permintaan dari Menteri Agama dan jajarannya agar institusi Islam dapat difasilitasi. Selain itu juga merupakan lambang nyata bersatunya ulama dan umara (pemerintah)," ujar Presiden Prabowo.Presiden menjelaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial karena stabilitas bangsa selama ini turut dijaga oleh peran para ulama yang konsisten menyebarkan kesejukan dan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.Dalam taklimat, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Masjid Istiqlal bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebesaran dan kedaulatan bangsa Indonesia. Menurutnya, masjid ini adalah lambang semangat bangsa yang ingin berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dan sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia. Masjid Istiqlal juga mencerminkan komitmen negara dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia melalui nilai-nilai religiusitas.​Presiden juga mengutip pesan Al-Qur'an, Surah Ar-Ra'd ayat 11, "Dalam Al-qur'an, Allah mengatakan bahwa  Ia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Jadi kita harus bertekad melakukan perubahan dan memberantas kemiskinan," ujar Presiden Prabowo. Pesan ini menjadi pemantik semangat pemerintah dan seluruh masyarakat untuk berani bertekad menghilangkan kemiskinan, serta memberantas praktik korupsi yang selama ini menghambat kemajuan bangsa.​Presiden menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Namun, tantangan terbesarnya adalah kemampuan kolektif bangsa dalam menjaga dan mengelola kekayaan tersebut secara adil dan transparan. Oleh karena itu, persatuan antara pemerintah, ulama, dan rakyat sangat diperlukan."Kolaborasi antara Ulama, Umara, dan rakyat menjadi salah satu cara untuk memastikan kekayaan negara dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," tegas Prabowo.​Sejalan dengan visi tersebut, MUI berkomitmen untuk memperkuat dukungan kepada pemerintah dalam setiap langkah menuju kesejahteraan umum. Sebagai organisasi yang memayungi umat, MUI siap mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus kolaborator strategis bagi kebijakan pemerintah.​Pada kesempatan yang sama, MUI secara simbolis menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk masjid serta 500 rumah marbot dan guru ngaji yang menjadi penyintas bencana di wilayah Sumatra. Dilakukan juga peresmian pembentukan Moslem Disaster Rescue (MDR) MUI. MDR merupakan tim tanggap darurat yang dipersiapkan secara khusus untuk hadir dan membantu masyarakat secara cepat setiap kali terjadi bencana atau kesulitan nasional.​Pengurus MUI periode selanjutnya diharapkan mampu meneruskan estafet perjuangan dalam menjaga persatuan Indonesia. Dengan terjalinnya sinergi yang harmonis di jantung kota, diharapkan pesan-pesan moderasi beragama dan semangat gotong royong dapat terus terpancar ke seluruh penjuru tanah air.

07 Februari 2026

Presiden Prabowo Peringati Maulid Nabi Muhammad di Masjid Istiqlal, Usung Tema Keteladanan Rasulullah

LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1447 Hijriah sekaligus Istigasah Kebangsaan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (04/09/2025). Acara yang mengusung tema “Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad saw. untuk Kelestarian Bumi dan Negeri” ini berlangsung khidmat dihadiri ribuan jemaah dari berbagai lapisan masyarakat.Suasana syahdu semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan oleh qari Qadarasmadi Rasyid, yang membacakan Surat Al-Qasas ayat 77 serta Surat Al-Ahzab ayat 45-48. Pembacaan tersebut dilanjutkan dengan saritilawah oleh Velly Syukron yang menyampaikan makna ayat dengan penuh penghayatan.Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan serta uraian hikmah maulid yang disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk meneladani Rasulullah saw. dalam segala aspek kehidupan, termasuk kepemimpinan dan pengelolaan umat.“Selawat dan taslim kita curahkan kepada Nabi Muhammad saw. teladan kita dalam berbagai hal. Nabi Muhammad saw. dipilih oleh Thomas Carlyle, sebelas tokoh yang pernah lahir di muka bumi ini, dan the best-nya adalah Nabi Muhammad saw. Juga kita pernah mengenal salah satu buku The Best seller, Michael Hart, seratus tokoh yang pernah lahir di muka bumi ini tetap Nabi Muhammad saw. sebagai the top one,” ujar Menag.Ia juga menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah saw. tidak hanya dalam kepemimpinan tetapi juga dalam manajemen kehidupan umat.“Salah satu rahasianya, mengapa Rasulullah saw. ditakjubi di seluruh alam semesta, karena beliau bukan hanya sebagai the best leader, tapi juga sekaligus bisa tampil the best manager. Banyak the leaders tapi belum mampu menjadi the best managers. Tapi Rasulullah saw. mencontohkan kedua-duanya,” lanjutnya.Puncak acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Imam Masjid Istiqlal Husni Ismail. Doa bersama ini dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta terciptanya perdamaian di seluruh dunia.Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, para duta besar negara sahabat, dan para menteri Kabinet Merah Putih. Tidak hanya itu, acara juga diikuti secara virtual oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama dari 34 provinsi, 585 Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, serta Perguruan Tinggi Agama Negeri di seluruh Indonesia.

05 September 2025