icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: mediasosial


Masuk Ancaman Nonmiliter, DPR Tekankan Waspadai Kampanye LGBTQ di Medsos

LensaDaily - Maraknya kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) di media sosial perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Tantangan terhadap negara saat ini tidak hanya datang dalam bentuk ancaman militer, tetapi juga melalui penyebaran nilai, ideologi, dan budaya yang dinilai dapat memengaruhi ketahanan nasional.Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat merespons beredarnya berbagai konten di media sosial, termasuk unggahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang menyebutkan bahwa tidak terdapat riset yang mendukung homoseksualitas sebagai gangguan mental atau bentuk penyimpangan. "Di era modern, ancaman terhadap negara tidak selalu berbentuk invasi bersenjata. Ancaman juga dapat hadir dalam bentuk penyebaran ideologi, budaya, dan nilai yang bertentangan dengan jati diri bangsa. Karena itu, kita harus melihat persoalan ini secara utuh dari perspektif ketahanan nasional," ujar Syahrul mengutip dpr.go.id, Senin 6 Juli 2026.Diketahui, Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Doktrin Pertahanan Negara mengklasifikasikan ancaman terhadap negara ke dalam ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida. Dalam bagian analisis ancaman nonmiliter, dokumen tersebut memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter yang perlu diantisipasi negara.Karena itu, Syahrul menegaskan bahwa penguatan pertahanan negara tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI ataupun pemerintah, tetapi juga memerlukan peran keluarga, institusi pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi muda."Pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama. Tidak cukup hanya memperkuat alutsista dan TNI, tetapi juga memperkuat keluarga, pendidikan, akhlak generasi muda, serta semangat persatuan agar bangsa ini memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk ancaman nonmiliter," ujar Politisi Fraksi PKS itu.Desakan terhadap negara untuk bersikap lebih proaktif menangani konten LGBT di media sosial ini, juga sempat datang dari Komisi VIII DPR RI. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Siggih Januratmoko mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) serta aparat penegak hukum untuk bersikap lebih proaktif dan agresif dalam memblokir akun-akun maupun konten yang bermuatan kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di media sosial.Dia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas fenomena pelaku dan pengkampanye LGBT yang kini semakin berani menunjukkan eksistensinya secara terbuka di ranah digital."Media sosial saat ini menjadi ruang yang sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Jika konten kampanye LGBT dibiarkan bebas, hal ini berpotensi menormalisasi perilaku menyimpang tersebut," ujar Singgih dalam keterangan tertulisnya, kepada MUI Digital di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).***

06 Juli 2026

Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di Jakarta Ditangkap, Motifnya Gegara Tak dapat Restu

LensaDaily - Aksi percobaan penculikan terhadap seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Aksi ini terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial yang merekam aksi pelaku mengendarai mobil gagal menculik korban karena melakukan perlawanan.Kasus yang sempat terekam CCTV dan menghebohkan publik itu ternyata diduga dipicu persoalan asmara. Temuan tersebut terungkap setelah penyidik menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Kedua tersangka, yakni berinisial CW (31) dan FAP (26).Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, salah satu pelaku disebut memiliki hubungan dengan keluarga korban. Hubungan tersebut diduga tidak mendapat restu sehingga memicu munculnya persoalan pribadi yang berujung pada dugaan tindak pidana."Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan pribadi atau asmara yang tidak direstui," jelasnya, Senin 15 Juni 2026.Menurutnya, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Metro Penjaringan. Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, yakni satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih, rekaman CCTV, telepon seluler, obeng, hingga pakaian yang dikenakan para tersangka saat kejadian."Saat ini keduanya telah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Metro Penjaringan," ungkapnya.Atas perbuatannya, CW dan FAP dijerat Pasal 450 dan/atau Pasal 471 KUHP tentang penculikan dan atau penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

16 Juni 2026

Pelaku Pencurian Handphone Selebgram Berliana Arlisa Ditangkap, Satu Lagi Diburu

LensaDaily - Pelaku pencurian ponsel milik selebgram Berliana Arlisa di photo box di Green Pramuka Square, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ditangkap. Aksi pelaku yang membawa anak kecil, sempat bimbang mengambil handphone tersebut hingg akhirnya membawa kabur barang milik Berliana Arlisa itu.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penyidik sudah menangkap satu pelaku berinisial YH (30) tahun. Penangkapan dilakukan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin 19 Mei 2026 sekira pukul 01.45 WIB.“Benar, terkait kasus pencurian handphone di Photobox Selfie Time Apartemen Green Pramuka Square, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap 1 orang tersangka berinisial YH,” jelas Kombes Pol. Budi kepada wartawan, Kamis 21 Mei 2026.Kejadian itu terjadi di Green Pramuka Square, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ponsel itu milik selebgram Berliana Arlisa. Berliana pun mengunggah rekaman CCTV, dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, dua wanita dewasa dan seorang anak perempuan masuk ke photobox. Mereka melihat ponsel tergeletak di atas mesin foto. Kedua wanita itu sempat berbincang.Salah satunya menyarankan ponsel diambil, sedangkan wanita lain sempat takut aksinya viral. Rasa takut itu tak bertahan lama. Wanita berkaos merah akhirnya mengambil ponsel lalu menyerahkannya ke wanita berkaos abu-abu.Menurutnya, tersangka YH kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Kombes Pol. Budi menyebut, pihaknya masih memburu satu pelaku lain.“Pelaku satunya lagi sudah teridentifikasi, sedang pengejaran," ujarnya.

21 Mei 2026

Viral Kabar Model Ansy Jan De Vries Dibacok Begal, Polisi: Belum Dipastikan Kebenarannya

LensaDaily - Media sosial dihebohkan dengan kabar model wanita bernama Ansy Jan De Vries yang diduga dibegal dan dibacok di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polisi lakukan penelusuran informasi peristiwa itu pun masih didalami.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyebut, korban tersebut tak tercatat dirawat di RS Sumber Waras sebagaimana informasi yang beredar. Selain itu, pihaknya sudah langsung mengecek lokasi dan rumah sakit.“Polsek Kebon Jeruk dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan awal lokasi yang diduga tempat kejadian perkara dan mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras,” jelas Kombes Pol. Budi dalam keterangannya, Senin 18 Mei 2026.Kabar yang tersebar di media sosial bahwa korban bernama Ansy Jan De Vries dan kini dirawat di RS Sumber Waras. Korban disebut menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat naik ojek online sepulang kerja di samping Tol Kebon Jeruk. Narasi yang viral di Instagram menyebut korban dibacok orang tak dikenal saat pulang kerja menggunakan ojek online. Korban bahkan dikabarkan mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Cerita itu langsung menyebar luas dan memicu kekhawatiran warganet. Namun setelah ditelusuri polisi, fakta di lapangan belum mengarah pada dugaan begal seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.Kombes Pol. Budi enuturkan, pengecekan anggota belum menemukan identitas korban seperti dalam unggahan viral tersebut.“Tidak ditemukan data pasien atas nama yang disebutkan dalam unggahan tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Saat ini informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.

18 Mei 2026

Sosok 'Mak-mak Aceh' Jully Yandi Saputra Buktikan Sukses Konten Kreator Kini Jadi Bos UMKM

LensaDaily - Pengguna media sosial Instagram  dan TikTok khususnya warga Aceh pasti tak asing dengan sosok 'Mak-Mak Aceh' yang cerewet, lucu, dan sangat identik dengan kearifan lokal kerap mengundang tawa. Namun, siapa sangka di balik daster dan gaya ikonik tersebut, terdapat sosok pemuda tampan nan maskulin bernama Jully Yandi Saputra.Pemuda kelahiran 3 Juli 1996 asal Desa Leupung, Aceh Besar ini, kini telah bertransformasi menjadi salah satu selebgram paling berpengaruh di Banda Aceh.Langkah pemilik akun Instagram @jullyyandi dan TikTok @Jullyyandi di dunia konten kreatif dimulai pada tahun 2021, saat pandemi Covid-19 melanda. Mengisi waktu di tengah pembatasan aktivitas, ia mulai bereksperimen dengan konten parodi."Semasa covid pada tahun 2021 saya memulai ide saya ini menjadi konten kreator. Karena pada saat itu aktivitas saya sangat terbatas, makanya saya mencoba untuk memulai membuat konten parodi di handphone," ucap Jully, Jumat 15 Mei 2026.Kemampuannya menirukan berbagai bahasa daerah dan memparodikan karakter ibu-ibu (Mak-Mak) khas Aceh dengan sangat akurat membuat namanya cepat meroket. Hingga saat ini, Jully telah berhasil menghimpun komunitas pengikut yang masif, yakni 150 ribu pengikut di Instagram dan 165 ribu pengikut di TikTok.Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah perbedaan drastis antara persona konten dengan kehidupan aslinya. Jika dalam video ia tampak lincah memerankan karakter ibu-ibu, dalam kesehariannya Jully dikenal sebagai pria yang tampan dan bergaya hidup 'macho'. Kontras ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya berbeda dari selebgram Aceh kebanyakan.Jully tidak hanya puas dengan popularitas di media sosial. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun kerajaan bisnis dari titik nol. Kini, ia sukses mengelola beberapa lini usaha yang viral di Tanah Rencong mulai dari kuliner hingga parfum."Saya membuka Peyek Guzel pada tahun 2020 yaitu camilan UMKM yang sempat viral dan menjadi buruan masyarakat di Aceh. Saya juga meluncurkan brand lip serum bernama Julsecret pada tahun 2025 yang menyasar pasar perawatan wajah serta memiliki brand parfum sendiri dengan label Jyyso," jelasnya.Perjalanan Jully dari sebuah desa di Aceh Besar hingga menjadi ikon kreatif di Banda Aceh membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batasan geografis. Dengan kemampuan multi-talentanya, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor UMKM.Kini, sosoknya menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Aceh bahwa menjadi konten kreator bukan sekadar mencari popularitas, melainkan jembatan untuk membangun kemandirian ekonomi dan brand yang kuat.

15 Mei 2026