LensaDaily - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia dalam kondisi siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian.Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui bahwa pengalaman yang dimiliki dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya menjadikan pemerintah siap menghadapi potensi El Nino saat ini.“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan mengutip pertanian.go.id, Senin 6 April 2026.Mentan menekankan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta (ton). Insyaallah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta (ton),” ujarnya.Selain stok di gudang pemerintah, Amran juga mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan.“Yang ada di horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” ungkapnya.Dengan total ketersediaan tersebut, Mentan memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” ujarnya.
06 April 2026Tag: menteri pertanian
LensaDaily - Aparat penegak hukum (APH) harus serius mengungkap dugaan penyimpangan distribusi beras nasional, yakni 212 merek beras diduga oplosan dan tidak memenuhi standar kualitas, mutu, serta volume yang berlaku. Ini temuan mengejutkan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan potensi kerugian negara akibat praktik ini mencapai Rp100 triliun.Anggota Komisi IV DPR RI Cindy Monica, mengatakan, pihak terkai harus serius menanggapi temuan mengejutkan dugaan penyimpangan dalam distribusi beras nasional ini. Cindy menegaskan bahwa persoalan pangan adalah persoalan hidup rakyat.“Ini bukan sekadar soal bisnis, ini soal perut rakyat Indonesia. Kalau beras saja dipermainkan, maka nyawa dan kesejahteraan rakyat pun dipertaruhkan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, di Jakarta, Senin 14 Juli 2025.Cindy mendukung penuh langkah Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan yang telah menyerahkan temuan ini ke Kapolri dan Jaksa Agung. Menurutnya, langkah hukum harus segera dilakukan agar kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan tidak runtuh.“Kita harus bersihkan mafia pangan dari hulu ke hilir. Tidak boleh ada kompromi untuk pelaku yang sengaja merugikan negara dan menipu rakyat dengan produk beras yang tidak layak konsumsi,” tegas politisi muda dari Sumatera Barat itu.Sebagai bagian dari Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan pertanian, Cindy Monica berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan distribusi beras agar kasus serupa tidak terulang kembali.“Ini saatnya negara hadir dengan tegas dan berpihak kepada petani serta konsumen. Jangan sampai yang kecil makin ditekan, sementara yang bermain di balik layar justru kebal hukum,” tutup Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
14 Juli 2025


