icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: menteriperhubungan


DPR Kritik Lambannya Pengungkapan Penyebab Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur

LensaDaily - Lambannya pengungkapan penyebab tabrakan maut KRL dengan taksi listrik dan KA Argo Bromo belum juga diumumkan ke publik dikritik DPR RI. Peristiwa tersebut seharusnya sudah dapat disimpulkan penyebabnya karena dinilai bukan kecelakaan yang rumit untuk diinvestigasi. Hal itu dikritik Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi yang merespons kecelakaan tragis KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu belum juga diumumkan.Insiden itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban berada di gerbong belakang KRL yang mengalami kerusakan parah akibat tabrakan. Menurut Mori, kasus tersebut seharusnya sudah dapat disimpulkan penyebabnya karena dinilai bukan kecelakaan yang rumit untuk diinvestigasi. Ia mempertanyakan alasan pemerintah yang menyebut proses penyelidikan masih berjalan.“Saya yakin kalau saya tanya sama Kepala Basarnas sekarang sudah tahu (penyebab kecelakannya). Itu ada Kepala KNKTnya sudah tahu tuh apa sebabnya. Ini kalau alasan yang disampaikan adalah alasan karena masih dalam proses penyidikan, buat saya secara penyidikan, ini nggak masuk akal,” tegas Mori mengutip dari dpr.go.id, Sabtu 16 Mei 2026.Legislator Fraksi Partai NasDem itu menilai lambannya penyampaian hasil investigasi justru menimbulkan ketidakjelasan di tengah masyarakat terkait evaluasi keselamatan transportasi nasional.“Kecelakaan kereta di Bekasi itu nggak pelik. Sederhana itu, Pak. Kok bapak-bapak bisa mengatakan, belum bisa menyimpulkan apa sebabnya? Udah berapa lama itu, Pak? Jadi di sisi lain tiba-tiba alasan kesehatan. Ini mana yang tepat alasan ini, Pak,” ujarnya.Selain menyoroti kecelakaan kereta di Bekasi, Mori juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap rentetan kecelakaan transportasi lain yang terjadi dalam waktu berdekatan, termasuk kecelakaan bus ALS yang menewaskan 16 orang.“Saya terus terang kecewa. Ini yang punya, ini kan Menteri Perhubungan. Apalagi persoalannya kemudian, kalau nggak salah seminggu selain itu ada kecelakaan lagi tuh. Kereta lagi. Jadi kita belum bicara tabrakan bus ALS 16 orang meninggal,” kata dia.Mori menegaskan pemerintah harus segera memperkuat pengawasan dan evaluasi keselamatan transportasi, sekaligus memastikan investigasi setiap kecelakaan dilakukan secara transparan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

16 Mei 2026

Kloter Pertama Haji Berangkat 22 Apri, Pemerintah Pastikan Kesiapan Angkutan

LensaDaily - Keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Indonesia direncanakan mulai Rabu 22 April 2026 dan pemerintah memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Haji Tahun 2026. Tahun ini, total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap hingga Mei 2026.“Penyelenggaraan angkutan haji ini bukan operasi biasa. Kita memindahkan lebih dari 221 ribu jemaah dari 14 embarkasi melalui 525 kloter. Karena itu, aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi usai meninjau langsung kesiapan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mengutip setneg.go.id, Selasa 21 April 2026.Menhub menambahkan, kesiapan penyelenggaraan Angkutan Haji tersebut utamanya mencakup aspek sarana dan prasarana transportasi udara untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan perjalanan jemaah.“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek operasional telah siap sebelum pemberangkatan kloter pertama,” kata Menhub.Terminal 2F sendiri akan melayani sekitar 35.000 calon haji yang berasal dari 84 kloter embarkasi Jakarta (Pondok Gede, Cipondoh, dan Bekasi).“Terminal 2F ini disiapkan secara khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah, sehingga seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” ujar Dudy.Lebih lanjut, Menhub pun memastikan kesiapan operasional penerbangan haji, yang didukung oleh dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, dengan total puluhan armada pesawat untuk melayani ratusan kloter penerbangan.Selain itu, Menhub juga menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan keselamatan melalui ramp check pesawat, kesiapan 14 bandara embarkasi, serta koordinasi internasional untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mempengaruhi penerbangan haji.“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya.Berikut rencana perjalanan haji 2026 mulai dari keberangkatan, puncak haji, dan kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M:    21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H) – Jemaah mulai masuk asrama haji.    22 April – 6 Mei 2026 (5 – 19 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari tanah air ke Madina.    1 – 15 Mei 2026 (14 – 28 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Madinah ke Makkah.    7 – 21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah – 4 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari tanah air ke Jeddah.    25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah.    26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H) – Wukuf di Arafah.    27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H) – Iduladha 1447 H.    28 – 30 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H) – Hari Tasyrik I, Tasyrik II (Nafar Awal), Tasyrik III (Nafar Tsani).    1 – 15 Juni 2026 (15–29 Dzulhijjah 1447 H) – Pemulangan jemaah gelombang 1 dari Makkah ke tanah air melalui Jeddah.    1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 H) – Awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di tanah air.    7 – 21 Juni 2026 (21 Dzulhijjah 1447 H – 6 Muharram 1448 H) - Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Makkah ke Madinah.    16 - 30 Juni 2026 (1 - 15 Muharram 1448 H) – Pemulangan jemaah haji gelombang 2 dari Madinah ke tanah air.    16 Juni – 1 Juli 2026 (1 – 16 Muharram 1448 H) – Kedatangan jemaah haji gelombang 2 ke tananah air.

21 April 2026

2,9 Juta Kendaraan Masuk Jakarta, Arus Balik di Tol Trans Jawa Terpantau Lancar

LensaDaily - Arus balik di Tol Trans Jawa pada Minggu (29/03/2026) malam terpantau ramai-lancar, dengan total jumlah kendaraan yang telah memasuki wilayah Jakarta hingga waktu tersebut mencapai 2,9 juta unit.Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat mengakhiri pemberlakuan one way lokal tahap 2 periode arus balik Lebaran 2026 di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 Maret 2026 dini hari.“Pergerakan arus balik dari KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa terpantau sudah melandai. Berdasarkan data Jasa Marga, jumlah kendaraan yang memasuki wilayah Jakarta hingga Minggu (29/03/2026) malam telah mencapai 2,9 juta unit atau 86 persen dari total proyeksi,” ujar Menhub.Dudy mengungkapkan, secara keseluruhan arus mudik dan balik di Tol Trans Jawa berlangsung lancar dan terkendali. Meskipun sempat terjadi peningkatan arus kendaraan yang cukup tinggi di sejumlah titik, namun secara garis besar pergerakan masyarakat dapat dikelola dengan baik.“Terima kasih kepada para pemudik yang telah mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak pulang ke kota asal pada puncak arus balik, yakni di tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026. Partisipasi masyarakat ini sangat berdampak positif dan terbukti berhasil mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Tol Trans Jawa,” imbuhnya.Menhub juga mengapresiasi seluruh stakeholder, khususnya Kepolisian dan Jasa Marga yang telah berhasil menekan angka fatalitas korban kecelakaan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan data Korlantas Polri, angka fatalitas korban kecelakaan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 mengalami penurunan sebesar 30,4 persen dibanding tahun lalu.“Fakta ini tentu sangat menggembirakan bagi kami. Dan ini menunjukkan bahwa manajemen lalu lintas yang disiapkan dan diberlakukan benar-benar berjalan dengan efektif,” ujarnya.Lebih lanjut, Menhub juga kembali mengingatkan masyarakat yang saat ini masih dalam perjalanan untuk tetap berhati-hati dalam berkendara. Ia meminta para pengemudi untuk beristirahat di rest area apabila kelelahan.“Keselamatan harus jadi prioritas utama. Jika lelah, segera cari tempat istirahat dan pastikan untuk selalu ikuti arahan serta petunjuk dari petugas di lapangan,” tandasnya.

30 Maret 2026

Urai Puncak Arus Balik 24 Sampai 29 Maret, Pemudik Diimbau Manfaatkan WFA

LensaDaily - Pemerintah yang telah memberlakukan Work from anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan lalu lintas diharapkan dimanfaatkan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan kembali usai merayakan Idulfitri 1447 H untuk menghindari puncak arus balik Lebaran yang diprediksi tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026.“Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan dengan menghindari puncak arus balik pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026. Masyarakat dapat memaksimalkan waktu WFA yang diberlakukan oleh pemerintah pada 25, 26 dan 27 Maret 2026 guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat memantau arus balik Lebaran 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa 24 Maret 2026.Kendaraan yang mengarah ke Jakarta pada tanggal 24 Maret 2026 diprediksi mencapai 285 ribu kendaraan. Karena itu, atas diskresi pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), kebijakan satu arah atau one way nasional diberlakukan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.“Volume kendaraan yang menuju arah Jakarta menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk kembali ke kota asal,” ujar Menhub.Untuk mengurai kepadatan di ruas Tol Trans Jawa, saat ini juga dilakukan penutupan sementara Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek. Sebagai alternatif, Menhub mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan rest area lainnya seperti Rest Area KM 42B dan KM 19B.“Sebelum melakukan perjalanan, saya mengimbau masyarakat untuk mengecek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang dinamis dari pihak Kepolisian. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Travoy atau melalui Call Center Jasa Marga,” imbuhnya.Dalam pernyataannya Menhub juga kembali mengingatkan para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026 yang ditanda tangani oleh Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Menhub menekankan, langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus balik serta keselamatan para pengguna jalan. â€śTak bosan-bosan saya menyerukan kepada para pengusaha angkutan logistik untuk tetap patuh pada ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat pada masa arus balik berlangsung aman, tertib, dan juga lancar,” tandasnya.

25 Maret 2026

841 Kapal Disiapkan untuk Angkut 3,2 Juta Pemudik Lebaran 2026

LensaDaily - Sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang selama masa Angkutan Laut Lebaran 2026 disiapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sarana dan prasarana pelabuhan pun diminta terus ditingkatkan, termasuk terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi yang informatif dan mudah diakses masyarakat.“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, dikutip dari laman Kemenhub, Jumat 6 Maret 2026.Menhub menambahkan, moda angkutan laut memegang peran strategis, terutama dalam melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Oleh karena itu, Kemenhub telah menyiapkan langkah konkret untuk menjamin kecukupan layanan.Proses uji kelaiklautan kapal pun telah dilakukan, mencakup kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata. Aspek keselamatan pelayaran juga menjadi perhatian melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap armada, perlengkapan keselamatan, serta kompetensi awak kapal.Menhub menekankan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode mudik dan arus balik tahun ini.“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar. Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan,” tegasnyaSelain itu, Menhub juga meminta agar kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan terus ditingkatkan, termasuk terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi yang informatif dan mudah diakses masyarakat.Kelancaran operasional juga harus dijaga melalui pengaturan jadwal yang disiplin, penambahan kapasitas jika diperlukan, serta optimalisasi manajemen trafik kapal. Di sisi lain, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, operator pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan juga harus terus diperkuat.Lebih lanjut, Menhub berpesan agar pelayanan kepada masyarakat diberikan secara humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Ia pun mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya,” ujarnya.Tiket Gratis Bagi 66 Ribu PenumpangSebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus stimulus ekonomi, Dudy menyampaikan bahwa pemerintah kembali menghadirkan program tiket gratis, dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Pendaftaran mudik gratis ini dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal public service obligation (PSO) PT Pelni kelas ekonomi, yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” ujar Menhub.

06 Maret 2026