icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: menterisosial


Layanan PBI BPJS Tetap Aktif 3 Bulan, Dibiayai Pemerintah - DPR Pastikan Perbaikan Tata Kelola

LensaDaily - Layanan kesehatan masyarakat miskin dan rentan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan kini mulai aktif kembali setelah keluhan publik terkait penonaktifan kepesertaan dan tidak dapat digunakan untuk berobat.Hal ini ditegaskan langkah cepat DPR RI yang memanggil dan menggelar rapat konsultasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah. Sebab itu, memperbaiki ekosistem tata kelola Jaminan Sosial Kesehatan Nasional (JKN) menjadi prioritas utama.Kesepakatan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai rapat konsultasi antara Pimpinan DPR bersama Pimpinan Komisi VIII, Komisi IX, dan Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kepala BPS, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 9 Februari 2026.Dalam rapat tersebut, jelasnya, DPR dan pemerintah menyepakati layanan kesehatan peserta PBI tetap berjalan selama tiga bulan ke depan dan iurannya tetap dibayarkan oleh pemerintah. Selama proses tersebut berjalan, ia mendesak pembenahan data kepesertaan secara menyeluruh.Dasco, secara lugas, menekankan kesepakatan ini diambil sebagai bentuk nyata kehadiran negara agar masyarakat miskin dan rentan tidak kehilangan akses layanan kesehatan akibat persoalan administratif. “DPR dan pemerintah sepakat, dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, semua layanan kesehatan tetap dilayani dan PBI-nya dibayarkan pemerintah,” ujar Dasco.Lebih lanjut, ungkapnya, DPR dan pemerintah juga akan menugaskan Kementerian Sosial, pemerintah daerah, BPS, dan BPJS Kesehatan untuk melakukan pengecekan serta pemutakhiran data desil dengan menggunakan data pembanding terbaru. Baginya, langkah ini krusial guna memastikan kepesertaan PBI benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan kesalahan inklusi maupun eksklusi.Kesepakatan berikutnya menegaskan pentingnya optimalisasi anggaran yang telah dialokasikan dalam APBN agar digunakan secara efektif, berbasis data yang akurat, serta menjangkau masyarakat yang benar-benar berhak. DPR menekankan bahwa persoalan PBI tidak boleh hanya dipandang sebagai isu teknis anggaran, tetapi menyangkut perlindungan sosial dasar warga negara.Selain itu, Dasco menekankan BPJS Kesehatan harus proaktif melakukan sosialisasi sekaligus memberikan notifikasi kepada masyarakat apabila terjadi penonaktifan kepesertaan, baik PBI maupun PBPU yang ditanggung pemerintah daerah. Transparansi informasi, tegasnya, bernilai krusial agar masyarakat tidak mendadak kehilangan hak layanan kesehatan tanpa penjelasan yang memadai.“BPJS Kesehatan harus aktif memberikan pemberitahuan kepada peserta apabila terjadi perubahan status kepesertaan,” tegas Legislator Fraksi Partai Gerindra.Sebagai langkah jangka menengah hingga panjang, terangnya, DPR dan pemerintah sepakat untuk terus memperbaiki tata kelola JKN secara menyeluruh melalui integrasi data lintas kementerian dan lembaga menuju satu data tunggal. Baginya, integrasi ini menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan sistem jaminan kesehatan nasional yang berkeadilan, berkelanjutan, dan minim polemik di masa mendatang. 

09 Februari 2026

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Sebut Komitmen Pemerintah Perluas Pendidikan

LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, yang menilai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, namun  harus disertai dengan keberanian untuk memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.“Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengusahakan, mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” ucap Presiden saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin 12 Januari 2026.Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan negara harus berpihak pada seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.“Tujuan bernegara kita, tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. Berkali-kali pendiri-pendiri bangsa kita menggarisbawahi itu,” ujar Kepala Negara.Presiden menyampaikan apresiasi atas peran dan dukungan seluruh pihak termasuk kepala daerah yang turut menjadi faktor penting keberhasilan program Sekolah Rakyat. Melalui peresmian Sekolah Rakyat ini, pemerintah telah membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan.“Ini bukti kita berbuat, sehingga anak-anak kita hari ini yang tadinya mungkin sulit sekolah, sekarang mereka punya harapan. Dan saya terkesima hari ini, terus terang saja, terkesima. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa,” lanjutnya.Kepala Negara pun berharap Sekolah Rakyat menjadi fondasi lahirnya generasi unggul Indonesia yang berdaya saing global. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat yang merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo dirancang sebagai upaya memotong rantai kemiskinan. Sejak bulan Juli tahun lalu, Sekolah Rakyat telah beroperasi di sejumlah titik di Indonesia.“Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan,” ujar Mensos.

12 Januari 2026

Pembukaan Sekolah Rakyat Lebak Menandai Dimulainya MPLS di 37 Titik Tambahan Sekolah Rakyat

LensaDaily - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Kabupaten Lebak, Banten menjadi titik awal dimulainya MPLS di 37 titik tambahan seluruh Indonesia setelah sebelumnya sekolah rakyat telah dimulai di 63 titik. Sekolah Rakyat rintisan tahap 1b memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).Para siswa dan guru tampak semangat dan bahagia mengikuti kegiatan pembukaan MPLS yang dilaksanakan di Aula SRMA 34 Lebak. Sebanyak 100 siswa yang terbagi dalam 4 Rombongan Belajar (Rombel) hadir dalam kegiatan ini."Hari ini kita memulai penyelenggaraan Sekolah Rakyat di 37 titik, ini bisa dikatakan tahap berikutnya dari 14 Juli yang lalu, 14 Juli lalu kita memulai 63 titik, sekarang kita memulai di 37 titik di bulan Agustus ini," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat membuka MPLS di SRMA 34 Kabupaten Lebak, Banten, Jum'at 1 Agustus 2025.Selain di Kabupaten Lebak, dua Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo dan Kota Pasuruan juga memulai MPLS pada hari ini. Rencananya minggu depan akan dilanjutkan 5 titik lainnya dan pada tanggal 15 Agustus di 29 titik, sehingga total ada 37 titik. Tak hanya berhenti pada 100 Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan pada bulan Juli dan Agustus, pada bulan September mendatang 59 titik lain juga akan diluncurkan, sehingga total terdapat 159 sekolah rakyat yang sudah dan akan berjalan pada tahun ajaran 2025/2026. "Jadi ini (Sekolah Rakyat) adalah gagasan dan program prioritas dari Presiden Prabowo, ini asli dari Pak Presiden, saya hanya pembantunya, kami menteri-menteri ini hanya membantu Presiden melaksanakan apa yang menjadi gagasannya," ujar Gus Ipul yang didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.Di hadapan Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, Gus Ipul menekankan tiga kunci untuk memahami gagasan Presiden Prabowo terkait Sekolah Rakyat."Kunci pertama adalah memuliakan wong cilik, memuliakan kaum dhuafa, memuliakan mereka yang belum terbawa dalam proses pembangunan, dan mereka yang kurang mampu, mereka yang dalam statistik disebut miskin dan miskin ekstrem," jelasnya.Lewat Sekolah Rakyat ini, Presiden Prabowo ingin memuliakan wong cilik agar siap menjadi Generasi Emas Indonesia 2045. Sekolah Rakyat merupakan upaya untuk memberikan jalan cepat kepada keluarga yang kurang mampu untuk bisa menjadi generasi tangguh lewat pendidikan.Kunci kedua untuk memahami gagasan Presiden Prabowo terkait Sekolah Rakyat yaitu menjangkau yang belum terjangkau. "Banyak saudara-saudara kita di usia sekolah baik SD, SMP, atau SMA yang putus sekolah, belum sekolah atau tidak sekolah, maupun berpotensi putus sekolah, maka itu Sekolah Rakyat ingin menjangkau yang belum terjangkau," urainya.Terakhir adalah memungkinkan yang tidak mungkin, memberikan kesempatan untuk anak-anak yang ingin sekolah namun menyadari orang tuanya tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga yang tidak mungkin menjadi mungkin."Inilah kunci memahami Sekolah Rakyat, jadi jangan business as usual, jangan disamakan dengan sekolah-sekolah umum, kalau di tempat lain mungkin pendekatannya adalah tes akademik, tapi di sini pendekatannya adalah mereka dari keluarga yang tidak mampu, kalau dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional itu desil 1 dan 2, miskin dan miskin ekstrem," jelasnya.Gus Ipul menyampaikan setelah lulus dari Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak menjadi terdidik, berkarakter, dan terampil. Pintar atau terdidik yang dimaksud di sini adalah mampu menggunakan akalnya dengan baik. Lalu berkarakter adalah punya jati diri, bangga dengan orang tua, dan cinta terhadap tanah air. "Itulah anak-anak kita yang berkarakter, dia pintar dan cerdas tapi juga bisa mencintai keluarganya, mencintai orang lain, dan juga mencintai negeri ini," tuturnya.Selanjutnya anak-anak diharapkan mempunyai keterampilan setelah lulus dari Sekolah Rakyat. Anak-anak akan dibimbing untuk bisa mewujudkan cita-cita sesuai keterampilan yang mereka pilih. "Itu target saya pak, saya ingin lulusan Sekolah Rakyat, ada yang kuliah di luar negeri, tapi juga saya ingin lulusan Sekolah Rakyat ada yang bisa menjadi pengusaha sukses, dengan merintis usaha," kata Gus Ipul.Di sela sambutannya, Gus Ipul juga menyapa siswa Sekolah Rakyat. Salah satunya Komalasari yang berasal dari Desa Pagelaran, Kecamatan Melimping, Kabupaten Lebak. Ia merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Orang tuanya bekerja keras menghidupi keluarga dengan bekerja sebagai buruh bangunan.Komala, panggilan akrabnya, tinggal di rumah berdinding triplek dan dibangun di atas lahan orang lain. Ia terpaksa putus sekolah selama satu tahun karena keterbatasan ekonomi orang tuanya."Kenapa bisa putus sekolah nak?" Tanya Gus Ipul."Karena adanya ketidakmampuan ekonomi dalam rumah tanggak orang tua pak," jawab Komala.Mendengar jawaban tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa Komala merupakan salah satu contoh profil anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat. "Inilah bapak Presiden Prabowo kita yang luar biasa ingin mengajak kita menoleh kepada saudara-saudara kita yang seperti ini," ujarnya.Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi Komala untuk mencapai cita-cita demi membahagiakan kedua orang tuanya. "Contoh orang semangat ini, luar biasa kayak gini, Istimewa sekali, saya bangga dengan kamu Komala, saya ingin kamu sukses beserta yang lain," tutup Gus Ipul.

02 Agustus 2025

Gus Ipul Bahagia Melihat Toleransi Beragama Siswa SRMA 19 Bantul Hidup Rukun Meski Beda Keyakinan

LensaDaily - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Sonosewu, Kabupaten Bantul, DIY pada Rabu 16 Juli 2025 malam. Peninjauan itu, Gus Ipul bahagia melihat toleransi beragama yang hidup rukun meski beda keyakinan.Di hadapan para siswa, ia menyampaikan bahwa sekolah gratis berasrama ini dibentuk atas gagasan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum terjangkau pendidikan karena keterbatasan biaya."Jadi yang belum terjangkau bisa dijangkau dengan Sekolah Rakyat. Adik-adik yang mungkin tidak bisa sekolah di sekolah-sekolah umum karena biaya, karena faktor orang tua yang kurang mampu, maka oleh presiden diberi kesempatan untuk sekolah di Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.Selain itu, Gus Ipul menyebut, sekolah berasrama ini juga hadir untuk membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Contohnya, yakni mengenyam pendidikan gratis hingga lulus."Jadi mungkin dari yang tidak mungkin, membuat kemungkinan-kemungkinan baru. Yang mungkin dulu kok susah rasanya sekolah, apa bisa sampai lulus, nanti dengan adanya Sekolah Rakyat ini mudah-mudahan kemungkinan terbuka lebih lebar untuk anak-anakku ini. Dan ini dipersembahkan oleh Presiden Prabowo," jelas Gus Ipul."Siap belajar?" tanya Gus Ipul kepada para murid yang hadir di aula sekolah."Siap!" jawab siswa-siswi serentak penuh semangat.Gus Ipul juga berpesan kepada para siswa untuk saling menghormati satu dengan yang lain. Sebab, murid-murid yang menimba ilmu di Sekolah Rakyat ini berasal dari latarbelakang beragam."Di sini kita harus sama-sama membangun sebagai saudara yang saling menghormati antar keyakinan satu dengan keyakinan yang lain, antar suku satu dengan suku yang lain, antar ras satu dengan ras lain. Semua harus hidup rukun, guyub sebagai sesama saudara, seperti di sini ada saudaramu yang tidak beragama islam," tegas Gus Ipul.Sebagai informasi, di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul terdapat 200 siswa dari 10 rombongan belajar. Dua di antaranya non muslim.Salah satu siswi bernama Jessie mengaku senang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat, meskipun ia beragama Hindu di antara mayoritas murid-murid beragama Islam. Menurut dia, para siswa tetap saling menghormati di tengah perbedaan."Senang, pak. Soalnya di sini banyak teman, teman-temannya juga tidak nakal. Saya tuh rasanya di sini sudah kayak di rumah. Fasilitasnya juga bagus," kata Jessie saat berdialog dengan Gus Ipul. Hal senada juga disampaikan siswa lainnya, Fransiskus. Ia mengaku nyaman menimba ilmu di Sekolah Rakyat."Apa yang ingin kamu pesankan kepada anak-anak yang muslim ini? Mungkin ada pesan yang ingin kamu sampaikan?" tanya Gus Ipul kepada Fransiskus."Saling menghormati aja sih, pak," jawab Fransiskus.Mendengar hal itu, Gus Ipul tampak lega dan bahagia karena toleransi beragama terwujud di lingkungan Sekolah Rakyat.Usai berdialog dengan para siswa, Gus Ipul meninjau beberapa fasilitas yang ada di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul. Lokasi pertama yang dikunjungi, yakni asrama putri.Asrama di sekolah ini memanfaatkan bangunan yang dulunya merupakan rumah dinas pegawai Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Sonosewu. Karena ukurannya yang cukup luas, satu unit diisi hingga 16 murid dengan dilengkapi tiga unit kipas angin, meja dan kursi belajar, lemari, serta kamar mandi. Kemudian, Gus Ipul juga melakukan peninjauan ke laboratorium kimia dan biologi.

17 Juli 2025