LensaDaily - Pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 yang berlangsung hari ke-11 tercatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 melaporkan perkembangan situasi operasi ketupat 2026 pada hari ke-11 pelaksanaan operasi, yang terhitung sejak Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3) pukul 06.00 WIB.Di bidang lalu lintas, Polri mencatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.Selain itu, dalam aspek penegakan hukum lalu lintas, tercatat 11 pelanggaran, dengan rincian 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kombes Pol. Marupa Sagala.Sementara itu, berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan, meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025.Adapun kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.Polri juga menyampaikan bahwa arus lalu lintas saat ini terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, seiring dengan penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real time.Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Kombes Pol. Marupa Sagala.Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow, one way lokal maupun nasional. Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan untuk menghindari kepadatan di jalur utama, yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026.Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.Di sisi lain, Polri turut melakukan pengamanan di berbagai objek vital seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, serta jalur arteri dan tol.Berdasarkan data pergerakan transportasi umum, tercatat sebanyak 871 trip kapal dengan total 223.317 penumpang di 36 pelabuhan. Pada moda kereta api, terdapat 2.922 perjalanan dengan total 1.521.787 penumpang, sementara transportasi udara mencatat 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.Polri juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, khususnya di lokasi wisata air, serta selalu memperhatikan kapasitas dan aspek keselamatan.“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutup Kombes Pol. Marupa Sagala.Polri menegaskan akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan guna memastikan pelaksanaan arus mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar.
23 Maret 2026Tag: mudik
LensaDaily - Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang pada akhir Maret, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascalibur Idulfitri. Prediksi tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran Polri untuk menyiapkan langkah antisipasi, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun pengamanan di lapangan.Hal tersebut dikatakan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat doorstop di Pos Pengamanan Terpadu Lapangan Merdeka, Medan usai memimpin pengecekan situasi kamtibmas secara daring terhadap jajaran Polda di seluruh Indonesia, Jumat 20 Maret 2026.“Puncak arus balik diperkirakan akan terjadi di kisaran tanggal 24 atau 25 Maret 2026, dan yang kedua adalah tanggal 28 dan 29 Maret 2026,” ujar Kapolri didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Subianto, Kadiv Humas Polri, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Pangdam I/Bukit Barisan, Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta Wali Kota Medan.Ia menjelaskan, prediksi tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran untuk menyiapkan langkah antisipasi, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun pengamanan di lapangan. Kapolri menekankan pentingnya strategi penguraian kepadatan, terutama di jalur-jalur utama seperti tol Trans Jawa, jalur arteri, serta titik-titik rawan kemacetan.Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan pada puncak arus balik.“Kementerian Perhubungan menyarankan agar masyarakat bisa menghindari puncak arus balik dengan menjalankan program work from anywhere (WFA) pada tanggal 25, 26, dan 27,” katanya.Menurut Kapolri, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan kendaraan sehingga tidak terfokus pada satu waktu tertentu.Di sisi lain, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas tetap diberlakukan hingga 29 Maret 2026, kecuali untuk kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat.“Kebijakan ini tetap berjalan sampai dengan tanggal 29, kecuali yang memang diberikan prioritas karena menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.Kapolri juga mengingatkan bahwa potensi kepadatan tidak hanya terjadi di jalur mudik dan balik, tetapi juga di kawasan destinasi wisata yang dipadati masyarakat setelah Hari Raya.Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan standar keselamatan dipenuhi, khususnya di lokasi wisata air.“Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan masyarakat yang melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air, kapasitas jangan sampai melebihi dan alat-alat penyelamat harus disesuaikan dengan jumlah pengunjung,” katanya.Selain faktor kepadatan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius dalam pengamanan arus balik tahun ini. Kapolri menyebutkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi potensi hujan ekstrem.“Ini bagian dari upaya untuk mengelola agar tidak terjadi banjir dan tanah longsor di jalur mudik maupun balik, dan alhamdulillah berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem,” ujarnya.Meski demikian, Kapolri menegaskan seluruh satuan tugas di lapangan harus tetap siaga menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.Ia juga menginstruksikan agar pos-pos terpadu yang telah disiapkan dapat dimaksimalkan, tidak hanya untuk pengamanan tetapi juga sebagai pusat layanan bagi masyarakat.Kapolri mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna beristirahat dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan arus balik.“Manfaatkan rest area dan pos-pos terpadu yang ada, jangan dipaksakan apabila kondisi lelah karena keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.Lebih lanjut, Kapolri mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam pengamanan arus mudik yang dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.Ia berharap pola koordinasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam menghadapi arus balik Lebaran 2026.“Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan anggota di lapangan yang telah bekerja keras, sehingga pengamanan mudik berjalan dengan baik,” katanya.Kapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran akan terus siaga hingga seluruh rangkaian arus balik selesai, guna memastikan masyarakat dapat kembali ke tempat asal dengan aman dan lancar.
21 Maret 2026LensaDaily - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara nasional arus mudik Lebaran 2026 berlangsung dengan aman dan lancar. Hasil pemantauan bersama lintas kementerian dan lembaga menunjukkan puncak arus mudik Lebaran 2026 telah terjadi pada 18 Maret.Hal tersebut disampaikan Kapolri usai memantau langsung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara nasional melalui video conference dari Pos Pengamanan Terpadu Lapangan Merdeka, Medan, Jumat 20 Maret 2026.Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Subianto, Kadiv Humas Polri, Kapolda Sumatera Utara, Pangdam I/Bukit Barisan, Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta Wali Kota Medan.“Berdasarkan laporan dari Jasa Marga, puncak arus mudik terjadi di tanggal 18 Maret 2026 dengan total 270.315 kendaraan atau meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 sebesar 258.383 kendaraan,” ujar Kapolri.Ia menjelaskan, pengecekan dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan, BMKG, dan instansi terkait lainnya.“Baru saja kita melaksanakan pengecekan langsung secara virtual terhadap seluruh wilayah bersama-sama dengan stakeholder terkait,” katanya.Kapolri menambahkan, berbagai rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, contraflow, hingga one way diterapkan guna mengurai kepadatan.“Semua dilakukan untuk mengurai potensi-potensi kemacetan yang ada,” ujarnya.Ia juga mengungkapkan bahwa sistem one way nasional telah resmi dihentikan pada pukul 14.22 WIB dan kondisi lalu lintas kini berangsur normal.Meski demikian, jajaran diminta tetap siaga mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pasca malam takbir dan salat Idulfitri.
21 Maret 2026LensaDaily - Sebanyak 4.009 masyarakat pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga diangkut dengan 80 bus Mudik Gratis Polri Presisi, dilepas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Lapangan Polda Metro Jaya, pada Rabu 18 Maret 2026 pagi. Ke-80 bus tersebut dengan dua daerah tujuan utama yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.Kapolri menegaskan seluruh armada bus yang membawa pemudik itu telah melewati uji kelaikan (ramp check) sebelum digunakan. Tak hanya itu, ia memastikan seluruh pengemudi bus juga dalam kondisi prima dan tidak dalam pengaruh obat-obatan atau minuman keras.Sebelum kita berangkatkan, tentunya kita melakukan SOP untuk memastikan agar perjalanan utamanya pengemudi dalam kondisi sehat, tuturnya.Jadi kita melakukan pengecekan mulai dari tes urin, kemudian tes alkohol, dan juga tes terkait dengan masalah penggunaan obat-obatan yang mungkin bisa membahayakan, imbuhnya. Sigit mengatakan program Mudik Gratis Polri Presisi ini juga sebagai wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan bahagia. Sesuai tagline tahun ini, 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.Dalam kesempatan yang sama, Kapolri menyampaikan bahwa total kendaraan yang telah keluar dari Jakarta mencapai 1,2 juta kendaraan. Khusus untuk jalur tol, ia menyebut telah terjadi peningkatan hingga 2,83 persen dibanding periode Lebaran 2025.Meski begitu, Sigit mengatakan tingkat kecelakaan pada periode mudik Lebaran kali ini jauh menurun hingga 40,91 persen atau sebanyak 682 kasus dari tahun lalu.Alhamdulillah mudah-mudahan angka ini bisa kita pertahankan sampai dengan selesainya rangkaian mudik dan rangkaian balik, jelasnya.Karenanya, Kapolri berpesan kepada seluruh pemudik agar tidak memaksakan diri dan tetap mendahulukan keselamatan ketimbang kecepatan sampai di lokasi tujuan.Ia juga meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri jika lelah dan bisa memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang disediakan di sepanjang jalur mudik.Ada Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu sehingga masyarakat yang ingin beristirahat disitu. Sudah disiapkan fasilitas untuk istirahat untuk pengecekan kesehatan, termasuk juga kalau seandainya ingin makan apakah buka atau sahur, ataupun juga mengisi BBM," tutupnya.
18 Maret 2026LensaDaily - Para anggota Kabinet Merah Putih diimbau untuk merayakan Idulfitri 1447 H/2026 M dengan penuh kesederhanaan. Hal ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu.“Kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halalbihalal,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.Bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air telah membawa dampak bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, dinamika global yang terjadi saat ini juga berpotensi berdampak ke dalam negeri. “Sesuai dengan petunjuk beliau [Presiden Prabowo Subianto], kemarin kami sudah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk kami imbau untuk tidak berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupun halalbihalal karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita pada kondisi yang belum baik,” ujar Mensesneg.Sebelumnya di dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/03/2026), Presiden Prabowo mengingatkan jajarannya agar merayakan Idulfitri secara sederhana. Menurut Kepala Negara, kegiatan seperti open house sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan agar pemerintah dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan nanti,” ujar Presiden.Antisipasi Lonjakan Arus MudikDi dalam pernyataannya Mensesneg juga menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk mengantisipasi dan memastikan kelancaran arus mudik di berbagai wilayah di tanah air. “Memang ada beberapa kejadian yang kami mohon maaf ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk, tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrian-antrian,” ujar Mensesneg.Lebih lanjut, Mensesneg juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere dan melakukan mudik lebih awal sehingga dapat mengurangi kepadatan arus mudik di waktu tertentu. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan masa rentang liburan ini dengan memilih pulang kampung sesuai dengan yang kita harapkan, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu,” ujarnya.Selain itu, Mensesneg juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman pada libur Lebaran tahun 2026 ini.“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan; Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Danantara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya yang telah bekerja keras, termasuk TNI juga diminta oleh Bapak Presiden manakala diperlukan untuk menyediakan transportasi-transportasi yang dimiliki termasuk kapal-kapal laut kita untuk membantu kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing,” pungkasnya.
17 Maret 2026


