LensaDaily - Kabar mengejutkan dari pesepakbola Pratama Arhan yang mengajukan cerai talak kepada sang istri, Azizah Salsha. Bahkan, gugatan tersebut sudah masuk dalam sidang cerai di di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.Hal ini terungkap dari penelusuran media melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), perkara yang diajukan merupakan cerai talak, yakni gugatan perceraian yang diajukan pihak suami. Sidang perdana tersebut, baik Pratama Arhan dan Azizah Salsha kompak tak hadir dan diwakili pihak kuasa hukum keduanya.Pihak Pratama Arhan yang diwakili kuasa hukumnya memilih diam saat dikonfirmasi oleh awak media terkait dengan alasan gugatan cerai yang dilayangkan kliennya. Dia juga memilih tak banyak komentar saat disinggung awak media tentang adanya kemungkinan isu orang ketiga dibalik gugatan cerai tersebut.”Agendanya apa bang? Apa alasan Arhan menggugat cerai apakah karena perselingkuhan?,” tanya awak media.”Mohon maaf. Punten-punten. Misi misi,” sahut kuasa hukum Pratama Arhan.Diberondong pertanyaan terkait dengan kemungkinan adanya orang ketiga yang menjadi penyebab Arhan mengajukan gugatan cerai, sang kuasa hukum juga masih enggan berkomentar lebih lanjut.Dia hanya memilih mengutarakan statement ’aman’ yang membuat pertanyaan besar di kalangan pewarta. ”Apa ada orang ketiga?,” tanya awak media.”Punten punten punten, izin ya. Aman-aman. Mohon maaf kami ditunggu. Aman,” kata dia.Menyusul dengan kabar gugatan cerai yang diajukan Pratama Arhan, kolom komentar di akun Instagram @pratamaarhan8 pun ramai diserbu pengguna media sosial. Tak sedikit dari mereka yang menyambut baik kabar tersebut. Bahkan dari mereka berdoa agar Arhan ke depannya bisa mendapatkan istri yang lebih baik lagi.“Anjay calon duda,” kata netizen.”Serius beritanya?,” tanya netizen.”ALHAMDULILLAH semoga dapat istri yang solehah ya nextnya, aamiin,” komentar netizen.”Alhamdulillah,” ujar lainnya.”Si Arhan mau jadi duda,” kata lainnya. ”Gass cari pasangan dunia akhirat mas,” kata netizen lain. ”Akhirnya Arho sadar sama kelakuan si Nurul,” ujar lainnya. ”Akhirnya gak oon lagi,” ujar netizen lain. ”Ini kalau beritanya benerr cerai, aku follow kamu lagi yah sayang heheheh,” komentar lainnya.Sebelumnya selama dua tahun membina biduk rumah tangga, keduanya sering diterpa dengan isu kurang sedap. Mulai dari dugaan perselingkuhan Azizah Salsha dengan mantan kekasih Rachel Venenya. Hingga yang terbaru Azizah Salsha yang dikenal sebagai selebgram itu terlihat bermain padel bersama sang mantan kekasih, Philo Paz.
25 Agustus 2025Tag: perceraian
LensaDaily - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat angka perkawinan anak di Indonesia terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Sejak 2022 angka perkawainan anak 8.804 pasangan di bawah usia 19 tahun yang menikah, hingga 2024 turun pada angka 4.150 pasangan.Kementerian Agama (Kemenag) dalam beberapa tahun terakhir terus menggenjot program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini menyasar siswa sekolah menengah untuk membekali mereka dengan wawasan seputar pernikahan, kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga.Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan, program BRUS telah menjadi bagian penting dari upaya Kemenag dalam mencegah kawin anak. Data Kemenag, sejak 2022 terdapat 8.804 pasangan di bawah usia 19 tahun yang menikah. Jumlah ini turun menjadi 5.489 pasangan pada 2023, lalu kembali menurun menjadi 4.150 pasangan pada 2024.“Melalui BRUS, kami menanamkan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum memasuki usia pernikahan. Ini langkah strategis dalam membangun keluarga yang berkualitas sejak dari hulunya,” ujar Abu Rokhmad mengutip kemenag.go.id, Minggu 13 Juli 2025.Program BRUS dilakukan secara masif di berbagai sekolah dan madrasah, melibatkan narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, dan mitra terkait lainnya. Materi yang disampaikan tidak hanya seputar agama, tetapi juga mencakup pendidikan karakter, kesehatan reproduksi, serta bahaya pernikahan usia dini.Abu Rokhmad menyebut, kesadaran masyarakat terhadap risiko perkawinan anak yang meningkat juga turut memperkuat dampak positif program BRUS. Banyak pihak kini memahami bahwa kawin anak rentan menimbulkan persoalan serius, mulai dari perceraian dini, kekerasan dalam rumah tangga, hingga risiko stunting pada anak.“Kami butuh dukungan lebih kuat dari sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat untuk terlibat dalam mengedukasi remaja. Ini bukan hanya tugas Kemenag, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.Dengan memperkuat literasi remaja tentang makna pernikahan yang matang dan bertanggung jawab, Kemenag berharap angka perkawinan anak terus menurun, seiring tumbuhnya generasi muda yang lebih siap dalam menghadapi kehidupan berkeluarga.
13 Juli 2025


