icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: pilot


Pesawat Pengangkut BBM Pelita Air Jatuh di Nunukan Kaltara, Pilot Tewas

LensaDaily - Pesawat Carter milik Pelita Air terjatuh di pegunungan Pabetung Remayo Kecamatan Krayan Timur Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis 19 Februari 2026. Pilot pesawat yang khusus dioperasikan untuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ke daerah terpencil dengan rute Long Bawan menuju Tarakan itu dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.Pesawat nahas tersebut merupakan layanan kargo jenis Air Tractor (AT) yang khusus untuk angkut BBM. Pesawat tersebut single engine, single pilot, no cabin crew dan no passengers. “Betul pesawat pengangkut BBM,” ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Utara Kombes Pol. Slamet Wahyudi, Kamis 19 Februari 2026.Pesawat itu diketahui melayani rute Long Bawan – Tarakan. Sebelumnya pesawat tiba di Bandara Long Bawan sekitar pukul 11.00 WITA dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite sebanyak kurang lebih 4.000 liter.Pesawat telah melaksanakan proses bongkar muatan dan sekitar pukul 12.10 WITA, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan. Tidak lama setelah lepas landas, pihak bandara menerima laporan adanya pesawat jatuh di sekitar Desa Pabetung, Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur.Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Krayan bersama unsur TNI, BPBD Kecamatan Krayan, Satpol PP, serta pihak maskapai segera menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WITA dan mendapati pesawat dalam kondisi terbakar.

20 Februari 2026

KKB Penembakan Pesawat Smart Air Tewaskan Pilot dan Co-pilot Teridentifikasi

LensaDaily - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pelaku penembakan Smart Air yang menewaskan pilot dan co-pilot pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu 11 Februari 2026 diidentifikasi Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan awak pesawat Smart Air pada 11 Februari 2026, dua orang telah diidentifikasi.Peristiwa penembakan Smart Air ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo.“Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang,” ujar Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Senin 16 Februari 2026.Ia menerangkan, untuk jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi. Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, pun menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” ujarnya.Dalam dua hari terakhir, ujarnya, aparat telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.Ditambahkan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Kombes Pol. Adarma.Ia juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi orientasi utama setiap tindakan di lapangan. Operasi ini mengedepankan perlindungan masyarakat.“Setiap langkah dilakukan secara terukur dan profesional, sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi,” jelasnya.

16 Februari 2026

KKB Tembak Pesawat Smart Air, Pilot dan Co-pilot Tewas

LensaDaily - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menembak Pesawat Smart Air dengan nomor PK-SNR sesaat mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu 11 Februari 2026. Kejadian tersebut menewaskan pilot dan co-pilot, sedangkan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menerangkan bahwa letak geografis memang menjadi salah satu tantangan untuk menjangkau lokasi kejadian.“Polda Papua dan pers Ops Damai Cartenz 2026 sedang Konsolidasi untuk merespon peristiwa tersebut. Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” jelas Kadiv Humas, Rabu 11 Februari 2026.Irjen Pol. Jhony menerangkan, dari peristiwa penembakan ini terdapat dua korban jiwa yang merupakan pilot pesawat. Sedangkan seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri.“Informasi lapangan, kedua pilot meninggal dunia. Sedangkan, semua penumpang dalam keadaan selamat, 13 penumpang termasuk 1 balita,” ujar Kadiv Humas.Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyatakan pesawat Smart Air lepas landas dari Tanah Merah pukul 10.35 WIT dan mendarat sekitar pukul 11.05 WIT. Kemudian, tembakan dari orang tak dikenal (OTK) tiba-tiba datang dari arah hutan hingga membuat langsung kacau.Pilot, co-pilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri. Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan.Informasi adanya korban jiwa kemudian diperkuat oleh video yang beredar dari lokasi kejadian. Koordinasi cepat dilakukan antara pihak bandara, TNI, dan Polri untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area.Sore ini, pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Sementara itu, besok pagi tambahan pasukan yang dipimpin langsung Kaops Damai Cartenz akan menyusul guna memperkuat proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama.“Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum,” jelas Brigjen Pol. Faizal, Rabu 11 Februari 2026.Ia memastikan, kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat di wilayah terpencil yang bergantung pada transportasi udara. Senada dengan itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga menyampaikan bahwa pengamanan jalur penerbangan sipil di pedalaman akan diperketat.“Pesawat perintis adalah urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Papua. Kami tidak akan membiarkan aksi teror seperti ini mengganggu akses logistik, kesehatan, dan mobilitas warga. Langkah penindakan dan pengejaran pelaku sedang berjalan,” ujarnya.Peristiwa ini menjadi pengingat betapa vital dan rentannya transportasi udara di wilayah pedalaman Papua. Di tengah duka yang mendalam, aparat keamanan kini berpacu dengan waktu dan bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar langit Papua kembali aman dilintasi.

11 Februari 2026

Viral Pria Teriak Bom di Pesawat Lion Air Tujuan Jakarta-Kualanamu

LensaDaily - Seorang pria penumpang pesawat Lion Air mengamuk dan mengatakan ada bom dalam pesawat yang akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Udara Internasional Kualanamu. Akibatnya, pesawat yang akan terbang terpaksa menunda keberangkatan dan mengamankan pria tersebut.Kejadian tersebut viral di media sosial yang direkam oleh penumpang lain yang duduk di belakang pria tersebut. Terlihat pria tersebut dengan lantangnya menyebut ada bom. "Yang merasa petugas, turun. Mau polisi, mau tentara, mau apa itu, turun, ada bom. Nggak nyaman, turun," ucap H dalam video viral tersebut.Meski petugas mencoba menenangkannya, namun pria yang belakangan diketahui berinisial H itu terus mengamuk. Saat itu, pesawat JT-308 saat persiapan penerbangan atau selesai proses push back dengan mundur dari posisi parkir dan bersiap menuju taxiway atau landas hubung."Saat posisi pesawat sudah push back, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin," ucap Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan persnya, Minggu 3 Agustus 2025.Atas kejadian tersebut, terpaksa pilot meminta izin kepada pihak Bandara untuk balik arah apron, untuk memastikan keamanan penerbangan dan mengamankan penumpang mengaku bawa bom tersebut. "Sesuai prosedur keselamatan penerbangan, awak kabin mengkonfirmasi ulang, dan penumpang tetap menyampaikan hal yang sama. Informasi segera dilaporkan kepada kapten pilot dan petugas layanan darat," kata Danang.Danang mengungkapkan langkah dilakukan pilot Lion Air, yakni pesawat diarahkan kembali ke apron (RTA). Penumpang H diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yaitu petugas keamanan bandar udara Aviation Security, Otoritas Bandar Udara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Meskipun pernyataan awal pelanggan diduga sebagai candaan, Lion Air bersama pihak berwenang mengambil langkah tegas dan preventif, dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman (bomb threat)."Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam menjalankan standar keselamatan serta keamanan penerbangan yang berlaku," ucap Danang.Lalu, seluruh pelanggan atau penumpang diturunkan, bagasi dan barang bawaan diperiksa ulang oleh petugas keamanan dan pihak terkait."Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan benda mencurigakan atau berbahaya. Lanjutan penerbangan," sebut Danang.Danang mengungkapkan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan, Lion Air menyiapkan pesawat pengganti Boeing 737-900ER registrasi PK-LSW dan berangkat menuju Bandara Kualanamu."Penerbangan JT-308 kemudian diberangkatkan kembali pada hari yang sama dan telah mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu," ungkap Danang.Lion Air menegaskan agar seluruh pelanggan tidak menyampaikan pernyataan atau informasi palsu yang dapat mengganggu keamanan penerbangan, candaan maupun ancaman. "Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 437, informasi palsu atau ancaman yang mengganggu keamanan penerbangan dapat dikenakan sanksi hukum pidana dan penanganan tegas dari aparat," kata Danang.

03 Agustus 2025