icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: poldantt


Polda NTT Selidiki KM Putri Sakinah Tenggelam, Telusuri Dugaan Kelalaian

LensaDaily - Kasus tenggelammya kapal wisata KM Putri Sakinah di Selat Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini diselidiki polisi guna memastikan penyebab dan orang yang harus bertanggungjawab peristiwa tersebut. Penyelidikan yang dilakukan Polda NTT memasuki tahap analisis dan evaluasi.Kepala Bidang (‎‎Kabid) Humas Polda NTT, Kombes. Pol. Henry Novika Chandra, menjelaskan, penyidik memeriksa sejumlah saksi yang berada di kapal. Pemeriksaan dilakukan oleh Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat.‎‎“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” ujarnya, Jumat 2 Desember 2026.Dalam kesempatannya, ia menyebut penyidik telah mengumpulkan keterangan saksi serta dokumen pendukung.Ia menjelaskan saksi yang diperiksa mencakup awak kapal dan pihak terkait operasional pelayaran wisata. Pemeriksaan bertujuan mengurai tanggung jawab masing-masing pihak selama pelayaran.‎Aspek yang didalami meliputi pengendalian kapal, kondisi mesin, hingga prosedur keselamatan saat keadaan darurat. Seluruh keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembuktian.‎Selain keterangan saksi, penyidik juga telah mengantongi sejumlah alat bukti. Alat bukti tersebut akan dianalisis secara menyeluruh sebelum penetapan status hukum lanjutan.‎“Proses ini dilakukan secara profesional dan objektif,” ujarnya.Penetapan tersangka dilakukan setelah alat bukti dinilai cukup sesuai ketentuan hukum. ‎Polres Manggarai Barat juga merencanakan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak terkait. Penyidik akan melakukan penyitaan dokumen kapal dan menyiapkan gelar perkara.Kombes. Pol. Henry Novika Chandra, menegaskan, penegakan hukum bertujuan memberi kepastian hukum bagi korban dan keluarga. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pencegahan insiden serupa di wisata bahari.‎“Keselamatan pelayaran adalah hal utama,” jelasnya. Ia berharap, proses hukum menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha wisata laut.‎Polda NTT memastikan perkembangan penyidikan akan disampaikan secara terbuka dan transparan. Informasi diberikan sesuai tahapan hukum yang berlaku.Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyampaikan pencarian dimungkinkan berlanjut. Opsi perpanjangan dilakukan jika hingga hari ketujuh ditemukan tanda keberadaan korban.“Setelah evaluasi, apabila keluarga mengajukan permohonan. Perpanjangan operasi SAR akan dipertimbangkan sesuai prosedur berlaku,” ujarnya.

04 Januari 2026

Diangkut Kapal Tanpa Nama, 7 Imigran Ilegal Asal China Diamankan di Perairan Pulau Rote NTT

LensaDaily - Polres Rote Ndao mengamankan satu unit kapal laut tanpa identitas yang mengangkut tujuh imigran ilegal asal China. Tiga anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Tenggara yang membawa ketujuh imigran ilegal itu pun turut diamankan.Kapal tersebut diamankan di perairan selatan Pulau Rote, tepatnya di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Informasi awal diperoleh sekitar pukul 16.00 WITA, ketika sekelompok nelayan yang sedang memancing di perairan dekat Pulau Ndana melihat sebuah kapal berwarna putih yang mencurigakan.Kapal tersebut tampak terparkir dengan mesin masih menyala tanpa tanda identitas yang jelas. Salah satu nelayan bernama Muhidin kemudian melaporkan penemuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Dalek Esa, Bripka Edy Suryadi, yang segera meneruskan laporan tersebut ke pihak kepolisian.Dengan pengawasan petugas, nelayan bersama warga menggiring kapal tersebut menuju Pelabuhan Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya. Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 17.00 WITA, Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Godfried E. S. Mail, bersama personel Polsek dan Polres Rote Ndao langsung melakukan pengamanan.Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tiga ABK WNI dan tujuh penumpang WNA asal China di atas kapal. Ketiga ABK yang diamankan masing-masing berinisial AC (22), JS (32), dan IDR (46), seluruhnya berasal dari Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.Sementara tujuh imigran ilegal asal China yang diamankan berinisial LWS (34), CXB (46), LSJ (39), ZJ (42), HX (46), ZZY (48), dan SY (35).Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, yang turut hadir langsung di lokasi, memimpin proses evakuasi terhadap seluruh penumpang dan ABK kapal ke Mapolres Rote Ndao menggunakan satu unit truk Dalmas dan satu mobil Patwal Ranger. Proses evakuasi berlangsung aman.Dalam keterangannya, Kapolres Mardiono menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan tujuan dan aktivitas kapal tersebut.“Untuk tiga orang WNI akan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Sedangkan tujuh WNA asal China akan kami koordinasikan dengan pihak Imigrasi Kupang untuk proses hukum dan keimigrasian lebih lanjut,” ujar AKBP Mardiono.Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap memberikan laporan.“Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada Polri. Sinergi ini menjadi kunci agar tindakan kepolisian dapat dilakukan cepat dan tepat,” tambahnya.Menanggapi keberhasilan jajaran Polres Rote Ndao tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, memberikan apresiasi atas kinerja cepat personel di lapangan.“Kapolda NTT memberikan penghargaan kepada jajaran Polres Rote Ndao atas respons cepat dalam mengamankan kapal asing dan menyelamatkan para imigran ilegal tersebut. Tindakan ini menunjukkan kesiapsiagaan Polri dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan NTT, khususnya di daerah perbatasan,” ungkap Kombes Pol Henry Novika Chandra.“Polda NTT terus berkomitmen untuk memperketat pengawasan di wilayah perairan, terutama jalur-jalur rawan penyelundupan manusia dan aktivitas ilegal lintas negara. Kami juga mendorong masyarakat pesisir agar tidak ragu melapor bila menemukan aktivitas yang mencurigakan di laut,” tegasnya.Saat ini, kapal tanpa nama tersebut telah diamankan di Pelabuhan Oebou untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim gabungan Polres Rote Ndao, Polairud, dan pihak Imigrasi Kupang. Polda NTT memastikan akan terus mengusut tuntas kasus ini guna mengungkap jaringan penyelundupan manusia yang diduga terlibat.

28 Oktober 2025