LensaDaily - Tumpukan gelondongan kayu yang terbawa saat longsor dan banjir bandang melanda Sumatera kini diselidiki Bareskrim Polri, yang menjadi salah satu penyebab bencana. Penyelidikan dilakukan investigasi tumpukan kayu di wilayah aliran Sungai Anggoli dan Sungai Garuga, Tapanuli Tengah.Penyelidikan mengumpulkan barang bukti ini dipimpin Dirtipiter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, menjelaskan bahwa kayu-kayu yang tersangkut di dua jembatan utama telah menutup aliran sungai sehingga menimbulkan luapan air besar yang menghantam pemukiman warga.“Kami berdiri di daerah DAS Anggoli, tepatnya di Desa Anggoli. Di dua jembatan ini, aliran air tertutup oleh kayu-kayu besar sehingga arus melimpah ke pemukiman warga,” ujar Brigjen Irhamni, Rabu 10 Desember 2025.Dari hasil olah TKP di dua lokasi jembatan, tim Bareskrim menemukan 10 jenis kayu berbeda yang teridentifikasi hanyut dan tersangkut. Seluruh sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mengetahui spesifikasi dan kesamaan dengan jenis pohon yang berada di wilayah hulu.“Kami membawa kayu-kayu yang ditemukan ke laboratorium. Nantinya akan dicocokkan dengan pohon yang berada di wilayah hulu agar diketahui asal tumbuhannya,” jelas Brigjen Irhamni.Investigator kemudian melakukan penelusuran udara dan analisis citra satelit bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari data citra satelit, ditemukan sedikitnya 110 bukaan lahan di area hulu DAS Anggoli dan DAS Garuga.“Hingga saat ini kami baru memeriksa sekitar 6–8 kilometer ke arah hulu dan menemukan empat bukaan. Masih ada sekitar banyak bukaan lagi yang harus kami pastikan,” tegasnya.Saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan pembalakan liar, Brigjen Irhamni menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.“Kami sedang memastikan apakah bukaan-bukaan tersebut berizin atau tidak. Kami mohon waktu untuk membuktikan itu,” ujarnya.Menurutnya, proses pembuktian tanggung jawab pidana tidak sederhana karena harus mengaitkan kayu yang ditemukan di lokasi dengan aktivitas pembukaan hutan yang berlangsung di hulu.Dalam investigasi ini, Bareskrim menggandeng unsur lintas lembaga, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polda Sumut, Masyarakat setempat, dan sejumlah NGO yang telah memberikan informasi historis aktivitas pemanfaatan hutan di kawasan tersebut.“Rekan-rekan NGO dan masyarakat memberikan informasi mengenai aktivitas di masa lalu di daerah ini. Itu sangat membantu,” kata Brigjen Irhamni.Bareskrim menegaskan bahwa jika nantinya terbukti terdapat pelanggaran dalam aktivitas pembukaan lahan, maka proses penyidikan akan diarahkan pada penegakan hukum pidana.“Tentunya apabila berbicara proses penyidikan, sanksi pidana yang akan diterapkan. Namun kami harus membuktikan pertanggungjawaban pihak yang terlibat,” kata Brigjen Irhamni.Ia juga sekaligus mengajak seluruh pihak, termasuk media nasional dan lokal, untuk mengawal proses penegakan hukum yang sedang berjalan.“Kami mohon dukungan dari rekan-rekan media sebagai kontrol sosial,” pungkasnya.
11 Desember 2025Tag: poldasumut
LensaDaily - Sebanyak 2,6 ton bantuan logistik yang dibawa aktivis Ferry Irwandi untuk disalurkan ke provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang terdampak bencana telah disalurkan. Fokus dan tujuan bantuan logistik hasil donasi yang dikumpulkan Ferry Irwandi tersebut, untuk daerah terisolasi yang belum tersentuh bantuan dan juga pedesaan.Ferry Irwandi tiba di Medan untuk menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan bayi dan ibu, hingga sarana kebersihan, dengan total bantuan awal mencapai 2,6 ton, Kamis 4 Desember 2025. Relawan Kita Bisa, Ferry Irwandi, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan cepat setelah penggalangan dana 24 jam dengan total dana terkumpul sebesar Rp10,3 miliar. Bantuan menyasar wilayah yang minim akses bantuan, termasuk daerah hilir dan pedesaan yang masih terisolasi.“Kita memprioritaskan daerah-daerah yang minim bantuan dan masih sulit dijangkau. Hari ini di Aceh Tamiang itu sudah masuk juga satu dua truk, cuma kita berusaha untuk daerah hilir seperti pedesaannya itu. Untuk daerah kota, informasi yang kita dapat bantuan sudah cukup banyak masuk, sehingga kita upayakan yang pedesaannya” ucap Ferry Irwandi.Ia menjelaskan bahwa kebutuhan lapangan ditentukan berdasarkan masukan warga dan korban. Selain makanan siap saji bergizi, tim juga membawa pampers, pembalut, pakaian dalam, hingga peralatan pembersihan. “Kami juga sedang mengupayakan ketersediaan air bersih dengan mencari perangkat penyaring agar di titik distribusi tersedia terminal air bersih,” tambahnya.Ferry juga mengakui adanya kendala dalam pengiriman bantuan, terutama via udara. Namun hambatan tersebut teratasi berkat dukungan polri.“Kemarin sempat kesulitan karena traffic penerbangan, namun kami mendapat bantuan dari Ditpolairud Polri untuk membawa 2,5 ton logistik, itu sangat membantu sekali. Kami juga dibantu teman-teman di Medan, termasuk dari Polda Sumut dalam proses drop dan pengamanan,” jelasnya.Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif relawan dan masyarakat. Menurutnya, dukungan moral dan logistik menjadi penyelamat bagi warga terdampak banjir, banjir bandang dan longsor, sehingga Polri memastikan semua jalur bantuan tetap aman dan lancar.“Polri siap membantu dan berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, lembaga sosial, relawan serta pihak swasta yang ingin menyalurkan bantuan. Kami pastikan akses pengiriman bantuan dapat berjalan aman dan tepat sasaran,” tegas Kabid Humas.Ia memastikan bahwa Polri akan memberikan dukungan penuh, termasuk pengawalan distribusi, pengamanan di wilayah terdampak hingga koordinasi antarinstansi.“Kami akan memberikan pelayanan dan dukungan terbaik untuk masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semua pihak yang peduli kami rangkul bersama, karena ini kerja bersama untuk kemanusiaan,” ujarnya.Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk wilayah Sumut, namun juga diarahkan ke Aceh Tamiang apabila jalur sudah dapat ditembus. Relawan Kita Bisa menyebut Desa Tualang, Kabupaten Langkat, menjadi salah satu titik sasaran distribusi berikutnya.
05 Desember 2025LensaDaily - Sebanyak 290 korban bencana di Sumatera Utara (Sumut) selesai diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut. Dari total keseluruhan, korban di Tapanuli Tengah (Tapteng) paling banyak.Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan yang juga menjabat sebagai Vice DVI Commander Polda Sumut, Kombes Pol. dr Taufik Ismail dalam konferensi pers, di RS Bhayangkara, Kota Medan, Rabu 3 Desember 2025."Per hari Selasa, 2 Desember 2025, kami sudah mendata, ada 290 korban yang sudah kami identifikasi dan sudah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan," ungkap Kombes Pol. dr Taufik Ismail.Taufik menjelaskan 190 korban meninggal dunia, berhasil diidentifikasi tersebar di 12 polres di wilayah hukum Polda Sumut. Ia menjelaskan semua korban jiwa ini, teridentifikasi, dengan dilaksanakan melalui data sekunder. "Artinya, data yang bisa dilihat, dibandingkan, dari korban tersebut. Karena, dalam waktu seminggu terakhir ini, karena ini sudah hampir seminggu bencana ini, itu masih dalam keadaan relatif utuh. Jadi, masih mudah untuk diidentifikasi," jelas Taufik.Dalam Operasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Wilayah Polda Sumut, Taufik mengungkapkan pihaknya menggelar Operasi DVI yang tersebar di setiap Kabupaten di Wilayah Polda Sumut ini, dengan kekuatan 30 personel, yang terdiri dari 10 orang bantuan tim DVI dari Mabes Polri, dan selebihnya merupakan anggota tim DVI Polda Sumut."Selanjutnya, karena ini sudah satu minggu dan masih ada korban yang hilang, korban yang hilang itu terdata di kami ada 122 orang," ungkap Taufik. Jumlah korban bencana di Sumut berhasil diidentifikasi:1. Tapanuli Utara ada 34 korban meninggal dunia, sudah teridentifikasi semua.2. Sibolga, korban meninggal 57 orang, sudah teridentifikasi semua.3. Tapanuli Selatan, 79 orang, sudah teridentifikasi semua.4. Tapanuli Tengah, 82 orang, sudah teridentifikasi semua.5. PakPak Bharat, 2 korban meninggal dunia, sudah teridentifikasi.6. Humbahas, terdapat 8 korban yang sudah teridentifikasi.7. Nias Selatan, ada 1 orang, sudah teridentifikasi.8. Padangsidimpuan, ada 1 orang, sudah teridentifikasi.9. Binjai, 1 orang, sudah teridentifikasi.10. Belawan, 2 orang, sudah teridentifikasi.11. Langkat, 13 orang, sudah teridentifikasi.12. Medan, 10 korban meninggal dunia, sudah teridentifikasi
03 Desember 2025LensaDaily - Tim Satgas Pangan Pusat bersama Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menemukan beras premium dijual di atas HET serta satu merek beras medium yang belum memenuhi ketentuan pelabelan. Temuan ini hasil inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Medan, Rabu 22 Oktober 2025 sore. Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat eceran tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah, khususnya Harga Eceran Tertinggi (HET), serta memastikan kesesuaian label dan mutu beras di pasaran.Kegiatan sidak dipimpin langsung Dirjen Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, didampingi Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rudi Rifani dan jajaran Satgas Pangan. Peninjauan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Pasar Tradisional Sei Sikambing, Pasar Sukaramai, RCW Smarco Jalan Gagak Hitam, dan Supermarket Berastagi.“Tim Satgas yang baru dibentuk ini bergerak serentak di seluruh Indonesia untuk melakukan pemantauan dan pengendalian harga beras eceran, baik di pasar tradisional maupun modern,” ujar Indra Wijayanto di sela-sela kegiatan sidak di RCW Smarco Medan.Dari hasil peninjauan, sebagian besar harga beras premium di pasar modern masih sesuai dengan HET. Namun, ditemukan satu merek beras premium yang dijual di atas HET serta satu merek beras medium yang belum memenuhi ketentuan pelabelan.“Harga beras medium masih sesuai, yakni Rp14 ribu per kilogram, tetapi dari sisi label belum memenuhi aturan tentang mutu dan pelabelan beras. Sementara untuk beras premium, ada satu merek yang dijual di atas HET. Kepada pihak toko, kami sudah berikan surat teguran agar segera memperbaikinya,” tegasnya.Bapanas juga membawa beberapa sampel beras yang tidak sesuai aturan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak produsen dan distributor yang tidak segera menyesuaikan harga maupun label akan dikenakan sanksi tegas.“Kami beri waktu satu minggu untuk melakukan perbaikan. Jika dalam waktu tersebut tidak ada tindak lanjut, maka izin usahanya akan kami cabut,” jelas Indra.Selain melakukan pengawasan, Tim Satgas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang pasar mengenai ketentuan HET beras yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk wilayah zona 2, termasuk Kota Medan, harga HET ditetapkan sebesar Rp14.000 per kilogram untuk beras medium dan Rp15.400 per kilogram untuk beras premium.Perwakilan Satgas Pangan Polri, Kombes Pol Winardy, menambahkan bahwa kegiatan sidak ini bukan hanya untuk penegakan aturan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran pedagang agar menjual beras sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.“Kami terus mendorong edukasi kepada pelaku usaha agar tidak memainkan harga. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujarnya.Turut mendampingi kegiatan tersebut antara lain Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sumut Kompol Adriyan, pimpinan Wilayah Bulog Sumut, perwakilan BPS, serta Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.Sidak ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap harga bahan pokok, khususnya beras, sehingga distribusi dan ketersediaannya tetap terjaga menjelang akhir tahun.
23 Oktober 2025LensaDaily - Personel Polwan Polda Sumut Bripda Aprilia Eka Putri Lumbantungkup, S.Pd mengibarkan bendera merah putih pada ajang kejuaraan dunia 'Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025'. Prestasi gemilang ini menjadi kebanggaan Korps Bhayangkara dan Bripda Aprilia menjadi contoh bagi polwan lain untuk menunjukkan bakat dan prestasi.Kejuaraan bergengsi yang berlangsung pada 7-12 Oktober 2025 di Tashkent, Uzbekistan ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dunia dari negara-negara dengan tradisi dan pembinaan kickboxing yang sangat kuat. Di tengah persaingan yang ketat, Bripda Aprilia tampil perkasa dan berhasil keluar sebagai juara dunia pada kategori K-1 52 KG Female.Merespons kemenangan ini, Irjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si selaku Kakorsabhara Baharkam Polri menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam.“Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran, kami mengucapkan selamat sebesar-besarnya kepada Bripda Aprilia. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa semangat juang dan daya saing personel Polri di bidang olahraga tidak kalah tangguh dibanding di medan tugas operasional. Di panggung dunia yang keras, ia tidak hanya bertanding, tetapi menang dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar IJP Ritonga.Lebih lanjut, IJP Ritonga menegaskan komitmen Komite Olahraga Polri (KOR) dalam membina bakat-bakat unggulan di tubuh Polri.“Komite Olahraga Polri akan terus mendorong dan memfasilitasi personel berprestasi. Kemenangan Bripda Aprilia menjadi inspirasi dan pembuktian bahwa program pembinaan atlet kita berada di jalur yang tepat. Ini baru awal, kita akan terus pertahankan dan tingkatkan prestasi ini. Kami buktikan, Polri turut aktif mengibarkan Merah Putih melalui prestasi olahraga dunia,” tegasnya.
12 Oktober 2025


