LensaDaily - David Nascimento, pelatih asal Portugal, resmi ditunjuk PSSI menjadi pelatih Timnas Indonesia U-17 didampingi dua asisten pelatih, Ahmad Bustomi dan Satoru Mochizuki dengan agenda kompetisi internasional mendatang. Penunjukan David Nascimento menjadi langkah PSSI untuk memperkuat proses pembinaan pemain usia muda melalui pengalaman kepelatihan internasional yang dimilikinya.Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut lahir di Cape Verde pada 16 Maret 1966 dan memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Eropa, baik sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih aktif bermain, Nascimento berposisi sebagai bek tengah dan menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Belanda, termasuk bersama RKC Waalwijk.Memasuki dunia kepelatihan, Nascimento dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam pengembangan pemain muda. Ia pernah menangani berbagai klub dan tim nasional di sejumlah negara, di antaranya Sparta Rotterdam, AZ Alkmaar, FC Utrecht, Sparta Nijkerk, Mamelodi Sundowns, Deportivo Guadalajara, Timnas Malta U-19, FC Eindhoven, Timnas Putri Yordania, hingga FC Den Bosch.Selain pernah menjadi pelatih kepala di sejumlah klub, Nascimento juga memiliki pengalaman bekerja sebagai asisten pelatih di level tertinggi, termasuk mendampingi pelatih legendaris Louis van Gaal. Dalam pendekatan taktiknya, ia dikenal menyukai formasi 4-3-3 dengan penekanan pada penguasaan bola, organisasi permainan, dan pengembangan kualitas individu pemain.Dalam menjalankan tugasnya bersama Timnas Indonesia U-17, Nascimento akan didampingi oleh Ahmad Bustomi sebagai asisten pelatih.Bustomi sendiri merupakan mantan gelandang Timnas Indonesia yang dikenal sebagai salah satu pengatur tempo permainan terbaik pada masanya. Berkat visi bermain, akurasi umpan, dan kemampuannya mengendalikan ritme pertandingan, ia menjadi sosok penting di lini tengah Timnas Indonesia selama lebih dari satu dekade.Puncak kiprah Bustomi bersama skuad Garuda terjadi pada Piala AFF 2010 saat ia menjadi bagian penting dari tim asuhan Alfred Riedl yang melaju hingga partai final. Duetnya bersama Firman Utina menjadi salah satu kombinasi lini tengah paling berkesan dalam perjalanan Timnas Indonesia di era tersebut.Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 13 Juli 1985, Bustomi diharapkan dapat membagikan pengalaman dan pemahamannya mengenai karakter sepak bola Indonesia kepada para pemain muda yang tengah dipersiapkan menuju level yang lebih tinggi.Posisi asisten pelatih lainnya diisi oleh pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki, yang sempay menjabat sebagai kepala pelatih Timnas Putri Indonesia.Mochizuki memiliki pengalaman panjang di sepak bola Jepang dan dikenal sebagai salah satu pelatih yang berkontribusi dalam perkembangan sepak bola wanita Negeri Sakura. Sejak dipercaya menangani Garuda Pertiwi pada Februari 2024, ia langsung mencatatkan sejumlah hasil positif, termasuk kemenangan 5-1 atas Singapura pada laga debutnya bersama tim senior.Prestasi terbaiknya bersama Timnas Putri Indonesia hadir ketika sukses mempersembahkan gelar juara Piala AFF Wanita 2024, trofi mayor pertama dalam sejarah sepak bola putri Indonesia. Dalam kesehariannya, Mochizuki dikenal memiliki pendekatan kepelatihan yang tenang, disiplin, serta mengedepankan komunikasi taktis dengan para pemain dan staf.Melengkapi jajaran staf kepelatihan Timnas Indonesia U-17, PSSI juga menunjuk Muhamad Alimudin sebagai pelatih fisik, Arief Priyadhi sebagai pelatih kiper, serta Taufik Nur Hidayat sebagai analis video. Kehadiran tim kepelatihan yang memiliki pengalaman dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembinaan pemain muda Indonesia secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, taktis, fisik, maupun analisis performa.***
05 Juli 2026Tag: Portugal
LensaDaily - Kecelakaan mengerikan dialami penyerang Liverpool FC, Diogo Jota bersama adiknya, Andre, yang meninggal dunia di tempat kejadian di Zamora, Spanyol bagian barat laut. Kecelakaan itu, Diogo dalam perjalanan ke Inggris untuk kembali Liverpool.Liverpool telah merilis pernyataan sebagai tanggapan atas berita tragis tentang kematian penyerang mereka Diogo Jota. klub Liga Inggris, Liverpool merilis pernyataan singkat di situs web mereka menanggapi tragedi pemain berkebangsaan Portugal tersebut."Liverpool Football Club merasa sangat terpukul dengan kepergian tragis Diogo Jota," baca pernyataan tersebut. "Klub telah diberitahu bahwa pria berusia 28 tahun itu meninggal dunia setelah kecelakaan lalu lintas di Spanyol bersama saudaranya, Andre. Liverpool FC tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini dan meminta privasi keluarga Diogo dan Andre, teman-teman, rekan-rekan setim, dan staf klub dihormati saat mereka mencoba untuk menerima kehilangan yang tak terbayangkan ini. Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada mereka," tulis pernyataan Liverpool, Kamis 3 Juli 2025.Legenda Liverpool, Jamie Carragher menulis di Instagram: "Sangat terpukul oleh berita sedih tentang Diogo Jota. Pikiran saya bersama istrinya, Rute, dan tiga anak mereka."Mantan penyerang The Reds, Stan Collymore, menulis di X: "Saya yakin seperti banyak orang di keluarga sepak bola, hanya ada rasa kaget, sedih, dan tidak percaya yang dalam atas berita kematian Diogo Jota di usia yang tidak terbayangkan muda, 28 tahun. Baru menikah juga. Mengirimkan belasungkawa terdalam saya kepada keluarganya dan teman-temannya serta semua orang di Liverpool Football Club. Menghancurkan," tulis Stan.Jota mencetak 65 gol dalam 182 penampilan untuk The Reds setelah bergabung dari Wolves dengan harga £41 juta pada 2020. Dia mencetak enam gol musim lalu untuk membantu tim Arne Slot memenangkan gelar Premier League dan terlibat dalam perayaan klub. Dia juga memenangkan Piala FA, Community Shield, dan Piala Carabao dua kali bersama Liverpool.
04 Juli 2025


