LensaDaily - Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan salah satunya pencapaian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu kontributor utama. Pada akhir 2025 Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan tercepat dan tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa dengan tema 'Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Mewujudkan Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional' di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan dr Mansur, Kota Medan, Rabu 15 Juli 2026.Dalam pemaparannya di hadapan ribuan mahasiswa, Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), lompatan sektor pertanian Indonesia kini menempati peringkat kedua terbaik di dunia setelah Brasil. Menurut Amran, Sumut memberikan kontribusi besar terhadap capaian tersebut."Salah satu penyumbang terbaik untuk swasembada ini adalah Sumatera Utara. Produksinya naik signifikan. Bahkan saat ini, kapasitas gudang Bulog kita penuh total hingga harus menyewa gudang tambahan demi menampung stok yang mencapai 5 juta ton nasional," ujar Amran.Perwakilan Bulog yang hadir juga mengonfirmasi bahwa gudang Bulog di Sumut yang berkapasitas 73.000 ton telah terisi penuh. Untuk mengantisipasi peningkatan stok pangan, Bulog menyewa gudang tambahan berkapasitas 21.000 ton.Selain memaparkan strategi peningkatan produksi melalui program pompanisasi dan modernisasi teknologi pertanian, seperti penggunaan drone untuk penanaman, Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam memberantas praktik-praktik curang di sektor pertanian.Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 77 tersangka mafia sektor pertanian dan pupuk yang telah diproses hukum. Selain itu, belasan pegawai internal Kementerian Pertanian juga telah dicopot karena terlibat pelanggaran.Mentan juga menyoroti ketimpangan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani akibat praktik under invoicing atau manipulasi nilai transaksi oleh oknum perusahaan yang dinilai merugikan devisa negara."Kami di Kementerian Pertanian tidak akan mundur setapak pun demi melindungi petani dan generasi masa depan. Kita bersihkan mafia-mafia ini agar sektor pertanian kita tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Mentan yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.Sementara itu, Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mentan dan Wagub Sumut di kampus tersebut. Menurutnya, sosok Andi Amran Sulaiman merupakan inspirasi bagi mahasiswa karena perjalanan hidup dan kiprahnya dalam membangun sektor pertanian nasional."Pak Mentan ini adalah figur yang sangat inspiratif. Memulai kehidupan dari bawah hingga sukses menjadi akademisi, pengusaha, dan kini dipercaya menjadi Menteri yang membawa Indonesia swasembada. Kehadiran beliau memberikan teori dan informasi nyata yang membuat kita makin kuat menghadapi tantangan global," kata Muryanto.Melalui kuliah umum tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama Kementerian Pertanian berharap mahasiswa dan generasi muda dapat melahirkan berbagai inovasi serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.***
6 hari yang laluTag: pupuk
LensaDaily - Pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah sangat luas dan kondisi geografis yang beragam. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 1.151 kilometer jalan hasil pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Selasa 23 Juni 2026.Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan ketersediaan jalan yang memadai akan memperlancar konektivitas antara pusat-pusat produksi dan kawasan permukiman sehingga dapat menekan biaya angkut dan biaya logistik nasional.Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Indonesia adalah negara sangat besar, dengan wilayah yang sangat luas, dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” ujar Presiden Prabowo.Selain itu, Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah bertekad memastikan tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur. Oleh karena itu, pembangunan jalan daerah terus didorong sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok tanah air.“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” imbuh Kepala Negara.Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa jalan yang baik tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional. Menurut Kepala Negara, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan maupun swasembada energi sangat bergantung pada tersedianya jaringan distribusi yang lancar dan terhubung dengan baik.“Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif,” ungkap Presiden Prabowo.Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun secara optimal. Presiden Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus meningkatkan dukungan pembangunan infrastruktur di daerah, termasuk hingga tingkat desa, pada tahun-tahun mendatang.“Dengan selesainya jalan daerah ini, saya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur dengan sebaik-baiknya. Dalam tahun-tahun yang akan datang, kita akan tingkatkan biaya untuk pembangunan di seluruh daerah-daerah sampai ke desa-desa dan dengan demikian, saya ucapkan terima kasih atas pekerjaan keras, kerja keras dari semua instansi, PU (Pekerjaan Umum), dan semua jajarannya dibantu oleh Pemda,” ujar Kepala Negara.Presiden Prabowo juga menilai kualitas pembangunan jalan yang telah diselesaikan cukup baik dan menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.“Kita melihat kualitas cukup baik. Ini harus dipertahankan. Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Presiden.Peresmian 1.151 kilometer jalan daerah tahun 2025 se-Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.***
24 Juni 2026LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran kabinet Merah Putih di Kertanegara, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis pemerintah khususnya di bidang pertanian, ekonomi dan perbankan, serta pendidikan.Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden memberikan sejumlah arahan kepada para menteri untuk segera mengambil langkah konkret di sejumlah bidang strategis. Di bidang pertanian, Presiden menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memproduksi pupuk berkualitas tinggi. “Presiden menugaskan Menteri Pertanian untuk segera memproduksi pupuk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, guna meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tulis Seskab.Selain bidang pertanian, Presiden juga menaruh perhatian pada sektor ekonomi dan perbankan. Menurut Seskab, Presiden menekankan optimalisasi pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE). “Presiden menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan devisa hasil ekspor (DHE) agar dapat mendorong stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat cadangan devisa negara,” lanjutnya.Sementara di bidang pendidikan, Presiden memberikan perhatian terhadap penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bekerja di sejumlah sektor strategis nasional.“Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional,” tutupnya.Arahan-arahan tersebut menegaskan fokus pemerintah dalam memperkuat kemandirian nasional melalui peningkatan produksi, stabilitas ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia unggul.
16 Oktober 2025


