icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: rumahsakit


Pemerataan Kesehatan Nasional, Kemenkes Buka Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

LensaDaily - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka jalur pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit, yang merupakan kebijakan afirmatif untuk memperluas akses putra-putri daerah terhadap pendidikan spesialis sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional. Upaya pemerataan layanan kesehatan dan peningkatan jumlah dokter termasuk dokter spesialis merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, melalui penetapan rumah sakit pendidikan penyelenggara utama, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah dokter spesialis yang berasal dan kembali mengabdi ke daerah.“Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi sistem pendidikan kedokteran guna meningkatkan jumlah lulusan dokter spesialis dari sekitar 2.700 menjadi 10.000 orang per tahun,” ujar Menkes, dikutip dari laman Kemenkes, Kamis 22 Januari 2026.Menkes menambahkan, peningkatan tersebut diperlukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara maju dalam rasio dokter spesialis terhadap jumlah penduduk.“Kalau kita produksi 2.700 dengan populasi 280 juta, kemudian Inggris produksi 12.000, pasti ada yang salah. Harusnya kita naikkan minimal 4 kali lipat,” ujar Budi.Menurut Menkes, penetapan rumah sakit sebagai penyelenggara utama pendidikan membuka akses lebih luas bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis, sekaligus mengatasi keterbatasan kuota universitas dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Melalui model pendidikan berbasis rumah sakit (hospital-based), jalur pendidikan spesialis diharapkan lebih merata dan mudah diakses oleh dokter di seluruh Indonesia.Program ini memprioritaskan putra-putri daerah, khususnya dokter umum yang telah mengabdi di RSUD, agar setelah lulus dapat kembali memperkuat layanan kesehatan di daerah asal. Pemerintah juga memastikan mutu pendidikan tetap terjaga melalui penerapan standar global, termasuk pengaturan jam kerja dan sistem evaluasi yang transparan.“Kita bisa memastikan standarnya ada, standar kualitasnya itu tadi. Bukan hanya sekadar standar kelulusan,” tandasnya.

22 Januari 2026

Bertemu Wamenkes, Wawalkot Medan Pastikan Kemenkes Bantu Alat Medis Strategis untuk RSUD dr Pirngadi

LensaDaily - Kementerian Kesehatan akan membantu pemenuhan alat kesehatan strategis berteknologi  tinggi untuk RSUD dr Pirngadi. Antara lain Cathlab, CT Scan, serta IHK (Imunohistokimia) yang digunakan untuk pemeriksaan jaringan kanker.Hal ini usai Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap mengunjungi Kementerian Kesehatan RI dan diterima langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dr. Benyamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mengatakan, bahwa upaya penguatan layanan kesehatan ini dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan dukungan pemerintah pusat terhadap revitalisasi RSUD dr Pirngadi. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah menjalin koordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.“Setelah mendapat dukungan revitalisasi RSUD dr Pirngadi dari Kementerian PUPR, saya juga telah bertemu langsung dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Bapak Dr. Benyamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta,” ujarnya.Dalam pertemuan tersebut, Pemko Medan menerima kabar baik berupa dukungan Kementerian Kesehatan dalam pemenuhan alat kesehatan strategis untuk RSUD dr Pirngadi. Beberapa alat kesehatan berteknologi tinggi yang akan diberikan antara lain Cathlab, CT Scan, serta IHK (Imunohistokimia) yang digunakan untuk pemeriksaan jaringan kanker.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dukungan penuh. Insyaallah, pada Februari mendatang alat-alat kesehatan tersebut akan datang dan segera bisa digunakan untuk operasional pelayanan pasien di RSUD dr Pirngadi, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal,” jelas pria yang akrab disapa Zaki tersebut.Ia menambahkan, dukungan alat kesehatan ini sejalan dengan rencana pembangunan dan pengembangan gedung RSUD dr Pirngadi yang akan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemko Medan berharap, dengan fasilitas fisik yang memadai dan peralatan medis yang lengkap, RSUD dr Pirngadi dapat menjadi rumah sakit rujukan yang semakin berkualitas di Sumatera Utara.Selain membahas sarana dan prasarana, pertemuan tersebut juga menyoroti persoalan serius yang dihadapi banyak daerah, yakni kekurangan dokter, terutama dokter spesialis. Wakil Wali Kota Medan mengungkapkan bahwa isu ini menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.“Dalam pertemuan itu, kami juga membahas kekurangan dokter, khususnya dokter spesialis di daerah. Ini merupakan tantangan yang harus dicarikan solusi secara bersama,” katanya.Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dr. Benyamin Paulus Octavianus, menekankan pentingnya peran putra-putri daerah dalam memperkuat layanan kesehatan di wilayah asal mereka. Menurutnya, daerah perlu mendorong tenaga medis yang berasal dari daerah tersebut untuk kembali mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan.Selain itu, Wamenkes juga memberikan masukan terkait tata kelola rumah sakit, khususnya rumah sakit vertikal dan rumah sakit daerah. Ia menegaskan bahwa manajemen rumah sakit harus dibenahi agar pelayanan berjalan optimal dan berkelanjutan.“Rumah sakit harus berbenah. Kerja dan pelayanannya harus dirapikan, jangan sampai kelebihan pegawai, tapi juga jangan sampai kekurangan. Aspek ekonomis juga harus dijaga, perlu efisiensi,” tegasnya.Menurut Wamenkes, rumah sakit dengan pelayanan yang baik dan manajemen yang sehat akan memiliki pendapatan yang baik pula. Hal tersebut secara otomatis akan menarik minat tenaga medis, termasuk dokter spesialis, untuk bergabung dan mengabdi.“Kalau rumah sakit pelayanannya bagus dan income-nya bagus, otomatis dokter-dokter juga akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.Dengan dukungan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan rencana pembangunan infrastruktur dari Kementerian PUPR, Pemko Medan optimistis RSUD dr Pirngadi akan semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, modern, dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Medan.

20 Januari 2026

Presiden Prabowo Terima Delegasi Sistema Group Bahas Kerja Sama Kesehatan, Minat Industri Kapal Listrik

LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan delegasi Sistema Group di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari dialog antara pemerintah Indonesia dan Sistema yang sebelumnya berlangsung di St. Petersburg pada pertengahan tahun 2025.Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danatara, Rosan Roeslani, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Sistema Group merupakan salah satu konglomerasi terbesar di Rusia dengan portofolio bisnis yang sangat luas. Ia menyebut pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia.“Tadi ini bertemu dengan didampingi oleh Dubes Rusia, dengan grup dari—nama grupnya Sistema—yang di mana sebetulnya ini kita pernah bertemu di St. Petersburg. CEO dan owner dari Sistema adalah salah satu konglomerasi terbesar di Rusia. Owner-nya datang, CEO-nya datang, dan group director-nya juga datang semua,” ujar Rosan kepada awak media.Rosan menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pembahasan adalah kerja sama di bidang kesehatan. Sistema, yang mengelola lebih dari 160 rumah sakit di Rusia dan merupakan produsen paten serta obat-obatan terbesar di negara tersebut, telah memulai pembicaraan awal dengan Bio Farma dan Kimia Farma di Bandung.“Jadi sudah bertemu untuk potensi kerja sama dengan Bio Farma dan Kimia Farma itu sudah bertemu di Bandung dan sekarang akan tindak lanjut seterusnya,” ungkap Rosan.Selain bidang kesehatan, Sistema juga menunjukkan minat untuk bekerja sama dalam pengembangan industri kapal listrik penumpang berkapasitas 100–200 orang. Rosan mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut merupakan salah satu pelaku industri galangan kapal terbesar di Rusia.“Pembicaraan sudah mulai berjalan dan rencananya mereka juga akan membuat manufakturnya di sini,” jelasnya.Sistema, yang juga memiliki portofolio besar di sektor perhotelan, menurut Rosan, menyampaikan ketertarikan untuk memanajemen hotel-hotel potensial di Indonesia. Perusahaan Rusia tersebut juga membuka peluang kerja sama melalui pengiriman tenaga pengajar bahasa Rusia untuk universitas-universitas di Indonesia.“Kerja sama di bidang pendidikan bahasa Rusia, juga nanti akan mengirim dari mereka untuk melatih bahasa Rusia di universitas-universitas yang memang ada bahasa Rusia,” ucap Rosan.Meski sejumlah sektor telah dibahas, Rosan menegaskan bahwa kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan awal. Prioritas saat ini adalah mempercepat proses perizinan dan tindak lanjut teknis, termasuk pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).“Nilainya belum, tapi memang kita lihat sudah mengurus perizinan juga misalnya di BPOM dan lain-lain, mereka juga sedang berjalan sedang mengurus,” tutur Rosan.

20 November 2025

Ledakan Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta Saat Salat Jumat, Korban Capai 54 Orang

LensaDaily - Ledakan terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading mendadak heboh usai terjadinya ledakan saat khutbah Jumat berangsung, 7 November 2025. Suasana pun langsung mencekam yang membuat jamaah berlarian keluar masjid, dan kepulan asap tebal membumbung tinggi.Di tengah suasana mencekam itu, seorang pria ditemukan terkapar di lokasi kejadian. Pria tersebut mengenakan kaos putih bertuliskan kalimat tertentu dan celana jeans, serta membawa senapan serbu jenis SS1 bertuliskan “welcome to the hell.”Menurut kesaksian salah satu guru Matematika SMAN 72, Budi Laksono, peristiwa mengerikan itu terjadi ketika seluruh jamaah sedang mendengarkan khotbah Jumat. “Kejadian bermula saat pelaksanaan Salat Jumat yang diikuti para siswa dan guru di aula sekolah. Ketika khotbah sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula,” ujarnya yang dikutip dari tvOnenews pada Jumat, 7 November 2025.Ia juga menambahkan, asap tebal langsung memenuhi ruangan usai ledakan terjadi. “Ledakan tersebut menyebabkan kepanikan di antara jamaah dan menimbulkan asap tebal di lokasi kejadian,” lanjutnya.Akibat peristiwa tersebut, sembilan siswa mengalami luka-luka ringan hingga sedang dan segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun total ada 54 orang luka-luka akibat ledakan ini, sebagian besar di antaranya adalah siswa.Dua korban bahkan dilaporkan dalam kondisi cukup parah dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Lebih lanjut, Petugas dari Gegana Polda Metro Jaya segera melakukan penyisiran dan sterilisasi area sekolah. Aktivitas warga di sekitar lokasi juga dibatasi untuk sementara waktu.Polisi Masih Menelusuri Penyebab LedakanKapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, yang membenarkan ledakan terjadi ketika khotbah sedang berlangsung.“Pas sedang khotbah ya,” kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri.  Ia menegaskan bahwa dugaan awal ledakan berasal dari area sekitar masjid, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan. “Masih didalami, ini kan baru kejadian, sedang didalami,” katanya.54 Orang Dilaporkan Jadi KorbanDalam keterangan resminya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menyebut jumlah korban mencapai puluhan. "Data sementara korban ada 54 orang,” katanya.Para korban mengalami berbagai jenis luka, mulai dari luka bakar, terkena serpihan, hingga benturan benda kecil akibat efek ledakan. “Ada yang luka ringan, sedang, dan ada yang sudah pulang,” katanya.Korban-korban tersebut dirawat di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Polisi juga telah mendirikan posko khusus di dua rumah sakit tersebut untuk memantau kondisi korban serta membantu proses identifikasi.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan menyeluruh. “Masih didalami, lagi sisir sama gegana. Ada sop khusus kita belum tahu asal muasal ledakan dari apa?” ujar Budi Hermanto.Sementara itu, lokasi sekolah masih dipasangi garis polisi untuk mencegah masyarakat mendekat, sementara tim forensik dan Densus 88 ikut turun tangan untuk mendalami kemungkinan keterlibatan unsur terorisme.

07 November 2025