LensaDaily - Timnas Indonesia U-19 meraih kemenangan perdana pada ASEAN U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara. Kemenangan perdana Timnas Indonesia tersebut diraih atas Myanmar di dengan tiga gol tanpa balas di fase Grup A.Tiga gol Timnas Indonesia U-19 tersebut dicetak melalui gol Arkhan Kaka pada menit ke-39 serta dua gol Dimas Wicaksono pada menit ke-78 dan menit ke-87. Kemenangan ini modal berharga bagi Garuda Muda menatap laga selanjutnya melawan Timor Leste.Meski menang dengan meyakinkan, Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto menyoroti aspek kepercayaan diri pemain. Secara permainan ia menilai anak asuhnya belum tampil sesuai harapan karena masih terlihat gugup dalam menjalani pertandingan internasional pertama mereka.“Kami sangat bersyukur dengan hasil ini. Dari awal saya sudah menyampaikan pertandingan pertama pasti tidak akan mudah. Kalau melihat isi pertandingan hari ini masih jauh dari apa yang saya harapkan,” kata Nova usai pertandingan di Stadion Utama Sumut.Nova menjelaskan faktor mental menjadi salah satu catatan utama tim pelatih. Ia melihat para pemain belum sepenuhnya mampu menerapkan instruksi yang diberikan saat latihan ketika berada dalam situasi pertandingan. “Banyak yang menjadi bahan evaluasi saya, terutama soal kepercayaan diri pemain yang saya rasa hilang. Apa yang kami buat di latihan, di pertandingan belum sesuai arahan,” ujarnya. Meski demikian, Nova memaklumi kondisi tersebut. Ia menyebut laga melawan Myanmar menjadi pengalaman uji coba internasional pertama bagi sebagian besar pemain Timnas Indonesia U-19. “Tapi sekali lagi saya rasa itu wajar karena ini menjadi uji coba internasional pertama mereka. Pasti ada sedikit gugup dan kurang percaya diri,” ungkapnya. Nova berharap para pemain bisa menjadikan laga pembuka ini sebagai bahan pembelajaran sebelum menghadapi Timor Leste pada pertandingan berikutnya. Ia menargetkan tim terus berkembang demi mewujudkan target lolos ke Piala Asia U-20. “Saya harap mereka banyak belajar dari pertandingan malam ini karena target kami lolos ke Piala Asia dan ini bagian penting kami menuju ke sana. Saya berharap evaluasi ini membuat tim lebih siap lagi untuk pertandingan selanjutnya melawan Timor Leste,” ucapnya.Penyerang Timnas Indonesia U-19 Arkhan Kaka mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemain. Ia memastikan tim akan segera berbenah demi tampil lebih baik pada laga selanjutnya. “Hasil ini tidak lepas dari kerja keras semua tim. Kami bersyukur bisa meraih tiga poin dan kami akan fokus mengevaluasi agar pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” kata Arkhan Kaka.
4 hari yang laluTag: stadionutamasumut
LensaDaily - Timnas Indonesia U-19 akan memulai perjuangan di ajang Piala AFF U-19 dengan status tuan rumah di Sumatera Utara, dengan melibatkan 11 negara peserta dari kawasan ASEAN dan Australia, yang berlangsung pada 1-13 Juni 2026. Indonesia sendiri tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor-Leste, dan Myanmar. Persaingan ajang ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 di grup ini diprediksi berlangsung sengit karena setiap tim memiliki karakter permainan berbeda dan perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia pun ditantang tampil konsisten sejak fase grup demi mengamankan tiket menuju semifinal dihadapan pendukung sendiri. Meski demikian, Timnas U-19 Indonesia memiliki catatan manis pada edisi 2024 lalu. Garuda Muda sukses menjuarai Piala AFF U-19 2024 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin 29 Juli 2024. Gol kemenangan Indonesia kala itu dicetak oleh Jens Raven sekaligus memastikan gelar juara jatuh ke tangan tuan rumah.Laga pembuka turnamen akan mempertemukan Indonesia melawan Myanmar pada Senin 1 Juni 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, pukul 20.00 WIB. Pada hari yang sama, Vietnam menghadapi Timor-Leste di venue yang sama.Dalam agenda, fase grup akan berlangsung mulai 1 hingga 9 Juni 2026 dan dimainkan di tiga venue, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan, serta Stadion Madya 1. Setelah fase grup berakhir, empat tim terbaik akan melaju ke babak semifinal yang digelar pada 11 Juni 2026, sebelum perebutan tempat ketiga dan final pada 13 Juni 2026.Sebagai tuan rumah, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk meraih hasil terbaik di bawah asuhan kepala pelatih Nova Arianto.Pembagian GrupGrup AIndonesiaVietnamTimor-LesteMyanmarGrup BThailandMalaysiaSingapuraBrunei DarussalamGrup CAustraliaKambojaFilipinaJadwal Lengkap ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026Fase GrupSenin, 1 Juni 2026Vietnam vs Timor-Leste | Stadion Utama Sumatera Utara | 16.00 WIBIndonesia vs Myanmar | Stadion Utama Sumatera Utara | 20.00 WIBSelasa, 2 Juni 2026Thailand vs Brunei Darussalam | Stadion Teladan | 16.00 WIBMalaysia vs Singapura | Stadion Teladan | 20.00 WIBRabu, 3 Juni 2026Filipina vs Australia | Stadion Madya 1 | 20.00 WIBKamis, 4 Juni 2026Myanmar vs Vietnam | Stadion Utama Sumatera Utara | 16.00 WIBTimor-Leste vs Indonesia | Stadion Utama Sumatera Utara | 20.00 WIBJumat, 5 Juni 2026Brunei Darussalam vs Malaysia | Stadion Teladan | 16.00 WIBSingapura vs Thailand | Stadion Teladan | 20.00 WIBSabtu, 6 Juni 2026Kamboja vs Filipina | Stadion Madya 1 | 20.00 WIBMinggu, 7 Juni 2026Timor-Leste vs Myanmar | Stadion Teladan | 20.00 WIBIndonesia vs Vietnam | Stadion Utama Sumatera Utara | 20.00 WIBSenin, 8 Juni 2026Singapura vs Brunei Darussalam | Stadion Teladan | 20.00 WIBThailand vs Malaysia | Stadion Madya 1 | 20.00 WIBSelasa, 9 Juni 2026Australia vs Kamboja | Stadion Madya 1 | 20.00 WIBSemifinalKamis, 11 Juni 2026Skenario 1: Jika Runner-up Terbaik dari Grup A atau CJuara Grup B vs Runner-up Terbaik A/C | Stadion Utama Sumatera Utara | 16.00 WIBJuara Grup A vs Juara Grup C | Stadion Utama Sumatera Utara | 20.15 WIBSkenario 2: Jika Runner-up Terbaik dari Grup BJuara Grup B vs Juara Grup C | Stadion Utama Sumatera Utara | 16.00 WIBJuara Grup A vs Runner-up Terbaik Grup B | Stadion Utama Sumatera Utara | 20.15 WIBPerebutan Tempat KetigaSabtu, 13 Juni 2026Third Place | Stadion Utama Sumatera Utara | 16.00 WIBFinal | Stadion Utama Sumut | 20.15 WIBCatatan: Jika Indonesia lolos ke semifinal, laga Indonesia akan dimainkan pada pukul 20.15 WIB.
11 Mei 2026LensaDaily - Drawing Piala AFF U-19 2026 atau ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 menempatkan Timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor-Leste, dan Myanmar. Turnamen sepak bola internasional tersebut berlangsung di Sumatera Utara, pada 1–14 Juni 2026.Drawing grup Piala AFF U-19 2026 tersebut dihadiri Presiden PSSI Erick Thohir yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis 7 Mei 2026. Erick Thohir menilai drawing grup tersebut cukup kompetitif, namun optimistis Timnas Indonesia mampu tampil maksimal.“Grup kita cukup kompetitif, tetapi kita harus bisa menunjukkan mental juara. Kita tidak takut siapa pun lawannya,” kata Erick Thohir.Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Adapun Grup C diisi Australia, Kamboja, dan Filipina.Sedangkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kesiapan fasilitas terbaik untuk penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 atau ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 di Sumut. Bahkan, menurutnya, fasilitas yang disiapkan tidak hanya layak, tetapi diupayakan berada di atas standar kelayakan.Turnamen sepak bola internasional tersebut akan berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Sebagai tuan rumah, Sumut menyiapkan tiga stadion, yakni Stadion Utama Sumut, Stadion Teladan, dan Stadion Mini Dispora.“Tentunya kita akan memberikan fasilitas yang sebaik-baiknya, bahkan kita usahakan sepenuhnya di atas layak. Pemerintah kota dan kabupaten bekerja bersama untuk menyukseskan event besar ini,” kata Bobby Nasution.Sebanyak 11 negara akan berlaga pada ajang tersebut, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Vietnam, Timor-Leste, dan Australia. Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga grup dengan total 19 pertandingan.Bobby Nasution mengatakan persiapan penyelenggaraan dilakukan bersama PSSI dan pemerintah daerah agar turnamen berjalan sukses.“Kita mempersiapkan ini bersama PSSI, bersama Pak Walikota Rico Waas, kita memastikan penyelenggaraan ini berjalan sebaik-baiknya,” ujarnya.Presiden AFF Khiev Sameth menilai Sumatera Utara memiliki sejarah kuat dalam dunia sepak bola, didukung infrastruktur yang baik serta basis suporter yang besar dan antusiasme masyarakat yang tinggi.“Kami melihat dukungan pemerintah yang besar di sini. Medan juga punya sejarah sepak bola yang kuat, pecinta sepak bola yang besar, dan antusias masyarakat yang tinggi,” kata Khiev Sameth.Selain pelaksanaan drawing ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026, PSSI bersama Pemprov Sumut juga membagikan bola kepada anak-anak sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju penyelenggaraan AFF U-19 2026 di Sumut.
08 Mei 2026LensaDaily - Laga kandang terakhir PSMS Medan kompetisi Pegadaian Championship musim 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara berakhir sudah yang diraih tanpa kemenangan, setelah hasil seri dengan Adhyaksa, Sabtu 25 April 2026 malam. Meski gagal menang, hasil seri bagi PSMS tiket selamat dari jerat degradasi, sedangkan bagi Adhyaksa hasil ini gagal puncaki klasemen Grup A.Laga yang digelar dihadiri ribuan suporter fanatik ini langsung tersulut sejak menit awal. Tim tamu datang ke Stadion Utama Sumut dengan peta mengintai. Namun, skema mereka hampir berbuah petaka saat lini belakang PSMS lengah di menit ke-5. Sebuah blunder membiarkan bola liar jatuh ke kaki Adilson, bomber asing haus gol Adhyaksa.Refleks super cepat kiper PSMS, Reky Rahayu, menjadi penyelamat. Ia berani keluar dari sarangnya hingga benturan keras tak terhindarkan. Hasilnya? Kartu kuning untuk Adilson. Peringatan dini untuk tuan rumah.Memasuki menit ke-25, laga menjadi adu taktik. PSMS mulai menekan, tetapi pertahanan rapat Adhyaksa bagaikan tembok beton. Tendangan jarak jauh selalu kandas. Sebaliknya, Adhyaksa justru berbahaya lewat serangan balik. Namun, kedua tim terlalu berhati-hati. Skor 0-0 bertahan hingga menit ke-35.Hingga akhirnya, petasan suporter meledak di menit ke-43. Bukan gol, melainkan nyaris! Adilson lagi-lagi menjadi mimpi buruk bagi barisan belakang PSMS. Tepat sebelum turun minum, drama sesungguhnya dimulai. Menit ke-45, Arif Setiawan memecah kebuntuan! Sepakan terukurnya merobek jala Adhyaksa. Stadion bergemuruh. PSMS unggul 1-0. Wasit Lawita memberikan 4 menit injury time, tetapi skor bertahan hingga babak pertama usai.Babak kedua adalah babak yang berbeda. Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, gerak cepat. Dua pemain ditarik masuk, energi baru untuk menggempur pertahanan PSMS. Namun, petaka menghampiri tuan rumah di menit ke-50.Reky Rahayu kembali melakukan penyelamatan heroik dengan mengadang Adilson. Wasit awalnya ragu, tetapi setelah cek VAR selama hampir 3 menit, keputusan keluar: Kartu Merah untuk Reky Rahayu. PSMS harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50. Eko Purdjianto, pelatih PSMS, langsung menarik Clayton dan memasukkan Gundandi. Semua orang menyangka Adhyaksa akan mencetak gol.Tapi sepakbola itu tak pernah linear. Di menit ke-65, giliran pemain Adhyaksa, Razan Akbar, yang harus mandi lebih cepat usai menerima kartu kuning kedua. Jumlah pemain berimbang lagi: 10 lawan 10. Stadion seketika berubah jadi teater tragedi dan komedi.Gol Penyelamat dan Pukulan Telak AdhyaksaTekanan demi tekanan dibangun Adhyaksa. Barulah di menit ke-76, wasit Lawita menunjuk titik putih. Penalti untuk Adhyaksa FC. Adilson si algojo sukses menjalankan tugas. Skor 1-1 dan 15 menit tersisa plus 8 menit injury time yang dramatis—total 23 menit waktu tersisa untuk menentukan nasib.Adhyaksa menggebu. Mereka mengurung pertahanan PSMS yang tinggal 10 orang. Namun, semangat “Ayam Kinantan” tak padam. Tendangan demi tendangan digagalkan barisan belakang PSMS yang bertahan mati-matian.Hingga peluit panjang berbunyi. Skor 1-1. Ambisi Adhyaksa FC untuk menduduki puncak klasemen gagal total. Mereka bukan hanya gagal curi poin, tetapi juga kehilangan singgasana.Hasil ini adalah pukulan knockout secara psikologis. Adhyaksa FC (48 poin) kini tergeser ke peringkat 2 Grup 1. Mereka harus puas melewati jalur playoff untuk promosi. Sementara rival abadinya, Garudayaksa FC (49 poin), naik ke puncak setelah menang atas Sriwijaya FC. Selisih dua poin menjadi jarak yang teramat berharga dengan dua laga tersisa.Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. "Babak pertama kami terlalu defensif. Perubahan di babak kedua membuahkan gol, tapi itu tidak cukup. Kami harus menang di laga terakhir lawan Sriwijaya. Jika tidak, playoff sudah di depan mata," katanya.Soal kepemimpinan wasit, Suhendra memilih tutup mulut. "Saya tidak mau menjudge wasit. Saya merasa dirugikan, tapi secara teknis, kami gagal mencuri poin," tegasnya diplomatis.Di sisi lain, Pelatih PSMS Eko Purdjianto yang ditemani pemain belakang Erwin Gutawa justru lega. "Anak-anak sudah bermain maksimal. Sayangnya, kami tak bisa mempersembahkan kemenangan di momen HUT PSMS. Tapi saya apresiasi perjuangan mereka. Reky Rahayu pasti absen lawan Persiraja nanti, tapi Gunadi tampil cukup memuaskan. Kita evaluasi untuk laga tandang terakhir," pungkas Eko.Laga ini bukan sekadar tentang satu poin. Ini tentang mental baja PSMS yang selamat dari jurang degradasi, sekaligus peringatan keras bagi Adhyaksa bahwa jalan langsung ke Liga 1 masih terjal dan berliku.
26 April 2026LensaDaily - PSMS Medan akan melakoni laga terakhirnya Pegadaian Championship musim 2025/2026 di kandang Stadion Utama Sumatera Utara melawan Adhyaksa FC, Sabtu 25 April 2026. Laga ini menjadi unik bagi PSMS, karena penentu nasib Adhyaksa dan tim lain yang masih berjuang menuju Liga 1, sedangkan Ayam Kinantan dipastikan tetap bertahan di Liga 2 musim depan.Setelah selamat, kini bermain lepas. Kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu, meski harus bermain dengan 10 orang sejak awal, membuat PSMS resmi aman dari degradasi. Gol cepat Felipe Cadenazzi di menit ke-4 (assist Clayton Da Silva) menjadi penyelamat sekaligus pelepas beban. Suporter tetap kecewa target promosi gagal bahkan Gubernur Sumut sempat menyatakan siap mengambil alih klub jika PSMS tidak naik kasta. Namun kini, tekanan itu sirna. Yang tersisa: harga diri, keangkeran kandang, dan peran sebagai “kuda hitam” yang bisa menggagalkan ambisi tim lain.Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah (menang 1-0 dan imbang). Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100% fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak: Brian harus absen karena akumulasi kartu.Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers Jumat (24/4) di Stadion Utama Sumut, menyatakan semua pemain siap all-out."Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal," katanya.Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang.Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa "menghancurkan" mimpi Adhyaksa. Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikak suporter Medan dipastikan memenuhi stadion untuk arak-arakan "juru selamat".Jadi, siapkan pop corn. Stadion Utama Sumut besok malam bukan sekadar pertandingan, tapi panggung balas dendam kehormatan. Ayam Kinantan sudah lepas jerat, dan mereka haus darah.Kalau PSMS menang? Bukan sekadar tiga poin – tapi mereka resmi menjadi "raja kegagalan" bagi perjuangan orang lain. Naskah dramatis Liga 2 sedang ditulis. Jangan lewatkan.
24 April 2026


