LensaDaily - Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan salah satunya pencapaian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu kontributor utama. Pada akhir 2025 Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan tercepat dan tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa dengan tema 'Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Mewujudkan Ketahanan dan Swasembada Pangan Nasional' di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan dr Mansur, Kota Medan, Rabu 15 Juli 2026.Dalam pemaparannya di hadapan ribuan mahasiswa, Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), lompatan sektor pertanian Indonesia kini menempati peringkat kedua terbaik di dunia setelah Brasil. Menurut Amran, Sumut memberikan kontribusi besar terhadap capaian tersebut."Salah satu penyumbang terbaik untuk swasembada ini adalah Sumatera Utara. Produksinya naik signifikan. Bahkan saat ini, kapasitas gudang Bulog kita penuh total hingga harus menyewa gudang tambahan demi menampung stok yang mencapai 5 juta ton nasional," ujar Amran.Perwakilan Bulog yang hadir juga mengonfirmasi bahwa gudang Bulog di Sumut yang berkapasitas 73.000 ton telah terisi penuh. Untuk mengantisipasi peningkatan stok pangan, Bulog menyewa gudang tambahan berkapasitas 21.000 ton.Selain memaparkan strategi peningkatan produksi melalui program pompanisasi dan modernisasi teknologi pertanian, seperti penggunaan drone untuk penanaman, Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam memberantas praktik-praktik curang di sektor pertanian.Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 77 tersangka mafia sektor pertanian dan pupuk yang telah diproses hukum. Selain itu, belasan pegawai internal Kementerian Pertanian juga telah dicopot karena terlibat pelanggaran.Mentan juga menyoroti ketimpangan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani akibat praktik under invoicing atau manipulasi nilai transaksi oleh oknum perusahaan yang dinilai merugikan devisa negara."Kami di Kementerian Pertanian tidak akan mundur setapak pun demi melindungi petani dan generasi masa depan. Kita bersihkan mafia-mafia ini agar sektor pertanian kita tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Mentan yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.Sementara itu, Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mentan dan Wagub Sumut di kampus tersebut. Menurutnya, sosok Andi Amran Sulaiman merupakan inspirasi bagi mahasiswa karena perjalanan hidup dan kiprahnya dalam membangun sektor pertanian nasional."Pak Mentan ini adalah figur yang sangat inspiratif. Memulai kehidupan dari bawah hingga sukses menjadi akademisi, pengusaha, dan kini dipercaya menjadi Menteri yang membawa Indonesia swasembada. Kehadiran beliau memberikan teori dan informasi nyata yang membuat kita makin kuat menghadapi tantangan global," kata Muryanto.Melalui kuliah umum tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama Kementerian Pertanian berharap mahasiswa dan generasi muda dapat melahirkan berbagai inovasi serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.***
6 hari yang laluTag: swasembadapangan
LensaDaily - Pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah sangat luas dan kondisi geografis yang beragam. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 1.151 kilometer jalan hasil pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Selasa 23 Juni 2026.Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan ketersediaan jalan yang memadai akan memperlancar konektivitas antara pusat-pusat produksi dan kawasan permukiman sehingga dapat menekan biaya angkut dan biaya logistik nasional.Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Indonesia adalah negara sangat besar, dengan wilayah yang sangat luas, dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” ujar Presiden Prabowo.Selain itu, Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah bertekad memastikan tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur. Oleh karena itu, pembangunan jalan daerah terus didorong sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok tanah air.“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” imbuh Kepala Negara.Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa jalan yang baik tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional. Menurut Kepala Negara, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan maupun swasembada energi sangat bergantung pada tersedianya jaringan distribusi yang lancar dan terhubung dengan baik.“Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif,” ungkap Presiden Prabowo.Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun secara optimal. Presiden Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus meningkatkan dukungan pembangunan infrastruktur di daerah, termasuk hingga tingkat desa, pada tahun-tahun mendatang.“Dengan selesainya jalan daerah ini, saya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur dengan sebaik-baiknya. Dalam tahun-tahun yang akan datang, kita akan tingkatkan biaya untuk pembangunan di seluruh daerah-daerah sampai ke desa-desa dan dengan demikian, saya ucapkan terima kasih atas pekerjaan keras, kerja keras dari semua instansi, PU (Pekerjaan Umum), dan semua jajarannya dibantu oleh Pemda,” ujar Kepala Negara.Presiden Prabowo juga menilai kualitas pembangunan jalan yang telah diselesaikan cukup baik dan menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara.“Kita melihat kualitas cukup baik. Ini harus dipertahankan. Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Presiden.Peresmian 1.151 kilometer jalan daerah tahun 2025 se-Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.***
24 Juni 2026LensaDaily - Ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer (km) yang tersebar di seluruh Indonesia diresmikan Presiden Prabowo Subianto, yang menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa 23 Juni 2026. Peresmian dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates.Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo terlebih dahulu menerima penjelasan panel dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengenai capaian pelaksanaan program IJD di berbagai daerah. Setelah itu, Presiden menuju podium utama untuk mengikuti rangkaian peresmian yang diawali dengan laporan Menteri PU.Dalam laporannya, Dody menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah guna mendukung swasembada pangan, energi, dan air. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan produksi dengan pusat-pusat konsumsi.“Melalui program Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah pusat meyakinkan bahwa rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir dan menghubungkan langsung pada wilayah-wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ucap Dody.Dody juga melaporkan bahwa capaian nasional program IJD tahun 2025 mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan dukungan anggaran sebesar Rp5,41 triliun. Ia pun menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kini semakin menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan dukungan konektivitas.“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau keseluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil dan rata,” tuturnya.Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa keberadaan jalan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian rakyat.“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” ujar Presiden.Presiden menekankan bahwa jalan daerah merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” kata Presiden.
23 Juni 2026LensaDaily - Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia telah selesai. Program ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para nelayan.“Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat 8 Mei 2026.Seiring dengan penyelesaian tersebut, KKP juga mengeluarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP, yang bertujuan untuk memastikan pengelolaan KNMP berjalan terarah, sistematis, efektif, dan efisien sesuai dengan tujuan pembangunannya.Program KNMP adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, mendorong implementasi ekonomi biru sebagai pusat pertumbuhan baru, menciptakan lapangan kerja, memperluas pemerataan ekonomi, serta mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir.Sejumlah fasilitas utama di lokasi KNMP di antaranya meliputi pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga kios perbekalan nelayan yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas masyarakat nelayan.“Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” kata Trian.Sebelumnya, saat menyampaikan pidato pada Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei lalu, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memastikan perlindungan dan kesejahteraan nelayan."Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka," ujar Presiden.Presiden menambahkan, tahun ini pemerintah akan meresmikan sebanyak 1.386 kampung nelayan dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya."Tahun ini akan meresmikan 1.386 kampung nelayan. Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia nelayan diurus. Tahun depan kita akan buka 1.500 kampung nelayan, tahun depannya lagi 1.500, tahun depannya lagi 1.500. Semuanya, nanti kurang lebih ada enam juta nelayan yang akan kita perbaiki hidupnya," ujar Presiden Prabowo. Sebaran lokasi 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I:Sumatra1. Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh2. Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh3. Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Aceh4. Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh5. Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu6. Penago I, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu7. Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau8. Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau9. Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau10. Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung11. Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung12. Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Lampung13. Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Lampung14. Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat15. Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat16. Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Jawa1. Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten2. Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta3. Wanasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat4. Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat5. Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat6. Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat7. Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat8. Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah9. Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah10. Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah11. Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah12. Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah13. Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur14. Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur15. Dapenda, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur16. Bulumeduro, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara1. Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali2. Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat3, Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat4. Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat5. Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur6. Mudakaputu, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur7. Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur8. Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara TimurSulawesi1. Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Gorontalo2. Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat3. Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat4. Aeng Batu Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan5. Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan6. Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan7. Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan8. Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan9. Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan10. Banagan, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tengah11. Terapung, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara12. Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara13. Malalanda, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara14. Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara15. Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi TenggaraKalimantan1. Ujung Said, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat2. Sungai Nyirih, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat3. Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan TengahMaluku1. Waelihang, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, Maluku2. Labetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Maluku3. Wasileo, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara4. Supu, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara5. Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku UtaraPapua1. Warmasen, Kecamatan Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya2. Samkai, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan
08 Mei 2026LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 yang diraih selama satu tahun dari target 4 tahun yang diminta kepada Kementerian Pertanian. Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026.“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.Presiden mengingatkan pengalaman Indonesia pada masa pandemi COVID-19, ketika sejumlah negara produsen beras menahan ekspor demi kepentingan domestik masing-masing. Situasi tersebut, kata Presiden, menjadi peringatan keras bagi Indonesia agar tidak lengah dan terus bergantung pada pihak lain, terutama dalam urusan pangan dan energi.Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa saat dilantik sebagai Presiden RI, dirinya menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras dan kekompakan seluruh elemen pertanian nasional, target tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.“Kalau waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang (tadinya) 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara, 1 tahun kita sudah swasembada, 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden.Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh komunitas pertanian Indonesia. Menurut Presiden, mereka telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri mandiri.“Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam laporannya turut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari gagasan besar Presiden yang diwujudkan melalui kerja kolektif Kabinet Merah Putih dan seluruh insan pertanian di tanah air.“Seluruh petani Indonesia ada 160 juta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang luar biasa perhatiannya pada sektor pertanian. Sekali lagi, atas nama petani Indonesia, Bapak Presiden, mengucapkan terima kasih tak terhingga,” ujar Mentan.Mentan turut menambahkan bahwa swasembada pangan nasional menjadi salah satu capaian terbaik Kabinet Merah Putih sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya.
08 Januari 2026


