icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: TimothyRonald


Timothy Ronald Segera Dipanggil, Polda Metro Selidiki Dugaan Penipuan Investasi Kripto

LensaDaily - Pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald dijadwalkan diperiksa Polda Metro Jaya atas laporan dugaan penipuan investasi yang berujung kerugian akibat trading kripto mencapai ratusan miliar rupiah. Pelapor kasus ini akan diperiksa hari ini Selasa 13 Januari 2026.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyampaikan bahwa agenda pertama yakni pemeriksaan pelapor dan saksi yang telah dijadwalkan pada Selasa 13 Januari 2026.“Sudah ada upaya dari penyidik untuk melakukan undangan klarifikasi pada pelapor khususnya, serta saksi-saksi, dan akan dijadwalkan Selasa,” jelas Kombes Pol. Budi kepada wartawan, Senin 12 Januari 2026.Kombes Pol. Budi membenarkan jika kasus ini terlapornya masih lidik atas dugaan penipuan trading kripto yang dilaporkan, Jumat 9 Januari 2026. Namun, duduk perkara kasus ini belum bisa diungkapnya.“Di mana pelapor berinisial Y, tentang dugaan tindak pidana penipuan terkait investasi kripto. Nah ini juga baru laporan masuk, akan segera ditangani,” ujarnya.Laporan itu mencuat setelah unggahan akun Instagram @skyholic888 menyebut pengaduan diajukan sejumlah anggota Akademi Crypto, komunitas yang dibangun Timothy bersama Kalimasada. Mereka menuding keduanya menggaet investor untuk menanam uang ke aset kripto demi memperkaya diri.Akun tersebut mengklaim sekitar 3.500 orang mengalami kerugian dengan total nilai lebih dari Rp200 miliar. Unggahan lain memperlihatkan foto surat laporan resmi dari Polda Metro Jaya.Disebutkan juga, sejumlah korban sempat takut melapor karena intimidasi. Kini mereka membentuk grup dan akhirnya mengajukan laporan bersama.Timothy dan Kalimasada terancam dijerat berlapis pasal, mulai UU ITE Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1, UU Transfer Dana Nomor 3 Tahun 2011 Pasal 80, 81, 82, hingga Pasal 492 KUHP dan/atau Pasal 607 ayat 1.Nama Timothy selama ini lekat dengan kontroversi. Ia kerap memamerkan kekayaan dan gaya hidup, disertai komentar yang dinilai merendahkan. Seperti menyebut aktivitas gym “goblok” hingga menyindir warga yang ingin pindah ke luar negeri sebagai tak cukup pintar.Timothy selalu membela diri sebagai pendobrak mental miskin yang ingin membantu orang lain kaya lewat kripto dan saham. Tapi kini, publik menunggu apakah 'guru kaya' itu mampu membuktikan nasihatnya bukan sekadar jargon.

13 Januari 2026