icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: tppo


Jaringan Perdagangan Anak di Jakarta Dibongkar, 4 Balita Diselamatkan - Dijual Rp85 Juta

LensaDaily - Empat balita berhasil diselamatkan dari jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 10 orang tersangka yang terlibat dalam jaringan jual beli anak lintas daerah.Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penanganan perkara yang melibatkan anak mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Identitas dan hak-hak korban dilindungi secara ketat, sementara proses hukum berjalan beriringan dengan upaya penyelamatan, perlindungan, serta pemulihan.“Pengungkapan ini adalah komitmen Polri melindungi anak dari segala bentuk kejahatan. Perdagangan anak merupakan tindak pidana serius yang melanggar hak asasi dan merusak masa depan anak,” ujarnya, Jumat 6 Februari 2026.Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung menjelaskan, kasus ini bermula dari kecurigaan keluarga saat menanyakan kondisi anak korban RZ yang selama ini dirawat oleh saksi CN. Setelah dilakukan penelusuran, saksi CN bertemu dengan tersangka IG yang mengaku anak korban berada di Medan.Merasa janggal, ujar Kasatreskrim, saksi CN kemudian membawa tersangka IG ke Polsek Taman Sari untuk dilakukan klarifikasi. Dari hasil penyidikan terungkap bahwa tersangka IG mengakui telah menjual anak korban kepada pihak lain.“Anak tersebut kemudian diperjualbelikan secara berantai dengan nilai transaksi yang terus meningkat, mulai sekitar Rp 17,5 juta, kemudian Rp 35 juta, hingga mencapai Rp 85 juta,” ungkap Arfan.

07 Februari 2026

Manajemen PSMS Bantah Gelar Seleksi, Kiper Muda Asal Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja

LensaDaily - Manajemen PSMS Medan membantah kiper muda asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah (18), mengikuti seleksi masuk skuad Ayam Kinantan untuk kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Rizki Nur Fadhilah kini dikabarkan berada di Kamboja dan menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, membantah keras pihaknya tidak pernah membuka seleksi pemain yang disebut-sebut sebagai pintu masuk modus penipuan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Fendi menegaskan bahwa informasi mengenai seleksi yang beredar di media sosial adalah tidak benar."Saya pastikan PSMS tidak pernah membuka seleksi pemain. Kabar yang beredar di media sosial bahwa kita membuka seleksi adalah HOAX," tegas Fendi, mencoba meluruskan narasi yang menyeret nama klubnya, Rabu 19 November 2025.Disamping membantah keterlibatan, Fendi menyampaikan rasa prihatin, keresahan dan kesedihan yang mendalam yang turut dirasakan jajaran manajemen PSMS.“Kami pun berharap oknum yang mengatasnamakan psms medan tersebut dapat segera tertangkap dan mengungkapkan fakta yang sebenar2nya sehingga Rizki dapat segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan sehat," harapnya."Kami turut  prihatin atas musibah yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. Semoga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya seperti sedia kala," ujarnya.Kisah pilu Rizki berawal dari sebuah tawaran yang menggiurkan di media sosial. Menurut keterangan keluarga (disadur dari berbagai sumber), Rizki dihubungi oleh seorang kenalan di Facebook yang mengaku sebagai perwakilan manajemen klub Medan.Awal mulanya, pelaku menyebutkan ada kontrak main bola di Medan selama satu tahun. Tanggal 26 Oktober dia berangkat, dijemput pakai travel, terus dibawa ke Jakarta. Dari Jakarta ke Medan pakai pesawat.Namun, mimpi indah itu berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih menjalani seleksi di Medan, Rizki justru dibawa secara paksa ke Malaysia, dan akhirnya sampai di Kamboja.

19 November 2025

Kemenko Polkam Persiapan Pemulangan PMI Kelompok Rentan dari Malaysia

LensaDaily - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) siapkan rencana pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bermasalah Kelompok Rentan dari Malaysia. WNI/PMIB rencana akan dipulangkan melalui tiga titik debarkasi, yaitu Sumatera Utara (Bandara Internasional Kualanamu), Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta), dan Nusa Tenggara Barat (Bandara Internasional Lombok).Persiapan ini, Kemenko Polkam melalui Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri menggelar Rapat Koordinasi di Depok, Jawa Barat. Rapat Koordinasi ini bertujuan untuk membahas prosedur pemulangan WNI/PMIB Kelompok Rentan di luar negeri hingga ketibaan di daerah asal masing-masing serta peran Kementerian/Lembaga dalam setiap tahapan pemulangan.Kegiatan pemulangan ini juga akan menjadi uji praktik Pedoman Pemulangan PMI Bermasalah dari Luar Negeri Hingga ke Daerah Asal yang telah disusun oleh Satgas Koordinasi Pelindungan Desk Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Hasil evaluasi pasca pemulangan akan menjadi bahan penyempurnaan pedoman tersebut."Pemulangan WNI/PMIB Kelompok Rentan dari Malaysia ini kita susun kegiatannya bersifat end to end, yang berarti mulai dari luar negeri sampai kepada daerah asal PMI/WNIB. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi setiap Kementerian/Lembaga terkait dalam menjalankan tugasnya masing-masing," ujar Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Nur Rokhmah Hidayah 8 Agustus 2025.Nur Rokhmah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor yang telah berjalan baik dalam tahap persiapan, serta berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut hingga pelaksanaan di lapangan.Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha, tekankan pentingnya koordinasi mengingat dinamisnya situasi pemulangan WNI/PMIB dari Malaysia.Sementara itu, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Seriulina br Tarigan, menyatakan kesiapan penuh lembaganya, yang akan bekerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) daerah untuk mendukung proses pemulangan.Hal senada juga disampaikan Kementerian Sosial melalui Koordinator Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC), Sulistyaningsih, yang menjelaskan bahwa Kementerian Sosial telah miliki layanan rehabilitasi sosial dan dukungan kewirausahaan bagi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun PMIB rentan.Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi terkait, antara lain: Kemdagri, Kemlu, Kemimipas, Kemhub, Kemkes, KP2MI, Kemsos, KPPPA, BIN, TNI, BNPT, LPSK, Otban I (Banten), Otban II (Sumut), Otban IV (NTB), BP3MI Sumut, BP3MI Banten, BP3MI NTB, serta perwakilan RI di Malaysia, yaitu KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru, dan KJRI Penang.

11 Agustus 2025