LensaDaily - Timnas Indonesia U-22 siap kembali menghadapi Mali pada laga uji coba kedua yang akan digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor pada Selasa, 18 November 2025 malam nanti.
Pertandingan ini menjadi lanjutan dari rangkaian dua international friendly match sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand pada Desember mendatang.
Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, 15 November lalu, Garuda Muda harus mengakui keunggulan Mali dengan skor 0-3. Kekalahan tersebut langsung menjadi bahan evaluasi tim pelatih dan para pemain.
Kapten sekaligus bek tengah Timnas U-22, I Kadek Arel Priyatna, menegaskan bahwa seluruh pemain telah menjalani evaluasi mendalam untuk tampil lebih baik pada laga kedua.
βYa, kita tahu kemarin kita belum berhasil menang dan kita kalah 0-3. Tentu banyak evaluasi dari tim pelatih, mulai dari meeting pagi dan kita melakukan banyak evaluasi untuk persiapan nanti. Kita harus menyiapkan diri, mengapresiasi pertandingan pertama, dan kita siap untuk pertandingan malam nanti dan ingin menang,β ujar Arel pada Senin 17 November 2025.
Ia juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi catatan utama dalam laga sebelumnya. Termasuk komunikasi serta jarak antar lini.
βDi pertandingan kemarin pasti banyak kekurangan dan kita belum berhasil menang. Mulai dari komunikasi, jarak antar pemain juga mungkin masih agak terlalu jauh, dan tentu finishing juga menjadi masalah bagi kita. Di latihan kemarin kita coba memperbaikinya,β jelasnya.
Arel menambahkan bahwa tim juga telah melakukan analisis video untuk memperbaiki penempatan posisi, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati.
βKita sudah melihat videonya juga, dan pasti kita akan evaluasi siapa yang akan melakukan man-marking terhadap pemain yang lebih tinggi, dan di mana zona yang harus kita waspadai untuk mengantisipasi bola mati tersebut,β ujarnya.
Terkait kekuatan Mali, Arel menyebut kecepatan dan kolektivitas tim merupakan faktor paling menonjol dari lawan.
βUntuk Mali, yang utama itu di sektor kecepatan dan kolektivitas pemain. Karena saya lihat mereka sangat efektif. Mungkin dari tujuh shoot, mereka berhasil mencetak tiga gol. Dan itu sangat baik menurut saya, dan tentu itu menjadi hal yang harus kita waspadai,β tutupnya.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini