LensaDaily - Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand dengan tampil sebagai runner-up diganjar bonus dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menggelontorkan Rp465.250.000.000. Penghargaan dan apresiasi para atlet dan pelatih Indonesia ini diserahkan langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.Penghargaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk pengakuan negara atas dedikasi, kerja keras, dan prestasi para atlet yang telah mengibarkan Merah Putih di kancah olahraga Asia Tenggara. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, serta ofisial yang telah berjuang membawa Indonesia meraih prestasi membanggakan. Kepala Negara menegaskan bahwa keberhasilan para atlet bukan hanya kemenangan di arena olahraga, tetapi juga simbol semangat juang, persatuan, dan ketekunan bangsa Indonesia.“Saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintah, dan sebagai pribadi menyampaikan terima kasih saya kepada saudara-saudara sekalian, atas keberhasilan saudara menjaga kehormatan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.Kepala Negara juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan olahraga nasional serta peningkatan kesejahteraan atlet agar Indonesia semakin berdaya saing di tingkat regional maupun internasional.“Saya bangga dengan kalian, saya hormat kalian dari hati saya yang paling dalam, atas nama seluruh rakyat Indonesia, kami beruntung punya putra-putri yang begitu semangat. Kita berharap muncul di Asian Games dengan terhormat, muncul di Olympic Games dengan terhormat. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara yang akan bangkit. Saudara-saudara lambang kebangkitan bangsa Indonesia,” imbuh Kepala Negara.Acara penghargaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh hadirin. Selanjutnya, Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan bonus dan apresiasi kepada perwakilan atlet dan pelatih sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih pada SEA Games ke-33 Thailand.Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan mengenai capaian kontingen Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand. Erick melaporkan bahwa para atlet Indonesia berhasil menunjukkan performa terbaik dengan meraih 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu di berbagai cabang olahraga. Erick menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan federasi cabang olahraga atas kerja keras dan kolaborasi yang solid.“Total dananya 465.250.000.000, Pak. Ini angka yang luar biasa. Terima kasih, Bapak, perhatiannya. Tentu ini terdiri dari medali emas tunggal sebesar 1 miliar (rupiah), ini terbesar sebanyak sejarah juga karena Bapak. Terima kasih. Lalu untuk tunggal, medali perak 315 (juta rupiah) dan medali perunggu tunggal 157 (juta rupiah) nanti juga ada perhitungan tersendiri untuk beregunya, Bapak, termasuk pelatih juga mendapatkan bonus,” ujar Erick.
09 Januari 2026Tag: seagames
LensaDaily - Kontingen Indonesia menuntaskan perjuangannya SEA Games 2025 Thailand dengan catatan gemilang setelah berhasil mengunci posisi peringkat kedua pada klasemen akhir perolehan medali, yang resmi berakhir pada Sabtu 20 Desember 2025.Indonesia menutup kompetisi dengan total 333 medali, yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Torehan emas ini secara resmi melampaui target yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).Presiden Prabowo Subianto menyatakan mengapresiasi kerja keras tim Indonesia yang telah membawa pulang 91 medali emas atau melebihi target 80 medali emas."Selamat dengan 91 emas. Terima kasih, di satu pihak saya tersenyum meraih 91 emas. Di lain pihak bonusnya besar juga ternyata sekarang," ujar Prabowo dalam video yang dibagi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.Klasemen Akhir SEA Games 20251. Thailand: 233 emas, 154 perak, 108 perunggu2. Indonesia: 91 emas, 111 perak, 131 perunggu3. Vietnam: 87 emas, 81 perak, 110 perunggu4. Malaysia: 57 emas, 57 perak, 117 perunggu5. Singapura: 52 emas, 61 perak, 87 perunggu6. Filipina: 50 emas, 73 perak, 153 perunggu7. Myanmar: 3 emas, 21 perak, 46 perunggu8. Laos: 2 emas, 9 perak, 27 perunggu9. Brunei Darussalam: 1 emas, 3 perak, 5 perunggu10. Timor Leste: 0 emas, 1 perak, 7 perunggu
21 Desember 2025LensaDaily - Timnas Indonesia sepakbola putri Indonesia gagal mencetak sejarah di SEA Games 2025 Thailand, usai kalah 2-0 dari tuan rumah pada perebutan tempat ketiga atau medali perunggu yang berlangsung di Stadion Chonburi, Rabu 17 Desember 2025. Hasil ini menjadikan cabor sepakbola putra dan putri gagal persembahkan medali bagi kontingen Indonesia.Thailand tampil lebih dominan sejak menit awal dengan permainan kolektif dan tekanan tinggi. Keunggulan mereka tercipta pada menit ke-17 melalui gol kapten Pitsamai Sornsai yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia.Garuda Pertiwi mencoba merespons dan perlahan keluar dari tekanan, meski penguasaan bola masih banyak dikuasai Thailand.Peluang terbaik Indonesia di babak pertama datang pada menit ke-39. Umpan terobosan Reva Octaviani berhasil melepas Marsela Awi ke area pertahanan lawan, namun gol urung tercipta karena offside.Menjelang jeda, Thailand kembali menambah keunggulan. Pada menit ke-43, Pattaranan Aupachai mencetak gol lewat sepakan mendatar usai menerima umpan terobosan. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-2.Memasuki babak kedua, tim asuhan Akira Higashiyama langsung bermain lebih agresif. Umpan Reva disambut Rosdilah Siti, tetapi bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Thailand. Indonesia terus berusaha menekan dengan memasukkan pemain pengganti seperti Aulia Al Mabruroh dan Claudia Scheunemann, namun rapatnya pertahanan lawan membuat aliran bola kerap terhenti di sepertiga akhir.Kesempatan kembali hadir pada menit ke-86 saat Rosdilah melepaskan tembakan jarak jauh, tetapi bola melambung di atas mistar. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-2 tetap bertahan dan medali perunggu menjadi milik Thailand.Meski belum mampu membawa pulang medali, sejumlah laga di turnamen SEA Games 2025 yang dilakoni memberikan pengalaman berharga bagi Timnas Putri Indonesia.
18 Desember 2025LensaDaily - Langkah Timnas Putri Indonesia di ajang SEA Games 2025 selangkah lagi akan mengukir sejarah baru. Perebutan medali perunggu dengan tuan rumah Thailand itu akan menjadikan rekor baru bagi Garuda Pertiwi pada pesta olahraga Asia Tenggara itu.Penyerang Timnas Putri Indonesia Reva Octaviani, menilai timnya datang ke laga perebutan medali perunggu SEA Games 2025 cabang sepak bola putri dengan pemahaman penuh terhadap kekuatan lawan.Laga perebutan medali perunggu ini, antara Thailand vs Indonesia berlangsung di Stadion Chonburi, Rabu 17 Desember 2025 pukul 15.30 WIB. Laga ini menjadi pertandingan terakhir kedua tim di SEA Games 2025.“Saya rasa kami cukup percaya diri untuk menghadapi pertandingan besok. Kami percaya dengan kondisi tim yang ada saat ini. Kami tahu Thailand adalah tim yang kuat. Kami sudah sempat bertemu dengan mereka di fase grup pada awal turnamen, dan sekarang kami kembali bertemu di akhir turnamen,” kata Reva dalam sesi jumpa pers jelang laga, Selasa 16 Desember 2025.Dirinya melanjutkan, Timnas Putri Indonesia telah mempersiapkan segala hal demi meraih kemenangan di laga penutup. Sekaligus mengunci medali perunggu untuk dibawa pulang. “Dari Timnas Putri Indonesia, mulai dari pelatih hingga ofisial, semuanya sudah mempersiapkan taktik dengan cukup baik. Saya rasa kami siap untuk meraih medali perunggu besok,” tegasnya. Reva menyadari pertemuan kali ini berbeda dengan laga fase grup, baik dari segi tekanan maupun situasi pertandingan. Ia menilai persiapan tim menjadi faktor penting untuk bisa tampil lebih kompetitif.Selain soal pertandingan, Reva juga membagikan pengalamannya mengikuti SEA Games untuk pertama kali dalam kariernya sebagai pesepak bola putri profesional.“Ini adalah pertama kalinya saya bisa mengikuti SEA Games, dan tentunya menjadi modal yang sangat penting bagi saya secara pribadi sebagai atlet Indonesia. Selama event berlangsung, menurut saya semuanya berjalan dengan baik. Mulai dari fasilitas, hotel, transportasi, dan hal-hal lainnya sudah cukup memadai,” jelas pemain kelahiran 8 Oktober 2003 tersebut. Timnas Putri Indonesia sebelumnya tersingkir di semifinal setelah kalah dari Vietnam. Sementara itu, Thailand selaku tuan rumah harus mengakui keunggulan Filipina. Laga perebutan perunggu ini menjadi kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk menutup SEA Games 2025 dengan hasil terbaik.
17 Desember 2025LensaDaily - Timnas putri Indonesia menghadapi tuan rumah SEA Games 2025, Thailand pada perebutan medali perunggu sepakbola di Stadion Chonburi, Rabu 17 Desember 2025 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua kedua tim setelah sebelumnya bertemu di fase Grup A.Pelatih Timnas Putri Indonesia, Akira Higashiyama mengakui, sejak awal ia memprediksi pertemuan Garuda Pertiwi dengan Thailand terjadi di partai final. Namun turnamen membawa kedua tim bertemu di laga perebutan tempat ketiga, setelah Indonesia dikalahkan Vietnam di semifinal dan Thailand tersingkir oleh Filipina.“Rencana saya sebenarnya adalah menghadapi Thailand di final. Namun saat ini kami harus menghadapi Thailand di pertandingan perebutan peringkat ketiga,” ujarnya dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Selasa 16 Desember 2025.Bagi Akira, pertemuan sebelumnya menghadapi Thailand adalah modal yang bagus untuk mempersiapkan tim. “Kami sudah saling mengenal satu sama lain. Kami tahu bagaimana Thailand bermain dan mereka memiliki banyak strategi. Tapi seperti yang Anda tahu, saya tidak mencari-cari alasan dalam situasi apa pun,” tambahnya.Kendati sempat dikalahkan oleh tuan rumah menang dengan skor telak 8-0, pelatih asal Jepang tersebut berharap Garuda Pertiwi dapat bangkit di laga nanti. “Sekarang kami berada di sini untuk menciptakan sejarah. Tentu saja, kami akan berusaha memenangkan pertandingan,” tegasnya. Terkait pemain Thailand yang perlu diwaspadai, Akira memilih untuk tidak menyoroti individu tertentu. Ia menilai seluruh skuad lawan memiliki kualitas yang sama-sama berbahaya.“Saya rasa semua pemain Thailand berbahaya bagi kami. Namun yang paling penting bagi kami adalah bagaimana hasil pertandingan sebelumnya menjadi pelajaran untuk masa depan, khususnya pertandingan besok,” tandas Akira.
17 Desember 2025


