icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: banjirbandang


6 Korban Banjir Bandang di Agam Sumbar Dimakamkan Secara Massal

LensaDaily - Pemakaman massal terhadap korban banjir bandang yang melanda  Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali dilakukan terhadap enam orang. Pemakaman massal dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu 7 Januari 2026.Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang memimpin prosesi pemakaman massal tersebut mengatakan keenam jenazah itu terdiri dari empat perempuan, satu laki-laki dan satu bagian tubuh."Keenam jenazah ini sudah teridentifikasi dan tinggal menunggu pembanding dari pihak keluarganya," katanya.Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di wilayah Kecamatan Palembaya Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini mencapai 253 orang. Dari 253 jasad tersebut, 222 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 31 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan menggelar prosesi pemakaman secara bermartabat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban.“Hari ini kita hadir dalam suasana duka mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.Dari total jenazah yang telah teridentifikasi, tercatat 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sementara 31 jenazah yang masih dalam proses identifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh (body part).Sebelumnya, telah dilakukan pemakaman massal terhadap 10 jenazah di TPU Agam, dengan 4 jenazah di antaranya telah teridentifikasi. Pada hari ini, kembali dilaksanakan pemakaman massal terhadap 6 jenazah, yang terdiri dari 4 perempuan, 1 laki-laki, serta 1 bagian tubuh, seluruhnya ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya identifikasi jenazah serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan dimakamkan secara layak, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.Selain penanganan korban jiwa, dampak bencana juga dirasakan oleh kalangan pelajar. Berdasarkan data posko di Kecamatan Palembayan, tercatat 104 pelajar terdampak bencana, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, yang tersebar di tiga posko pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur.Kapolda Sumbar turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara terbuka,” imbau Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.Di akhir pernyataannya, Kapolda Sumbar menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban.“Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 165 orang meninggal dunia.Korban tersebar di Kecamatan Malalak 16 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Palembayan 136 orang, Ampek Nagari satu orang.

08 Januari 2026

9 Korban Meninggal Korban Banjir Bandang di Kepulauan Sitaro Sulut

LensaDaily - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menelan korban jiwa yang terjadi usai hujan intensitas tinggi yang melanda cukup lama pada Senin 5 Januari 2026 pukul 02.30 Wita. Bencana yang terjadi ini membuat 3 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, bencana tersebut membuat material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga. Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, pada Senin siang 5 Januari 2026 banjir telah surut. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terputus.Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara."Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan," sebut dalam keterangan resmi BNPB dikutip Selasa 6 Januari 2026.Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang. Adapun kendala yang dihadapi di lapangan untuk mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro.

06 Januari 2026

Presiden Prabowo Pastikan Percepatan Infrastruktur Penghubung Paskabencana di Tapsel

LensaDaily - Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga yang berlokasi di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan guna memastikan percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung yang vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah tersebut pascabencana, Rabu 31 Desember 2025.Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengawal percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung yang memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah. Jembatan Bailey Sungai Garoga yang dibangun sepanjang 44 meter ini merupakan solusi sementara namun strategis untuk menggantikan jembatan lama yang rusak akibat bencana banjir, banjir bandang dan longsor dan sempat memutus akses ekonomi warga.Jembatan yang dibangun oleh Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum ini dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton. Kehadirannya diharapkan segera memulihkan konektivitas utama antara Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, sekaligus memperlancar arus barang, jasa, serta aktivitas sosial masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut berdialog dengan para pekerja dan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung aspirasi serta kondisi di lapangan. Kepala Negara memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan dan target waktu yang telah ditetapkan.Peninjauan ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap percepatan pemulihan infrastruktur di daerah. Kehadiran Presiden di lokasi menjadi simbol kehadiran negara yang tidak hanya merencanakan dari pusat, tetapi turun langsung memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan roda kehidupan segera kembali berputar.

01 Januari 2026

Paskabanjir, Warga Aceh Temukan Emas dalam Tanah yang Menimbun Rumah

LensaDaily - Tumpukan tanah tebal yang menimbun rumah warga yang terbawa air banjir dan banjir bandang ternyata mengandung butiran emas, yang terjadi di Gampong Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. Butiran emas ini pun dianggap sebagai berkah dibalik musibah.Kondisi Gampong Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat termasuk arah yang dilanda banjir dan banjir bandang. Daerah tersebut dilanda banjir bandang yang membawa material tanah berlumpur, yang kini menyisakan ketebalan di rumah warga. Namun, ketebalan tanah tersebut ternyata terdapat butiran emas yang kini menjadi kisah baru bagi para penyintas.Dalam video yang dibagikan di akun Instagram @medanpunya cerita, nampak butiran-butiran emas menyatu dengan sisa lumpur banjir bandang akhir November lalu. Seorang pria yang merekam video tersebut mengaku butiran emas tersebut menjadi berkah tersendiri baginya dan keluarga di lingkungan tersebut. ”Bencana membawa berkah, bencana membawa berkah,” kata dia dikutip Senin 22 Desember 2025.Pria tersebut kemudian kembali menunjukkan tumpukan lumpur yang memadat di sana. Lumpur tersebut kemudian dibongkarnya dan ditemukan banyaknya butiran emas. Disebut pria tersebut, emas tersebut merupakan emas murni, dia pun terdengar begitu antusias dalam menunjukkan temuannya itu. ”Bencana membawa berkah dalam lumpur banjir bandang, ah. Murni,” kata dia lebih lanjut.Sementara itu, dalam akun Instagram @paps.aceh pascabanjir, warga bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Perhatian mereka teralihkan oleh kilauan kecil di depan salah satu rumah warga.Butiran emas terlihat berserakan di tanah dan memicu rasa penasaran warga lainnya. Sejumlah warga kemudian mencoba mencari emas secara tradisional dengan menggunakan alat sederhana seperti wajan penggorengan berbahan besi cor sebagai alat bantu pencarian.”Inilah penampakan butiran emas yang sangat banyak sekali. Bisa kita liat bersama-sama ini masih proses pemisahan antara butiran emas dan pasir hitam. Ini sampai lembur, dari pagi sampai malam karena banyaknya emas yang didapatkan,” kata seorang pria yang merekam video tersebut.Menyusul dengan penemuan butiran emas di kawasan Gampong Seuradeuk pasca banjir bandang viode tersebut langsung ramai dikomentari pengguna media sosial. Tidak sedikit dari masyarakat yang meminta agar pemilik akun segera menghapus video tersebut.Alasanya mereka takut butiran emas  yang ditemukan warga di sana akan diambil oleh pemerintah. ”take down videonya nanti pejabat pada tau,” sindir netizen. “Tolonglah… stop posting tentang ini. Tau kan pemerintah kita kaya apa...,” sindir lainnya.Namun di satu sisi pengguna media sosial juga mengungkap betapa besar kuasa Sang Pencipta. Di balik musibah yang terjadi, Sang Pencipta masih memberikan berkah untuk korban bencana.”3 minggu sudah bencana banjir bandang menerjang Sumatera dan negara slow reson. Di situlah tangan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya,” komentar lainnya. ”SubhanAllah langsung diganti tunai sama Allah,” ujar netizen lain.

22 Desember 2025

Kapolri Ungkap Tersangka Illegal Logging di Sumatera Bertambah

LensaDaily - Tersangka kasus dugaan pembalakan liar (ilegal logging) di wilayah terdampak bencana banjir, banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang sebabkan korban jiwa seribu lebih diyakini akan bertambah.Hal ini dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang menyebutkan membuka peluang adanya tambahan tersangka dari hasil penyidikan kasus ini.“Kemungkinan akan bertambah,” jelas Jenderal Sigit, Jumat 19 Desember 2025.Menurut Jenderal Sigit, proses penyidikan masih terus berlanjut tidak hanya di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Namun, yang telah naik penyidikan baru terkait dengan PT TBS di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga dan Anggoli. Dijelaskan Kapolri, dari bukti dan hasil kerjasama Polri dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kementerian Lingkungan Hidup, tengah mengarah ke wilayah Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) yang juga terdampak bencana.“Tadi kami mendapatkan laporan, anggota terus melakukan pendalaman, dan sekarang juga turun lagi ke beberapa wilayah, jadi kemungkinan akan bisa bertambah,” jelasnya.Ditambahkan Jendefal Sigit, hingga kini belum bisa menjabarkan lebih lanjut terkait temuan penyidikan di wilayah lain. Sebab, semua keterangan maupun alat bukti masih dilakukan analisa agar hasilnya akurat.“Tapi karena tentunya untuk melaksanakan naik penyidikan kan, kita juga harus hati-hati, jangan sampai keliru, sehingga kemudian pada saat nanti sudah kita naikkan proses, semuanya bisa kita tuntaskan gitu,” ungkap Kapolri.

19 Desember 2025