LensaDaily - PSMS Medan bergegas menyusun skuad untuk tampil di Piala Presiden 2026 yang berlangsung 28 Juni hingga 11 Juli 2026 mendatang. PSMS sudah menerima surat undangan dari PSSI April kemarin, manajemen pun sudah melayangkan balasan menyatakan siap untuk ikut ambil bagian di Piala Presiden tersebut.“Sudah kita balas, tinggal menunggu konfirmasi dari PSSI. Tentunya kita sangat antusias dan berharap bisa ikut andil, artinya kita siap ikut andil dalam ajang Piala Presiden 2026 ini, dan kita akan bergerak cepat untuk mempersiapkan semuanya,” kata COO PSMS Medan Samuel P Nababan, Senin 18 Mei 2026.Sebutnya, perhelatan ini bisa menjadi bagian dari persiapan tim jelang berlangsungnya Liga 2 musim 2026/2027 mendatang. Katanya, keikutsertaan PSMS dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk uji coba tim Liga 2 musim depan.“Ini bisa menjadi bagian dari persiapan tim sebagai laga pramusim. Serta menjadi bentuk evaluasi kita terhadap team, apalagi yang ikut piala presiden itu kan tim dari liga 1, jelas akan berdampak baik bagi PSMS,” tukasnya.Disinggung soal siapa saja yang nantinya menjadi punggawa di PSMS, Samuel mengatakan hal itu akan dirilis secepatnya. “Untuk siapa saja pemain di PSMS Medan, sabar ya segera kita beri kabar. Yang pastinya kita juga berharap kepada pemain asal medan yang selama ini berkiprah di club lain, ayok kembali bantu PSMS sebab target kita bukan hanya promosi ke Liga 1 tapi menjadi juara,” tegas dia.Samuel juga meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara serta suporter terus memberikan dukungan kepada PSMS Medan. “Kepada seluruh masyarakat Sumut serta suporter kami harapkan untuk terus memberikan dukungan Ayam Kinantan, semoga kedepan club kebanggaan kita ini terus menjadi lebih baik,” tutup samuel.
18 Mei 2026Tag: liga2
LensaDaily - Hasil imbang dengan Persiraja Banda Aceh menjadi penutup perjalanan PSMS Medan dalam kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu 2 Mei 2026 sore, Laskar Rencong harus puas berbagi angka setelah duel sengit berakhir imbang 1-1.Hasil ini, Persiraja kembali gagal memutus tren negatif saat menghadapi PSMS. Dalam tiga pertemuan musim ini, Persiraja tak sekalipun mampu menaklukkan PSMS, dua laga sebelumnya bahkan berakhir dengan kemenangan tim berjuluk Ayam Kinantan. Catatan tersebut mempertegas dominasi PSMS dalam duel klasik Sumatera ini.Pertandingan berjalan ketat sejak awal. PSMS berhasil memecah kebuntuan lebih dulu di menit ke-40 lewat sentuhan tajam Felipe Cadenazzi. Gol itu sempat membuat tim tamu berada di atas angin hingga babak kedua berjalan.Persiraja yang terus menekan akhirnya menemukan momen krusial di penghujung laga. Saat pertandingan tampak akan berakhir untuk kemenangan PSMS, Asnawi Habib muncul sebagai penyelamat. Golnya di menit 90+4 membuyarkan kemenangan di depan mata tim tamu sekaligus menghidupkan atmosfer stadion.Selepas laga, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui pertandingan berlangsung sengit dan penuh tekanan.“Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin. Pertandingan cukup seru,” ujarnya.Eko tak menutupi rasa kecewanya, apa lagi sebelum pertandingan, dia mendapatkan kabar duka bahwa orangtuanya meninggal dunia, namun tetap menunjukkan profesionalitas memimpin Ayan Kinantan melakoni laga pamungkas musim ini dengan baik.“Yang pasti kecewa dengan hasil secara keseluruhan. Tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Pemain ini tanggung jawab saya, manajemen kepada presiden klub. Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tegasnya.Hal senada disampaikan kapten PSMS, Erwin Gutawa. Ia menilai tim sudah mengerahkan segalanya meski hasil akhir belum sesuai harapan.“Kami dari pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” kata Erwin.Ia juga menanggapi insiden kecil yang sempat terjadi di lapangan antara dua dan Kim Jeung-ho.“Soal insiden biasa sesama teman, mungkin niatnya bagus, tapi kita beda bahasa saja jadi sempat ada sedikit gesekan. Tapi setelahnya selesai,” tambahnya.Ketegangan memang sempat terjadi antara Jeong-ho Kim dan Erwin Gutawa lantaran sempat membuat pemain Persiraja menusuk pertahanan PSMS, sebelum akhirnya dilerai pemain lain. Situasi cepat mereda dan laga tetap berakhir tanpa insiden lanjutan.Hasil ini membuat Persiraja kembali harus menelan kekecewaan, sementara PSMS membawa pulang satu poin penting meski gagal mengamankan kemenangan di detik akhir. Persiraja berada di peringkat ke-5 dengan 40 poin, sedangkan PSMS di peringkat ke-7 dengan 36 poin.
02 Mei 2026LensaDaily - PSMS Medan akan melakoni laga terakhirnya Pegadaian Championship musim 2025/2026 di kandang Stadion Utama Sumatera Utara melawan Adhyaksa FC, Sabtu 25 April 2026. Laga ini menjadi unik bagi PSMS, karena penentu nasib Adhyaksa dan tim lain yang masih berjuang menuju Liga 1, sedangkan Ayam Kinantan dipastikan tetap bertahan di Liga 2 musim depan.Setelah selamat, kini bermain lepas. Kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu, meski harus bermain dengan 10 orang sejak awal, membuat PSMS resmi aman dari degradasi. Gol cepat Felipe Cadenazzi di menit ke-4 (assist Clayton Da Silva) menjadi penyelamat sekaligus pelepas beban. Suporter tetap kecewa target promosi gagal bahkan Gubernur Sumut sempat menyatakan siap mengambil alih klub jika PSMS tidak naik kasta. Namun kini, tekanan itu sirna. Yang tersisa: harga diri, keangkeran kandang, dan peran sebagai “kuda hitam” yang bisa menggagalkan ambisi tim lain.Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah (menang 1-0 dan imbang). Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100% fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak: Brian harus absen karena akumulasi kartu.Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers Jumat (24/4) di Stadion Utama Sumut, menyatakan semua pemain siap all-out."Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal," katanya.Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang.Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa "menghancurkan" mimpi Adhyaksa. Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikak suporter Medan dipastikan memenuhi stadion untuk arak-arakan "juru selamat".Jadi, siapkan pop corn. Stadion Utama Sumut besok malam bukan sekadar pertandingan, tapi panggung balas dendam kehormatan. Ayam Kinantan sudah lepas jerat, dan mereka haus darah.Kalau PSMS menang? Bukan sekadar tiga poin – tapi mereka resmi menjadi "raja kegagalan" bagi perjuangan orang lain. Naskah dramatis Liga 2 sedang ditulis. Jangan lewatkan.
24 April 2026LensaDaily - PSMS Medan gagal penuhi ambisi dengan pest gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu 19 April 2026 malam. Tuan rumah PSMS Medan hanya mampu menang tipis 1-0 dari Sriwijaya FC dengan 2 kartu merah masing-masing tim.Babak baru berjalan 1 menit, umpan matang Clayton disambar Felipe untuk membawa PSMS unggul cepat. Publik tuan rumah sempat berpikir pesta gol akan terjadi. Sayangnya, itu satu-satunya gol yang tercipta sepanjang 90+ menit.Sriwijaya FC berusaha bangkit, tapi lini akhir mereka tumpul. Menit 30, Fahrezi (Sriwijaya) mendapat kartu kuning. Menjelang jeda, petaka datang untuk PSMS Antoni diusir wasit Subro Malisi usai melakukan pelanggaran keras di menit 43. Keunggulan jumlah pemain pun beralih ke tim tamu.Memasuki babak kedua, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, langsung mengganti tiga pemain untuk meningkatkan daya gedor. Namun justru tim tamu yang harus bermain dengan 10 orang setelah wasit meninjau VAR dan mengganjar kartu merah untuk salah satu pemainnya karena pelanggaran brutal.PSMS kembali unggul jumlah pemain, tapi anehnya mereka justru tampil ketakutan. Pelatih Eko Purdjianto mengakui di babak kedua, pemain terlihat takut mencetak gol. Tidak ada tambahan gol. Tapi inilah sepakbola.Adlin Cahya cedera dan harus ditandu keluar, digantikan Qadri. Dua peluang emas Rudi Yana di menit 80 dan injury time gagal dimanfaatkan sundulan dan umpan silangnya melambung sia-sia.Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan mengaku bangga dengan perlawanan anak asuhnya dengan PSMS. Sriwijaya dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan.“Anak asuh saya sudah maksimal. Kami unggul jumlah pemain di babak pertama, tapi momen itu tidak kami manfaatkan. Maaf atas bahasa kasar ofisial kami. Selamat buat PSMS," ujar Setiawan. Sedangkan pelatih PSMS, Eko Purdjianto mengaku fokus ke depan dengan sisa dua pertandingan lawan Persiraja dan laga berat dengan Garudayaksa. "Tapi tekad kami all out. Mudah-mudahan poin penuh," ungkap Eko.Dengan kemenangan tipis ini, PSMS Medan mengoleksi 34 poin di Grup A. Meski belum aman, posisi mereka masih kokoh. Sebaliknya, Sriwijaya FC resmi terdegradasi setelah musim yang penuh kekecewaan.Laga ini bukti bahwa sepakbola Indonesia tak pernah kehabisan emosi. Dari gol cepat, kartu merah beruntun, cedera pemain, hingga peluang-peluang mubazir semuanya ada. Warganet sudah ramai membahas keputusan VAR dan ketakutan aneh pemain PSMS di babak kedua.
19 April 2026LensaDaily - PSMS Medan menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu 19 April 2026. PSMS wajib menang dengan pesta gol dan mengantisipasi kebangkitan Sriwijaya, bahkan peluang menang menambah rentetan kekalahan skuad Ayam Kinantan yang belum pernah menang tiga kaga terakhir.Laga yang diprediksi banyak pihak ini seolah “di atas kertas” milik tuan rumah. Ayam Kinantan disebut-sebut punya peluang besar membungkam Laskar Wong Kito. Namun, jangan salah. PSMS Medan saat ini masih terombang-ambing di papan tengah bawah klasemen.Mereka belum mampu menembus lima besar. Pekan lalu, skuad asuhan Eko Purdjianto bahkan menelan pil pahit usai kalah tipis 0-1 dari Garudayaksa. Kekalahan itu menyisakan luka sekaligus api besar di dada para pemain.Laga kontra Sriwijaya FC bukan sekadar soal poin. Ini soal marwah dan kebangkitan. Apalagi tim lawan sudah dipastikan terdegradasi ke Liga III musim depan. Namun, justru karena itulah Eko Purdjianto pantang meremehkan. “Semua tim harus diwaspadai,” tegasnya.Dalam sesi latihan terakhir, suasana berbeda terlihat. Optimisme menyala. Eko mengungkapkan, “Alhamdulillah persiapan melawan Sriwijaya sudah siap. Sejumlah pemain lepas dari akumulasi kartu dan cedera. Bismillah, besok kami sajikan permainan terbaik.”Dia juga menyampaikan instruksi keras kepada anak asuhnya: “Tampil maksimal. Main di home, wajib tiga poin.”Suporter PSMS yang dikenal fanatik bahkan menuntut pesta gol. Permintaan itu langsung direspons sang arsitek. “Bagi kami, setiap laga adalah final. Terlepas Sriwijaya FC sudah masuk zona degradasi, yang penting kami unggul dan curi tiga poin,” ujar Eko didampingi Nazar, salah satu pilar inti tim.Kabar gembira datang dari lini medis: Sadam, Budhiar, Felipe, dan Erwin sudah dinyatakan fit. Mereka siap diturunkan melawan Sriwijaya FC besok. “Mudah-mudahan kami bisa tampil full tim,” tandas Eko optimistis.Dengan motivasi membara dan skuad lengkap, akankah PSMS Medan benar-benar meledakkan pesta gol? Atau justru Sriwijaya FC yang sudah “mati” akan bermain lepas dan mencuri perhatian? Saksikan laga hidup-mati ini pekan ini di Stadion Utama Sumut.
18 April 2026


