LensaDaily - Dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Nusa Tenggara Timur sebesar Rp24 miliar harus dikembalikan karena puluhan ribu siswa tidak melakukan pencairan bantuan pendidikan tersebut. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan daerah lainnya yang kekurangan dan kondisi PIP untuk NTT ini berujung pada pengembalian anggaran ke kas negara.“Serapan PIP itu memang mengecewakan karena ada Rp24 miliar yang dikembalikan ke kas negara. Artinya ada 34 ribu siswa yang tidak melakukan pencairan,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah mengutip dpr.go.id, Jumat 24 April 2026.Ia mengaku prihatin karena anggaran yang telah diperjuangkan di tingkat nasional justru tidak dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.“Ini sangat menyakitkan hati saya sebagai wakil NTT yang memperjuangkan anggaran di tingkat nasional dan ini tidak dicairkan,” katanya.Anita menilai salah satu penyebab rendahnya penyerapan dana PIP adalah lemahnya koordinasi dari dinas pendidikan setelah mengusulkan nama penerima bantuan.Menurut dia, dinas pendidikan seharusnya menyampaikan informasi kepada pihak sekolah agar segera memberitahukan kepada siswa dan orang tua terkait jadwal pencairan.“Dinas seharusnya ketika mereka mengusulkan, mereka memberitahukan kepada kepala-kepala sekolah. Jadi ketika waktunya pencairan mereka buka data, mereka lihat SK, mereka beritahu kepada orang tua siswa,” ujarnya.Ia juga menyoroti kurangnya kepedulian sejumlah kepala sekolah dalam memastikan bantuan sampai kepada penerima yang berhak.“Ini yang tidak dilakukan, artinya kepala sekolah banyak yang tidak peduli,” katanya.Anita menegaskan tanggung jawab utama ada pada kepala dinas pendidikan untuk mengawasi pelaksanaan program serta menginstruksikan sekolah melakukan pengecekan data penerima.Menurutnya, operator sekolah seharusnya membuka data penerima setelah surat keputusan terbit, kemudian menghubungi orang tua siswa agar pencairan dapat segera dilakukan.Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pemerintah untuk mendukung biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu. Karena itu, Anita meminta seluruh pemangku kepentingan di NTT memperbaiki koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang dan dana bantuan dapat terserap maksimal.
24 April 2026Tag: nusatenggaratimur
LensaDaily - Dua pelaku pencurian komodo di wilayah Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap Polda Jawa Timur bersama Polres Manggarai Timur. Satwa yang dilindungi tersebut diperjualbelikan kepada penadah yang berada di Jawa Timur.Peristiwa pencurian komodo ini, terjadi pada tahun 2025. Dua orang yang diamankan di Manggarai Timur diketahui bernama Ruslan dan Junaidin Yusuf (30). Wilayah Pota dikenal sebagai salah satu habitat alami komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat.Kasatreskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri menyatakan bahwa pihaknya berperan dalam mendukung Polda Jatim. "Kami hanya backup Polda Jawa Timur mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam penangkapan dan perdagangan satwa dilindungi jenis komodo," kata Zacky mengutip keterangannya Senin 6 April 2026.Lebih lanjut, Zacky mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap Ruslan menjadi langkah awal dalam pengungkapan kasus tersebut. Ruslan diamankan oleh Unit Resmob Polres Manggarai Timur pada 29 Maret 2026 di rumahnya yang berada di Kampung Londang, Desa Nanga Baur, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur.Penangkapan terhadap Ruslan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/II/III/RES.5/2026/Ditreskrimsus/Polda Jatim. Dari hasil pengembangan, aparat kepolisian menemukan indikasi adanya keterlibatan pelaku lain dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi tersebut.Setelah itu, tim dari Polda Jawa Timur datang ke Manggarai Timur untuk membantu proses pengejaran terhadap Junaidin Yusuf. Junaidin, yang merupakan warga Pota, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, sempat melarikan diri dan berpindah-pindah lokasi persembunyian selama tiga hari. Namun akhirnya, ia menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada 3 April 2026.
06 April 2026LensaDaily - Kasus tenggelammya kapal wisata KM Putri Sakinah di Selat Padar, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini diselidiki polisi guna memastikan penyebab dan orang yang harus bertanggungjawab peristiwa tersebut. Penyelidikan yang dilakukan Polda NTT memasuki tahap analisis dan evaluasi.Kepala Bidang (‎‎Kabid) Humas Polda NTT, Kombes. Pol. Henry Novika Chandra, menjelaskan, penyidik memeriksa sejumlah saksi yang berada di kapal. Pemeriksaan dilakukan oleh Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat.‎‎“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” ujarnya, Jumat 2 Desember 2026.Dalam kesempatannya, ia menyebut penyidik telah mengumpulkan keterangan saksi serta dokumen pendukung.Ia menjelaskan saksi yang diperiksa mencakup awak kapal dan pihak terkait operasional pelayaran wisata. Pemeriksaan bertujuan mengurai tanggung jawab masing-masing pihak selama pelayaran.‎Aspek yang didalami meliputi pengendalian kapal, kondisi mesin, hingga prosedur keselamatan saat keadaan darurat. Seluruh keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembuktian.‎Selain keterangan saksi, penyidik juga telah mengantongi sejumlah alat bukti. Alat bukti tersebut akan dianalisis secara menyeluruh sebelum penetapan status hukum lanjutan.‎“Proses ini dilakukan secara profesional dan objektif,” ujarnya.Penetapan tersangka dilakukan setelah alat bukti dinilai cukup sesuai ketentuan hukum. ‎Polres Manggarai Barat juga merencanakan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak terkait. Penyidik akan melakukan penyitaan dokumen kapal dan menyiapkan gelar perkara.Kombes. Pol. Henry Novika Chandra, menegaskan, penegakan hukum bertujuan memberi kepastian hukum bagi korban dan keluarga. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pencegahan insiden serupa di wisata bahari.‎“Keselamatan pelayaran adalah hal utama,” jelasnya. Ia berharap, proses hukum menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha wisata laut.‎Polda NTT memastikan perkembangan penyidikan akan disampaikan secara terbuka dan transparan. Informasi diberikan sesuai tahapan hukum yang berlaku.Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyampaikan pencarian dimungkinkan berlanjut. Opsi perpanjangan dilakukan jika hingga hari ketujuh ditemukan tanda keberadaan korban.“Setelah evaluasi, apabila keluarga mengajukan permohonan. Perpanjangan operasi SAR akan dipertimbangkan sesuai prosedur berlaku,” ujarnya.
04 Januari 2026LensaDaily - Gempabumi magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Maluku Tenggara, Selasa 21 Oktober 2025. BMKG menyebut, gempa ini guncang barat laut, Maluku Tenggara.Dalam rilis BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitude 4.4 BMKG menginformasikan bahwa waktu terjadinya gempa sekitar pukul 16:06:21 WIB.Lokasi gempa ini berada di 5.53 Lintang Selatan (LS) 131.05 Bujur Timur (BT). BMKG sebut pusat gempa berada 187 di bagian barat laut, Maluku Tenggara.Gempa bumi ini terjadi di kedalaman 146 Km."#Gempa Mag:4.4, 21-Oct-2025 16:06:21 WIB, Lok:5.53LS, 131.05BT (187 km BaratLaut MALUKUTENGGARA), Kedlmn:146 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG, dilansir dari akun X BMKG.Sebelumnya, gempa terdeteksi mengguncang di wilayah Waingapu, Nusa Tenggara Timur, hari ini, Selasa 21 Oktober 2025 pukul 14.10 WIB. BMKG menyebut, gempa ini guncang barat laut, Waingapu, Nusa Tenggara Timur.Dalam rilis BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitude 4.2 BMKG menginformasikan bahwa waktu terjadinya gempa sekitar pukul 14:10:35 WIB. Lokasi gempa ini berada di 9.46 Lintang Selatan (LS) 120.08 Bujur Timur (BT). BMKG sebut pusat gempa berada 30 di bagian barat laut, Waingapu, Nusa Tenggara Timur.Gempa bumi ini terjadi di kedalaman 36 Km."#Gempa Mag:4.2, 21-Oct-2025 14:10:35 WIB, Lok:9.46LS, 120.08BT (30 km BaratLaut WAINGAPU-NTT), Kedlmn:36 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG, dilansir dari akun X BMKG.
21 Oktober 2025LensaDaily - Banjir yang menerjang Provinsi Bali menelan 9 korban jiwa dan 6 orang hilang. Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali dan juga Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya mengutip setneg.go.id, Kamis 11 September 2025.Menurut Seskab Teddy, Presiden Prabowo langsung merespons cepat terhadap musibah tersebut. Kepala Negara langsung menginstruksikan Kepala BNPB beserta instansi terkait untuk bergerak cepat ke lokasi bencana, sekaligus menegaskan agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.“Siang hari ini, Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta instansi terkait lainnya untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana. Kepala Negara juga menekankan pentingnya distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran,” ungkap Seskab Teddy.Menindaklanjuti arahan tersebut, Seskab Teddy mengatakan bahwa Kepala BNPB langsung bertolak ke Bali guna memimpin penanganan tanggap darurat. Kehadiran BNPB di lapangan diharapkan dapat memastikan upaya pencarian, pertolongan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terlaksana dengan baik.“Kepala BNPB pun atas perintah Presiden Prabowo segera berangkat langsung ke Bali siang ini, untuk langsung memimpin penanganan tanggap darurat dan memastikan upaya pencarian dan pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga terdampak bisa dilaksanakan secara optimal,” ucap Seskab Teddy.Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa sebelumnya BNPB telah menyalurkan bantuan awal ke daerah terdampak berupa perahu karet dan mesin, tenda pengungsi, paket sembako, matras, selimut, pompa alkon, hingga dana dan dukungan lain sesuai kebutuhan di lapangan.Sedangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, melakukan rapat koordinasi dan peninjauan lokasi terdampak di Provinsi Bali. Kepala BNPB menyatakan bencana banjir kali ini disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin. Situasi terkini, ketinggian debit air beberapa sungai mulai normal.“Kondisi per malam ini jam 21.00 WITA tinggi muka air di sungai - sungai sudah kembali normal. Banjir ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi,” ucap Suharyanto.Lebih lanjut dirinya menyampaikan, kejadian ini sebabkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa.“Meninggal dunia 9 orang, yang hilang 6 orang. Dilakukan pencarian tim gabungan sampai jam 7 malam belum juga ditemukan. Besok pagi dicari lagi oleh tim gabungan,” imbuhnya.Kemudian, pergerakan tim gabungan esok hari selain melakukan pencarian korban, juga lakukan pembersihan sisa material banjir.“Unsur gabungan berkisar 400 sampai 600 orang, akan terus berupaya melakukan pencarian korban hilang, dibarengi dengan melakukan pembersihan,” kata Suharyanto.
11 September 2025


