icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: pelajar


BGN Minta Maaf Puluhan Pelajar Keracunan MBG, Tanggung Biaya Pengobatan - Suspend SPPG

LensaDaily - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas keracunan massal menimpa puluhan pelajar di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur saat makanan dibagikan ke sejumlah sekolah di wilayah Pondok Kelapa pada Kamis 2 April 2026. Para siswa yang terdampak berasal dari empat sekolah, yakni SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengutip bgn.go.id, Senin 6 April 2026."Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.BGN lanjut Nanik, juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut."Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegasnya.Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Total hingga saat ini di identifikasi sebanyak 60 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Menurutnya, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.

06 April 2026

Kapolri Murka Oknum Brimob Polda Maluku Hajar Siswa dengan Helm hingga Tewas

LensaDaily - Kapolri Jenderal Polisi LIstyo Sigit Prabowo murka keberingasan oknum Brimob Polda Maluku Bripda Masias Siahaya alias MS yang menganiaya seorang pelajar hingga tewas akibat hantaman keras helm ke wajah korban. Peristiwa penganiayaan ini pun dinilai Kapolri mencoreng institusi.“Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat,” ujar Kapolri, Senin 23 Februari 2026.Menurut Jenderal Sigit, insiden tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga melukai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Kapolri pun menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga korban.“Saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam terhadap seluruh keluarga korban dan masyarakat atas peristiwa yang terjadi,” ungkap Kapolri.Dipastikan Jenderal Sigit, proses hukum terhadap Bripda Masias Siahaya akan berjalan tanpa kompromi. Kapolri juga telah memberi instruksi tegas agar perkara ini dibongkar secara menyeluruh.Peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Marren, tidak jauh dari RSUD Maren dan Universitas Uningrat, seusai waktu sahur. Korban saat itu melintas bersama kakaknya, Nasri Karim (15), menggunakan sepeda motor masing-masing pada Kamis 19 Februari 2026.Menurut keterangan keluarga, keduanya sempat melewati ruas jalan yang disebut kerap menjadi lokasi balapan liar dan dijaga sejumlah anggota Brimob.Setibanya di lokasi kejadian, korban yang berada di posisi belakang diduga dipukul pada bagian muka menggunakan helm oleh Bripda MS. Hantaman tersebut membuat korban kehilangan kendali, terjatuh ke aspal, dan mengalami cedera berat di kepala.Nasri juga mengaku sempat diinterogasi dan ditekan untuk mengakui bahwa mereka terlibat dalam balapan liar. Ia membantah tudingan tersebut dan menyatakan mereka hanya berkendara setelah sahur hingga akhirnya keberingasan Bripda Masias menghentikan laju kendaraan abang adik itu.

23 Februari 2026

Kementerian P3A Berikan Trauma Healing Korban Ledakan Masjid SMAN 72 Jakarta

LensaDaily - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) bergerak cepat atas peristiwa ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta yang menjadikan korban sebagian besar siswa dan guru. Kementerian P3A menyampaikan keprihatinannya dan akan memberikan pendampingan terhadap para korban, khususnya para pelajar."Kami prihatin atas kejadian di SMAN 72, ini adalah peristiwa yang tidak diinginkan siapa pun," ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI, Arifah Fauzi  kepada wartawan, di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Jumat malam, 7 November 2025.Arifah Fauzi mengungkapkan pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas P3A DKI Jakarta, untuk penanganan selanjutnya terhadap korban. Termasuk, sudah berbincang dengan salah satu korban di rumah sakit. "Kami apresiasi kepada Mabes Polri, dan Pemprov DKI Jakarta, yang sigap merespons dan pernyataan pak Pramono seluruh biaya korban yang biayai Pemprov DKI Jakarta, ini komitmen luar biasa," kata Menteri P3A itu.Arifah Fauzi mendoakan seluruh korban cepat pulih dan sehat. Sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan normal. Termasuk, pihaknya akan melakukan trauma healing. "Oh, iya. Dinas P3A DKI Jakarta kami sudah kordinasi, yang trauma healing, ini sangat membekas kali untuk anak-anak, perlu ada pendampingan, khususnya psikologis," kata Menteri P3A ini.Disinggung soal terduga pelaku merupakan korban blluying. Arifah Fauzi mengatakan belum tahu hal tersebut, dirinya menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. "Itu saya belum tahu, masih dalam penyelidikan. Kita tunggu saja hasilnya," tutur Arifah Fauzi.Sebelumnya, ledakan terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading mendadak heboh usai terjadinya ledakan saat khutbah Jumat berangsung, 7 November 2025. Suasana pun langsung mencekam yang membuat jamaah berlarian keluar masjid, dan kepulan asap tebal membumbung tinggi.Di tengah suasana mencekam itu, seorang pria ditemukan terkapar di lokasi kejadian. Pria tersebut mengenakan kaos putih bertuliskan kalimat tertentu dan celana jeans, serta membawa senapan serbu jenis SS1 bertuliskan “welcome to the hell.”Menurut kesaksian salah satu guru Matematika SMAN 72, Budi Laksono, peristiwa mengerikan itu terjadi ketika seluruh jamaah sedang mendengarkan khotbah Jumat. “Kejadian bermula saat pelaksanaan Salat Jumat yang diikuti para siswa dan guru di aula sekolah. Ketika khotbah sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula,” ujarnya yang dikutip dari tvOnenews pada Jumat, 7 November 2025.

08 November 2025