LensaDaily - Pembunuhan terhadap seorang wanita lansia di Kota Pekanbaru, Riau, diungkap Polda Riau. Perburuan pelaku pembunuhan terhadap seorang korban bernama Dumaris Boru Sitio (60) itu hingga ke Sumatera Utara dan Aceh."Begitu melakukan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke wilayah di luar wilayah hukum provinsi Polda Riau, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan sudah sampai ke provinsi Aceh," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra mengutip keterangannya Senin 4 Mei 2026.Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku datang menggunakan mobil hitam.Seorang wanita berkaus hitam yang diduga merupakan menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah, disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie berwarna biru. Tak lama kemudian, dua pria menyusul keduanya.Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu untuk menyambut tamu tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.Belum diketahui apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal. Hingga kemudian seorang pria datang sambil membawa kayu balok. Seketika, ia melakukan penganiayaan dengan memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terluka.
04 Mei 2026Tag: pembunuhan
LensaDaily - Seorang pria tewas dibunuh ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam freezer kios ayam goreng kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Peristiwa ini pertama kali diketahui pada Sabtu 28 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.Warga kemudian melaporkan adanya temuan mencurigakan di Toko Chicken Alfaza, Perum Mega Regency, Desa Sukaragam."Korban diketahui bernama Abdul Hamid (39), seorang karyawan yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kios," jelas Kapolres Kabupaten Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, dikutip Senin 30 Maret 2026.Menurutnya, laporan resmi masuk ke Polsek Serang Baru sekitar pukul 08.30 WIB, tak lama setelah temuan tersebut menghebohkan warga sekitar. Dari hasil penyelidikan awal, pemilik usaha bernama Elen Saputra mengungkapkan bahwa ia memiliki tiga orang karyawan yang tinggal di ruko tersebut.Dua di antaranya, yakni SMN dan ANC yang bertugas melayani pembeli sekaligus memasak ayam. Sementara, korban atas nama Abdul Hamid bertugas menjaga kios."Sebelum kejadian, pemilik usaha bersama keluarganya diketahui pulang kampung ke Cilacap pada Rabu malam, 18 Maret 2026," ungkapnya.Dijelaskannya, SMN dan ANC berencana pulang ke kampung masing-masing. Sedangkan korban tetap tinggal di ruko karena tidak memiliki keluarga.Disampaikannya, penyidik telah melakukan serangkaian langkah kasus pembunuhan ini, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengumpulan barang bukti.Penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap secara pasti kronologi serta motif di balik pembunuhan sadis yang menggemparkan warga Bekasi tersebut.
30 Maret 2026LensaDaily - Kematian cucu Mpok Nori, Dewhinta Anggary (37) oleh suami sirinya RFTJ (49) yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Irak diduga telah direncanakan. Pembunuhan tersebut terjadi di rumah kos korban di Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu 21 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.RFTJ ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya pada Sabtu (21/3/26) sekitar pukul 12.49 WIB di Jalan Tol Tangerang–Merak KM 68, Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Tersangka ditangkap saat menumpang bus menuju Pulau Sumatera.Panit Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah menyatakan, dugaan pembunuhan berencana oleh tersangka RFTJ masih terus didalami hingga saat ini.“Saat ini penyidik dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah mendalami adanya dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini,” jelasnya, Senin 23 Maret 2026.Menurutnya, dugaan itu ditemukan setelah penyelidik berhasil menelusuri rekaman CCTV. Terlihat dari gerak-gerik RFTJ sempat terekam beberapa kali bolak balik ke rumah kontrakan korban atau tempat kejadian perkara (TKP).“Dari temuan tersebut, pelaku didapati kembali ke tempat tinggalnya untuk mengambil pisau yang diduga digunakan sebagai alat untuk membunuh korban,” ujarnya.Kematian cucu Mpok Nori Dewhinta Anggary ini diketahui langsung oleh ibunya, berinisial B yang melihat pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam saat mendatangi kontrakan korban. Selanjutnya saksi A yang merupakan kakak korban, datang melakukan pengecekan dan membuka pintu rumah.Setelah pintu terbuka, korban DA ditemukan sudah meninggal dunia di lantai. Sementara pada lantai dan kasur terlihat bercak darah yang telah mengering.Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan darurat Polri 110, petugas KA SPK, Unit Identifikasi, serta piket SatReskrim Polres Metro Jakarta Timur segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan langkah-langkah penanganan.Petugas melakukan pengecekan TKP, mencari dan memintai keterangan saksi-saksi, serta membawa korban ke RS Polri untuk dilakukan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.Berdasarkan hasil pendalaman awal, tersangka diketahui merupakan mantan suami siri korban. Setelah keberadaannya teridentifikasi, tim Subdit Resmob melakukan pengejaran dan menangkap tersangka saat berada di dalam bus yang melintas di Jalan Tol Tangerang–Merak KM 68.
24 Maret 2026LensaDaily - Kasus tewasnya pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), karena pencurian dengan kekerasan (curas). Dalam kasus ini yang juga pembunuhan ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap satu orang pelaku bernama Sudirman alias Yuda (28).Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa tersangka mengaku tidak memiliki target khusus dalam menentukan rumah yang didatanginya.“Kami luruskan. Bahwa berdasarkan hasil penyidikan yang didukung oleh alat bukti, barang bukti, keterangan saksi selama proses penyidikan, bahwa pelaku tidak memiliki target spesifik,” jelas Kombes Pol. Iman, Rabu 11 Maret 2026.Kombes Pol. Iman menyebut, alasan dari Sudirman memilih rumah Ermanto hanya karena faktor ekonomi. Sebab, melihat rumah yang besar, tersangka mengira bisa mendapat barang-barang yang banyak.Lebih lanjut ia memaparkan, bermodalkan gunting dan linggis, Sudirman membobol rumah dari Ermanto. Kendati demikian, saat menggasak barang-barang milik korban, aksinya kepergok oleh istri korban Pasmilawati (60).“Nah, kenapa tersangka memukul korban? Dari keterangan yang disampaikan oleh tersangka kepada penyidik, bahwa tersangka kaget. Jadi pada saat tersangka ini sedang melakukan pencurian di rumah korban, korban terbangun mendengar alarm akan melaksanakan sahur,” ujar Kombes Pol. Iman.Dengan linggis, tersangka Sudirman secara spontan memukul istri korban hingga tak berdaya. Setelah itu, tersangka melihat Ermanto yang baru bangun dari kasurnya tengah duduk dalam kondisi kaget melihat pencurian yang terjadi di rumahnya“Karena panik, selanjutnya serta merta tersangka menyerang korban laki-laki yang baru terbangun dan sedang duduk di atas tempat tidur,” jelasnya.Setelah itu, tersangka Sudirman pun segera melarikan diri dari rumah Ermanto sambil membawa dua handphone, laptop, dan perhiasan. Barang hasil curian itu kemudian dijual dan hanya satu handphone turut dipakainya.
12 Maret 2026Polda Metro Jaya Selidiki Pembunuhan Eks Karyawan JICT, Kritisi Nasib Buruh dan Penyimpangan Pelindo
LensaDaily - Pembunuhan eks pegawai perusahaan peti kemas PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman alias EU (65) tewas dibunuh dan istrinya, P (60) yang terluka parah dan masih dalam perawatan medis masih dalam perawatan medis, kini diselidiki Polda Metro Jaya. Peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah mereka di Perumahan Prima Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin, 2 Maret.“Masih didalami, semua informasi segera diperlukan untuk membantu penyelidik,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, Jumat 6 Maret 2026.Terkait dengan jumlah pelaku, ujar Kabid Humas, masih dalam tahap penelusuran.Sementara itu, Kasihumas Polres Metro Kota Bekasi, AKP Suparyono, menerangkan bahwa tim gabungan telah dibentuk untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, telah dilakukan asistensi oleh jajaran Bareskrim Polri.“Ya sementara tim gabungan dari Bareskrim, Polda, Polres, dan Polsek Pondok Gede masih melakukan penyelidikan ya,” jelasnya.Ermanto Usman Tewas, Istri KritisKejadian memilukan ini pertama kali terungkap oleh anak bungsu korban, DNA, saat hendak melaksanakan ibadah sahur. Biasanya, DNA dibangunkan oleh ibunya sekitar pukul 03.00 WIB, namun pada dini hari tersebut suasana rumah terasa sunyi.Alarm ponsel DNA baru berbunyi pada pukul 04.15 WIB. Karena waktu imsak yang sudah semakin dekat, DNA memutuskan turun ke lantai bawah untuk membangunkan orang tuanya.Di dalam kamar, ia mendapati sang ayah sudah tidak bernyawa di atas kasur, sementara ibunya tergeletak di lantai dalam kondisi luka parah.Ermanto Usman Vokal Perjuangan Hak Buruh Ermanto Usman bukan merupakan sosok sembarangan di mata publik, terutama di sektor industri pelabuhan. Ia adalah mantan anggota serikat pekerja di perusahaan peti kemas PT Jakarta International Container Terminal (JICT).Selama masa aktifnya di JICT, Ermanto menjabat sebagai ketua serikat pekerja dan memiliki reputasi sebagai aktivis yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak buruh.Setelah memasuki masa pensiun, ia tetap aktif dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT.Ungkap Penyimpangan Kontrak JICT dengan Perusahaan AsingNama Ermanto Usman kembali mencuat ke permukaan pada Desember 2025, hanya beberapa bulan sebelum kematiannya. Ia sempat hadir sebagai narasumber dalam sebuah siniar (podcast) di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025.Dalam kesempatan tersebut, Ermanto secara gamblang membicarakan dugaan penyimpangan terkait perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan asal Hong Kong, Hutchinson Port Holding (HPH).Perpanjangan kontrak tersebut dilakukan oleh PT Pelindo II selaku operator pelabuhan dan telah menjadi polemik hukum sejak tahun 2015.
07 Maret 2026


