LensaDaily - Turnamen Piala Presiden 2026 dikabarkan mundur dari jadwal sebelumnya digelar 28 Juni hingga 11 Juli 2026 akan berlangsung 28 Juli - 7 Agustus 2026. Bukan hanya itu, dalam gelaran ini PSMS Medan berpotensi menjadi tuan rumah.Hal ini pun dibenarkan oleh Samel Nababan, selaku Chief Operating Officer (COO) PSMS Medan. Mundurnya jadwal turnamen Piala Presiden ini usai pagelaran Piala AFF U-19 yang digelar di Sumatera Utara. Hal ini yang mengguatkan potensi PSMS menjadi tuan rumah.“Kabar yang kita terima gelaran piala Presiden 2026 akan diundur. Soal kita menjadi tuan rumah, semoga benar benar menjadi tuan rumah,” kata samuel, Kamis 28 Mei 2026. Ditambahkan Samuel, tentu hal ini menjadi satu kebanggan. “Tentu ini menjadi satu kebanggan juga untuk kita. Sekali kita sampaikan, semoga ini terealisasi,” ungkapnya. Sejumlah tim yang dirumorkan tampil di Piala Presiden 2026, selain PSMS Medan, sang juara Liga 1 musim 2025/2026 Persib Bandung dipastikan akan tampil. Juga Port FC, Johor Darul Ta'zim FC, Dulu Pengiran Muda Mahkota Football Club serta dua slot lagi yang masih ditunggu siapa yang akan ditetapkan.Sebelumnya, dikatakan Samuel PSMS Medan sudah tak sabar untuk ambil bagian dalam ajang internasional itu, bahkan skuad Ayam Kinantan (julakan PSMS Medan) bergerak cepat menyusun formasi pemain.Sebutnya, perhelatan ini bisa menjadi bagian dari persiapan tim jelang berlangsungnya championship musim 2026/2027 mendatang, keikutsertaan PSMS dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk uji coba team menuju musim depan. “Ini bisa menjadi bagian dari persiapan sebagai laga pramusim juga untuk evaluasi kita terhadap tim, apalagi yang ikut piala presiden itu kan tim dari liga 1, jelas akan berdampak baik bagi PSMS,” tukasnya.
28 Mei 2026Tag: psms
LensaDaily - PSMS Medan bergegas menyusun skuad untuk tampil di Piala Presiden 2026 yang berlangsung 28 Juni hingga 11 Juli 2026 mendatang. PSMS sudah menerima surat undangan dari PSSI April kemarin, manajemen pun sudah melayangkan balasan menyatakan siap untuk ikut ambil bagian di Piala Presiden tersebut.“Sudah kita balas, tinggal menunggu konfirmasi dari PSSI. Tentunya kita sangat antusias dan berharap bisa ikut andil, artinya kita siap ikut andil dalam ajang Piala Presiden 2026 ini, dan kita akan bergerak cepat untuk mempersiapkan semuanya,” kata COO PSMS Medan Samuel P Nababan, Senin 18 Mei 2026.Sebutnya, perhelatan ini bisa menjadi bagian dari persiapan tim jelang berlangsungnya Liga 2 musim 2026/2027 mendatang. Katanya, keikutsertaan PSMS dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk uji coba tim Liga 2 musim depan.“Ini bisa menjadi bagian dari persiapan tim sebagai laga pramusim. Serta menjadi bentuk evaluasi kita terhadap team, apalagi yang ikut piala presiden itu kan tim dari liga 1, jelas akan berdampak baik bagi PSMS,” tukasnya.Disinggung soal siapa saja yang nantinya menjadi punggawa di PSMS, Samuel mengatakan hal itu akan dirilis secepatnya. “Untuk siapa saja pemain di PSMS Medan, sabar ya segera kita beri kabar. Yang pastinya kita juga berharap kepada pemain asal medan yang selama ini berkiprah di club lain, ayok kembali bantu PSMS sebab target kita bukan hanya promosi ke Liga 1 tapi menjadi juara,” tegas dia.Samuel juga meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara serta suporter terus memberikan dukungan kepada PSMS Medan. “Kepada seluruh masyarakat Sumut serta suporter kami harapkan untuk terus memberikan dukungan Ayam Kinantan, semoga kedepan club kebanggaan kita ini terus menjadi lebih baik,” tutup samuel.
18 Mei 2026LensaDaily - PSMS Medan akan melakoni laga terakhirnya Pegadaian Championship musim 2025/2026 di kandang Stadion Utama Sumatera Utara melawan Adhyaksa FC, Sabtu 25 April 2026. Laga ini menjadi unik bagi PSMS, karena penentu nasib Adhyaksa dan tim lain yang masih berjuang menuju Liga 1, sedangkan Ayam Kinantan dipastikan tetap bertahan di Liga 2 musim depan.Setelah selamat, kini bermain lepas. Kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu, meski harus bermain dengan 10 orang sejak awal, membuat PSMS resmi aman dari degradasi. Gol cepat Felipe Cadenazzi di menit ke-4 (assist Clayton Da Silva) menjadi penyelamat sekaligus pelepas beban. Suporter tetap kecewa target promosi gagal bahkan Gubernur Sumut sempat menyatakan siap mengambil alih klub jika PSMS tidak naik kasta. Namun kini, tekanan itu sirna. Yang tersisa: harga diri, keangkeran kandang, dan peran sebagai “kuda hitam” yang bisa menggagalkan ambisi tim lain.Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah (menang 1-0 dan imbang). Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100% fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak: Brian harus absen karena akumulasi kartu.Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers Jumat (24/4) di Stadion Utama Sumut, menyatakan semua pemain siap all-out."Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal," katanya.Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang.Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa "menghancurkan" mimpi Adhyaksa. Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikak suporter Medan dipastikan memenuhi stadion untuk arak-arakan "juru selamat".Jadi, siapkan pop corn. Stadion Utama Sumut besok malam bukan sekadar pertandingan, tapi panggung balas dendam kehormatan. Ayam Kinantan sudah lepas jerat, dan mereka haus darah.Kalau PSMS menang? Bukan sekadar tiga poin – tapi mereka resmi menjadi "raja kegagalan" bagi perjuangan orang lain. Naskah dramatis Liga 2 sedang ditulis. Jangan lewatkan.
24 April 2026LensaDaily - PSMS Medan gagal penuhi ambisi dengan pest gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu 19 April 2026 malam. Tuan rumah PSMS Medan hanya mampu menang tipis 1-0 dari Sriwijaya FC dengan 2 kartu merah masing-masing tim.Babak baru berjalan 1 menit, umpan matang Clayton disambar Felipe untuk membawa PSMS unggul cepat. Publik tuan rumah sempat berpikir pesta gol akan terjadi. Sayangnya, itu satu-satunya gol yang tercipta sepanjang 90+ menit.Sriwijaya FC berusaha bangkit, tapi lini akhir mereka tumpul. Menit 30, Fahrezi (Sriwijaya) mendapat kartu kuning. Menjelang jeda, petaka datang untuk PSMS Antoni diusir wasit Subro Malisi usai melakukan pelanggaran keras di menit 43. Keunggulan jumlah pemain pun beralih ke tim tamu.Memasuki babak kedua, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, langsung mengganti tiga pemain untuk meningkatkan daya gedor. Namun justru tim tamu yang harus bermain dengan 10 orang setelah wasit meninjau VAR dan mengganjar kartu merah untuk salah satu pemainnya karena pelanggaran brutal.PSMS kembali unggul jumlah pemain, tapi anehnya mereka justru tampil ketakutan. Pelatih Eko Purdjianto mengakui di babak kedua, pemain terlihat takut mencetak gol. Tidak ada tambahan gol. Tapi inilah sepakbola.Adlin Cahya cedera dan harus ditandu keluar, digantikan Qadri. Dua peluang emas Rudi Yana di menit 80 dan injury time gagal dimanfaatkan sundulan dan umpan silangnya melambung sia-sia.Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan mengaku bangga dengan perlawanan anak asuhnya dengan PSMS. Sriwijaya dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan.“Anak asuh saya sudah maksimal. Kami unggul jumlah pemain di babak pertama, tapi momen itu tidak kami manfaatkan. Maaf atas bahasa kasar ofisial kami. Selamat buat PSMS," ujar Setiawan. Sedangkan pelatih PSMS, Eko Purdjianto mengaku fokus ke depan dengan sisa dua pertandingan lawan Persiraja dan laga berat dengan Garudayaksa. "Tapi tekad kami all out. Mudah-mudahan poin penuh," ungkap Eko.Dengan kemenangan tipis ini, PSMS Medan mengoleksi 34 poin di Grup A. Meski belum aman, posisi mereka masih kokoh. Sebaliknya, Sriwijaya FC resmi terdegradasi setelah musim yang penuh kekecewaan.Laga ini bukti bahwa sepakbola Indonesia tak pernah kehabisan emosi. Dari gol cepat, kartu merah beruntun, cedera pemain, hingga peluang-peluang mubazir semuanya ada. Warganet sudah ramai membahas keputusan VAR dan ketakutan aneh pemain PSMS di babak kedua.
19 April 2026LensaDaily - Kekalahan kembali dirasakan PSMS Medan yang kalah dari Garudayaksa dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu 11 April 2026 sore. Padahal, PSMS unggul jumlah pemain oemain sejak injury time babak pertama dan kekalahan ini dialami PSMS untuk ketiga kalinya secara beruntun.Pertandingan tersebut, gol cepat Everton pada menit ke-7 menjadi pembeda dalam pertandingan yang seharusnya bisa dikuasai tim Ayam Kinantan.Sejak tertinggal, PSMS tampil menekan dan bahkan diuntungkan dengan situasi jumlah pemain setelah Garudayaksa kehilangan satu pemain, Aditia Hermawan yang mendapatkan kartu merah. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Ia menilai timnya membuang terlalu banyak peluang emas.“Kami kecewa dengan hasil ini karena tadi banyak peluang dan tidak bisa bikin gol. Kita bermain dengan keunggulan pemain, tapi tidak maksimal. Secara pribadi saya sangat kecewa,” ujarnya, usai pertandingan.Eko juga menyoroti jalannya pertandingan yang sebenarnya berada dalam kendali timnya, namun berakhir tidak sesuai harapan.“Harusnya kita bisa menguasai pertandingan. Tapi hasil berkata lain. Lawan bisa mencetak gol dan inilah sepak bola. Ini jadi bahan evaluasi kami,” tambahnya.Menurutnya, setelah Garudayaksa bermain dengan sembilan pemain, mereka memilih bertahan total dan mengandalkan serangan balik, yang membuat PSMS kesulitan membongkar pertahanan.“Selepas mereka sembilan pemain, mereka bermain sangat dalam dengan lima pemain belakang dan mengandalkan counter attack. Kita kesulitan menembus, padahal ada peluang,” jelasnya.Meski kecewa, Eko menegaskan timnya harus segera bangkit mengingat masih ada tiga pertandingan tersisa.“Kita harus sapu bersih tiga laga sisa, dua di kandang dan satu tandang,” tegasnya.Senada dengan sang pelatih, pemain PSMS Jodi Kurniady juga mengungkapkan rasa kecewa atas hasil tersebut.“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Kami akan berbenah lagi ke depan,” katanya.Kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSMS, terutama karena gagal memanfaatkan keunggulan pemain di dua laga terakhir. Evaluasi menyeluruh pun menjadi pekerjaan rumah besar sebelum menghadapi dua laga kandang dan satu tandang agar bisa bertahan di Liga 2.
12 April 2026


