LensaDaily - PSMS Medan menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu 19 April 2026. PSMS wajib menang dengan pesta gol dan mengantisipasi kebangkitan Sriwijaya, bahkan peluang menang menambah rentetan kekalahan skuad Ayam Kinantan yang belum pernah menang tiga kaga terakhir.Laga yang diprediksi banyak pihak ini seolah “di atas kertas” milik tuan rumah. Ayam Kinantan disebut-sebut punya peluang besar membungkam Laskar Wong Kito. Namun, jangan salah. PSMS Medan saat ini masih terombang-ambing di papan tengah bawah klasemen.Mereka belum mampu menembus lima besar. Pekan lalu, skuad asuhan Eko Purdjianto bahkan menelan pil pahit usai kalah tipis 0-1 dari Garudayaksa. Kekalahan itu menyisakan luka sekaligus api besar di dada para pemain.Laga kontra Sriwijaya FC bukan sekadar soal poin. Ini soal marwah dan kebangkitan. Apalagi tim lawan sudah dipastikan terdegradasi ke Liga III musim depan. Namun, justru karena itulah Eko Purdjianto pantang meremehkan. “Semua tim harus diwaspadai,” tegasnya.Dalam sesi latihan terakhir, suasana berbeda terlihat. Optimisme menyala. Eko mengungkapkan, “Alhamdulillah persiapan melawan Sriwijaya sudah siap. Sejumlah pemain lepas dari akumulasi kartu dan cedera. Bismillah, besok kami sajikan permainan terbaik.”Dia juga menyampaikan instruksi keras kepada anak asuhnya: “Tampil maksimal. Main di home, wajib tiga poin.”Suporter PSMS yang dikenal fanatik bahkan menuntut pesta gol. Permintaan itu langsung direspons sang arsitek. “Bagi kami, setiap laga adalah final. Terlepas Sriwijaya FC sudah masuk zona degradasi, yang penting kami unggul dan curi tiga poin,” ujar Eko didampingi Nazar, salah satu pilar inti tim.Kabar gembira datang dari lini medis: Sadam, Budhiar, Felipe, dan Erwin sudah dinyatakan fit. Mereka siap diturunkan melawan Sriwijaya FC besok. “Mudah-mudahan kami bisa tampil full tim,” tandas Eko optimistis.Dengan motivasi membara dan skuad lengkap, akankah PSMS Medan benar-benar meledakkan pesta gol? Atau justru Sriwijaya FC yang sudah “mati” akan bermain lepas dan mencuri perhatian? Saksikan laga hidup-mati ini pekan ini di Stadion Utama Sumut.
18 April 2026Tag: suporter
LensaDaily - PSMS Medan harus puas berbagi angka dengan PSPS Pekanbaru usai laga berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu 28 Maret 2026 malam. Hasil ini pukulan telak bagi skuad Ayam Kinantan yang gagal merangsek masuk ke papan atas klasemen.Tambahan satu poin dari hasil imbang ini semakin mempersulit langkah PSMS untuk beranjak dari posisi tengah. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menyajikan drama mulai dari kartu kuning awal, kontroversi VAR, hingga ketegangan 7 menit injury time yang membuat suporter kehilangan suara.Sejak peluit wasit Asep Yandis dibunyikan, PSMS mencoba menguasai laga dengan umpan-umpan pendek. Namun, tempo permainan justru lebih banyak dihiasi pelanggaran keras. Pada menit ke-4, Nazar harus menerima kartu kuning setelah menjatuhkan pemain lawan dengan cukup brutal.Tuan rumah nyaris kecolongan di menit ke-9. Umpan Kim yang gagal sempurna berhasil dicuri oleh striker PSPS bernomor punggung 10, Francis. Sayangnya, umpan matang Francis ke arah Antonio masih melebar tipis di samping gawang yang dikawal Reky Rahayu.Hingga 15 menit pertama, dominasi PSMS terlihat jelas, tetapi ketajaman di lini depan menjadi pekerjaan rumah besar. Umpan silang Ari Maring gagal dimanfaatkan Clayton karena kontrol bola yang belum maksimal.Puncak drama terjadi pada menit ke-26. Antonio sempat mencetak gol untuk PSPS, namun asisten wasit langsung mengangkat bendera tanda offside. Terjadi protes keras dari kubu tim tamu. Wasit pun mengecek Video Assistant Referee (VAR). Hasilnya, gol dianulir dan justru PSPS diberikan hadiah penalti? Bukan. Setelah pengecekan ulang, posisi Antonio dinyatakan on-side. Gol pun disahkan. PSPS unggul 1-0, membuat stadion yang tadinya bergemuruh mendadak hening.Tertinggal satu gol, pelatih PSMS Eko Purdjianto terlihat gelisah di pinggir lapangan. Ritme permainan anak asuhnya melamban dan kehilangan arah hingga babak pertama usai. Skor 1-0 untuk keunggulan PSPS Pekanbaru bertahan hingga jeda.Babak Kedua: Rotasi Pemain dan Kebangkitan Ayam KinantanMemasuki babak kedua, Eko Purdjianto langsung bergerak cepat. Dua kartu as ditarik keluar: Ari Maring digantikan Antoni, dan Dani Saputra digantikan Zaki. Strategi ini langsung mengubah wajah permainan PSMS.Meski PSPS sempat mendapat peluang emas akibat kecerobohan lini belakang tuan rumah, keberuntungan belum berpihak pada mereka. Tekanan demi tekanan terus dibangun Ayam Kinantan.Namun, kegagalan kembali menghantui PSMS. Pada menit ke-63, Clayton mendapat peluang emas lewat umpan pendek Cadenazi di mulut gawang. Di saat seluruh stadion bersiap merayakan gol, tendangan Clayton justru melambung. Suara erangan penonton terdengar nyaring.Hingga akhirnya, pecah kebuntuan! Di menit ke-65, Zaki menjadi pahlawan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, ia dengan tenang menceploskan bola ke jala gawang PSPS. Stadion Utama Sumut bergemuruh! Sorak sorai suporter mengiringi skor imbang 1-1.Eko Purdjianto kembali melakukan rotasi. Arif Setiawan masuk menggantikan Nazar untuk menambah daya gedor. Di sisi lain, pelatih PSPS Aji Santoso tak tinggal diam, menarik Asir dan memasukkan Vieri Doni untuk mempertahankan momentum.Memasuki menit ke-90, skor masih bertahan 1-1. Wasit memberikan tambahan waktu 7 menit yang dramatis. Harapan tuan rumah diletakkan pada Rifal Lastori yang masuk menggantikan Clayton, namun kombinasi lini serang PSMS masih kesulitan menembus tembok pertahanan PSPS yang disiplin.Dewi keberuntungan seolah enggan tersenyum kepada PSMS Medan. Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga akhir, membagi satu poin untuk kedua tim yang bersaing ketat di papan tengah klasemen sementara.Pekerjaan Rumah PSMSHasil imbang ini menjadi catatan keras bagi Eko Purdjianto. Dominasi penguasaan bola tak cukup jika tidak diakhiri dengan klinis di lini depan. Sementara bagi PSPS, satu poin di kandang lawan merupakan hasil yang cukup berharga.Liga 2 Pegadaian Championship masih panjang, namun tekanan mulai membayangi Ayam Kinantan untuk segera merangsek ke zona aman papan atas. Apakah rotasi pemain di babak kedua akan menjadi formula jitu di laga-laga berikutnya? Kita nantikan aksi mereka selanjutnya.Menanggapi hasil imbang ini, pelatih Eko Purdjianto menyebutkan ia dan anak asuhnya sudah tampil impresif. Namun Eko mengakui lagi-lagi masalah kehilangan fokus menjadi salah satu penyebab keberuntungan belum berpihak bersama Ayam Kinantan. "Kita tadi sudah tampil impresif. Tapi tim lawan juga tampil cukup baik. Hasil imbang ini menjadi pelajaran buat kami untuk menghadapi laga berikutnya melawan Depok," tutur Eko didampingi Abdul Zaki Alim. Di kesempatan berbeda, pelatih Aji Santoso mengatakan tentunya ia bersyukur poin satu. Permainan cukup seru. PSMS Medan cukup bagus dan pelatih yang berkualitas. "Target kita meraih poin penuh tapi hasil imbang ini sudah cukup baik mengingat kami main di away (Medan). Saya juga ucapkan terima kasih buat pemain yang sudah tampil dan berjuang keras," tutur Aji singkat.
29 Maret 2026LensaDaily - PSMS Medan akan menghadapi tim kuat Sumsel United FC, peringkat ketiga Grup 1 (wilayah barat) Pegadaian Championship di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu 14 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Laga yang diyakini tensi tinggi ini menjadi momentum penting bagi Ayam Kinantan untuk menjaga asa menembus papan atas klasemen.Bermodal sekali menang dan satu kekalahan, PSMS Medan datang dengan optimisme tinggi. Pertemuan ketiga di Stadion Utama Sumut ini diharapkan menjadi titik balik untuk memperbaiki posisi di klasemen. Saat ini Sumsel United FC bertengger di peringkat ketiga dengan 31 poin, sementara PSMS Medan berada di posisi keenam dengan 26 poin. Selisih lima angka membuat duel ini sarat kepentingan, sebab kemenangan bisa memangkas jarak sekaligus membuka peluang masuk lima besar.Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan kesiapan anak asuhnya menghadapi laga krusial tersebut. “Pemain siap, termasuk pemain baru. Kita harap besok pemain memberikan permainan terbaik dan tiga poin buat PSMS Medan,” ujarnya pada sesi konferensi pers jelang pertandingan, Jumat 13 Februari 2026.Ia tak menampik laga ini bakal berjalan berat. Namun, fokus tim tetap satu: menyapu bersih sisa laga kandang di putaran ketiga. “Ini memang laga berat, tapi kita berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik, terutama sisa putaran ketiga di home. Kita fokus tiap pertandingan, tidak boleh lengah. Kita bertekad sapu bersih. Tiap kemenangan penting karena jarak poin tiap tim cukup dekat. Kalau menang kita bisa lima besar dan itu akan maksimalkan untuk PSMS. Pemain baru bisa beradaptasi dengan baik, harapannya bisa kontribusi buat tim,” tegasnya.Semangat serupa juga disampaikan pemain muda PSMS, Dani Saputra. Ia memastikan persiapan tim berjalan maksimal jelang bentrok kontra Sumsel United. Dia juga berharap suporter bisa memadati stadion memberikan dukungan dan energi tambahan bagi pemain tim berjuluk Ayam Kinantan.“Untuk persiapan besok menghadapi Sumsel United, tentu pemain sudah melakukan persiapan. Kita sudah tahu pentingnya pertandingan besok, semoga bisa meraih tiga poin. Untuk suporter PSMS Medan, tonton kami besok di Stadion Utama Sumatera Utara, kami butuh dukungan kalian,” katanya.Dukungan suporter di Stadion Utama Sumut memang menjadi energi tambahan bagi PSMS. Dalam kompetisi yang persaingannya begitu ketat, setiap laga bisa menjadi pembeda. “Suporter penting karena kami butuh support. Apalagi saat ini semua tim bisa mengalahkan dan bisa dikalahkan, jadi kita harus fokus,” tambah Dani.Selisih poin yang tipis dan persaingan yang semakin ketat, laga ini menjadi kesempatan penting bagi PSMS Medan untuk membuktikan konsistensinya di kandang sendiri. Jika mampu memaksimalkan dukungan suporter dan menjaga fokus sepanjang pertandingan, tiga poin bukan hal yang mustahil untuk diraih.
13 Februari 2026LensaDaily - Manajemen PSMS Medan harus mengelontorkan uang dengan total RpRp212.500.000 akibat 11 sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, yang menjadi salah satu tim kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2025 yang mendapat perhatian khusus. Sepanjang putaran pertama, tim Ayam Kinantan tercatat menerima sejumlah sanksi, sebagian besar berkaitan dengan dinamika di tribun penonton dan perilaku suporter yang dinilai melewati batas aturan.Berdasarkan data resmi PSSI, sejak September hingga 4 November 2025, PSMS telah menerima 11 sanksi dengan total denda mencapai Rp212.500.000. Angka ini belum termasuk pemantauan terhadap laga terakhir putaran pertama pada 9 November 2025, ketika PSMS bertandang ke markas Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga.Salah satu momen dengan konsekuensi terbanyak terjadi ketika PSMS menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Utama Sumatera Utara pada 25 Oktober 2025. Dalam pertandingan itu, Komdis menjatuhkan tiga sanksi untuk PSMS dan satu sanksi untuk tim tamu.Tak hanya berupa denda, PSMS juga harus menjalani satu laga kandang tanpa penonton. Ketentuan tersebut berlaku saat menjamu PSPS Pekanbaru pada 19 November 2025, menyusul insiden saat PSMS meladeni Garudayaksa FC pada 31 Oktober 2025.Dalam putusan sidang 4 November, Komdis menyebut adanya pelanggaran berupa yel-yel provokatif, pelemparan benda ke lapangan, hingga beberapa penonton memasuki area pertandingan. “Keputusan: dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah; denda Rp15.000.000,” demikian tertulis dalam putusan Komdis.PSMS kemudian menindaklanjuti melalui pengumuman resmi di akun Instagram klub. “Pertandingan PSMS Medan v PSPS Pekanbaru resmi tanpa kehadiran penonton sesuai dengan sanksi yang diberikan PSSI. Ayo tetap dukung pasukan Ayam Kinantan dimanapun kalian berada,” tulis manajemen pada 17 November 2025.Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan bahwa seluruh pihak harus mengambil hikmah dari situasi ini. Ia berharap dukungan tetap mengalir, namun dengan cara yang lebih positif.“Sanksi ini harus jadi pembelajaran untuk semuanya. Kita perlu introspeksi, belajar lebih dewasa dan bijak bertindak. Protes boleh, tapi jangan sampai berlebihan hingga mengarah ke tindakan yang merugikan tim,” tegasnya, Senin (17/11/2025).Fendi juga memastikan bahwa klub akan berkoordinasi dengan seluruh elemen untuk memperbaiki hal-hal yang menjadi perhatian Komdis, demi kenyamanan laga ke depan. “Kami percaya suporter PSMS adalah pendukung setia yang mencintai klubnya. Mari kita buktikan dengan dukungan yang tertib dan penuh semangat sportivitas,” ujarnya.
18 November 2025LensaDaily - PSMS Medan dipermalukan dihadapan publik sendiri usai kekalahan yang harus diterima 2-0 dari Garudayaksa FC pada lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara Jumat 31 Oktober 2025. Kekalahan ini makin memperlebar jarak poin PSMS dengan Garudayaksa pada klasemen sementara.Tuan rumah PSMS Medan dengan taktik dan strategi yang sudah disiapkan pelatih. Wasit Fibay Rahmatullah meniup peluit babak pertama dimulai. Garudayaksa tampil berhasil mencetak gol setelah wasit memberikan hadiah pinalti kepada Garudayaksa.Everton berhasil mengemas menjadi gol. Garudayaksa unggul 1-0. Tertinggal satu gol, Welliansyah sang pelatih memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Felipe mendapatkan peluang emas di menit "19. Felipe gagal membuat peluang menjadi gol. Di menit "29 Welliansyah menarik Reyki dan digantikan Marhaen untuk menambah daya dobrak Ayam Kinantan. Rapatnya pertahanan Garudayaksa membuat asa tuan rumah makin menurun. Lagi-lagi tuan rumah mendapatkan peluangl lewat Arif Setiawan. Arif mengambil tendangan free kick. Tapi bola masih mengarah ke atas mistar gawang. Wasit bunyikan peluit berakhirnya babak pertama. Di babak kedua tuan rumah bermain taktikal. Welli merotasi pemain. Rudiyana masuk menggantikan Hidayat untuk mempertajam serangan. Di menit "60 kedua tim bermain keras. Menit "71 Maring mendapatkan peluang emas. Dewi fortuna belum berpihak pada Ayam Kinantan. Bola hanya bersarang disamping jaring gawang.Di menit "71 Maring mendapatkan peluang emas di depan gawang namun dewi fortuna belum berpihak pada Ayam Kinantan. Kedua tim masih bermain saling menyerang. Wasit menghentikan sejenak permainan melihat VAR. Sebelumnya, Ryu dilanggar di dalam kotak penalti. Akhirnya, wasit kembali menunjuk titik putih. Ryu pun berhasil mengeksekusi bola di menit "76. Skor 2-0 keunggulan Garudayaksa. Menjelang injurytime PSMS Medan makin drop ditambah keputusan wasit yang dinilai kurang baik. Garudayaksa makin mudah mencuri bola. Keberuntungan belum berpihak untuk Medan. Skor akhir 2-0 yang harus diterima PSMS kalah di Stadion Utama Sumut.Perolehan ini tentu memperlebar poin. PSMS Medan masih memperoleh poin 12 sementara Garudayaksa 20. Dalam kesempatan tersebut, Welliansyah memohon maaf kepada warga Sumut dan suporter belum bisa memberikan yang terbaik. "Pemain sudah bermain baik. Tapi kondisi ketinggalan 1-0 lewat penalti anak-anak sudah drop. Di babak kedua saya coba bangkitkan semangat. Nah untuk wasit saya enggak bisa komentari. Sekali lagi kami mohon maaf," tutur Welli. Erwin Gutawa sang pemain bertahan kecewa dengan keputusan wasit. Namun begitu, Erwin berharap kinerja wasit lebih baik lagi. "Saya juga minta maaf pada suporter. Kita sudah memberikan segalanya di lapangan. Saya minta kinerja dan keputusan wasit harus diperbaiki," tutup Erwin. Semwntara itu, pelatih Garudayaksa, Khamid Mulyono mengucapkan rasa syukurnya bisa mencuri poin di kandang lawan. "Alhamdulillah sesuai misi kita bisa mencuri angka di kandang lawan. Kita juga sudah melihat dimana kelebihan dan kekurangan tim lawan (PSMS). Untuk keputusan wasit kita tidak bisa menghakimi. VAR sudah ada," ungkap Khamid.
01 November 2025


