LensaDaily - Percobaan pembunuhan yang dialami seorang pria berinisial MHA (30) di Jalan Pati Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat ternyata dilakukan rekan kerjanya seorang perempuan, USP alias T (31). Awalnya kasus ini dilaporkan pelaku ke Polres Metro Jakarta Pusat sebagai perampokan yang dilakukan oleh dua orang pelaku."Keterangan awal menyebutkan ada dua pelaku masuk melalui rooftop dan merampok korban. Namun setelah olah TKP dan investigasi ilmiah, kami menemukan ketidaksesuaian. Faktanya, tidak ada dua orang yang masuk ke rumah. Penganiayaan ini dilakukan oleh tersangka sendiri," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.Tersangka USP diketahui menganiaya korban MHA yang merupakan rekan bisnisnya. Ia mengungkap, keduanya memiliki hubungan kerja di perusahaan IT, di mana korban berstatus sebagai Direktur Utama dan tersangka sebagai Komisaris.AKBP Roby menyebut, tindakan brutal ini dipicu oleh dendam pribadi urusan pekerjaan yang sudah berlangsung lama. Berdasarkan pemeriksaan, tersangka mengaku memendam kesal sejak 2020."Motif yang disampaikan tersangka adalah rasa kesal dan dendam yang telah dipendam cukup lama terhadap korban. Korban mengaku sering dianggap lambat dalam bekerja dan kerap menerima perkataan dari korban yang membuatnya sakit hati," ungkapnya.Lebih lanjut ia menyampaikan, rekayasa perampokan ini terendus penyidik karena adanya jeda waktu pelaporan yang mencurigakan, yakni lebih dari tiga jam. Dalam kurun waktu itu, tersangka tidak sekali tidak berupaya mencari pertolongan medis atau bantuan tetangga untuk korban.Dari lokasi kejadian, disita barang bukti berupa pisau, kain bercak darah, pakaian korban, portable power supply, palu berlumuran darah, tabung nitrogen beserta selangnya, stun gun, serta wajan besi yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 459 dan/atau Pasal 17 ayat (1) juncto Pasal 458 dan/atau Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan pembunuhan berencana, percobaan pembunuhan, dan/atau penganiayaan berat. Tersangka terancam pidana penjara paling lama 20 tahun.
20 Juni 2026Tag: jakarta
LensaDaily - Petualangan Gear Ultimate Ride Celebes Expedition resmi dimulai, yang pada etape perdana ini, Yamaha Gear Ultima diajak menjelajahi Sulawesi Selatan sejauh kurang lebih 500 kilometer dari Makassar menuju Toraja. Tidak hanya menyuguhkan panorama alam khas Tanah Celebes yang memanjakan mata, perjalanan ini juga menjadi ajang pembuktian awal ketangguhan skutik multiguna Yamaha Gear Ultima dalam menghadapi beragam karakter jalan.Perjalanan dari Makassar menuju Toraja sekaligus menjadi kelanjutan dari petualangan pembuktian Gear Ultima yang telah dimulai tahun lalu yang sukses menuntaskan perjalanan sejauh kurang lebih 1.200 kilometer dari Jakarta menuju Bali melalui jalur utara dan selatan Pulau Jawa.“Berbeda dengan Gear Ultimate Ride sebelumnya, kali ini hadir bukan sekadar untuk jarak jauh tapi sekaligus ajang pembuktian seluruh keunggulan Gear Ultima sampai tuntas, mulai dari performa mesin Blue Core Hybrid 125cc di tanjakan ekstrem, fitur praktisnya yang sangat memudahkan hingga fitur canggihnya yang hadir pada varian terbaru Gear Ultima sehingga Gear Ultima mampu menjawab berbagai kebutuhan pengendara di kondisi yang berbeda-beda dan Sulawesi dipilih karena memiliki kombinasi jalur yang lengkap, mulai dari trek cepat antarkota, pegunungan, hingga medan ekstrem yang menantang. Maka dari itu, harapannya GEAR ULTIMA mampu jadi partner yang andal untuk menemani berbagai petualangan,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.Telusuri Hidden Gem Sulawesi SelatanEtape pertama diawali dengan perjalanan dari Makassar menuju Maros yang menyuguhkan panorama khas Sulawesi Selatan berupa bentangan batuan karst yang menjulang megah, garis pantai yang membentang luas, serta jalur lurus panjang yang ideal untuk menikmati performa mesin Blue Core Hybrid 125cc milik Gear Ultima.Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sidrap, rombongan terlebih dahulu menyambangi Bukit Maddo, salah satu hidden gem di Kabupaten Maros yang menawarkan hamparan perbukitan hijau berlapis bak lukisan alam dan menjadi pembuka sempurna dalam petualangan menelusuri Tanah Celebes.Mantap Kuat! No DebatSidrap menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Gear Ultima. Di tengah hamparan sawah yang membentang luas, skutik multiguna tersebut ditantang mengangkut hasil panen padi berbobot hampir 200 kilogram menggunakan handle belakang multiguna yang kokoh. Kombinasi rangka yang kuat dan handling yang ringan pun menjadi bukti bahwa Gear Ultima tidak hanya nyaman untuk mobilitas harian, tetapi juga siap diajak menghadapi berbagai tantangan tanpa ragu.Libas Pegunungan Ekstrem TorajaPerjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan Enrekang hingga Toraja yang menyajikan kombinasi tikungan panjang, tanjakan, jalan tanah, serta jalur berbatu saat menuju gerbang keindahan Lembah Ollon, tepatnya di daerah Lembang Rano. Beragam karakter jalan tersebut menjadi panggung pembuktian bagi Gear Ultima yang tetap lincah dan mudah dikendalikan berkat dimensi bodi yang proporsional serta penggunaan ban bertapak lebar yang juga dibuktikan sewaktu melewati banyaknya tanjakan curam menuju Buntu Burake dan Buntu Sarira yang ikonik dengan jalan membelah batuan karst besar. Seluruh tantangan itu pun terbayar lunas saat disambut dengan lanskap alam paling indah di Sulawesi Selatan.Tembus Surga TorajaPetualangan ditutup dengan perjalanan menuju Negeri di Atas Awan Lolai yang terkenal dengan jalur tanjakan panjang berkelok dan elevasi yang terus menanjak hingga ke ketinggian. Meski membawa perlengkapan perjalanan selama beberapa hari, mesin Blue Core Hybrid 125cc milik Gear Ultima tetap mampu menaklukkan seluruh tanjakan dengan mulus dan responsif.”Menurut saya Makassar – Toraja ini sangat cocok sebagai etape pembuka dari Gear Ultimate Ride Celebes Expedition karena benar-benar berhasil menunjukkan karakter asli Gear Ultima yang kuat dan mantap di berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari rute antar kota, jalanan ekstrem untuk eksplor hidden gems dan hebatnya bisa bawa banyak tas barang di handle belakang multiguna-nya. Selain rutenya yang menakjubkan, perjalanan ini juga memperkenalkan kebudayaan adat masyarakat Toraja yang masih sangat kental lewat pemakaman adat Londa dan Kete Kesu yang indah,” ungkap Dean Prayuda, Squad 1 Gear Ultimate Ride Celebes Expedition.Etape perdana dari Makassar menuju Toraja menjadi awal yang positif bagi Gear Ultima dalam menghadapi berbagai tantangan berikutnya di Pulau Sulawesi. Perjalanan pun akan terus berlanjut menuju destinasi-destinasi lain yang tidak kalah menantang untuk semakin membuktikan ketangguhan, kepraktisan, dan kualitas Gear Ultima sebagai skutik multiguna andalan keluarga muda Indonesia.
13 Juni 2026LensaDaily - Putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan status ibu kota negara hingga saat ini masih berada di Jakarta dinilai tepat. Keputusan MK soal pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut penting agar masyarakat tidak mengalami kebingungan mengenai status resmi ibu kota negara.Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi II DPR RI Fauzan Khalid menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XXIV/2026 terkait pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).Ia menambahkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN), di dalam pasal 39 ayat (1) menyebutkan bahwa perpindahan resmi ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara memang mensyaratkan adanya Keputusan Presiden (Keppres).“Saya kira kalau keputusan MK itu menurut saya sudah tepat. Karena memang Undang-Undang IKN itu sendiri di dalam salah satu ayat dan pasalnya menyatakan ibu kota resmi berpindah setelah ada Keppres. Keppresnya kan belum, makanya keputusan MK itu ibu kota negara tetap Jakarta sampai dengan Presiden menerbitkan keputusan Presiden,” ujar Fauzan saat ditemui Parlementaria usai pertemuan.Pernyataan ini menjadi perhatian publik di tengah masih berlangsungnya pembangunan Ibu Kota Nusantara dan beragam spekulasi soal kapan perpindahan pusat pemerintahan dilakukan secara resmi.Fauzan juga menilai kelanjutan pembangunan IKN sangat dipengaruhi kondisi keuangan negara. Ia menyebut pemerintah saat ini harus berhitung cermat dalam menentukan prioritas anggaran.“Saya kira ini kan sangat tergantung kepada kemampuan fiskal negara. Kita tahu sekarang kondisinya pemerintah juga harus menyesuaikan dengan kemampuan negara termasuk lebih mengutamakan yang menjadi program prioritas Pak Presiden,” tutup Politisi Fraksi Partai NasDem.
24 Mei 2026LensaDaily - Polisi menangkap pria yang mengaku aparat menganiaya petugas SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Terungkap identitas pelaku sebenarnya yang melakukan penganiayaan terhadap tiga orang petugas SPBU bukan aparat polisi.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan, pelaku berprofesi wiraswasta bukan anggota kepolisian.“Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan,” jelas Kombes Pol. Budi dalam keterangannya, Selasa 24 Februari 2026.Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman.“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” ujarnya.Sebelumnya Polda Metro Jaya mendalami kasus dugaan penganiayaan tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Penyelidikan juga dilakukan bersama Polres Jakarta Timur. Penyelidikan kasus ini juga turut serta Propam Polda Metro Jaya karena pria tersebut mengaku aparat kepolisian. “Polres Jaktim dan Ditreskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya.Di sisi lain, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Pol. Radjo Alriadi Harahap menyebut pihaknya juga ikut turun mendalami kasus tersebut. Sebab, dalam narasi video yang beredar bahwa sopir mobil tersebut membawa oknum anggota kepolisian.Kombes Pol. Radjo memastikan, informasi itu tengah ditelusuri untuk memastikan apakah benar ada oknum anggota yang terlibat.“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” ujarnya.
25 Februari 2026LensaDaily - Komplotan pencurian batik tulis senilai Rp1,3 miliar yang tengah dipamerkan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, ditangkap. Terungkap, komplotan berjumlah 3 orang ini sebelumnya juga beraksi di tempat yang sama dengan menggasak kain bahan senilai Rp100 juta. Ketiga pelaku yakni, seorang perempuan, Ledy Dwanty Naema Koen, bersama dua laki-laki, Krisantus Nomleni dan Gelbeth Juliana Yunus. Mereka diduga mencuri kain dan batik tulis dengan nilai kerugian mencapai Rp1,3 miliar di JCC Senayan. Saat ini, ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan melanggar Pasal 477 KUHP."Perkara pencurian dengan pemberatan," kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang AKP Ikhsan Rangga dalam keterangannya, Senin 16 Februari 2026.Peristiwa itu terjadi pada Rabu, (4/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Selang beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB di hari yang sama, saksi korban mendatangi Polsek Tanah Abang untuk membuat laporan resmi."Berawal pada hari Rabu, tanggal 4 Februari 2026, sekitar jam 13.00 WIB, saksi korban datang ke Polsek Tanah Abang melaporkan adanya tindak pidana pencurian yang diketahui terjadi pada hari Rabu, tanggal 4 Februari 2026, sekitar jam 08.00 WIB, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp1.376.000.000," ujar Ikhsan.Usai menerima laporan, polisi langsung menuju lokasi dan mengecek rekaman CCTV, kemudian pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap pada Kamis (12/2) di lokasi yang berbeda."Dengan adanya petunjuk rekaman CCTV anggota Reskrim melakukan penyelidikan terhadap kendaraan maupun pelaku, selanjutnya pada hari Kamis, tanggal 12 Februari 2026, sekitar jam 02.00 WIB, anggota Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim melakukan penangkapan terhadap 3 orang pelaku di tempat berbeda," ucapnya.Ia menjelaskan, timnya mendatangi kediaman Ledy di Kota Bekasi dan berhasil menemukan barang bukti hasil pencurian. Menurutnya, penangkapan terhadap Ledy dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan oleh suaminya."Namun pelaku saudari Ledy Dwanty Naema Koen tidak ada di tempat, selanjutnya suami pelaku memberitahukan kediaman saudari Ledy Dwanty Naema Koen, dan atas petunjuk suaminya sehingga pelaku saudari Ledy Dwanty Naema Koen dapat diamankan," katanya.Lalu, dua pelaku lainnya, yaitu Krisantus dan Gelbeth, ditangkap tak jauh dari rumah Ledy. Ketiga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Tanah Abang."Selanjutnya, pelaku saudari Ledy Dwanty Naema Koen memberitahukan 2 orang pelaku lainnya yang berada di Yayasan Embun Kasih Bekasi yang letaknya tidak jauh dari rumah pelaku, dan tidak lama kemudian 2 orang pelaku bernama Krisantus Nomleni dan Gelbeth Juliana Yunus dapat diamankan berikut barang bukti baju batik dan bahan batik hasil curian, selanjutnya 3 orang pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Tanah Abang," tuturnya.Penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan pendalaman terhadap jaringan pelaku untuk mengungkap kemungkinan adanya kasus pencurian lain yang dilakukan oleh mereka di tempat lain.
17 Februari 2026


