LensaDaily - Anak berkonflik hukum terkait ledakan di SMAN 72 Jakarta, hanya tinggal bersama ayahnya, sementara sang ibu diketahui telah lama bekerja di luar negeri. Kondisi ini diduga membuat anak berkonflik hukum tersebut tumbuh dalam suasana sepi dan tertutup dari lingkungan sekitar.
"ABH tinggal bersama ayahnya sementara ibu bekerja di luar negeri," jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, Rabu 12 November 2025.
Menurutnya, hingga kini tim penyidik juga masih mendalami dugaan perundungan yang dialaminya di sekolah.
"Masih pendalaman agar fakta sebenarnya bisa ditemukan, karena ABH masih tahap pemulihan pasca operasi," ungkapnya.
Sebelumnya anak berkonflik dengan hukum terkait ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara diyakini terinspirasi dari sejumlah pelaku teror global. Densus 88 Anti Teror mengungkap total ada enam tokoh yang diyakini menjadi inspirasi yang ditulis pada senjata mainan yang ditemukan di lokasi kejadian.
Juru Bicara Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa enam sosok tersebut dikenal dari aksi kekerasan ekstrem di berbagai belahan dunia. Meski terinspirasi oleh tokoh-tokoh tersebut, ledakan SMAN 72 dipastikan bukan termasuk aksi terorisme.
βNah di sini ada suatu hal yang memprihatinkan, ada beberapa yang menjadi inspirasi terkait figur kita sebutkan ada kurang lebih 6 yang tercatat," ujar AKBP Mayndra, Selasa 11 November 2025.
Diketahui, dalam peristiwa ini mengakibatkan 96 orang luka-luka. Hingga berita ini diterbitkan, anak berkonflik dengan hukum yang terkait dengan peristiwa ledakan pun masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangakara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini