icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Bahan Peledak Ledakan di SMAN 72 Jakarta Dibeli Online, Pelaku Belum Diperiksa

Lensa Daily - Nasional
Jumat, 21 Nov 2025 14:24 WIB

LensaDailyAnak berkonflik hukum (ABH)-pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta ternyata membeli bahan peledak secara online. Sedangkan pemeriksaan terhadap ABH belum dilakukan penyidik karena kondisi ABH dinilai belum layak diperiksa.

 Polisi mengungkap awal mula anak berkonflik hukum (ABH) mendapatkan bahan peledak untuk beraksi di SMAN 72 Jakarta. Bahan peledak itu diduga dibeli ABH secara online.

"Iya seperti itu (dibeli online). Karena kan orang tuanya yang menerima (paket)," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat 21 November 2025.

Kombes Pol. Budi menyebut, ABH mengaku kepada keluarganya paket itu berisikan barang untuk keperluan ekstrakurikuler di sekolahnya. Sehingga, pihak keluarga tidak menaruh curiga.

"Terus kalau barang-barang paket yang diterima itu, itu kan untuk ekstra kurikuler sekolah. Jadi tidak ada kecurigaan dari keluarga juga," ujarnya.

Sedangkan kondisi ABH belum layak untuk dimintai keterangan terkait ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.

"Dari dokter menyatakan itu belum (layak), karena dia (ABH) masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak masih belum pulih sepenuhnya," ujar Kombes. Pol. Budi Hermanto.

Meski demikian, dia memastikan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari saksi, keluarga, laboratorium forensik, serta dokter. Setelah dokter memutuskan kondisi ABH sudah layak untuk dimintai keterangan, sambung dia, penyidik akan langsung melakukan pemeriksaan.

"Setelah dokter mengatakan bahwa kondisinya sudah bisa untuk dimintai keterangan, penyidik pasti akan melakukan komunikasi dengan Bapas (balai pemasyarakatan), Dinsos (Dinas Sosial DKI Jakarta), terus KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," jelas Budi.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyebutkan masih ada tiga orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit terkait ledakan SMAN 72 Jakarta. Pasien tinggal tiga orang, masing-masing di RS Yarsi, RSCM (RS Cipto Mangunkusumo), dan RS Polri.

“Pihaknya juga masih berupaya meminta keterangan dari ABH, yang merupakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72. Kemarin masih dalam proses meminta keterangan saksi, keluarga ABH, puslabfor dan dokter psikologis," ungkapnya.

Komentar Postingan

Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini