icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Jaringan Narkoba Malaysia Dibongkar Bareskrim Polri, 20 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Gagal Beredar

Lensa Daily - Nasional
Senin, 13 Okt 2025 15:46 WIB

LensaDaily - Penyelundupan bdan peredaran narkotika jaringan Malaysia-Indonesia diungkap Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan menangkap dua tersangka. Dari keduanya, diamankan 20 kg sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengemukakan, kedua tersangka adalah M. Yunus dan M. Amin, yang berperan sebagai kurir. Keduanya ditangkap di Jalan Cifesh Hill, Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (11/10/25) pukul 22.00 WIB.

Ia menjelaskan, penangkapan berawal dari adanya informasi pada Selasa (7/10/2025) mengenai sindikat narkoba asal Malaysia yang telah menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Cikarang, Jawa Barat. Dari informasi itu dilakukan penyelidikan dan pada Jumat (10/10/25) sekitar pukul 21.30 WIB, tim mendapatkan informasi bahwa di daerah Bekasi International Industrial Estate ada dua orang mencurigakan yang mengendarai kendaraan roda 4 Soluna berwarna putih.

β€œTim kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dua tersangka. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa dua buah koper berwarna biru berisi 20 Kg sabu dan 20.000 butir ekstasi," jelas Brigjen Pol. Eko, Senin (13/10/25).

Menurut Brigjen Pol. Eko, berdasarkan hasil interogasi tersangka Yunus diketahui bahwa dirinya diperintah untuk mengambil sabu dan ekstasi di wilayah Cikarang menggunakan mobil milik tersangka Amin. Tersangka mengaku diperintah oleh seseorang bernama Ayung yang kini telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Tersangka Yunus dijanjikan upah sebesar Rp100.000.000 setelah pekerjaan selesai," ujar Brigjen Pol. Eko.

Ditambahkan Brigjen Pol. Eko, untuk tersangka Amin mengaku diajak Yunus menemani mengambil narkotika tersebut dan dijanjikan upah sebesar Rp50.000.000. Hingga kini, kedua tersangka masih dilakukan.

"Penyidik juga masih melakukan pengembangan terhadap jaringan dan pengejaran DPO," ungkap Brigjen Pol. Eko.

Komentar Postingan

Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini