icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob, Ini 6 Faktanya

Lensa Daily - Nasional
Jumat, 29 Agt 2025 12:02 WIB

LensaDaily - Aksi unjuk rasa memakan korban jiwa dengan tewasnya seorang pengemudi ojek online dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob jenis Baracuda di sekitar Gedung DPR/MPR kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, Kamis 28 Agustus 2025. Kematian korban bernama Affan Kurniawan (21) menjadi pemicu eskalasi aksi demonstrasi hari ini, Jumat 29 Agustus 2025.

Insiden tersebut bukan hanya merenggut nyawa seorang anak muda yang diduga sedang mengantar pesanan, tetapi juga memicu gelombang emosi publik.

1. Korban dilindas Rantis Baraccuda Brimob

Rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik peristiwa langsung menyebar luas di media sosial, memantik duka mendalam, kecaman, hingga aksi pengejaran dramatis terhadap kendaraan Brimob yang diduga terlibat.

Peristiwa ini menjadi sorotan besar lantaran melibatkan aparat keamanan dan warga sipil, menambah ketegangan di tengah situasi politik yang memanas.

Korban sempat dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi nyawanya tidak tertolong. Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, membenarkan kabar duka tersebut.

“Dipastikan meninggal di RSCM, itu dari driver Gojek, itu yang terlindas barakuda tadi,” kata Andi.


Detik-detik peristiwa terekam video amatir yang memperlihatkan mobil rantis Brimob melaju kencang dengan sirine menyala, membuat demonstran berhamburan. Affan yang tengah berada di lokasi tak sempat menghindar hingga akhirnya terlindas.

2. Diduga sedang antar pesanan

Insiden terjadi sekitar pukul 19.40 WIB di dekat SPBU Jalan Lamper, Benhil. Informasi dari rekan ojol menyebut korban diduga sedang mengantar pesanan pelanggan saat kericuhan terjadi.

Seorang saksi mata, Abdul (29), menyebut mobil rantis melaju ugal-ugalan ke arah massa.

“Dia bener-bener nyoba nabrakin para pendemo, di kanan kiri, ugal-ugalan. Siapa aja yang di depan dia dihajar, enggak peduli,” ujarnya.

Korban sempat terseret sebelum akhirnya terlindas roda besar kendaraan. Warga sekitar dan sesama pengemudi ojol segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong.

3. Rantis dikejar massa hingga Kwitang


Peristiwa ini memicu kemarahan publik. Dalam rekaman video viral, rantis Brimob tampak dikejar massa, termasuk rekan-rekan ojol, hingga kawasan Kwitang.

Puluhan motor mengikuti kendaraan tersebut sambil membunyikan klakson dan meneriakkan tuntutan keadilan. Suara sirene, teriakan, dan klakson bercampur, menciptakan suasana mencekam.

“Tangkap! Bertanggung jawab!” ucap massa sebagai simbol puncak kemarahan masyarakat terhadap tindakan aparat.

Rantis bahkan nekat bermanuver ke Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, namun tetap dikejar massa dari atas dan bawah jalan layang.

4. Kapolri minta maaf


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban dan seluruh komunitas ojol. Ia menyesalkan peristiwa tersebut dan memerintahkan Propam untuk menindak tegas anggota yang terlibat.

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujarnya.

“Saya juga meminta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

“Sekali lagi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban. Termasuk, kepada seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojek online,” tutup Listyo.

5. Tujuh anggota Brimob diperiksa

Propam Polri telah mengamankan tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya terkait insiden ini. Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menjelaskan, pemeriksaan dilakukan gabungan antara Propam Polri dan Brimob Polri.

“Pemeriksaannya di Brimob Kwitang karena anggota tersebut kesatuannya Brimob Polda Metro,” ujarnya dalam konferensi pers di RSCM.

Tujuh anggota tersebut terdiri dari Kompol berinisial CBC, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda E, Bharaka Y, dan Bharaka J.

“Masih kita dalami siapa yang menyopiri, yang jelas ketujuh anggota Brimob itu satu kendaraan. Kita masih mendalami perannya masing-masing,” lanjut Abdul.

Selain itu, kendaraan rantis Brimob yang terlibat juga telah diamankan di Mako Brimob Kwitang sebagai barang bukti. Ia menegaskan, pemeriksaan dilakukan transparan dengan melibatkan pihak eksternal seperti Kompolnas.

6. Gubernur Jakarta ikut melayat

Suasana duka menyelimuti rumah duka Affan Kurniawan di Menteng, Jakarta Pusat. Jenazah tiba pada Jumat dini hari (29/8/2025) dan disambut isak tangis keluarga. Sang ibu tampak berulang kali mengelus wajah putranya, sementara kerabat berusaha menenangkan.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, datang melayat dan terlihat ikut meneteskan air mata. Kehadirannya disambut keluarga sebagai bentuk empati.

Sejumlah rekan ojol juga hadir, sebagian memakai jaket khas aplikator. Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

Tragedi tewasnya pengemudi ojol akibat terlindas rantis Brimob di Benhil meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan seprofesi, dan masyarakat luas.

Sumber: Berita Satu 

Komentar Postingan

Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini